Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol

Book 3 : Bertahan Di Dunia Lain Dari Nol
Chapter 59 : Pemberat


__ADS_3

Ketika jarak keduanya semakin mendekat mereka saling mengayunkan pedang, Victor tidak ambil pusing dengan seluruh pedang yang kini melayang untuk mengincarnya.


Baginya semua serangan terlihat seolah melambat.


Dentrang... Dentrang... Dentrang.


Mereka bergerak begitu cepat seolah menari-nari di udara dengan kilatan cahaya menyilaukan.


Ardhi menebaskan pedangnya dan itu menciptakan ledakan es yang menyeruak ke atas langit. Victor terjebak di dalamnya namun hanya sesaat sebelum dinding yang mengurungnya hancur dengan sebuah bisa yang keluar dari tubuhnya.


Keduanya mendaratkan kaki kembali sebelum melesat maju.


Dentrang.


"Kau benar-benar titisan pahlawan. Ini baru menarik."


Ardhi menahan pedang yang melintang padanya, pedangnya yang tertahan itu kemudian bertambah panjang kemudian berputar untuk berbelok.


Dengan baik Ardhi menggunakan pedang lain untuk menangkisnya sementara empat pedang yang melayang di udara masing-masing menciptakan lingkaran sihir yang menjatuhkan kilatan petir.


Victor melompat mundur untuk membungkus dirinya dengan perisai besi yang seutuhnya menahan semua serangan tersebut. Walau besi merupakan elemen yang kalah asal dia tidak menyentuhnya semuanya akan baik-baik saja.


Ardhi tidak membiarkannya dan ia menebas melalui besi tersebut, memotongnya menjadi dua bagian. Sayangnya Victor sudah tidak berada di belakangnya.

__ADS_1


"Master di bawah."


Sebuah rahang mirip jebakan hewan menyeruak dari dalam tanah, Ardhi menghilang dan muncul di atasnya untuk menghindarinya namun sebuah tendangan menghantam perutnya memaksanya menukik jatuh dengan dentuman memekakkan telinga.


"Kau hebat tapi belum cukup untuk menantang iblis sepertiku, matilah."


Pedang di tangan Victor berubah menjadi tombak dan kembali dilesatkan ke arah Ardhi yang baru bangun. Dia hanya memiringkan kepalanya untuk menghindarinya dan tombak menusuk baik di sampingnya.


"Tadinya aku ingin hanya menunjukkan ini pada raja iblis, tapi tak apa jika melawanmu juga."


"Apa yang kau rencana?" tanya Victor saat tombaknya kembali ke tangan dan berubah menjadi pedang untuk kedua kalinya.


Ardhi melemparkan seluruh pemberat yang selama ini mengikat tubuhnya, hanya sekilas mata orang-orang akan tahu bahwa beratnya bukanlah main-main.


"Apa kau pikir dengan hanya itu kamu mengalahkanku?"


Ardhi menyarungkan pedang yang lain kecuali pedang Yuki yang ada di tangannya, percikan petir menyembur dari tubuhnya.


Victor mengarahkan tangannya untuk menciptakan tangan besi yang menyeruak dari bawah tanah, sebelum tangan itu mencengkeramnya Ardhi telah melesat.


Seharusnya dengan mata Victor keberadaan Ardhi mudah untuk dilihat namun sekarang ia tidak bisa menemukannya.


Tangannya terlempar ke udara setelah pedang menebasnya.

__ADS_1


"Apa?"


Ketika Victor balik membalas Ardhi tidak berada di sana lagi, yang ia tahu hanyalah bahwa tubuhnya telah terbelah dua bagian.


"Bagaimana bisa?"


"Masterku lebih kuat darimu."


Itu menjadi kematian instan bagi Victor.


Ardhi kembali ke guild untuk melepaskan semua orang yang ditahan sebelumnya, kelompok Yumi bahkan Eve sendiri tidak bisa mengalahkannya tapi bagi Ardhi hal demikian bukankah sesuatu yang sulit.


Yuki kembali ke bentuk manusianya.


"Aku akan membuatkan teh untuk semuanya."


"Terima kasih nona Yuki," balas Cathy.


Ardhi mendengar keseluruhan penjelasan tentang mereka yang berusaha mengintrogasi soal sekte, ketika mereka mendapatkan informasinya mereka malah diserang secara besar-besaran.


Itulah rangkuman yang telah terjadi di kota ini.


"Hal seperti ini memang tidak bisa dihindari."

__ADS_1


Di tempat lain Marsya tengah bertarung dengan sosok kuat juga, ia adalah wanita dengan jubah serta rambut merah yang bergelombang.


"Naga bencana kah, aneh rasanya kau memihak manusia... tapi mungkin, ini kesempatan bagus untuk meneliti seberapa kuat dirimu kekeke."


__ADS_2