
'Jangan lihat kebelakang,karena masalalu adalah pembelajaran untuk masa depan.-
**
Sejuknya angin malam terasa dingin,menerpa wajah cantik bermanik teduh tersebut.Di malam hari hari yang tenang seperti ini,wanita cantik selalu senang menatap rembulan yang selalu nampak indah diatas langit.
Deburan ombak sesekali menyentuh lembut kakinya yang tak terbalut alas kaki.
Malam begini,setelah memastikan putra putrinya tertidur nyenyak,ia akan menyisihkan waktunya sejenak untuk mencari udara segar.Sebelum keluar kamar,ia tentu sudah mengecak apakah para buah hatinya tidur dengan nyenyak dan safety.Kia memang tidak pernah pergi jauh,paling jauh ya bibir pantai belakang rumahnya.Karena ia juga takut putra putrinya terbangun kala ia tak ada disisi mereka.
Untungnya,kamar utama mereka berdinding kaca transfaran yang langsung menghadap lautan,oleh karena itu ia juga bisa melihat dengan jelas bila putra putrinya terbangun.
Wanita bergamis maroon itu tersenyum kecil.Merasa ada sebuah lengan kokoh yàng mendekapnya dari belakang,memberi kehangan sekaligus bagi tubuh mungilnya.
Semerbak aroma maskulin pria yang telah menjadi suaminya selama lima tahun ini,menguar masuk keindra penciumanya.
"Happy Anniversary yang ke-lima tahun,sayang."
Bisik pria pemilik suara barithon itu lembut.
Kia-wanita cantik itu tersenyum lembut,tak terbesit sedikitpun rasa marah karena suaminya itu sempat melupakan hari jadi mereka yang ke-5.Kia malah menjawab ucapan lembut suaminya itu dengan senyuman tanpa kata.
Si pria yang meresa tak enak akan kesalahanya hari ini,menghembuskan napasnya lemah.
Jika saja bukan karena meeting penting dengan client dari Saudi Arabia,dia pasti tidak akan lupa akan janjinya dinner malam ini dengan sang istri.
Merasa tubuh mungil dalam kunkunganya itu bergerak,ia langsung menautkan alisnya bingung.Jangan jangan wanitannya ini benar benar marah.
"Sayang,aku mita maaf karena aku lupa sama janji kita."
Bujuknya,sambil membalik tubuh sang istri takut takut.
"Sayang."
Namun bukanya raut kekesalan atauh marah,Vano malah melihat wajah cantik sang istri yang tengah tersenyum lembut kepadanya.
"Kamu marah ki?"
Tanya Vano takut takut,sambil mengusap lebut pipi mulus sang istri.
Wanita cantik itu menggeleng sebagai jawaban.
"Lalu kenapa tidak mau mejawab pertanyaanku,hm?"
"Kia diam bukan berarti Kia marah mas."
Ucapnya lirih sambil tersenyum lirih.
"Baiklah.Tapi mas benar benar minta maaf soal dinner yang gagal hari ini."
"Iya."
Jawab Kia lembut,sambil menarik lengan kokoh sang suami.
"Kia gak marah,lagi pula marah ke suami itu Allah gak suka.Dan yang tidak disukai Allah itu,dosa."
Tuturnya sambil menyunggingkan senyuman kecilnya.
Suaminya itu sudah pulang dari kantor 30 menit lalu.Terlihat dari pakaian yang dikenakanya,bukan lagi setelan formal kantoran.Kini pria tampil dengan pakaian rumahan yang lebih casual.Kaos hitam polos berlengan pendek,yang dipadu padankan dengan celana pendek selutut berwarna gray.Simple tetapi tetap tidak mengurangi pesona ketampanan bapak beranak tiga ini.
"Kenapa ki,terpesona begitu?"
Godanya kepada sang istri.
"Bukan,tapi Kia lagi liatin kucing pake daster."
Jawab Kia jenaka.
Pria tampan bermanik jelaga itu tertawa kecil,lalu jemarinya mencubit gemas hidung bangir sang istri.
"Astagfirullah,sakit ih."
Ringis Kia.
"Haha,habisnya istri màs ini ngegemesin,jadi makin cinta."
Jujur Vano,sambil menarik tubuh mungil itu kembali kedalam pelukanya.
