
"Mungkin aku memang bukan perioritas utama bagimu.Namun setidaknya,kamu ada disaat aku mebutuhkanmu.................."
~Arkia Shalfira Mubaraq~
Setelah kepulangan Silvia-mama Vano,hubungan Vano dan Arkia kembali seperti semula.Dingin,cuek dan tak peduli.
Pria itu kembali sering pulang rarut,bahkan jarang pulang.
Lima bulan sudah pernikahan mereka berjalan.Namun tak ada perubahan sama sekali dalam hubungan keduanya.Bahkan perselingkuhan Vano,sudah hampir beberapa kali hampir diketahui secara langsung oleh Kia.
Pria itu bahkan sudah hampir seminggu tak pulang.Rasa cemas tentu saja dominan Kia rasakan,bagaimanapun juga dia tetap istri seorang Keevano Radityan Khutbi yang ia cintai setulus hati.
Namun,kerika Kia tengah disibukkan dengan dengan sidang akhir dan skripsinya,hanya ada satu orang nama yang selalu ada disisinya.
Membantunya,menemaninya,bahkan menyayanginya.
"Kak Bara,ini sudah direvisi bab II nya?"tanya Kia.
Gadis berhijab syar'i dengan gamis berwarna dusty pink itu terlihat amat disibukkan oleh agendanya menyusun skripsi.Ya,karena ini sudah semester akhir,Kia juga disibukkan dengan sidang tesis,dan skripsì.
Untung saja,Bara mau membantu meringankan beban Kia untuk merevisi skripsinya.Karena selain wakil Ezka-selaku ketua BEM,Bara juga adalah Asdos dosen Kia.
"Sudah fira,tinggal sentuhan terakhir saja!"katanya lembut.
Setiap orang yang melihat kedekatan keduanya juga pasti tahu,kalau ada rasa lebih diantara mereka.Terutama Bara.
Sejak kecil Bara memang menyukai Kia.Bahkan,sebelum pindah sekolah dulu,Bara pernah menyatakan rasa sukanya pada Kia didepan Ezka-sahabatnya.
"Ini minum dulu fi,kamu dari tadi belum makan apa apa loe!"
Segelas jus leci segar tersedia didepan Kia.
Bara,siapa lagi selain dia yang sudah dengan pekanya memesankan minuman favorit Kia.
"Terimakasih kak!"kata Kia.
Keduanya kini memang tengah berada dicaffe tempat mereka biasa Kia dan teman temanya janjian.
"Ana sama Rena kok belum datang ya kak?"bingung Kia.
Padahal kedua sahabatnya itu mengatakan akan datang 10 menit lagi.Tapi nyatanya,sudah lewat dari 20 menit tapi keduanya belum muncul juga.
"Mungkin sebentar lagi Ki!"
"Hayoo....ada yang kangen niee...."ucap suara lembut yang dibuat buat manja tersebut.Siapa lagi kalau bukan Ana yang datang bersama Renata.
"Assalamualaikum kia,kak Bara!"salam Renata yang mengambil posisi didepan Kia.
"Waalaikum salam nat,kamu juga,bukanya ucapin salam dulu kalau baru dateng na!"kata Kia kepada ana yang terlihat tengah nyengir kuda tersebut.
"Hehehe....maaf ki,lupa! Habisnya kamu sama kak Bara dari tadi kelihatan serius banget.Jadi gak sadar kita dateng,ya gak nat?"
"Au ah,gelap!"jawab Renata.
"Ish....dasar kutu!"kesal Ana.
Sedangkan Kia dan Bara yang melihat keduanya hanya bisa tersenyum kecil memaklumi.Keempatnya pun kembali tenggelam dalam obrolan tentang sidang dan revisi skripsi.
Jauh diluar toko,terlihat sepasang manik hitam tajam yang melihat moment tersebut dengan mata memicing.
'Berani beraninya dia tersenyum seperti itu kepada pria lain!'batinya geram.
Dia memang tak mencintai gadis itu,bahkan ia menganggap dia tak ada.Namun tetap saja hati kecilnya tak rela jika senyuman manis gadis itu diberikan untuk pria lain.
Senyuman itu hanya untuknya,miliknya.
Egois bukan? Bahkan ia tak mencintainya,lalu kenapa ia mengklaim bahwa Kia miliknya?
Entahlah,dipikiranya gadis itu tetap miliknya,istrinya,walaupun bukan prioritas utamanya.
"Jalankan mobilnya!"titahnya dingin.
__ADS_1
□□□
"Hari ini kamu mau masak apa Ki?"tanya wanita dengan gamis dongker yang menjuntai hingga menyapu lantai tersebut.
"Hm....Ayam kecap manis,cah kangkunģ sama sup jagung umi.Mas vano suka makanan makanan itu,terutama ayam kecap manis."jawabnya lembut.
Datangnya Salma-umi Kia yang berkunjung tiba tiba tanpa memberitahu terlebih dahulu.Tentu membuat hati Kia cemas,terlebih lagi pria itu sudah hampir seminggu tak pulang kerumah.
"Bang Vano belum pulang ki?"ucap suara bariton milik siapa lagi,kalau bukan milik kembaran Kia-Ezka.
Pemuda tampan T-shirt dongker tersebut,terlihat lebih segar setelah mandi dan melaksanakan shalat isya.
"Belum ka,mungkin sebentar lagi!!"elak kia mati matian.
Padahal hatinya segala rasa tak enak karena kebohonganya.
