Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Kisu-Kisu


__ADS_3

'Takdir kadang permainan seperti ular tangga.Tak akan bisa diprediksi,kapan kamu akan mendapat tangga ataupun mendapat ular.'.


-Bara Pradipta-


Mentari pagi mulai muncul diufuk timur.Sinarnya yang hangat seakan membunyikan alarm alami bagi gadis cantik bersurai hitam bergaya bob style tersebut.


Kelopak matanya yang ditumbuhi bulu mata lentik mengerjap ngerjap beberapa kali,sebeluk akhirnya membebaskan emerald cantik berwarna coklat keemasanya.


Manik emeraldnya memindai secara seksama ruangan asing yang kini ditempatinya.Aroma khas maskulin,ditambah keadaan ruangan dengan interior manly membuatnya was was seketika.Kedua tangan mungilnya,terangkat memerikasa tubuhnya.


Amaann.


Pakainya masih melekat lengkap,namun ada yang janggal menurutnya.Pakaian yang dikenakanya semalam,tidak sesuai dengan pakaian yang ia kenakan saat ini.


Dress selututnya yang berwarna oral yang ia yakini sudah robek sana sini,kini berganti dengan priama kedodoran macam milik seorang pria.


Ahhh....apa jangan jangan??


Ketika tengah menerka nerka,manik emeraldnya menangkap sosok pria dewasa yang tengah tertidur diatas sofa,setengah menyamping.Tubuhnya yang besar nan jangkung,bahkan tak muat seutuhnya disofa berwarna dark gray tersebut.


Langkah mungilnya membawanya mendekat,kesosok yang mencuri perhatian.


Tubuhnya dicondongkan sedikit,untuk melihat wajah siempunya kamar yang ia yakini.


Deg


'Tampan' Batinya terpesona.


Rambut hitam kecoklatan yang tertata tak beraturan,dengan poni yang dibuat berantakan tanpa disengaja.Alis lebat berwarna hitam,kelopak mata dengan bulu mata begitu lentiknya,hidung bangirnya,bibir kissablenya yang berwarna merah alami,dan jangan lupakan rahang kokoh yang membingkai rupa rupawan pria tersebut.


Tampan dan punya pesona yang memancar dengan sendiri.Manik emerald itu tak berhenti mengagumi pahatan sempurna ciptaan tuhan yang satu ini.


Tanganya tanpa bisa dikontrol,terulur menyusuri rahang kokoh yang membuat siapapun gatal ingin segera menyentuhnya.


"Yaampun,ini orang ganteng banget.Mirip siapa gitu,dibilang mirip Dimas back? Iya.


Alexander de'caprio? Iyups.


Mirip Oh Sehun EXO?? Yes.


Mirip Alex marquez?? Hooh juga.


Kok ada ya....orang se-ganteng ini??"


Gumamnya kecil,sambil mencolek colek pipi mulus pria dihadapanya,tanpa takut siempunya terbangun.


Kini tanganya yang lancang itu berhenti tepat,didepan bibir kissable pria yang masih terlelap tersebut.


"Yaampuun.....ini mah gantengnya kebangetan.Bibir kissablenya itu loh,bikin gemesss...pengen cubit deh."


Celotehka kecil.


Puas menikmati ciptaan tuhan yang nyaris sempurna dari segi fisik itu,langkahnya membawa tubuh mungilnya keluar dari ruangan tersebut.Aroma harum masakan yang lezat,langsung menyambut indra penciumanya ketika melangkah keluar.


Perutnya yang belum terisi semenjak kemarin,membuat cacing cacing diperutnya meronta minta diisi.


Diatas meja makan,sudah tersedia berbagai makanan yang ia yakini belum pernah ia cicipi selama 19 tahun hidupnya.


"Kamu sudah bangun?"


Sapa suara lembut yang mengalun diindra pendengaranya tersebut.


"Eh-i..iya tante!"


Jawabnya dalam bahasa indonesia,karena maya menyapanya dengan bahasa tersebut.


"Ayo duduk cantik,kita sarapan bersama setelah tante selesai masaknya."


Ucap Risma-mama Dimas menawarkan.


"Hm...tapi Baby mau mandi dulu tante.Soalnya Baby gerah,pengen mandi."


Ungkap gadis berambut bob tersebut.


"Ohh...nama kamu Baby,toh."


Gadis cantik bermanik emerald itu mengangguk antusias.


"Iya tante,Babyanza La~Susan Luthears.Biasanya orang orang panggilnya Baby,Anza,susan,cantik,atau apalah.Tapi baby lebih suka dipanggil Baby!"tututnya sambil tersenyum kecil,menggemaskan.