Lima tahun hidup bersama dengan pahit manisnya kehidupan yang mereka lalui bersama.Tak dipungkiri,keduanya kini semakin gencar menjaga keharmonisan keluarga kecil mereka.Terkadang Kia itu menggemaskan seperti gadis kecil,terkadang juga cerewet kayak emak emak.Tak jarang juga,wanita itu berpikir lebih dewasa ketimbang usianya.Disanalah letak kelebihan dan kekurangan Arkia.Dari sana pulalah,semua yang bersangkut paut dengan Kia selalu Vano sukai.
Entahlan,namun Vano akui jika semakin hari ia semakin jatuh cinta kepada wanita yang telah melahirkan ketiga buah hatinya ini.
"Mas"
Panggil Kia lirih.
Kini keduanya sudah berada dikamar utama mereka.Kia menemani sang suami yang tengah berjibaku dengan tumpukan berkas berkas kerjanya,sambil duduk ditepi ranjang menjaga si kembar yang tengah terlelap diatas box bayi mereka.
"Iya,ada apa sayang?"
"Boleh Ķia minta sesuatu?"
Pria dengan kacamata bacanya itu menoleh,lalu menatap sang istri.
"Tentu,apapun untukmu sayang."
Jawabnya sàmbil tersenyum kecil.
"Aku mau,kita reunian!"
Pinta Kia,yang langsung dihadiahi tatapan bingung dari sang suami.
"Reunian?"
Ulang Vano.
"Iya.Tapi acaranya dirumah kita.Nanti kita ajak mereka makan,nginep,ngobrol ngobrol juga." Tutur sang istri penuh minat.
"Boleh ya mas?"
Pria itu menimang sedikit,sesekali membenarkan letak kacamata bacanya.
Diliriknya sang istri sejenak,dari ekspresinya Kia bisa menebak jika suaminya itu akan melarangnya.
"Tentu,apapun untukmu.Asalkan kamu senang."
Jawabnya yang langsung dihadiahi wajah sumringah Kia.
Grep
"Terimakasih mas."
Senang Kia sambil memeluk tubuh tegap sang suami.
"Apapun itu,yang penting kamu senang sayang."irih Vano,sambil membalas pelukan sang istri.
Sesekali ia juga mengecup pucuk kepala sang istri,menghirup aroma lavender khas wanita bersurai hitam sepinggul terserbut.
__ADS_1
Jika tengah berdua begini,Kia berani melepas khimarnya jika hendak tidur.Suatu kebanggaan tersendiri,menjadi pria yang bisa melihat kecantikan wanita satu ini luar dan dalam.
"Memangnya siapa saja yang mau kamu undang sayang?"
Tanya Vano.
Kini keduanya sudah siap mengarungi alam mimpi.Berbaring diatas ranjing kingsize mereka,sambil saling memeluk.
"Ada,besok Kia kasih tahu."
Ucap Kia lembut sambil tersenyum kecil.
"Yasudah.Kalau gitu kita tidur,ini sudah malam sayang.Kamu pasti capek,seharian jagain baby twins."
Kata Vano,sambil mengecup kening sang istri lembut.
"Iya."
Jawab Kia sambil memejamkan matanya,setelah membacakan lapadz doa mau tidur,surat Al-ikhlas tiga kali,Al-palaq,dan An-nas tak lupa pula doa selamat yang selalu rutin menjadi penghantar tidur tiap malamnya.
"Selamat malam istriku.Tidurlah yang nyenyak,terimakasih karena hari ini sudah menjadi hebat lagi untuk keluarga kecil kita.Semòga mimpi indah."
Lirih Vano sayang.
"Selamat malam juga suamiku,aku mencintaimu."
Jawab Kia tak mau kalah.
Vano tersenyum kecil,lalu mendekap tubuh mungil itu makin erat kedalam pelukanya.Sungguh ia bahagia saat ini,kehidupanya terasa lengkap saat ini.
Setiap malam ia selalu mengikut sertakan doanya agar kebahagiaan keluarga kecilnya ini bertahan hingga maut memisahkan.
"...Love you too my wife,Arkia Radityan Khutbi."
**
"APA?"
Kaget pria yang tengah membaca sebuah note kecil berisi goresan pena karya sang istri.Bukan masalah acara yang semalam disebut 'reunian' oleh istrinya,namun masalahnya ada pada orang orang yang akan menjadi tamu undanganya.
"Mas gak boleh nolak ya,mas udah janji sama aku."
Ingatkan Kia,mewanti wanti.
