
'Cinta memang datang tanpa diundang,pergipun terkadang tanpa pamit.
Namun jika kamu sudah masuk keranah hatiku,bersiaplah untuk menerima konsekeunsinya.Konsisten dan setalah menetap disana!'
-Bara Pradipta-
🕊🕊🕊
"Oppa....."
Panggil suara melengking nan keras tersebut.
Suaranya yang melengkin dengan ritme keras itu tentu menarik perhatian banyak orang,terlebih lagi kini tengah berada ditempat umum yanģ banyak manusia berlalu lalang disana.
Sedangkan pria yang tengah berdiri ditempat penjemputan penumpang itu hanya terkekeh kecil.Panggilan oppa atau kakak laki laki dalàm bahasa korea itu tentu tersemat untukknya (atau sebutan untuk seorang lelaki yang disayangi).
Dari pintu yang menghubungkan keatangan penumpang,terlihat seorang gadis mungil berjumsuit hitam diatas lutut yang tentu familiar dimatanya.Gadis itu pula yang mengirimkan pesan singkat kepadanya beberapa saat lalu,yang tentunya membuat dirinya tersenyum geli membaca pesan singkat dari adik kecilnya tersebut.
From : My little Hubby💕
Oppa,kajja (cepat) jemput sayangmu ini dibandara😘
Siapapun yang membaca pesan singkat itu pasti akan tersenyum geli mengingat status keduanya.Namun jika yang tidak mengetahui hubungan darah yang ada diantara keduanya,pasti mereka akan berpikir Pria ini pedofil karena menyukai gadis kecil yang berusia sembilan tahun lebih muda dihadapanya.
"Oppa..."
Panggilnya lembut,sambil memeluk tubuh tegap pria dihadapanya.
"Kangen deh sama oppa!"
Lirihnya,setelah melepas pelukanya.
Aditama,pria muda yang berprofesi sebagai dosen disalah satu Fakultas ternama di Ohio itu tersenyum kecil,setelah netra emeralnya bertemu dengan milik sang adik yang berpisah lebih dari lima tahun darinya ini.
"Kamu sehat by?"
Tanyanya lembut,sambil mengusap pucuk kepala gadis mungil dihadapanya.
"I'am fine oppa,for today."
Jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Pasti kelamaan dikorea,jadi bicaranya kayak gini." Sindir Aditama.
Ia tahu jika adik bungsunya ini sering kabur dari rumah karena terlalu dikekang oleh sang ayah.Beberapa waktu lalu,ia mendapat informasi dari orang suruhanya yang bertugas mengawasi sang adik,bahwa adiknya itu kabur kenegeri gingseng.
"Apaan sih,orang Baby baru sampe diseoul sehari,besoknya oràng suruhan ayah dateng.Kan gak seru!"
Curhatnya sambil cemberut.
Gadis mungil betambut bob itu adalah Babyanza La~Susan Luthears.Adik satu satunya dari Aditama Matteos Luthears.
Gadis mungil yang selalu Adi perhatikan gerak geriknya,walaupun mereka terpisah oleh ruang dan waktu.
Setelah insiden larinya Baby ke-Seoul Korea selatan,Adi kehilangan jejak sang adik yang sempat kabur lagi keJerman.
Ia tahu alasan besar dibalik hobby kabur sang adik,semua itu karena adanya ambisi besar sang ayah yang membuat dia maupun Baby selalu merasa terkekang.
"Miss you oppa!"
Cup
Cup
Lirih Baby,sambil mendaratkan kecupan singkat dipipi kakaknya,saking senangnya berjumpa dengan sang kakak.
"Issh....gak inget kalau kakaknya ini sùdah menjadi seorang suami beranak satu?"
Sindir Aditama sambil tersenyum kecil.
"Bomat.Fokoknya kakak itu sepenuhnya punya Baby,TITIK."
ujarnya Final,sambil mendaratkan kecupan singkat dibeberapa tempat diwajah tampan kakaknya.
(Bomat : Bodo Amat)
Aditama tahu,selain kepada dirinya,Baby-adiknya ini tidak pernah bermanja manja kepada siapapun.Matteo-ayah mereka terlalu sibuk menjadi pembisnis dunia,hingga lupa akan putra putrinya.Ibu mereka sudah meninggal semenjak Baby berusia 9 bulan.
Seĺebihnya Baby diasuh oleh ibu asuhnya.
Aditama juga tahu,jika adiknya ini kurang kasih sayang.Dikekang sana sini,hingga ruang geraknya terbatas.Itupun yang menjadi salah satu alasan dirinya keluar ďari rumah besar milik orang tuanya.
"Baby mau nginep diunit kakak ya,Baby capek."
