Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 31 : Pertarungan Habis-habisan


__ADS_3

Sejumlah sihir besar telah ditembakan hingga mencapai keberadaan Great Titan, dia menyilangkan tangannya untuk melindungi wajahnya sementara Risa menciptakan tombak es yang dia lemparkan seperti sebuah hal yang mudah, tombak itu menembus lengannya.


"Itu damage yang kuat."


Secara perlahan mereka menyerangnya tanpa henti, walau tubuhnya akan disembuhkan kembali tidak ada yang peduli dengan itu.


Bahkan ketika Ardhi turut menyerang dia tidak pernah kehilangan kontrol untuk sihir yang akan digunakan setelah ini.


Great Titan mulai membuka mulutnya, Risa yang sudah menunggu momen ini telah menutup mulutnya dengan bongkahan es.


Serangan terbaik adalah saat serangan musuh akan dilancarkan.


"Apa masih belum nyan?"


"Sebentar lagi."


Kini kekuatan sihir Ardhi telah terkumpul banyak bahkan ketika Great Titan mencoba untuk menembakan bola energi, energinya hancur kemudian menyebar ke udara dan terhisap ke lingkaran sihir di atasnya.


Ketika semua orang mundur langit yang cerah mulai berubah mendung, disisipkan warna percikan kilatan, sebuah petir raksasa telah jatuh menghantam Great Titan tanpa dia bisa membalas.


Dia roboh dengan berlutut dan di saat yang sama setiap orang memberikan kekuatan terbaik mereka, pada akhirnya Great Titan berhasil dikalahkan.


"Master, kita berhasil."


"Aah."


Langit yang sebelumnya kelabu kini telah terbelah menghasilkan tirai cahaya bak sebuah pemandangan indah.


"Dengan ini makhluk bencana berhasil dikalahkan."

__ADS_1


Beberapa Minggu kemudian semua orang telah kembali kepada rutinitas biasanya, Ardhi telah menghadap Eve untuk menceritakan semua kejadiannya.


"Jadi begitu, mereka akhirnya membuat guild baru, pantas saja petualang kita yang sebelumnya meninggalkan guild malah berdatangan kembali untuk bergabung."


"Apa mereka dibiarkan begitu saja?"


Ardhi mengintip lewat jendela dan melihat bagaimana mereka tengah disiksa oleh Yumi dengan sebuah cambuk.


"Yah, setelah Yumi selesai aku akan menerimanya kembali."


"Membiarkan dia melakukannya, itu benar-benar cukup kejam."


Eve menyeruput tehnya lalu melanjutkan.


"Sekarang apa yang akan kau lakukan lagi?"


"Padahal kalian belum lama tinggal di kota ini."


"Ngomong-ngomong bagaimana dengan pergerakan sekte?"


"Aku tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka lakukan, setelah kekalahan salah satunya di kota kita mereka terlihat tidak melakukan apapun lagi seolah mereka menghilang.


Jika demikian maka tidak siapapun yang akan mengetahui pergerakan mereka.


Tujuan mereka hanyalah membunuh banyak orang demi mengumpulkan jiwa mereka untuk kebangkitan raja iblis.


Sebelumnya Ardhi pernah melawannya, sayangnya itu bukan tubuh aslinya dan tidak ada yang tahu di mana keberadaanya namun dia memang masih hidup sampai sekarang.


Sekembalinya ke wilayah pohon besar Ardhi bertemu dengan dewi lagi di alam mimpinya, biasanya dia akan menunjukkan wajah santai namun sekarang yang ditunjukannya tidaklah demikian.

__ADS_1


"Dewi Naya?"


Ia terlihat cemas sekaligus khawatir.


"Apa Anda baik-baik saja."


"Aku baru menerima kabar buruk Ardhi."


"Kabar buruk?"


"Benar, kini setiap kunci tidak dijaga lagi oleh Guardian of Goddess, kemungkinan besar adalah."


Ardhi bisa menebaknya dengan baik, khususnya saat dia mengambil kunci dari wanita Siren, ia memutuskan untuk membiarkannya hidup.


"Kemungkinan kedepannya akan sulit yah," kata Ardhi ringan.


"Hmm... jika demikian aku sama sekali tidak keberatan jika harus terkurung selamanya, bertemu dengan Ardhi seperti ini sudah lebih dari cukup."


Jelas hal itu ditolak oleh Ardhi.


"Mungkin aku tidak bisa mengembalikan posisi dewi ke tempat semula, meski demikian aku akan lebih senang jika dewi bebas, di luar sana banyak makanan enak dan tempat-tempat yang indah juga."


Mendengar itu Naya menyeka air mata di sudut matanya.


"Kau harus bertanggung jawab karena membuat seorang dewi menangis."


"Aku tidak melakukan apapun.


Mereka kembali sedia kala.

__ADS_1


__ADS_2