
Ardhi tiba dia sebuah ruangan yang telah diisi rekan petualangnya, Mery, Nisa, Latifa dan juga Risa. Masing-masing menunjukan wajah bermasalah.
Ia ingin meminta bantuan pada Yuki, ataupun dua pelayannya Lynn dan Carmen, sayangnya mereka telah melarikan diri hingga Ardhi berlutut karena sebuah tekanan kuat tak terlihat.
"Ardhi apa kamu tahu kesalahanmu?"
"Aku tidak bawa oleh-oleh."
"Nisa lakukan."
"Dengan senang hati nyan."
Nisa melompat pada Ardhi kemudian menguncinya di antara pahanya. Itu cukup menyakitkan.
"Sakit, sakit."
Mery menghela nafas panjang dan Risa berdeham.
"Aku selalu setuju denganmu desu, tapi jika menyangkut saat ini aku sepenuhnya menolaknya."
Latifa segera menambahkan.
"Aku tahu bahwa Ardhi sengaja membuat kami terhindar dari hal berbahaya, namun, kami juga punya pendapat sendiri untuk membantumu.. aku istrimu aku juga ingin bertarung bersamamu, bahkan yang lainnya juga."
"Tapi."
__ADS_1
Ardhi melirik ke arah mereka, melihat bagaimana mereka menunjukkan tekad kuat di matanya telah membuat dirinya kehilangan kata-kata.
"Maafkan aku, tolong bantu aku untuk mengalahkan Great Titan."
Semua orang bersorak senang, Ardhi merasa seharusnya dia bisa lebih mempercayai anggota rekannya termasuk kekuatannya untuk mampu melindungi mereka semua.
Setelah jamuan disiapkan mereka bertemu kembali para petualang guild Lost Carnival dengan pakaian yang berbeda, itu terlihat santai hingga membuat mereka tidak terlihat seperti seorang petualang.
"Semua ini terlihat enak, aku benar-benar jadi sangat betah di sini," teriak Key.
Feng Ho juga memiliki pendapatnya sendiri.
"Para Succubus sangat cantik."
Ardhi merasa bahwa ia sebaiknya memperingatinya lebih awal.
"Kedengarannya sangat mengerikan."
Para pelayan yang lain membantu menuangkan minuman di gelas mereka sampai ketiga putri dari tiga kerajaan muncul untuk mengerumuni Ardhi.
"Kau sudah pulang Ardhi, harusnya kau memberitahu kami lebih awal," kata Purin.
"Benar, benar," tambah Asenola dan Nebius masih menggunakan nada Tsundere-nya.
"Bukannya aku juga merindukanmu, hanya saja aku sedikit kesepian."
__ADS_1
Feng Ho kini sedang menangis darah, sementara Sirna tertawa.
"Benar-benar mengejutkan."
Nemesis dan Florentine menuangkan air di gelasnya.
"Bukannya kamu terlihat seperti penyihir kegelapan?"
Udara dingin menusuk Ardhi, bagaimana pun Lynn adalah penyihir kegelapan yang sesungguhnya, tapi hanya di masa lalu saja.
"Hanya penampilannya saja, penyihir kegelapan sudah menghilang sejak lama tidak mungkin beliau masih ada."
"Benar juga, ia menciptakan makhluk bencana tapi aku tidak sepenuhnya membencinya, walaupun kemarahanku lebih ditunjukan pada makhluk bencana yang telah merusak kampung halamanku."
"Begitukah?"
"Iya... pada dasarnya dia hanya marah saat raja manusia seenaknya untuk memaksanya menikahinya sebagai alat peperangan, mungkin saat itu aku juga akan melakukan hal sama atau lebih buruk."
Ardhi merasa lega bahwa Sirna berfikir demikian, walau begitu identitas Lynn akan terus disembunyikan lagipula nama penyihir kegelapan memang sudah menghilang selamanya.
Mereka hanya tinggal selama tiga hari dan selanjutnya kembali melanjutkan perjalanan, kini seluruh rekan petualang Ardhi telah ikut.
Terlebih.
Di perbatasan kerajaan elf, para kesatria mereka telah ada untuk membantu. Salah satunya mendekat kuda kearah kereta yang dibawa oleh Ardhi.
__ADS_1
"Kami sudah mendengar keseluruhan ceritanya dari yang mulia ratu, kami senang bahwa akan ada perburuan Great Titan, tolong izinkan kami juga membantu."
Ardhi pikir akan merepotkan jika ia menolaknya, pada akhirnya dia menerima tawaran tersebut.