Wanita cantik itu sesekali tersenyum saking gemasnya melihat ekspresi sang suami yang tengah uring uringan tersebut.
"Mass"
Lirih Kia.
"Iya sayang,ini mas usahakan."
Pasrah pria tampan berpakaian casual tersebut sambil menghubungi satu persatu kontak yang tertera pada kertas note tersebut.
'Ini sih namanya reunian sama mantan,mantan saingan lebih tepatnya.'
Batin Vano jengah.
**
"Bi,ayo bangun.Sudah siang!"
Lirih wanita berpakaian syar'i tersebut.
Sang suami memang tengah libur dari kepadatan jadwal kerjanya jika weekend seperti ini.
"Bi,ayo bangun.Ini udah siang."
Lembutnya,seraya menguncang guncang pria rupawan tersebut.
"Lima menit lagi sayang."
Jawab si pria,sambil membenarkan posisi bantal dikepalanya.
Ana-wanita cantik itu tersipu malu.Walaupun mereka menikah sudah cukup lama,tetap saja ia akan merasa malu jika diperlakukan manis seperti ini oleh sang suami.
"Mass."
Lirihnya lagi.
"Yayayahhh,bnguun....bang..un yahh..."
Kini giliran celoteh sang putri yang turut serta ikut ambil bagian.
Balita cantik yang baru bisa berjalan itu terlihat sangat antusias,mengoyangkan lengan sang ayah dengan tangan mungilnya.
Ana kembali mengulum senyumnya,lucu sekali melihat tingkah laku putri kecilnya ini.
"Ezkana sayang,ini ayahnya susah bangun ya,padahal kita mau pergi weekend ya."
Pancing Ana,sambil meraih tubuh mungil sang buah hati.
"Sebentar lagi kita main kerumah abang Anzar,kita main ke pantai ya.Disana kan banyak orang orang ganteng,kita cari aja ayah sewaan disana ya."
Pancingnya sambil beralih menatap sang suami yang masih terlelap,mungkin pura pura.
"Bababang.....An..zall ndaa..."
Celoteh sikecil antusias.
"Iya sayang.Yaudah,kita telpon om Jack aja buat nganterin kita ya?"
Tanyanya,sambil mengecup pipi gembul sang putri.
'Jack?' Batin pria yang memang sudah bangun sedari tadi itu.Ia iangat sekarang,Jack-pria itu adalah tetangga baru mereka yang berkebangsaan Jerman.Ezka memang tak menyukai pria yang pandai bermain seksofon itu karena jelas jelas Jack memperlihatkan ketertarikanya kepada sang istri.
"Jack? Jangan.Biar abi yang pergi dengan kalian.Pokoknya tidak ada yang boleh telpon pria itu."
Titah Ezka-pria yang baru saja bangun terperanjat dari tidurnya.
Dengan tergesa gesa,pria itu langsung berlalu menuju kamar mandi.
Sedangkan sang istri terlihat menahan tawanya yang hendak tertawa lepas melihat ekspresi yang ditunjukkan sang suami.Sungguh menyenangkan jika melihat ekspresi possessive pria itu.
**
Dengan masih menahan tawanya melihat gurat cemberut sang suami,wanita cantik itu menghidangkan menu sarapan pagi ini untuk sang suami.
"Kamu bohong,mi?"
Tanyanya unjuk bicara.
"Umi tidak bohong bi.Umi cuma sedikit mancing abi tadi!"
Elak Ana,sambil mengulum senyumnya.
"Astagfirullah haladzim,abi hampir saja jatuh di kamar mandi karena buru buru."
__ADS_1
Kesal Ezka-pria yang tengah menatap sang istri itu.
"Iya maaf bi,habisnya abi susah dibangunin."
Tuturnya.
"Kan semalan umi tahu sendiri,abi gadang sama siapa?"
Tanya Ezka,melirik sang istri yang kini tengah menunduk menyembunyikan rona merah yang menjalar dipipinya.
"Bii."
Lirih sang istri kecil.
Siapa yang menyangka memang,Ana-wanita yang dulunya bersipat super aktif dan sangat mengidolakan sang moswanted di universitasnya,yang juga menjabay sebagai ketua BEM kini telah berubah menjadi sosok lemah lembut yang cenderung lebih pemalu.
Kini,pria yang dulu dicintainya dalam diam itupun sudah resmi mepersuntingnya.Bahkan,mereka pula telah dikaruniai seorang putri bernama Ezkana-gabungan nama Ezka dan Ana.
