
'Kamu bohong,kamu berhianat,kamu mengorbankan perasaanku,kamu menambah luka lara dihati,kamu merenggut semua kebahagian dalam hidupku.Lalu,apa yang masih tersisa didalam hidupku?'
~Arkia Salfira Mubaraq~
Tepat lima hari sudah Kia badrest dirumah sakit.Kia juga sempat bertanya tanya,kenapa dirinya sampai harus badrest selama itu padahal dia hanya sakit biasa.
Tiap kali Kia bertanya,Ezka selalu menjawab jika keadaan Kia masih lemah,makanya Kia harus badrest lama dirumah sakit.
"Gak ada yang ketingalan kan ki?"tanya pemuda tampan berdarah Turki-Jawa tersebut.
"Gak ada ka!"jawab gadis bermanik hitam teduh itu pelan.
"Kalau gitu cepat duduk dikursi rodanya ki,biar aku dorong!"lanjut Ezka.
Salma yang sudah siap dengan menjingjing tas berisi pakaian putrinya itu tersenyum hangat.Pasalnya kedua anaknya itu terlihat sangat harmonis satu sama lain.
"Suami kamu tidak jemput kamu ki?"
Tanyanya.
Kia menggeleng"Gak mi,kayaknya mas Vano lagi sibuk!"
"Sibuk?"cibir Ezka pelan.
Iya tahu arti 'sibuk' bagi seeorang Keevano.
"Kalau gitu kamu mau pulang kerumah siapa sekarang?"tanya sang umi.
"Hm...kerumah umi aja ki,dirumah mas Vano sepi,nanti aku bosen!"
Ezka tersenyum sumringah,memang lebih baik Kia dan bayi dalam kandunganya itu tinggal dirumah mereka,dari pada harus tinggal dirumah lelaki itu.
"Ya udah,yuk pulang!"semangatnya sambil mendorong kursi roda Kia.
"Kia akan pulang bersama saya!"intruksi suara bariton berat tersebut.
Semua mata tertuju kearah pintu,dimana seorang pria berdiri dengan gagahnya disana.
"Vano,akhirnya kamu datang juga!"ucap umi kia sambil tersenyum hangat.
Pria tampan yang sudah rapi dengan setelan jas dark blue nya itu langsung menyalami tangan mertuanya,sopan.
'Ck....drama!'batin Ezka muak.
"Apa kabar umi,lama tidak berjumpa?"sapanya sopan.
"Alhamdulillah,kabar umi baik.Kamu baru tiba dari kantor buat jemput Kia?"senang Salma.
"Iya mi,setelah selesai meeting saya langsung kesini untuk menjemput istri saya!"ucapnya diiringi senyum tipisnya.
'Ck.....king of drama!'kesal ezka dalam hati.
"Tapi Kia mau pulang kerumah abi sama umi!"sela Ezka.
"Ka!"lerai sang umi pelan.
"Tapi mi,Kia memang mau pulangnya kerumah kita!"ujar ezka lagi.
"Maaf umi.Saya minta izin untuk bawa istri saya pulang.Karena bagaimanapun juga Kia adalah tanggung jawab saya,sudah sepatutnya juga jika Kia pulang kerumah suaminya."kata Vano bijak.
'Hoek.....mual gue dengernya!'ezka membatin.
Salma tersenyum penuh arti.
"Keputusan ada ditangan Kia,jadi terserah mau Kia pulang kemana!!"
Semua mata kini kembali beralih pada Kia yang sedari tadi diam tak bersuara.
"Ki,kamu mau pulang kemana?"tanya sang umi.
"Kia sepertinya pulang kerumah.....
'Kerumah umi ki.....please....please ki!'batin Kia,lewat tatapan memohonya.
Dialihkanya manik Kia kearah sang suami.
'Pulang bersama saya.Saya masih suami kamu Arkia!!'batin vano yang seakan akan tersirat melalui tatapan tajamnya.
.....Kia pulang kerumah Kia dan mas Vano!"
Jawab Kia sambil menunduk.
Vano tersenyum menang,lalu langsung menghampiri Kia yang masih terduduk menunduk dikursi roda.
"Ayo kita pulang sayang!"ucapnya lembut,sedibuat buat mungkin.
Hati Kia nyeri,bukan senang.
Iya juga tahu jika pria yang tengah menggendongnya ala bridal style ini hanya bersandiwara.Bukan real karena rasa sayangnya.
Semuanya bohong,semuanya bullshit!!
Salma tersenyum turut bahagia melihat keharmonisan rumah tangga sang putri.
