
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً قَالَ الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ
"Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya” [8]
Senja diufuk barat mulai menghiasi langit kota kembang.Semburat jingga nampak elok dipandang dari pelataran rumah sederhana yang menghadap langsung karah barat.
Secangkir teh hangat yang masih mengepul kini menjadi sahabatnya.Ditemani benda mungil yang tersemat dijemarinya,namun bukan gulungan tembakau kering lagi.Melainkan sebuah tasbih yang menemaninya menunggu waktu shalat maghrib.
Ezka-sang sahabat telah kembali kekediamanya diAnkara,mengingat pria itu pembisnis yang cukup disegani dan tengah banyak memiliki client penting.Sebenarnya ia sempat menahan sang sahabat agar mau lebih lama lagi menemaninya.Namun apa daya,Ezka punya keluarga kecil yang menunggunya disana.
Keluarga kecil yang selalu menunggu kepulanganya dengan pasti.
Kini dirinya sendiri,dirumah besar ini.Sang ayah sudah terbang ke-kalimantan untuk mengurusi usaha tambang batu baranya yang terbengkalai hampir dua minggu ini.
Sedangkan ia sendiri belum berniat untuk kembali kepekerjaanya sebagai lawyer,mengingat waktu perjodohanya begitu mepet.
Seminggu lagi ia akan bertemu dengan perempuan yang digadang gadang akan menjadi calon istrinya tersebut.Sedangkan melenggang ke-dua minggu berikutnya,ia akan menikahi gadis yang benar benar tak dikenalnya tersebut.
Semua pihak mendesak untuk mempercepat pernikahan karena beralasan semua demi mewujudkan permohonan terakhir Ratna.Akhirnya seorang Bara Pradipta be nar benar menyerah akan semua ini.
Ia setuju setuju saja dengan perjodohan tersebut,ia sekarang juga ingin cepat cepat menyelesaikan perjodohan tersebut tanpa bertele tele.
Namun yang masih dipikirkan oleh Bara adalaah setelah pernikahan itu terselenggara,apa yang akan ia lakukan?
Ia saja masih bingung dengan apa yang harus dilakukanya setelah menikahi gadis yang sama sekali tidak pernah dikenalnya tersebut.
Entahlah,yang terpenting bagi Bara saat ini adalah memenuhi kewajiban akan permintaan terakhir sang mama.Jika tentang kehidupan pernikahanya nanti,biarlah semuanya berjalan seperti air.
Mengalir dengan seharusnya tanpa ada halauan apapun.
Satu minggu telah berlalu begitu cepat tanpa terduga.Padahal satu hari masih 24 jam,1.440 menit dan 86.400 detik.Matahari masih terbit dari barat dan tenggelam diufuk timur.
Namun entah mengapa bagi seorang Bara Pradipta hari begitu cepat berlalu.
Begitu cepat hingga membawanya kini duduk berpakaian formal didepan pria yang ia yakini sebagai 'calon' ayah mertuanya tersebut.
Namun selama dinner itu berlangsung,Bara tidak melihat sedikitpun batang hidup perempuan yang akan menjadi pengantinya kelak.Perempuan itu tak datang,ayahnya mengatakan jika putrinya itu tengah sakit jadi berhalangan hadir.Namun tanpa kehadiranya pun,perjodohan tetap berlangsung dan pernikahan tentu akan terjadi.
"Ingat nak,putri saya memang sedikit kekanak kanakan.Tapi saya yakin,dia bisa bersikap dewasa jika diperlukan!"
Ungkap pria baya yang memangg dirinya dengan nama Teo tersebut.
Acara dinner itu telah usai dengan ditandainya tanggal pernikahan dari putra putri sahabat karib tersebut.
29 Pebuari 21KXX
Adalah tanggal yang ditetapkan kedua belah pihak untuk pernikahan keduanya.
Seminggu lebih cepat dari perkiraan Bara.
Atas persetujuan Teo dan Bram,pernikahan putra dan putrinya akan dipercepat menjadi minggu depan.
Segala persiapan telah disiapkan dari awal minggu,semuanya dipadatkan dalam satu minggu.Tujuh hari itu benar benar full tanpa jeda,Bara saja harus ini,itu untuk persiapan pernikahanya.Namun jika pada pernikahan pada umumnya,feeting baju pengantin dilakukan oleh kedua mempelai,namun lain dengan pernikahan Bara.
Dari feeting baju pernikahan,memilih mahar pernikahan,keperluan untuk calon mempelai istrinya nanti,hingga memilih cincin pernikahan,semuanya ia lakukan sendiri tanpa sang calon istri.Out of the box bùkan?
Bagaimana tidak out of the box,sang calon istri baru pulang dari luar negri tiga hari sebelum pernikahan.Oleh karena itu Bara belum pernah melihat sejengkalpun wajàh calon istrinya tersebut.