"Yaudah,baby mandi dikamar tante ya.Biar bajunya nanti tante Risma siapin."


Risma memang tidak terkejud tentang adanya seorang gadis dirumah putranya.Karena semalan ia tahu jika Bara-Sahabat putranya itu menolong seorang gadis yang tergeletak tak sadarkan diri ditempat parkir.Bara pun memutuskan untuk membawanya pulang kerumah Dimas,untuk diperiksa dan dirawat lebih lanjut disana.


"Ceyamat...pagi...nenenekk..."


Celoteh riang balita cantik berusia tiga tahun lebih tersebut.


"Pagi cucu nenek yang cantik!"


Balas Risma,sambil mengambil alih balita berdress cute berwarna pastel tersebut dari gendongan sang ayah.


"Mamamamm...nek...makann..."


Celoteh Aurra kecil,sambil mengangkat tangan mungilnya keudara.


"Jangan nakal ya sayang,nanti ayah gak bawa kerja loh."


Ujar sang ayah,yang sudah siap dengan setelan formal dan snelli dokternya.


Pria tampan itu sudah tersuduk dengan tenang,sambil menikmati sarapan paginya.


Tak lama kemudian,datang Bara yang sudah rapi dengan setelan formalnya ikut bergabung.


"Om ganteng,selamat pagi."


Sapa suara riang tersebut.


Manik kedua pria dewasa tersebut teralih,kearah seorang gadis yang mengenakan hoodie berwarna gray yang terlihat kedodoran ditubuhnya.Kaki jenjangnya pun tertutup celana training yang membuatnya tenggelam seketika.


"Om?" Ulang Dimas dan Bara bersamasn.


"Om yang udah nolongin baby semalam kan?" Tanyanya dengan nada manja khas dirinya.


Alis pria tampan bermanik coklat itu mengerut seketika ketika dipanggil dengan sebutan 'om'.Hey....Bara masih berusia 28 tahun,muda,tampan dan masih berkharisma.


Lahhh....ini dipangil om-om,apa apaan coba.


"Kamu paggil saya apa?"


Tanya Bara,memastian pendengaranya.


"Om!" Jawab sigadis lantang.


Melihat ekspresi Bara,membuat tawa Dimas pecah seketika.Ia saja yang lebih tua dua tahun darinya tidak dipanggil Om,lah dia.

__ADS_1


"Makasih ya,om ganteng udah mau nolongin baby.Kalo enggak,nanti daddy bakal jodoh jodohin baby lagi deh." Tutur gadis manis berambut bob tersebut,jujur.


"Udah dulu ngobrolnya ya cantik,sekarang kamu sarapan dulu ya." Kata Risma lembut.


Dengan telaten wanita tengahan abad itu memberikan makanan berserta laut pauknya untuk Baby.Dimas yang menangkap keramahan ibunya itu,hànya memakluminya saja.Soalnya,semenjak meninggalnya almarhumah Dea-adik perempuanya,Risma selalu menginginkan seorang putri semenjak itu.


"Om..om...semalem om gak lihat orang yang ngejar ngejar baby kan?" Tanya gadis berponi tail tersebut.


Sedangkan yang ditanya,tengah sibuk menyiapkan berkas berkas milik clientnya.


"Om...ish,diem aja dari tadi.Kayak bicara sama papan,datar banget." Ketus Baby.


"Ish...Omm.......om ganteng,kenapa sih pelit amat bicaranya?" Tanya Baby tak mau kalah.


"Kamu bisa diam tidak?" Kata Bara mulai risih.


"Bisa dong om."


"Kalau begitu diam,saya pusing dengerin kamu bicara kayak toa."


"Kalau pusing minum obat om,bukan curhat.Mau baby ambilin obatnya?" Celetuk Baby,tak berdosa.


'Ya-Allah,apa dosaku sehingga aku dipertemukan dengan gadis cerewet dan menyusahkan ini.' Batinya geram.


"Om...om kenapa? Sakit banget ya kepalanya?" 5anyanya,sambil mendekati Bara.


"Dengar ya gadis kecil,nama saya Bara Pradipta.Usia saya baru 28 tahun,jadi rasanya saya terlalu muda untuk dipangil 'om-om'."jelas Bara,sambil melangkah keluar dari kamarnya.


'Bara Pradipta,kayak pernah denger! Tapi dimana ya??' Gumam gadis berponi tail tersebut.


"Hari ini Bara pulang agak malem ya tan,sekalian mau cari orang tua bocah rempong itu!" Ucapnya,ketika hendak berpamitan kepada Risma.


"Iya,kamu hati hati dijalan ya."


"Iya tante,Assalamualaikum"


"Waalaikum salam."