"Setiap hari suamimu pulang malam ki?"tanya Salma,memecah keheningan.
"Terkadang umi.Akhir akhir ini mas Vano memang sedang sibuk dikantor!"kata Kia meyakinkan.
Kia sendiri tidak tahu dimana kantar suaminya,jabatan suaminya saja yang ia ketahui hanya sebatas pemimpin,entah apa pastinya.Menyedihkan bukan?
Walaupun Vano selalu mencukupi Kebutuhan sehari hari dengan nafkan darinya,melalui ATM platinumnya,namun Kia tak pernah sepeserpun menggunakanya untuk kebutuhanya sendiri.
Kia lebih suka menggunakan uang tabunganya,dari gaji magangnya utuk keperluanya sendiri.
"Ki?"kata sang ibu,membuyarkan lamunan Kia.
"Iya mi!"
"Telpon suamimu gih,suruh untuk pulang lebih awal.Katakan kalau umi dan ezka menunggu dia disini!"titah sang umi lembut.
"Iya umi!"
Setelah mendengar perintah uminya,Kia pun masuk kekamarnya untuk menenpon nomer Vano.
Tut........Tut...........Tut........
Kia masih berpikir positif thingking,mungkin suaminya masih sibuk.
Padahal ini sudah pukul 20.15 malam.
Kia kembali mencoba menghubungi Vano,
Tut.........Tut.....
'Hallo.......'
Diangkat,batin Kia bersorak senang.
"Mas vano Kia mau-
'*Ish....angkat dulu telponya...'
'Biarin aja,gak penting!'
'Ahhk~....ihh....pelan pelan sayanggghhh*...'
Air mata itu luruh seketika,tanpa dapat dikondisikan.
'Ih...buruan,ini udah tersambung loh....'terdengar suara sayup sayup wanita yang hampir mendesah saat berkata.
'Hallo?'tanya pria disebrang sana parau namun tegas.
"Maaf!"
Tut..........Tut..........Tut......
Hanya itu yang dapat terlontar dibibir Kia,sebelum mematikan sambungan teleponya secara sepihak.
Dirinya sudah tidak kuat menahan isakanya lagi.
__ADS_1
Bukan hanya batinya yang selalu saja terluka,harga dirinya juga ternoda sebagai seorang istri.
Dirinya sama sekali tak pernah disentuh oleh Vano yang notabenenya suaminya sendiri,namun diluaran sana pria itu dengan senang hati berzina dengan wanita yang bukan mahromnya.
Cklekk
Bunyi decitan pintu,kemudian disusul denganhadirya gadis cantik berwajah baby face tersebut.
"Ka,sejak kapan kamu disini?"tanya Kia terkejut.
Bagaimana tidak,ketika keluar dari kamar mandi saudara kembarnya itu sedang duduk dengan santainya diatas ranjang.
"Kamu habis nangis ki?"tanyanya menelisik.
Kia tersenyum,agar tebakan ezka itu tidak benar."Kamu apaan sih ka,siapa yang habis nangi-
Grep
Dengan sekali hentakan,gadis mungil itu sudah berada dalam pelukan Ezka.Pelukan hangat yang sarat akan kasih sayang,sarat akan perlindungan.
Tanpa diintruksi,lelehan ķristal bening itu kembali mengalir dengan derasnya.
"Jangan berbohong Ki,karena aku tahu semuanya!"ucap ezka lembut sambil mengusap punggung sang kakak sayang.
Dilain tempat,sepasang manusia yang tengah bergemul dibalik selimut dengan peluh yang membanjiri tubuh naked keduanya.
Namun ada rasa cemas menghampiri sipria,kala ia mendapat telpon mendadak dari nomer gadis yang berstatus sebagai 'istrinya' itu.
Apa gadis itu kecewa?
Apa ada sesuatu yang terjadi,sehingga ia menelpon malam malam begini?
Ah.....kepalanya pusing mengingat itu.
Namun rasa bersalah dan cemasnya sirna berganti rasa kesal saat mengingat peristiwa kemarin.
'Dia saja berani bermain main dibelakangku!'batinya.
"Ada apa?"tanya suara wanita dibawah kungkunganya itu lembut.
"Apa ada masalah?"lanjutnya sambil mengelus elus rahang tegas pria-nya.
"Tidak ada apa apa rin!"jawabnya meyakinkan.
"Kalau begitu kenapa berhenti?"tanya siwanita sambil tersenyum menggoda.
Terlihat seringai evil menghiasi wajah sipria,sebelum kembali menghuj*mkan miliknya keras.
"Ayo kita lanjutkan yàng tadi sayang!"
"Ahhk~pelan pelannahhkk....dittthh"lenguh siwanita yang memenuhi penjuru ruangan remang tersebut.
'Kita menang kembali baby,kita menang dari gadis bodoh itu!'batin siwanita sambil tersenyum evil.
Sedangkan disana,Kia kembali harus membohongi orang orang terkasihnya.Namun bedanya,kini Ezka juga ikut andil dalam kebohongan tersebut.
'Aku memang bukan perioritas utama bagimu,tapi setidaknya kamu menghargai usahaku untuk mempertahankan hubungan ini mas.'batinya berderai air mata.
□□□□
Bukan perioritas utama🍉
Hiksss😭😭
Gimana guys??? Udah nyesek belom???
Coba,dukung tim mana kalian???
Pelakor apa terlakor😆😆
Ditunggu ya dikomentar jawabanya😊
__ADS_1
Sukabumi 21/11/19