Amazing pokoknya,pernikahan serba ngebut ini.Ibarat kata ķebelet nikah,tapi ini bukan mempelainya yang kebelet nikah melainkan sang mertua dan orang tua kedua belah pihak.
Siapa sangka,waktu seminggu itu memang cepat berlalu.Secepat angin menerbangkan butiran debu,sesingkat ombak menerjang karang.
Pria tampan bermanik coklat bening itu kini sudah duduk dihadapan penghulu,para saksi dan wali dari mempelai wanita.Tubuh tegapnya terbalut pakaian formal dengan peci hitam menutupi mahkotanya.Wajahnya yang tampan nampak bersinar pagi hari ini,namun tak nampak berseri seri dengan hari bahagianya.
Hufftt
Hembusan napas beratnya menghela,entah mengapa pikiranya tiba tiba menjadi kalut.
Kedua tanganya juga jadi ikut ikutan bergetar tak karuan.Mungkin efek nerveuos.Sudah hampir 40 menit berlalu,para saksi,wali,penghulu dan tamu menunggu kedatangan sang mempelai wanita.
Namun nihil,didetik detik mendekati ijab qabulnya pun,Bara belum dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri wajah calon istrinya.
Hingga suara keributan terdengar dari anak tangga,diiringi dengan datangnya beberapa pria berpakaian serba hitam bertubuh tegap
Yang datang dengan begitu cemas.
__ADS_1
"Tuan,nona muda melarikan diri lagi!"
Lapor salah satu diantara mereka.
Deg
Semua mata langsung tertuju pada Teo.
Pria baya itu beranjak dari duduknya,dapat dilihat oleh Bara kemarahan tergambar jelas dari wajah pria berusia 54 tahun tersebut.
"Bram,bisa kita bicara sebentar?"
Bram-ayah Bara mengangguk meng-iyakan,lalu ia berjalan menyusul sang sahabat meninggalkan Bara dengan berbagai kebingunganya.Ditinggalkan sendirian ditengah tengah kerumunan orang asing yang tengah mengasihaninya karena ditinggalkan oleh calon istrinya.
Ish....ish,menyedihkan!
Hingga acara pernikahan tersebut resmi diundur,tak ada seorangpun yang mau menjelaskan semuanya kepada Bara.
Bahkan ayahnya pun,kini ia malah dikunci dikamar yang seharusnya menjadi miliknya dan calon istrinya malam ini,namun gagal terlaksanakan.
Semua itu sengaja dilakukan,agar Bara tak ikut ikutan kabur seperti calon istrinya.
Dengan langkah lelah,pria berusia 28 tahun itu melepas peci dan jasnya,menyimpanya diatas ranjang king size yang telah disulap dengan berbagai kelopak bunga mawar.
Romantis,namun gagal terlaksana.
Dengan senyum getir,Bara meraih kotak cincin dari saku celananya.Cincin yang harusnya tersemat dijari manis perempuan yang dojodohkanya,namun urung terlaksana.Cincinya masih sama,dengan yang pernah ia gunakan untuk mengkhitbah Kia dan Baby.
Bukanya Bara tak mampu membalikan cincin yang lain.Dia seorang lawyer yang kompeten,cincin berharja jutaan dollar pun sanggpun ia beli jika berniat.Namun,dibalik makna mendalam dari cincin itu sendiri,Bara mengurungkan niatnya untuk menggantinya.
Cincin itu cincin turun temurun dari buyutnya,keneneknya yang menikah dengan putanya ,lalu oleh nenek diberikan kepada Bram saat akan melamar Ranti.Ketika Bara berusia 24 tahun,Ranti secara pribadi memberikan cincin bertahtakan berlian tersebut kepada sang putra,karena ia tahu sang putra akan segera meminang seorang gadis untuk menjadi pendamping hidupnya.
Siapa sangka,setetes air mata berhasil dari manik coklatnya ketika meratapi nasib tragis kisah asmara sejak dulu.
Hingga manik coklanya ingat akan surat wasiat sang mama.Papanya juga penah berkata jika Ranti sangat ingin Bara menikah dengan putri sahabatnya tersebut.
Keinginanya tersebut juga nampak tersirat dari surat yang berisi goresan tangan sang mama.
Bait demi bait kalimat begitu terasa diresapi maknanya oleh Bara.Hingga ia mampu mencerna makna besar dibalik permintaan sang mama,karena sahabatnya sebelum meninggal menginginkan putrinya memiliki sosok ibu seperti Ranti.Oleh karena itu Ranti janji,dewasa nanti putri sahabatnya tersebut akan dinikahkan dengan putranya.
Air mata Bara kembali tumpah kala membaca curahan hati sang mama demi memenuhi keinginan sahabatnya tersebut.
Hingga netra coklatnya menatap sebuah foto berukuran lumayan besar tertinggal didalam amplop berisi surat tersebut.
Ubud,Sanur Bali 20 Mart 2k17
Dia adalah gadis yang cantik,humble,baik,humoris,dan baik hati.Mama suka sekali sama dia nak.