"OM GANTENGG...TUNGGU DULU!"


Teriak suara lantang nan melengking dari dalam rumah.


Tak lama gadis berponi tail yang sebagian rambut bobnya diikat tinggi itu muncul.


Masih dengan pakaian kedodoran milik,Bara tentunya.Karena apa,gamis milik Risma akan menjadi daster jika dikenakan oleh Baby.


'Astagfirullah,apa lagi coba!' Batin Bara frustasi.


"Om...hos...hos...tunggu...sebentar."


Katanya dengan deru napas yang tak beraturan.


"Ada apa?"


"Please om,jangan cariin daddynya Baby.Baby gak mau pulang,pokoknya gak mau pulang,TITIK."


Keukeh Baby,sambil melipat kedua tanganya didepan dada.


"Apa peduli saya,yang perlu saya lakukan adalah mengembalikan kamu kepada keluargamu.Selesai."


'Issh....ganteng ganteng kok cuek bebek gini sih,emessh deh lihatnya.' Batin Baby dalam hati.


"Ya om,please....please,jangan bilang kedaddy kalau baby ada disini." Pintanya merayu dengan jurus andalanya,puppy eyes mengemaskan miliknya.


"Tidak.Saya harus mencari orang tua kamu,ini demi kebaikan kamu juga." Kata Bara final.


"Issh....kalau gitu Om nikah sama baby mau?"


What........


"Kalau om cari daddy,om berarti harus nikah sama Baby.Baby kan gak mau dijodohin sama om om gendut temenya daddy!"


Ujar Baby,sambil mengembungkan pipinya kesal.


Sungguhn,perasaan seorang Bara pradipta dibuat campur aduk oleh gadis kecil yang tingginya hanya sebatas dadanya ini.


"Untuk apa saya menikah dengan gadis kecil seperti kamu."


Kata Bara acuh,sambil melanjutkan langkahnya.


"Issh....om ganteng ganteng kok ngeselin ya."ketus Baby sambil berjalan mengejar Bara.


"Gemes....gemes,jadi pingin gigit deh!"


Celetuknya lagi.


"Mau gigit saya,memang bisa?"


Kata bara sambil berbalik,memperlihatkan wajah mencibirnya.


"Gak nyadar,punya tubuh pendek."


Lanjutnya.


"Ish.....lihatin aja,Baby gigit beneran tau rasa loh." Kesal gadis berponi tail tersebut tak mau kalah.


"Kamu terlalu-"


Sreethh


"Ahhk"


Rintih Bara seketika bersamaan dengan ucapanya terpotong kala sebuah gigitan kecil mampir dileher jenjanya.


"Tuhkan sakit,Baby juga bilang apa.Makanya jangan sok wleeee...."


Cibir gadis manis berponi tail yang berhasil menggigit leher Bara tersebut.


Dengan menarik dasi yang dikenakan oleh Bara,hingga siempunya agak merunduk,Baby menggunakan kesempatan itu untuk menggigit leher jenjang milik pria yang ia panggil 'om' tersebut.


"Makanya jangan main main sama baby om,tau rasa kan,hehe."


"Dasar gadis nakal,sini kamu!"


Kesal Bara sambil mencoba menggapai gadis berambut bob tersebut.


"AHK...TANTE RISMA.....OM BARA MAU JAILIN BABY TANTE.....TANTE TOLONG...."


terianknya kencang sambil berlari kedalam rumah.


'Dasar' Batin Bara geram,sambil menguyar rambutnya frustasi.


Sehari,baru selama itu ia tinggal dengan gadis manis nan tengil itu,lehernya sudah mendapatkan cap merah nan menyakitkan disana.Apalagi menampunyanya lebih lama lagi,bisa bisa babak belur dia.


'Whatts....itu pak Bara itu dicap siapa pagi pagi gini?'

__ADS_1


'Iya ya,bukanya pak Bara itu cuma suka dan deket sama satu cewek ya,dari jaman ngampus!'


'Iya,sama Arkia bukan?'


Bisik bisik dua teman sejawat Bara yang sama sama berasal dari Indonesia,dan sialnya lagi mereka dulu pernah satu univ dengan Bara dan Kia.


"Bro,tadi sebelum berangkat ngapain dulu sih?" Tanya Anton,teman sesama lawyer berdarah Indonesia juga.


Kalian pasti bertanya tanya,kenapa ada banyak lawyer berdarah Indonesia yang berkumpul di Jerman bukan? Jadi begini,ditempat Bara bekerja saat ini tengah mengadakan pertemuan antara lawyer dari beberapa univ dan firma hukum dari berbagai negara disebuah forum untuk membahas tentang seputar dunia mereka.