Sedangkan Ezka memandangi sebal kearah keduanya.Iya tahu dengan pasti jika kakak iparnya itu cuma bersandiwara saat ini.
Pemandangan Vano yang menggendong Kia ala bridal style tak luput dari perhatian banyak pasang mata disana.Bagaimana tidak,menurut mereka Vano adalah sosok suami idaman yang romantis.
Sudah tampan,romantis lagi,kurang apa coba.
Pikir kebanyakan orang.
Pemandangan itu juga tidak luput dari manik hazel milik seorang wanita yang baru keluar dari poli ibu hamil.
'Ck.....pelakor memang gitu ya,sok caper.Lihat saja nanti pembalasan saya.'decihnya muak.
'Kita akan rebut papa dari pelakor berhijab itu baby!'batinya lagi sambil mengelus perut buncitnya.
□□□
Ketika sudah sampai diapartemen yang mereka tempati,Vano kembali berubah kesifat aslinya.
Dingin,cuek dan datar.
__ADS_1
Tak ada lagi senyuman tipisnya dan wajah sok imutnya.Semuanya kembali kekeadaan semula.
Sehari setelah pulang dari Rumah sakit,Kia sudah kembali sehat semula.Ia juga sudah menjalani rutinitasnya seperti semula,sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang mahasiswa.
Vano juga sudah pergi kekantor pagi tadi,pria itu terlihat sangat sibuk akhir akhir ini.Terbukti dari banyaknya notifikasi yang masuk kesmartphonenya.
Besok adalah hari kelulusan Kia,oleh karena itu hari ini Kia akan pergi kekampus untuk menyelesaikan persiapan untuk semuanya besok.
Besok juga adalah hari yang bertepatan dengan pernikahan Arin,dari tanggal yang sempat Kia lihat waktu itu.
Tapi ketika mencari undangan yang diberikan Arin,kia sama sekali tidak menemukan undangan tersebut.
"Undanganya dimana ya? Apa aku lupa nyimpan ya?"gumamnya bingung.
*Kampus
"Kia......."teriak Ana girang,saat melihat gadis bergamis hijau taoska tersebut memasuki kelas.
"Assalamualaikum!"salam Kia.
"Waalaikumsalam ki,ihh....nambah cantik aja yang baru cembuh!"goda Ana sambil memeluk Kia.
"Apaan sih na!"
"Kamu udah baikan Ki?"tanya Renata ikut nimbrung.
"Alhamdulillah,udah lebih baik."
Ketiganya pun terlibat ngobrol riang,sambil menikmati snack pedas kesukaan mereka.
Ketika tengah nikmat nikmatnya menikmati keripik kentang pedas,tiba tiba keripik dan wadah snack yang tengah dinikmati Kia itu melayang tanpa diduga.
"Kamu baru aja sembuh Ki,gak boleh makan makanan yang pedas!"cerocos pemuda berjas PRESMA (presiden Mahasiswa) tersebut.
"Ihh....balikin ka,cuma sedikit kok!"pinta kia sedikit merengek.
"Gak boleh.Pokoknya Kia mulai saat ini dilarang makan makanan yang pedas.Tolong diawasi ya Renata,Ana!"pinta Ezka yang langsung dijawabi anggukan oleh keduanya.
Sedangkan Kia,gadis itu hanya bisa cemberut kesal.
Pasalnya bukan ezka saja yang yang menunjukan sikap possesivnya kepada Kia,namun Bara dan Dimas juga.
"Ki....kamu gak boleh makan rujak yang ada nanasnya!"lerai Bara sambil mengambil makanan sambal coklat tersebut.
"Eh...apaan sih kak?"kesal Kia.
"Pokoknya kamu gak boleh makan nanas.Apalgi nanas yang masih muda,nanti kamu sakit perut gimana?"cerocos bara.
HAH
Kia sampai sampai dibuat melogo oleh perkataan pria tampan satu ini.
"Kia.....kamu kenapa?"tanya pria bersnelli dokter tersebut sambil memegangi bahu kia yang hampir terhuyung.
"Kia gak papa kok kak,Ķia cuma kepleset aja tadi!"
"Makanya hati hati.Ada yang sakit tidak?? Perut ķamu sakit apa tidak?"tanyanya cemas.
Kia menyerngitkan alisnya bingung,ada apa dengan Dimas,kenapa dia jadi perhatian seperti ini,pikir Kia.
Tanpa sepengetahuan Kia,ketiga lelaki itu mencoba untuk menjaga Kia dan bayinya dengan ekstra.