Kini mereka berdua tinggal dikota kelahiran sang abi,di Ankara,Turki.Tak jauh memang dengan komplek perumahan umi dan abinya.
"Bi,tadi mas Vano telpon.Katanya kita diundang buat reunian."
Ucap Ana,sambil membenahi peralatan makan mereka.
"Reunian?"
**
Panasnya sinar sang surya yang sudah mulai meninggi,menyinari halaman luas milik keluarga kecil tersebut.Banyaknya pepohonan khas negara tropis,membuat pekarangan itu nampak asri nan sejut.
Namun teriknya matahari,tidak menyurutkan antusias gadis mungil yang tengah beraktivitas diluar ruangan tersebut.
"What is this daddy?"
Tanya gadis kecil berambut sepunggung tersebut.
" this sweet fragrant mango tree."
Jawab pria yang dipanggil ayah tersebut.
"Woahh....sweet fragrant mango tree,i like it."
Celotehnya senang,sambi memeluk pohon mangga harum manis yang lebih tinggi darinya tersebut.
Aditama-pria yang dipanggil daddy itu mengembangkan senyumanya.Melihat sang putri yang memiliki antusias lebih untuk mengenali tanaman tanaman yang ada dipekarangan rumahnya,membawa kesenangan tersendiri kepadanya.
Q'ueensya Asisyah Luthears-gadis cantik itu memang memiliki hobby berkebun sepertinya.Oleh karena itu Aditama tak tanggung tangung membangun pekarangan rumahnya bak kebun buah pribadi.
Gadis mungil yang tahun ini menginjak usia 6 tahun itu memang mewarisi sikap superaktif dari sang istri,tetapi juga mewarisi kepandaian seperti dirinya.
Pria yang berprofesi sebagai dosen itu terkekeh kecil,saat mengingat putri kecilnya yang sudah memenangkan berbagai penghargaan olimpiade sains semenjak duduk dibangku playground.
Bahkan sikecil yang suka dipanggil Q itu pandai juga beladiri.Tak tanggung tangung,sang istri yang notabenenya pemegang sabuk hitam di cabang taekwondo,silat bahkan menguasai muaithai turut ambil bagian mengajari sang putri.
"Mass."
Panggil suara lembut itu,dari sebrang ruang makan.
"Ada apa mom?"
Tanya dirinya,sambil memeluk tubuh wanita tercintanya yang tengah sibuk membuat kue pie tersebut.
"Ish,jangan peluk peluk dad,mommy lagi buat kue."
Kesal si wanita,pasalnya bukan melepas pelukanya,Aditama malah semakin erat merengkuh tubuh mungil sang istri.
"Itu,tadi ada telpon dari mas Vano.Katanya mau ngobrol sama kamu!"
Ujar sang istri yang masih fokus dengan adonan pie yang tengah dibuatnya,mengingat sang suami dan putrinya sangat menyukai makanan satu ini.
"Mas Vano,gak salah?"
Tanya Aditama tertegun.
Pasalnya,ia tahu jika kakak iparnya itu menjaga jarak denganya semenjak tahu hubunganya dimasalalu dengan Arkia.
"Benar,kakak kamu mau bicara sama aku?"
Tanyanya memastikan.
"Iya mas.Lagi pula mas Vano juga sudah maafin kamu,jadi gak usah ragu."
Tutur sang istri-mengerti keraguaan sang suami.
"Hm"
Cup
Kecup sang istri singkat,pada pipi kanan sang suami.
"Gih angkat,kakakku gak suka menunggu."
Ucapnya mengintrupsi.
Pria tampan itu tersenyum kecil,sebelum mengecup singkat bibir ramun sang istri.
"Makasih mommy."
Ucapnya setelah mengakhiri kecupanya.
"You are welcome,daddy."
Jawab sang suami.
Huffftt
Pria berpakaian casual itu menghembuskan napasnya sejenak,sebelum membuka pembicaraan dengan sambungan telpon dengan kakak iparnýa tersebut.
"Assalamuallaikum.Hallo bang,ini saya.Aditama."
**
To Be Continue
Hellowwww readersss😅😅
Aku comeback nihh😎😎
Langsung duoble update nih,gimana syuka gak??
Cusss....dikomentar yaaa🖑🖑
Jangan lupa vote juga ya😊😊
Ok,see you di part selanjutnya.
Sukabumi 01 April 2020
__ADS_1
15.17