Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 54 : Pembunuh Tak Terlihat


__ADS_3

Tebasan pedangnya membuat semua orang terhempas ke segala arah. Satu orang hendak merapalkan mantera namun Roy lebih dulu melukai lengannya dan Yugo memukul wajahnya hingga serangannya gagal begitu saja.


"Sepertinya kalian sudah tahu kenapa kami datang kemari, bukan begitu tuan?"


Yumi duduk di salah satunya selagi berkata demikian.


"Kami hanya disuruh menyerang siapapun yang datang kemari."


"Penduduk kota?"


"Benar, mereka mengatakan bahwa kertas mereka kemungkinan akan dicuri jadi kami dipekerjakan."


"Jadi begitu caranya mereka menutupi diri mereka yang bergabung dengan sekte."


"Apa maksudmu dengan sekte?"


"Kalian tidak perlu tahu, Tiffany aku serahkan sisanya padamu."


"Dimengerti."


Tiffany mengikat mereka sebagai seorang profesional sementara sisanya menggeledah setiap rumah, mereka mengintrogasi setiap orang dan menemukan sekitar 10 orang terlibat di dalam organisasi pengikut raja iblis tersebut.


"Mari bawa semuanya," atas pernyataan Yumi mereka telah meninggalkan kota.


Untuk semua orang yang dipekerjakan mereka hanya akan dimintai keterangan saja.

__ADS_1


Tidak seperti sebelumnya kelompok Yumi lebih waspada, khususnya soal pembunuh yang tidak terdeteksi oleh sihir.


Yumi memberikan instruksi untuk mengelabui penjahat tersebut, bagaimana pun jika mereka terlalu waspada orang yang dimaksud tidak akan keluar dan lebih berbahaya jika orang tersebut sampai masuk ke kota Georginia.


Malam hari itu semua orang tertidur, dari kegelapan malam sepasang langkah kaki telah timbul di tanah, terdengar bunyi cling dari sebuah pedang yang ditarik.


Tentu targetnya sendiri bukanlah untuk menghabisi kelompok Yumi melainkan membersihkan sisa-sisa kelompok sekte yang tertangkap.


Ia mengincar orang-orang yang diletakkan di bawah pohon, tepat saat ia hendak menebaskan pedangnya, Tiffany menahannya dengan baik, membuatnya mundur menjaga jarak.


"Kau bisa melihatku, tidak.. tanahnya."


Penyerang tersebut akhirnya menyadarinya, setiap daun, tanah dan juga ranting yang dia injak semuanya adalah hasil lukisan gambar dari Yumi.


"Aku mengambil peran mudah sekarang."


Yugo memberikan belati yang dia pinjam kembali pada Roy.


"Apa begini sudah bagus Yumi."


"Um, akan terlalu berbahaya membawanya hidup-hidup ke kota, kurasa dia hanya satu orang mari pergi malam hari ini juga."


"Dimengerti."


Yumi membuat seekor naga dan lalu membawa mereka semua langsung ke kota, dari sana ia akan menyerahkan semuanya pada Eve untuk diinterogasi dengan sihir khusus.

__ADS_1


Ada tiga sekte yang masih ada sekarang, informasi yang akan didapatkan akan bisa berguna sekte apa yang telah mengembangkan monster semacam pohon tersebut.


Menunggu merupakan hal bisa dilakukan sekarang.


Di dalam labirin yang tidak diketahui, di lantai 10 kelompok Ardhi tengah menghadapi puluhan raksasa kayu dengan tinggi 10 meter dan masing-masing menyerang melalui jari layaknya sebuah cambuk.


Mery, Nisa, Risa dan juga Marsya sendiri disibukan untuk melawan masing-masing musuh di depan mereka.


"Tuan, di samping ada seorang yang mengawasi kita."


"Apa dia memberikan ancaman?"


"Tidak, kekuatannya lebih rendah dari monster ini."


Ardhi mengibaskan pedangnya di udara dan itu menciptakan gundukan es yang menyeruak ke udara. Risa menggunakan mantera es yang sama dan Nisa menebas mereka bersama Mery yang kemudian disusul semburan api Marsya.


Itu melelahkan hingga lantai 10 tidak dihuni monster lagi. Mereka menjatuhkan diri mereka ke bawah, menatap langit biru yang sejujurnya merupakan tiruan saja.


Ardhi sudah mengetahui bahwa ini berada di dalam dungeon jadi mustahil jika ada langit asli di dalamnya.


"Kau bisa keluar?" katanya memiringkan kepala dan yang berdiri di sana seorang gadis dengan tubuh atas manusia sementara bawah merupakan ular, dia telanjang dan hanya mengandalkan rambutnya untuk menutupi bagian penting atasnya.


"Lamia?"


Ras setengah manusia dan ular yang selalu mendiami labirin, mereka kerap tidak ingin terlihat oleh petualang dan nyaris tidak mengalami gesekan sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2