Oleh karena itu akhir akhir ini mereka lebih possesiv.
Jangan heran,Ezka,Bara,Dimas dan Kia memang berteman dari kecil.Tak ayal Jika Kia yang notabenenya perempuan satu satunya diantara mereka,amat disayangi dan dianggap sebagai adik sendiri oleh Bara dan Dimas.
Walaupun pada kenyataanya perasan yang keduanya miliki terkadang lebih dari seorang kakak.
Oleh karena itu,Ezka memimta bantuan Bara dan Dimas untuk menjaga Kia.
"Jadi gini ya,nanganin orang ngidam?"ujar Ezka.
"He'em,mana moodnya berubah berubah mulu.Capek guys nanganinya!"keluh Bara ikut nimbrung.
"Sama,saya juga baru nanganin wanita hamil yang ngidam tanpa suami gini!"timpal Dimas yang ikut duduk disamping Ezka.
"Ya iyalah,orang kita bertiga jomblo fisabilillah semua,kapan lagi coba jagain orang ngidam kayak Kia.Kecuali kalau kita buru buru merid!"sambung Bara sambil terkekeh.
"Hahaha.....iya juga ya!"tawa mereka bersamaan.
Ezka benar benar merasa senang,saat dirinya memiliki dua sahabat yang selalu untuk membantunya.
'Terimakasih ya Bar,dim,kalian memang sahabat terbaik!'batin ezka senang.
Hari yang ditunggu tunggu selama hampir empat tahun melakukan study pun selesai.
Hari ini,hari yang paling membahagiakan untuk siswa siswi yang terlihat sudah rapih dengan seragam toga wisuda lengkap dengan peralatan khas wisuda lainya.
Selain itu, momen ini juga menjadi pengukuhan gelar berakhirnya masa mereka menjadi seorang mahasiswa.
Seorang wanita berhijab pasmina berwarna baby pink yang dipadu padankan dengan gamish brukat berwarna kombinasi baby pink dan putih dibalik seragam toga wisudanya itu terlihat sangat gembira pagi ini.
Sayangnya,ada yang masih kurang dihatinya.Saat wanita lain yang sudah berkeluarga datang dengan suami dan buah hatinya,Kia tak bisa merasakan kebersamaan itu.
Suaminya sudah berulang kali ia telpon,namun tidak diangkat.Bahkan,kemarin malam saja pria itu kembali tak pulang kerumah.
Salma menangkap ekspresi kesedihan itu diwajah sang putri.Bukanya bahagia,namum Kia tampak murung pagi ini.
"Ya-Allah....gak nyangka calon suamiku dapet lulusan terbaik dengan gelar summa cumlaude."antusias Anna,yang hari ini terlihat cantik dengan balutan kerudung warna satinya.
"Iya tuh,adik kakak dapet gelar semua.Udah Genetik kali!"lanjut Renata sambil tersenyum menyambut Kia.
Kia sendiri memang meraih gelar lulusan cumlaude karena kejeniusanya.
Siapa sangka wanita yang murah senyum ini sangat pandai dalam dunia manajemen bisnis.
"Congratulation buat kamu pokoknya ki,kita ikut senang!"kata Ana sambil melekuk Kia.
"Iya,makasih ya na!"
"Aku juga iku senang ya ki!"lanjut Renata sambil ikut memeluk ana.
Namun,tatapan Kia kini beralih mencari sosok sang umi,uang menghilang setelah acara fhoto bersama tadi.
__ADS_1
"Ka,umi kemana ya?"tanya kia kepada Ezka yang terlihat tampan dengan balutan jas hitam dengan celana bahan hitam yang tetutup seragam toga wisuda.
"Tadi sih umi bilangnya mau ada kepentingan mendadak sebentar."jawab Ezka sambil mencari sosok uminya.
"Ki....kita fhoto bareng yuk!"ajak Ana antusias.
"Ezka gak diajak nih?"goda Kia sambil tersenyum kecil.
"E_eh...ayo,di-ajak kok!"gugup Ana.
"Yaudah yuk!"timpal Ezka sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
Dilain tempat,wanita paruh baya dengan gamis berwarna navi sutra itu terlihat mendatangi sebuah kantor bernama RADITYAN'S GROUP yang ditulis besar didepan gedung bertingkat tersebut.
Demi membuat putrinya senang dihari kelulusanya,Salma-umi Kia datang secara langsung kekantor menantunya itu dengan harapan agar menantunya itu mau meluangkan sedikit waktunya sejenak untuk istrinya.