Aditama mengangguk pelan,ia tahu pasti arti capek tersebut.Lahir dalam keluarga berada tak selama bahagia.Materi yang berlimpahan dapat dicari namun tidak dengan kasih sayang kedua orang tua mereka,terutama Matteo.
__ADS_1
Adi dan Baby sama sama hidup mandiri.Diusia remajanya,Adi bahkan disekolahkan kesekolah tinggi negri berasrama.Lulus dari sana Adi dikuliahkan diHarvard Bussines University,lulus dari sana Adi mulai kewalahan dengan keinginan dan ambisi ayahnya.Bahkan ambisi membuat anaknya beprestasi gemilang seperti dirinya,membuat Adi harus berpisah dengan cintanya.Membuat Adi harus mengubur dalam dalam niatnya untuk mengkhitbah sang pujaan,setelah lulus kuliah.
Lulus S2 tepatnya,Adi memberontak hebat dengan keputusan sang ayah.Ia mundur dari posisi CEO baru perusahaan Luthear's Crop.
Aditama meninggalkan segalanya,lalu pindah ke Ohio,demi menikahi wanita yang tanggung terlibat insiden denganya.
Dari semua takdir rumit tersebut,Aditama tak mau jika adik kecilnya harus menjadi korban dari ambisi gila ayahnya.Ia tak mau karena ambisi itu Baby hidup tersiksa.
Jadi,mulai sekarang ia akan berusaha sekeras mungkin untuk menjaga adik tersayangnya tersebut.
"Baby mau ice cream kak!"
Pinta gadis cantik yang mengenakan hoodie berkupluk berwarna kuning kunyit tersebut.Kaki jenjangnya terbungkus hotpans pendek selutut berwarna putih.
Rambut bobnya,sengaja ia gerai supaya terbebas pagi hari ini.
"Sebentar lagi ya,habis kakak kerjain ini."
Lirih Adi,sambil memfokuskan kembali pandanganya kelaptop dihadapanya.
Aditama memang kini tinggal sendiri diAnkara,tanpa sang istri dan putri kecil mereka.Ia sendiri datang Ke Ankara karena ada seminar disalah satu universitas disana.
Hingga tanpa sengaja ia menemukan alamat tempat tinggal kakak iparnya,juga istri kakak iparnya yang merupakan wanita dari masalalunya.
"Issh....kalau gitu baby pergi sendiri deh!"
Kesalnya,sambil menghentak hentakkan kakinya yang terbalit sneekers dari brand ADIDAS tersebut.
"Nanti kakak susul ya!"
Ujar Adi sebelum tubuh mungil adiknya itu hilang ddibalik pintu.
"Gak usah,pacaran aja sama laptop tercintanya kakak."
Sindir Baby,sebelum benar benar hilang diambañg pintu.
Pria yang mengenakan kemeja berwarna hitam itu mengulum senyumnya sebentar,sebelum kembali fokus kelayar laptopnya.
🌷🌷
Bulan telah tenggelam dibelahan bumi lain,berganti dengan sang surya yang sudah meninggi diatas khatulistiwa.
Tanpa lelah,pria tampan berkemeja maroon itu terlihat masih mengendarai sedan silvernya.Ini sudah dua hari semenjak kedatanganya di Ankara untuk mencari gadis yang sudah dengan beraninya mengisi relung hatinya.
Bohong rasanya jika seorang Bara pradipta tidak menaruh hati juga pada gadis yang baru dikenalnya selama seminggu tersebut.
Dulu,Seorang lawyer seperti Bara tak pernah percaya akan cinta pada pandangan pertama.Namun semuanya berbanding terbalik setelah ia bertemu dengan gadis bermanik emerald tersebut.
Jika rasa ketertarikanya ini disebut sebagai pelampiasan semata,karena ia baru saja ditolak olah Arkia,semuanya salah!
Salah besar.
Seorang keturunan Pradipta selalu konsisten akan perasaan dan pilihanya.
Termasuk juga cucu ke-4 keluarga besar Pradipta tersebut.
Ingat itu,seorang Bara Pradipta selalu konsisten dengan perasaanya.Jika ia memilih seorang gadis kecil sekalipun untuk mengisi hatinya,itu bukan semata mata karena pelampiasan saja.
Karena bagi seorang Bara Pradipta,masalalu punya tempat tersendiri dihatinya.Dan masa depanya kelak tentu punya opsi lebih banyak dihatinya.
Ckieeett
Reflek pria tampan berbola mata coklat itu menginjak pedal gasnya,ketika melirik seorang gadis mungil yang mirip seperti anak SMP lewat disamping mobilnya,sambil berjalan dengan senandung riangnya.
