Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Berubah


__ADS_3

"Ketika hati tlah berlabuh,apa aku membutuhkan alasan untuk mencintaimu~"


~Arkia Salfira Mubaraq~


◇◇◇


Pagi menjelang,ketika pria bersurai hitam itu baru saja memasuki apartemennya.Gelap,itulah yang pertama kali kali menyambutnya.Bukan sapaan hangat dibarengi senyuman manis yang biasanya disuguhkan sang istri.Dua hari telah berlalu,setelah insiden ia mengingkari janji nya untuk makan malam dirumah.


Baru pagi ini ia pulang ke apartemen nya lagi.Malam itu telah berlalu,malah penuh tangis berujung pergemulan hangat dibalik selimut,sebagai penebus kerinduan selama lima tahun lamanya.


Diliriknya meja makan dengan berbagai hidangan diatasnya.Tiap pagi saat ia baru kembali,disana tak pernah absen dihadiri berbagai macam makanan.Padahal makanan tersebut tak pernah disentuh sedikitpun olehnya.


Istrinya itu memang keras kepala.Ia sudah sering mengatakan ya berulang kali,bahwa ia tak akan makan dirumah.Namun gadis itu tetap mengisi meja makan dengan berbagai hidangan,dengan harapan ketika suaminya lapar semuanya telah tersedia di atas meja.


Vano tak punya waktu untuk makan di rumah.Ia pulang ketika menjelang pagi,hanya untuk mengambil atau mengganti pakaianya.


Kesehariannya ia habiskan untuk bekerja dan menghabiskan waktu bersama sang kekasih.


∆∆∆


Pagi telah datang lagi.Sudah seminggu berlalu semenjak pernikahanya dan pria yang menjadi suaminya kini.Namun semuanya masih sama,tak ada yang berubah sedikit pun dari sikap pria itu.


Acuh,datar,tak peduli,dingin,dan menyakitkan.


Namun Kita menerima perlakuan suaminya itu dengan ikhlas.Iya yakin suatu saat nanti suaminya itu dapat berubah.


Pagi ini ia ada jadwal maktul pagi.Oleh karena itu ia sudah rapih dengan gamis abu abunya yang diadukan dengan Khimar syar'i berwarna senada.


Senandung shalawat ia nyanyikan sambil mengiringi acara memasak paginya.


"Buatkan saya kopi!"instruksi pria bersuara Barito berat itu,tepat dibelakang Kia.


"Astagfirullah...."hampir saja spatula yang di pegangnya terjatuh, saking kagetnya.


"Kenapa? Tidak mau?"pria berkemeja putih itu menyerngitkan alisnya.


"Bukan,tadi mas Vano buat kia kaget!"jawabnya lembut sambil menyungging kan senyumannya.


"Mas Vano duduk dulu dan tunggu.Nanti Kia buatkan kopinya!"tutur Kia.


"Ck....mulai merintah merintah?"dengus Vano tak suka.Pria itu pun mengeserkan satu kursi untuk didudukinya.


Dengan cekatan Kia membuatkan pesanan sang suami.Ia memang tidak tahu kapan suaminya itu pulang,yang jelas ketika dipagi hari,pria itu terkadang membuatnya terkejut dengan kemunculannya.


"Ini mas kopinya,jangan lupa dimakan juga sarapannya.Nanti asam lambung mas Vano naik kalau minum kopi pagi pagi.Kopi kan Banyak mengandung kaffein!"tutur Kia panjang lebar dan diakhiri dengan senyuman manisnya.


"Hm"


Kia sudah cukup bahagia ketika suaminya ini mau menuruti perkataannya.Mungkin suaminya ini sudah mulai menunjukkan perubahan sikapnya.


"Mas,jangan lupa bekal makan siangnya!"perkataan itu kembali teringat dibenak Vano saatanik hitamnya menatap kotak bekal makanan didalam paper bag berwarna coklat itu.


"Buat kamu!"


"Bu-buat saya pak?"gagap sekretaris Vano.Pasalnya tiap pagi pria itu rutin memberikan bekal makan siangnya kepada sekertaris nya.


"Hm"


"Ta-tapi pak,ini pasti istri bapak buat dari pagi buat bapak!"


"Saya bilang itu buat kamu,kalau kamu tidak suka buang saja."kata Vano datar.


Reni-sekertaris Vano kadang kadang dibuat jengkel oleh pemerintah bosnya itu.

__ADS_1


'orang istrinya udah masak capek capek malah dikasih ke orang lain.Padahal masakan istrinya pak Vano itu enak pake banget lagi!'bingung Reni.


Ia kadang juga iba,pasti perasaan istri bosnya itu akan sedih saat bekal makan siang yang selalu dibuatnya tak pernah dimakan sama sekali oleh suaminya.


©©©


Radirin's Resto and caffe ini adalah tempat dimana Kia sekarang berada.Salah satu restoran bintang lima yang baru buka didaerah dekat kampus Kia.Dengar dengar pemilik Restoran ini adalah lulusan dari salah satu universitas kuliner dari Jerman,bergelar master chief.


"Assalamualaikum,Kia kan?"sapa seorang gadis berseragam waiters itu.


Kia mengangguk sambil tersenyum kecil."WalaikumSalam,iya ini Kia."


"Yang mau magang disini kan?"