Namun ketika sudah memasuki area kantor,terlihat sepi disana.Cuma ada beberapa satpam dan OB.
"Maaf bu,cari siapa ya?"tanya satpan yang bertugas jaga tetsebut.
Karena dari tadi Salma terlihat kebingungan.
"Ini pak,saya cari pemimpin perusahaan ini.Tapi kok perusahaanya kayak sepi ya,ada apa ya pak?"tanya Salma.
"Ah.....ini bu,hari ini perusahaan ini libur.Soalnya pemimpin perusahaan ini sedang mengadakan acara resepsi pernikahanya hari ini."tutur sisatpam.
Pantas saja disini terlihat sepi,batin Salma.
"Resepsi pernikahan?"
Ulang salma.
"Iya bu,pak Radith menikah tiga bulan yang lalu.Soalnya tunanganya baru pulang dari luar negri lima bulan lalu!!"jelas sisatpam.
Salma semakin bingung,bukanya hanya ada satu pemimpin diperusahaan ini,yaitu menantunya KeeVano.
"Kalau boleh tahu,pemimpin perusahaan ini siapa namanya ya pak?"tanya salma.
"Namanya Pak Keevano Radityan Khutbi.Orang kantor biasa manggil pak Radith bu!"ucapnya
Deg
Salma langsung mematung.Hari ini menantunya itu menikah,dengan siapa??
Bukanya Kia putrinya adalah istri sah Vano.
Mereka menikah lima bulan lalu,lalu apa ini??
Apa menantu yang sering ia bangga banggakan itu telah menghianati putrinya.
'Astagfitullahaladzim,ada apa ini ya rabb?'bingung Salma.
Setetes air mata berhasil lolos dari manik teduhnya.
Sisatpam yang ditanya tadi sampai kebingungan,kenapa wanita dihadapanya ini tiba tiba menangis.
"Bu,ibu baik baik saja kan?"tanyanya cemas.
Dalam hati ia bertanya tanya,apa hubungan ibu ini dengan bos besarnya itu.
"Pak apa boleh saya tanya,dimana tempat acara itu diselenggarakan?"tanya Salma sambil menahan tangisnya.
"Didaerah dekat Jl.Asia-Aprika.Ibu disana tanya aja resto dan caffe Radirin's.Setahu saya acaranya digelar disana!"tuturnya.
"Terimakasih ya pak!"
"Iya bu,sama sama."
Pak Ahmad-satpam tersebut benar banar dibuat bertanya tanya oleh kedatangan Salma tersebut.
Dengan air mata yang masih berderai Salma menghentikan taxi yang akan membawanya kesana.
'Ada apa ini sebenarnya?'batin Salma bingung.
Disisi lain,sepasang suami istri terlihat begitu bahagia diatas pelaminan.Senyum kebahagiaan,tak henti hentinya tersungging dibibir siwanita.
Ini adalah hari kebahagiaanya,dimana hari ini pria yang sudah resmi menjadi suaminya ini mengenalkan pada publik status dirinya sebagai istrinya.
Bukan sebagai istri kedua,namun istri pertamanya.Soalnya publik tidak pernah mengtahui bahwa Radith telah menikah dengan istri pertamanya lima bulan lalu.
"Aku mencintaimu mas Radith!"ucapnya sayang sambil memeluk lengan prianya mesra.
Pria yang terlihat tampan dengan tuxedo hitam itu tersenyum,lalu bibir kissablenya tergerak untuk mengecup dahi sang wanita.
Cup
"Aku juga mencintaimu,Aurrin Anastasya James,istriku!"uapnya sayang.
Kebahagiaan begitu terpancar diwajah keduanya,ditambah lagi keluarga kecil mereka tengah menunggu kelahiran buah hati mereka yang masih tumbuh dirahim sang istri.
'Astagfirullahaladzim,A_pa apaan ini?'gumam seorang wanita paruh baya yang tengah menatap kearah pelaminan,dimanan pasangan suami istri itu tengah berada disana.
Hatinya hancur,kenapa juga takdir harus begitu kejam kepada putrinya.
'Astagfirullahaladzim,Kia.....maafkan umi!'
Kenapa....kenapa harus putrinya yang mengalami ini?sedih Salma.
□□□
Cerita terbuka,lagi🍁
Huahhh.....gimana guyss
Kasihan Kia😭😭
Kira kira gimana nih kelanjutanya🤔
Penasaran gak??
Jangan lupa vote,komen,like,dan share ya☺
Ditunggu dukunganya☺☺
__ADS_1
Sukabumi 27/11/19
15.23