Senyuman sabitnya,terbit seketika kala melihat sosok familiar tersebut.Manik coklatnya kini tak lepas dari gerak gerik gadis dihadapanya.Dari balik kaca hitam tersebut,Bara meneliti tiap gerak gerik gadis yang telah berhasil mencuri perhatianya.
Dari awal dirinya menganti didepan sebuah foodcar yang menjual ice cream.Tubuh mungilnya yang terbalut hoodie longgar dan hotpans itu membuatnya sangat cute.
Tubuh mungilnya bahkan kini terselip diantara pria dibelakanya dan wanita dihadapanya yang tengah mengantri membeli ice cream juga.
Namun rahannya mengeras seketika,saat pria bule dibelakang gadisnya berbuat hal yang tidak senonoh diantara kesempatan berdempet dempetan tersebut.Bahkan pria bule tersebut mengabaikan raut keterkejutan dan ketakutan dari gadis dihadapanya yang menjadi korbanya.
'Shitt....'
Geram Bara tertahan sambil keluar dari kemudi mobilnya.
Mobilnya memang terparkir tidak jauh dari foodcurt yang tengah dipadati pembeli tersebut.Tak ayal jika pelecehan seksual yang dilakukan pria bule tersebut luput dari pantauan sekitar.
BUGH
Tanpa babibu lagi,pria yang sudah menahan emosinya itu melayangkan sebuah bogeman ke-perut bagian kiri bule yang ia yakini berasal daŕi daratan Eropa tersebut.
Emosi yang meluap luap,bahkan membuatnya tuli akan jeritan histris pembeli lain,dan tatapan terkejut dari pengunjung lain.
Tak berbeda juga dengan raut keterkejutan ditengah tengah ketakutan gadis berhoodie yang sudah berkaca kaca tersebut.
__ADS_1
GREP
Dalam sekali hentakan,gadis mungil berambut bob tersebut sudah tenggelam didalam dada bidangnya.Tubuh mungil yang dipeluknya itu bergetar hebat,isakan isakan kecil sudah mulai lolos dari bibirnya.
"Berani sekali anda melecehkan kekasih saya!"
Kata Bara mengintimidasi.
Tak peduli akan raut keterkejutan dari pengunjung lain yang hendak menolong pria bule yang tersungkur ketanah tersebut.
"Saya pastikan anda akan berakhir didalam penjara atas pelecehan seksual terhadap gadis dibawah umur."
Tegas Bara.
Jangan lupakan jika pria tampan satu ini adalah seorang lawyer yang sudah sering menjebloskan pria pria mata keranjang dengan kasus kasus serupa bahkan lebih rumit.
"Heyy....tenang,ada saya disini!"
Lirih Bara sambil mengusap punggung yang masih bergetar dihadapanya tersebut.
"Saya akan pastikan jika dia berakhir dipenjara,karena perbuatanya!"
Lirih Bara,sambil menatap penuh kasih gadis mungil yang barusan keluar dari persembunyianya didada bidangnya.
"Saya janji,kamu tidak akan mengalami hal mengerikan seperti itu lagi.Saya janji,Baby"
Ucap Bara sambil menggendong tubuh mungil gadis dihadapanya ala Bridal style,tanpa mempedulikan berbagai tatapan berbeda makna dari pengunjung lain.
"Maaf,saya sempat terlambat datang."
Ucapnya lembut setelah menurunkan tubuh gadis manis dihadapanya dikursi penumpang.
"Saya janji,saya tidak akan terlambat lagi."
Ucapnya lembut dan
Cup
Sebuah kecupan kecil berhasil mendarat dikening gadis bermanik emerald yang masih mematung tersebut.
"Karena saya,tidak akan membiarkan kamu pergi lagi dari sisi saya dan hati saya."
Deg
Deg
Deg
TBC
@@@
Huahhh🤓🤓.......
Celamat pagi menjelang siang guys🖑🖑
Huahhh....untung bisa update ditengah tengah sibuk jadi babysister buat dua keponakanku😉
Cape guys....mana cowok semua (3 thn dan 4 thn) mana dua duanya bawel dan superaktif lagi😔😔
Untung bisa Update.
Part ini khusus buat Bara😉
Mana nih team Bara yang kemarin sempat kecewa??
Gimana,ada yang baper??
Apa biasa aja??
Boring??
Masih mau Kia ama Bara??
Apa Bara Ama Baby aja??
Cuss.....komentar😋😋
Ditunggu pokoknya,sekalian minta doanya buat karya2ku yang dikirimkan buat lomba nulis novel pelajar nasional.Semoga bisa menang,Amiiin😊
Udah dulu ya buat part ini.
Sampai jumpa dipart berikutnya🖑🖑
Sukabumi 24/12/19
__ADS_1
11.06