"Iya mbak"


"Et...gak usah panggil mbak.Kita kan seumuran.Panggil saja Arini atau Rini!"


Hari ini adalah hari pertama Kia magang disalah satu restoran.Ia magang sebagai akuntan disana.Walaupun jurusan yang Kia ambil menejemin bisnis,tapi Kia lebih memilih restoran dari pada perusahaan untuk tempatnya magang.


Yang penting tujuannya sama,mencari pengalaman kerja dengan cara terjun langsung kelapangan.Dan Kia pun seperti itu,ia mencalonkan diri sebagai akuntan dan tidak melenceng dari jurusan yang diambilnya.


Kia memang pribadi yang giat bekerja dan cekatan.Oleh karena itu,dihari pertamanya berkerja pun sudah banyak pujian yang mampir untuknya.


Sekitar pukul 22.00 malam,Kia baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


Kata dari tempatnya bekerja keapartemenya memang lumayan jauh,memakan waktu sampai 35 menit.


+6285×××


Assalamualaikum


Mas,bisa jemput Kia tidak?


Hari ini Kia pulang malam,soalnya hari ini hari pertama Kia magang.


'Huftt'


Lelah kia.Gadis itupun lebih memilih memesan ojol melalului aplikasi.


Ternyata pria yang ia harapkan untuk datang menjemputnya benar benar tidak bisa dikompromi.


#Ditempat lain🌃


Sepasang manusia berbeda jenis tengah menikmati nyamanya tidur bersama dibawah gulungan selimut.Kedunya hampir toples,dengan keadaan satu selimut menjadi penghalang bersama.


Derrt


Derrt


"Dit,handpone kamu dari tadi bunyi mulu?"kata siwanita.


"Hmm...biarin aja,palingan gak penting!"kata sipria tanpa mengalihkan kegiatannya dileher jenjang sang wanita.


"Kalau penting gimana? Udah lihat dulu sana yang!"lirih sang wanita.


"Ck...nyebelin!"gumam sipria sambil beranjak dari posisinya menjadi posisi duduk.


Siwanita tertawa renyah,bagaimana bisa prìa 28 tahun ini begitu kekanak kanakan jika menyangkut 'mainanya'.


"Siapa sih,ganggu!"gerutunya sambil meraih benda pipih berwarna black itu.


+6285×××

__ADS_1


Assalamualaikum


Mas,bisa jemput Kia tidak?


Hari ini Kia pulang malam,soalnya hari ini hari pertama Kia magang.


Alisnya bertaut,siapa yang mengirimkan chat tersebut.Karena si pemilik nomer tak ada dikontak Vano.Barulah Vano sadar saat membaca dalam chat ada kata 'Kia' yang secara langsung dia bisa menebaknya.


Barulah ia sadar pengirim chat dan beberapa panggilan tak terjawab itu berasal dari sang istri.Nomer istrinya saja dia tak punya.Suami macam apa coba?


Sedangkan nomer cinta masalalunya sampai ia beri ikon love disana.


Sungguh brengs*k pria satu ini.


"Siapa dit?"panggilan lembut itu langsung membuyarkan lamunanya.


"Bukan siapa siapa!"katanya,sambil kembali keposisi memeluk tubuh toples sang wanita.


"Dari istri kamu?"tanyanya curiga.


"Bukan,cuma sekertaris aku!"sangkalnya.


Tak mungkin ia berkata jujur tentang istrinya.Bisa saja tunanganya ini kembali terluka nantinya.Namun kembali terlintas di otak tampanya 'Apa dia juga nanti akan terluka?'


Pria itu-Radith menggelengkan kepalanya,mencoba menghilangkan pemikiranya tentang gadis yang berstatus sebagai istri sahnya itu.


"Rin,tatap aku?"katanya sambil meraih wajah sang wanita agar menghadapnya.


"Aku sayang kamu,dan cuma kamu yang ada dihatiku.Sayang,kamu harus percaya sama aku.Pernikahan ini hanya berlangsung sampai satu tahun.Setelah itu aku akan menceraikanya."ucap Radith meyakinkan sang kekasih.


"Kamu percaya kan sama aku?"ulangya lagi,sambil menatap manik hazel sang kekasih.


"Iya,aku percaya sama kamu!"kata Arin-kekasih Radith.


Radith tersenyum mendengar penutiran sang kekasih.


Cup


"Terimakasih sayang!"ucapnya sambil mengecup kening sang kekasih mesra.Sungguh ada kebahagiaan yang membuncah disana,kebahagiaan kala ia dapat memenangkan kepercayaan wanita yang berstatus sebagai tunanganya itu.


Bahkan tanpa sadar ia telah terjerumus kedalam dosa besar, dosa karena telah membohongi banyak pihak ,menyakita secara tidak langsung banyak pihak dan menyentuh wanita yang bukan mahramnya.


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


"sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. — Surat Al-Isra Ayat 32


Namun apa daya kadang pepatah cinta itu buta tak salah diartikan.Karena cinta buta akan mana yang benar dan yang salah.Sehingga mempermudah syaitan untuk mencari celah kelemahan manusia.


◇◇◇◇


Berubah


Maaf ya pendek🙏🙏


Semoga tak bosan bosan baca karyaku😄


Jangan lupa vote🖒komen💬dan share⛗


Sampai jumpa diparerikutnya😊😊


Sukabumi 06/11/19


15.59

__ADS_1


__ADS_2