Mama harap kamu juga suka dia.
Lihat,dia gadis yang cantik dan pintar.
Mama selalu menyayangimu,selamanya.
Ratna Pardipta untuk putaku Bara Pradipta.
Note kecil yang tertera dibelakang foto gadis cantik berambut bob yang tengan bermain ayunan berbentuk sarang disanur Bali tersebut.Fhoto itu diambil sekitar dua atau tiga tahun lalu diBali,dan yang membuat Bara tercengang adalah wajah gadis yang harusnya menikah denganya hari ini adalah wajah yang familiar dimatanya.
"Baby?"
□□□□
Lima bulan telah berlalu setelah datangnya kabar burung tentang kematian Ratna yang benar adanya tersebut.Kini semuanya sudah berjalan kembali normal bagi sebagian orang yang tak merasakan pedih dan sakitnya ditinggalkan.
Begitu juga dengan Kia yang awalnya tak diperbolehkan mengunjugi pemakaman Ratna,dikarenakan kondisinya yang tengah berbadan dua.Kini wanita cantik berhijab syar'i tersebut sudah memasuki bulan ketujuh dimasa kehamilanya.Perut buncitnya juga sudah nampak kentara dibalik gamis longgarnya.
"Minum susunya dulu sayang."
Titah pemilik suara bariton tersebut.Siapa lagi selain sang suami,Vano.
"Iya mas."
__ADS_1
Semenjak kehamilan anak keduanya,Vano benar benar memanjakan sang istri.Ini itu tak boleh dilakukan Kia,takutnya berbahaya bagi keduanya.Vano benar benar menunjukkan sikap over protectifnya saat ini.Sampài sampai Kia dilarang memasak untuk sarapan ataupun makan malam.Semuanya dihandle oleh Vano,pekerjaan rumah tangga,mengurus Anzar,masak,hingga mencuci.
Intinya Vano benar benar menjadi super daddy ditengah tengah kesibukanya menjadi CEO lima bulan ini.Untungnya kehadiran sorang gadis cantik berhijab syar'i dan bercadar mampu meringankan beban Vano selama dirumah.
Dia juga dengan sabarnya merangkap menjadi babysister untuk Anzar,tanpa upah.Selama lima bulan ini kehadiranya benar benar mèmbantu meringankan pekerjaan Vano tentunya.
Sstttt.....tapi jangan salfok dulu,dia bukan pelakor ataupun calon pelakor atau apalah itu.Dia hanya calon adik Kia yang tak sempat terlaksanakan,dulunya.
Kia juga senang kini dapat melihat perubahan drastis dari sosok mungil berambut sebahu yang kini nampak makin cantik dibalik hijab say'i dan pakaian longgar yang menutupi auratnya.
Sungguh,Allah telah membukakkan jalan kepadanya untuk menutup auratnya seutuhnya.
"Mbak,hari ini aku mau masak tumis brokoli sama udang gak papa kan?" Tanya gadis bercadar hitam tersebut.
"Iya dilahkan,Anzar pasti suka!"
Jawab wanita berhijan syar'i yang tengah mengelus perut buncitnya tersebut.
Kia tahu,walaupun cuma netra emeralnya yang nampak terlihat,namun dibalik cadar itu tersungging senyuman manis gadis cantik dihadapanya.
"By,habis masak kamu temenin mbak jalan jalan keluar ya?"
Tanya Kia mengajak gadis yang tengah sibuk berkutat dengan spatulla dan penggorngan tersebut.
"Iya mbak,habis aku masak ya!"
Jawabnya lembut,tak ada lagi nada kekanak kanakan yang dulu menjadi ciri khasnya.
Kinia ia benar benar menjadi gadis feminim dan bersahaja.
"Kalau gitu mbak kedepan dulu ya,by."
"Iya mbak."
"Jangan lupa nanti nyusul kedepan!"
"Iya mbak Kia,nanti Baby nyusul kedepan!"
TBC
@@@
Ssokk....sokkk....gimana menurut kalian part ini?? Komentarnya??
Terkejat??
Penasaran??
Bingung??
Apa garing??
Cusss....dikomen saja🤗🤗🤗
Hup ......tinggal dua hari lagi dirumah,trus OTW ke-Bandung bual PKL-an😉😉.
Semoga lancar,Amiiiiiñ😊😊
Hyayooo....udah mau tahun baru,sokk....dukunganya mana😁😁
Ditunggu loohhhh😊😊
Ok,terimakasih untuk reader setia yang selalu nunggu update.Excellenent buat kalian semua🎉🎉
Pokoknya aku suka sekali dengan antusias kalian terhadap karya2ku.
Terimakasih banyak atas dukunganya😚😊
Pokoknya ditunggu lagi dan lagi buat dukunganya.
Ok,sampai jumpa dipart berikutnnya.
Good evening,and have a nice dream all readers😄😄
Jangan lupa baca doa🙊🙊ya....
__ADS_1
Sukabumi 30/12/19
21.57