Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 53 : Kota Gang


__ADS_3

Mengendarai harimau putih yang digambar baik oleh Yumi, mereka telah melewati padang rumput hijau sebelum melompat turun di dalam hutan.


Roy yang ahli dalam peta, memeriksa kembali tujuannya.


"Kita sudah dekat."


Yugo dan Tiffany menunjukkan kewaspadaan saat beberapa orang berjubah hitam hendak menyergap mereka dari atas. Pada akhirnya pertarungan tidak bisa dihindari begitu saja.


Beberapa menit kemudian mereka diikat tali oleh Tiffany dengan erat.


"Aku lebih suka membunuh mereka agar tidak menyusahkan," kata Yumi demikian yang dibantah oleh Roy.


"Guild master bilang kita harus membawa mereka hidup-hidup, kita tidak akan dibayar jika kita melakukannya."


"Ancaman yang mengerikan."


Yumi menghembuskan nafas panjang sebelum mengikut Roy dan yang lainnya yang sudah berjalan semakin jauh, mereka menemukan sebuah bangunan putih yang terlihat terbengkalai.


Itu menyerupai sebuah tempat perlindungan atau semacamnya. Sejak insiden pohon raksasa yang terjadi di kekaisaran diketahui kerajaan lain kini semua orang telah mencari keberadaan dari sekte.


Tidak ada dari mereka yang berfikir untuk mengabaikannya begitu aja atau semuanya akan terlambat.


Yumi menendang pintu depan dan tidak ada siapapun di dalam sana.


"Yumi-chan bukannya kita seharusnya mengamati."


"Mengamati bukan gaya kita, kita terobos."


Roy merasa tidak ada perubahan tentang pemimpin mereka.

__ADS_1


Jika mereka kebetulan bertemu monster kuat mereka akan bertarung layaknya beserker.


Tiffany mengayunkan pedangnya mengirim embusan angin yang memporak porandakan sekelilingnya.


"Haha sepertinya kita sudah terlambat, semua orang di sini pasti sudah pergi sejak lama," ucap Yugo sedangkan Yumi menemukan sebuah sobekan kertas di bawah kakinya.


"Kertas ini adalah produk terbatas dari kota Gang."


"Apa itu berbeda dengan kertas lainnya?" tanya Tiffany.


"Benar, kertas ini sangat spesial jika seseorang menyentuhnya selain yang membuat memo dan penerimanya, kertasnya akan hancur."


"Aku tidak mengerti?"


Tiffany adalah orang yang bertindak dengan otot dibandingkan pikiran.


Yumi mengeluarkan kertas dari tas penyimpanan. Pertama ia mulai mengalirkan mana untuk membentuk tulisan yang kemudian diberikan pada Tiffany.


"Eh?"


"Kertas ini akan langsung mengenali dua mana yang menggunakannya sekarang, dan kita bisa bertukar tulisan sebanyak mungkin, sekarang berikan pada Yugo."


Tiffany melakukan hal yang dikatakan, ketika kertas benar-benar dipegang Yugo, itu terbakar dalam sekejap mata.


"Tanganku terbakar!"


"Tidak banyak orang tahu tentang kertas ini, kemungkinan besar sekte berasal dari kota itu."


"Dengan kata lain kita harus menyelidikinya juga."

__ADS_1


Yumi mengangguk atas pernyataan Roy, karena inilah misi ini benar-benar merepotkan.


Mereka kembali untuk memeriksa tahanan yang mereka tangkap sebelumnya sayangnya mereka sudah dihabisi tanpa sedikit pun jejak.


"Mereka semua mati."


Yumi mengalihkan pandangan ke sekeliling dan bertanya pada semua orang.


"Apa kalian merasa kehadirannya."


"Tidak."


"Aku juga."


"Sepertinya kita berhadapan dengan seseorang yang sulit dideteksi."


Yumi menerbangkan seekor burung pembawa pesan untuk diberikan pada guild master, sementara mereka kembali melanjutkan perjalanan, berbeda dari sebelumnya kini mereka pergi dengan seekor elang raksasa.


Perjalanan hanya menempuh waktu lima jam dan ketika mereka mendarat di depan sebuah kota, elang tersebut lenyap.


"Di sini lah kota Gang, tidak aneh jika kita akan disergap jadi berhati-hatilah."


"Dimengerti."


Mereka memasuki kota dan di saat yang sama berbagai sihir ditembakan, itu meledak menciptakan kekacauan dari debu kehancuran.


"Berhasil?"


"Tentu saja tidak, dasar bodoh, apa kalian meremehkan kami? Mati sana," teriak Yumi

__ADS_1


"Mustahil?"


Yugo telah merapalkan sihir pelindung untuk menahan serangan barusan, Tiffany menyeringai lalu menerjang maju.


__ADS_2