
Kota Georginia dilindungi oleh sebuah pelindung jadi mustahil bahwa monster menerobos masuk, jika ada seseorang yang bisa melakukannya mereka seharusnya lebih kuat dari ras iblis yang dulu pernah menyerang kota ini.
Sekte menjadi satu-satunya organisasi yang dicurigai semua orang.
Ardhi secara tiba-tiba menusukan pedangnya di udara dan dari sana seorang pria yang tertikam muncul secara mengejutkan.
"Mereka menyembunyikan diri mereka dengan skill desu."
"Tidak heran semua orang kesulitan menghadapinya nyan."
"Tidak masalah, aku bisa mengatasinya."
Ardhi mengangkat tangannya dan itu menciptakan lingkaran sihir raksasa yang menembakan semacam cahaya ke udara kemudian menyatu dengan pelindung kota hingga akhirnya orang-orang yang sebelumnya tidak terlihat bermunculan dengan jelas.
"Aku sudah membuat kemampuan mereka tidak bisa bisa digunakan."
"Sesuai yang diharapkan master."
"Kalau begitu waktunya aku bertarung."
Marsya sudah lebih dulu memisahkan diri.
"Aku akan memeriksa guild, kalian tolong atasi yang ada di sini."
"Baik."
Ardhi menendang pintu guild dan melihat seorang pria duduk di kursi selang membaca buku kecil di tangannya, ia memiliki mata panda dengan potongan rambut hitam yang rapih.
__ADS_1
"Halo untukmu, kau mungkin tidak mengenaliku tapi aku kenal denganmu, Ardhi pahlawan yang menjatuhkan sekte serigala hitam kan."
Ardhi Melirik ke arah belakang pria tersebut, di sana terdapat tiang-tiang besi yang menebus lengan teman-temannya.
Eve dan Cathy berada di dalamnya, termasuk kelompok Yumi sendiri.
"Namaku Victor, pemimpin sekte burung gagak."
Ardhi mengerenyitkan alisnya saat debu-debu besi berterbangan di tangan Victor lalu membentuk dirinya seperti sebuah tombak sebelum ia lesatkan tanpa ampun.
Ardhi hendak menangkisnya namun tombak tersebut menembus bahunya kemudian membuat lubang di setiap bangunan yang dilaluinya.
"Master?"
"Pelindungku hancur."
"Pergilah dari sini Ardhi, dia bukan musuh yang bisa kau hadapi, dia iblis."
"Iblis?"
Sebuah lukisan mozaik dengan warna hitam muncul di wajah Victor kemudian memunculkan tanduk dan sayap.
"Aku adalah satu-satunya dari kaki tangan raja iblis yang masih hidup, aku yang terkuat di sekte termasuk orang yang menciptakannya."
Adhi menggunakan skill penyembuhan pada dirinya sebelum melompat ke udara saat duri-duri terbuat dari besi menyeruak dari dalam tanah.
Di udara Victor telah mengambil kesempatan dengan menerjang maju untuk mempersempit jarak, pukulannya menghantam wajah Ardhi membuatnya terlempar mengikis lantai batu dengan ledakan luar biasa.
__ADS_1
Tombak yang sebelumnya dilemparkan telah kembali ke tangan Victor dan merubah dirinya menjadi sebuah pedang, sementara itu debu-debu besi berterbangan di sekelilingnya.
"Untuk sekali lagi akan kuberikan ketakutan pada umat manusia, anggap saja ini sebagai permulaan akan kemunculan raja iblis ke dunia ini lagi."
Ardhi menggerakkan tangannya untuk mengangkat dua bangunan rumah, keduanya menghantam Victor dari segala sisi kemudian hancur menjadi serpihan yang berjatuhan layaknya hujan.
Kemungkinan para penduduk telah dievakuasi oleh para petualang karena itulah tidak ada siapapun yang berada di sekitar sini.
Victor muncul dari kehancuran dengan darah merebas dari pipinya, ia menyekanya sebelum menatap dengan tatapan merendahkan.
Baginya itu mustahil bahwa seseorang memiliki kekuatan seperti itu, terlebih kekuatan yang selalu ia lihat selama hidupnya.
"Bagaimana bisa kekuatanmu mirip dengan raja iblis?"
"Hal seperti itu tidak perlu aku jelaskan, yang jelas aku akan mengalahkannya dengan kekuatan yang serupa."
"Benar-benar konyol, pedang itu juga milik pahlawan yang sangat aku benci."
Empat pedang telah melayang ke udara sementara Ardhi memegang dua pedang di tangannya.
Keduanya memiliki satu pemikiran yang sama.
(Orang ini tidak bisa dibiarkan hidup)
(Iblis ini tidak bisa dibiarkan hidup)
Keduanya menghentakkan kaki sebelum menerjang maju.
__ADS_1