Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 73 : Dua Skill Khusus


__ADS_3

Agarta memasang wajah bermasalah.


"Dua pahlawan dari dua dewi kah, tidak biasanya Dewi Herina turut ambil bagian."


"Sepertinya dia malu karena diejek oleh dewi lainnya."


"Jadi begitu... siapapun tidak masalah yang harus aku lakukan hanya mencabut kalian berdua."


Agarta dalam sekejap mata telah mencengkeram wajah Ardhi maupun Eren, seolah bukan sesuatu yang sulit, dia melemparkan keduanya hingga terbang selagi menabrak deretan pepohonan yang rapih.


"Kurasa masih ada tikus yang lain."


Gloria maupun Meysia melompat menyergap, Gloria ditendang menjauh sedangkan Meysia dicengkeram lehernya.


"Jadi begitu, kau Lich... meski tidak mati, paling tidak kau akan diam jika tanpa kepala."


Leher dan tubuh Meysia terpisah, di saat yang sama beberapa tombak menembusnya bersama Agarta sekaligus.


Tubuh Meysia dibuang begitu saja.


"Usaha bagus tapi serangan seperti ini sama sekali tidak berpengaruh."


Tombak yang menancap Agarta mulai tertarik sendiri dan berjatuhan. Dia adalah bos terakhir dalam sebuah permainan yang tidak bisa dimenangkan.


Pada akhirnya kini semuanya tergantung pada dua pahlawan. Ardhi melepaskan semua beban besi di tubuhnya sementara Eren melepaskan ikat kepalanya lalu melilitkannya di bahu.


Dewi Naya maupun Dewi Herina sama-sama menghubungi pahlawan mereka.


(Hati-hati Ardhi, dia semakin kuat)


"Aku mengerti."

__ADS_1


(Dengar, kerahkan semua kemampuanmu Eren)


"Aku tahu, aku pasti mati jika tidak."


Tubuh Ardhi diselimuti petir termasuk dua pedang di tangannya, di sisi lain tubuh Eren diselimuti api.


"Aku duluan," Eren melesat maju dengan diikuti Ardhi setelahnya, dia melompat sembari mengayunkan pedang yang dengan mudah dihindari Agarta yang balik menyerang dengan memukul perutnya.


Eren terlempar digantikan Ardhi.


Ia menggunakan Spin yang merupakan teknik memutar pedang, namun Agarta tidak mundur melainkan menangkap kedua pedang itu dengan tangan kosong, menariknya ke depan lalu menendang perut Ardhi hingga terbang, Eren yang sudah bangkit kembali menyerang.


Ardhi juga mengambil momen yang sama tebasan mereka hanya menggores sedikit tubuhnya saja, walaupun di sisi lain mereka berdua pihak yang sering dihajar.


"Cross Engine."


"Double Slash."


Agarta memukul masing-masing wajah mereka kemudian berpindah ke perut, kecepatannya sangatlah tidak terlihat hingga keduanya meluncur di tanah meninggalkan jejak kehancuran.


Agarta mengarahkan tangannya dan sekitar lima lingkaran sihir muncul.


"Dark Exploring."


Sebuah sinar gelap mirip laser ditembakan dan Ardhi berada di depan untuk melindungi dirinya sekaligus Eren.


"Dia terlalu kuat, kamu punya rencana Ardhi?"


"Tidak juga, tapi jika kita bisa menghancurkan bulannya aku rasa kita akan memiliki kesempatan."


"Bulan?"

__ADS_1


Dari bawah sosok itu jelas berada di langit.


"Itu mustahil."


"Tidak, walau terlihat seperti bulan namun sesungguhnya benda itu palsu, Agarta pasti menciptakannya dengan sihir tertentu yang menarik tanah ke langit hingga membentuknya demikian."


"Kau yakin?"


"Kita hanya harus mencobanya."


Serangan tersebut berhasil diblok baik oleh Ardhi. Ia perlu memulihkan diri sesaat karena itulah Eren yang kini mengambil inisiatif menyerang.


Dia menghapus beberapa skill miliknya untuk menembakan api ke arah Agarta hingga meledak dengan api membungkus dirinya.


Eren tahu bahwa serangannya hanya mampu mengulur waktu.


"Aku memiliki skill untuk memperkuat seranganku tergantung skill yang aku korbankan, bisakah kau berikan skill milikmu dan akan kugunakan untuk menghancurkan bulannya."


"Berapa banyak yang kau butuhkan?"


"Jika menghancurkan bulan kurasa lebih dari ribuan."


"Kalau begitu gunakan 10.000 skill saja."


Eren sedikit terkejut.


"Bagaimana kamu memiliki skill sebanyak itu."


"Aku memiliki skill yang bisa membuat skill baru."


"Heh, kita berdua masing-masing punya skill bagus," ucap Eren tidak bisa menyembunyikan kesenangannya.

__ADS_1


__ADS_2