Maka pantas saja,banyak lawyer asal Indonesia yang berkecimpung diluar negri,singgah kerofum ini.


"Memangnya kenapa?"


Tanya Bara,tanpa menoleh.


Manik coklat itu masih fokus kewacana yang tengah dibacanya saat ini.


"Ini c*p*ng,kenapa gak ditutupin dulu.Pakai make up cewek kamu pasti bisa kan?"


Bisik Anton,pelan.


'C*p*ng??....what??' Batin Bara terkejut.


"C*p-apaan?"


Ulang Bara mulai beralih.


"Ini,leher bro."


'Astagfirullahaladzim.....Babyyy....' Geram Bara dalam hati.


Memorinya mem-flashback kebeberapa waktu lalu,dan raut wajahnya langsung berubah seketika.


Mukanya merah padam,antara marah yang memunjak dan malu yang melunjak.


Sedangkan gadis yang tengah disumpah sempahinya tengah cekikikan sambil menikmati cookies buatan Risma.


"Pasti malu deh tuh si-om,hehe....lagian suruh siapa pikasebeulen (menjengkelkan) ya tante!" Tanyanya.


"Iya."


Risma yang mendengar cerita gadis cantik nan imut dihadapanya itu hanya tersenyum kecil.


Sungguh gadis dihadapanya ini subhanallah.


Subhanallah lucunya,imutnya,cantiknya,ngemesinya,


ngejengkelinya,ceplas seplosnya,bahkan rengekanya.Namun Risma suka semua itu,karena baginya Baby itu gadis yang baik dan humble.


Semèntara itu,dibelahan dunia lainya ada sebuah suara yang menganggu sebagian telinga dipagi hari ini,tentunya.


Hoeeekk


Hoeeekk


Hoeeekk


Suara muntahan itu berasal dari sebuah kamar mandi dirumah besar yang dihuni beberapa orang dewasa dan seorang bocah laki laki tampan berusia tiga tahun tersebut.


"Mas...."


"Ki....jangan masuk kesini,diluar saja.Ini menjijikan!" Perintah suara bariton yang mulai parau akibat kelelahan tersebut.


"Tapi kamu sakit mas,aku harus nungguin kamu apapun keadaanya."


"Aku hmmff-"


Hoeeekk


Hoeeekk


Dengan lembut jemari mungil itu memijat pelan tengkuk pria yang tengah berjongkok didepan kloset tersebut.Ya.....yang tengah muntah itu adalah pria tampan bermanik jelaga yang kini terlihat kepayahan dengan perutnya yang terasa diaduk aduk sejak pagi pagi buta tersebut.


"Kamu keapa sih mas,kok bisa muntah muntah gini.Kamu salah makan sesuatu ya?"


Tanya siwanita berhijab tersebut,tanpa menghentikan antivitasnya ditengkuk suaminya tersebut.


"Mas gak tahu ki,pas bangun tadi perut mas rasanya kayak diaduk aduk,mual ki."


Lirihnya,wajah tampanya terlihat pucat.


Bibirnya berwarna pucat pasi,kedua kakinya tersimpuh diatas lantai dingin kamar mandi.


"Yang sabar ya,mungkin mas masuk angin jadi muntah muntah gini.Setelah ini,kita panggil dokter ya!"lirih Kia,sambil merengkuh tubuh lemas suaminya.


"Astagfirullahaladzim,ini kenapa pelukan dikamar mandi begini?" Ujar wanita baya tengahan abad yang barada diambang pintu tersebut.


"Umi ini mas Vano tiba tiba muntah muntah dari pagi.Gak tahu kenapa." Tutur Kia,sambil merenggangkan pelukanya.


"Ya-Allah sampai pucat gitu,kok bisa muntah muntah? apa jangan jangan Vano-"


TBC


Haiiii🖑🖑🖑......


Jumpa lagi readers.....maaf ya lama UP-nya.


Soalnya sibuk bagi raport,hehe😄😄


Berkat doa dan semangat dari reders semua pas UAS,aku jadi masih bisa mentahanin posisiku.Alhamdulillah.


Terimakasih semua😙😙


Untuk part ini gimana,maaf team Bara ft Kia yang merasa Kecewa.Kedepanya aku bakal bahagiain Bara deh,walaupun bukan sama Vano😋😋


Gimana menurut kalian buat part ini??


Monoton??


Garing??


Gaje??


Penasaran??


Apa bingung??


Cus...komentar guys😅😅


Ditunggu ya komenya,like dan dukunganya.


Dan.....selamat libur panjaaanggg🤗🤗


Sampai jumpa lagi dipart selanjutnya🖑🖑

__ADS_1


Sukabumi 21/12/19


13.23


__ADS_2