Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 42 : Serangan Ke Ibukota Kekaisaran


__ADS_3

Di dalam ruangan itu seluruh pahlawan telah berkumpul dengan wajah masam, mereka seharusnya ada lima orang namun kini salah satunya tidak kembali dari misi sebelumnya.


Alun yang merupakan pria berambut merah sekaligus pemimpin kelompok tampak menunjukan wajah ketidaksenangannya untuk pertama kalinya.


Dia pria yang cukup baik dalam menjaga rekannya.


"Apa ras iblis masih kuat?" tanyanya dan yang menjawab adalah gadis bernama Nene.


Nene seorang penyihir dengan rambut hitam panjang menutupi kedua matanya seolah dia baik-baik saja dengan itu.


"Yang dibilang kaisar mereka lemah, seharusnya Barel sudah kembali sejak lama, mungkinkah dia telah terbunuh."


"Omong kosong, kita ini pahlawan mana mungkin ada yang bisa menyaingi kemampuan kita, dengan berkah dewi kita tak terkalahkan."


"Tidak, tunggu sebentar Alun."


Suara itu berasal dari pria berotot Dorman.


"Bukannya ada satu lagi seorang yang bisa mengalahkan kita, apa kau tidak ingat soal pahlawan yang harus kita waspadai."


"Benar juga apa yang dikatakan Dorman, hanya orang itu yang bisa mengalahkan kita," potong Ruti sebelum melanjutkan.


"Bagaimana pun kemampuannya, tinjuku akan mampu mengalahkannya."


Tak lama kemudian penjaga yang seharusnya berada di luar kastil telah menerobos masuk ke dalam pertemuan, wajahnya pucat sekaligus kelelahan.


"Kenapa kau masuk, aku yakin aku pernah bilang tidak ada siapa pun yang diizinkan mengganggu rapat pahlawan."


"Serangan, ada sebuah serangan, ada seekor naga raksasa dan pria di atas punggungnya yang menghancurkan kota."


"Naga, maksudmu naga bencana?"

__ADS_1


"Benar nona Ruti."


"Heh, dia sebelumnya melarikan diri tak disangka ia dengan sendirinya datang kemari, Alun?"


"Aah, sebagai pahlawan kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi, terlebih aku ingin mengetahui orang yang mengendalikannya."


Semua pahlawan berdiri dari tempatnya sebelum bergegas pergi.


Sementara itu naga Marsya mulai menjatuhkan bangunan di sekelilingnya setelah mengkonfirmasi bahwa tidak ada orang yang berada di dalamnya.


"Hey Ardhi, apa ini baik-baik saja? Kita merobohkan kota mereka."


"Aah, jangan khawatir... aku berusaha memancing mereka untuk keluar sekaligus, setelah mengalahkan mereka aku bisa mulai bernegosiasi dengan kaisar."


"Apa yang akan kau negosiasikan dengan mereka?"


"Sebuah kebebasan untukmu dan ras iblis."


Keduanya dengan santai menikmati peran penjahat yang mereka lakukan, dari atas langit malam bermunculan banyak lingkaran sihir merah yang secara bersama menjatuhkan meteor yang diselimuti bara api.


"Sepertinya itu berbahaya."


"Tidak juga."


Ardhi menciptakan pelindung untuk menahan dirinya dan Marsya, walau ledakan terjadi di mana-mana tidak ada kerusakan yang mereka dapatkan kecuali area sekitar yang hancur lebur.


"Sihir 'Meteor strike' aku tidak melukainya."


"Biar aku saja Nene."


Yang melesat langsung ke arah Ardhi adalah pria berotot Dorman, satu pukulannya membuat pelindungnya retak dan satu pukulan berikutnya membuatnya hancur.

__ADS_1


Dengan santai Ardhi menangkapnya dengan satu tangan.


"Apa?"


Dia melemparkan sosok tersebut ke samping hingga menabrak beberapa rumah sebelum tergerus di tanah.


"Marsya mundurlah, dari sini giliranku."


"Baik."


Ardhi melompat sementara Marsya kembali ke wujud manusianya sebelum berlari untuk bersembunyi.


Alun, Ruti, Nene dan juga Dorman yang baru bangkit bergabung untuk menjadi kesatuan yang utuh.


Aku menggunakan skill penilai dan itu membuatnya memegangi kepalanya.


"Kau tak apa?"


"Aku baik-baik saja, aku tidak bisa melihat statusnya."


"Kurasa bukan hanya kalian yang punya skill pahlawan, kini aku juga memilikinya."


"Jangan bilang kau membunuh teman kami lalu merebutnya."


Ardhi menggelengkan kepalanya beberapa kali.


"Kalian semua hanya kebetulan terlibat dalam hal ini, aku memang benar memukulinya karena seenaknya ingin membunuh ras iblis tapi aku tidak sekejam itu untuk melakukannya."


"Lalu di mana dia?"


"Aku telah mengirimnya kembali ke dunia asalnya, itu juga hal yang ingin kulakukan pada kalian."

__ADS_1


__ADS_2