
"Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)
"Mas Vano kenap-"
Cup
'Njirr.....dateng dateng langsung nyosor aja.Ngehina gue aja yang jomblo.Kudu buru buru kawin juga nih gue!'batin Erick yang langsung pergi setelah mengantarkan Vano.
Gadis itu terbelalak hebat,saat benda hangat tak bertulang milik suaminya itu hinggap dimiliknya.
Hanya menenpel,namun efeknya amat luar biasa.Ketika kesadaranya telah kembali,kia langsung melepaskan kontak mereka.Mendorong dada bidang suaminya,yang hampir saja terhuyung kelantai.
Pipinya bersemu merah,dengan dada yang bergemuruh hebat.
"Mas....kamu mabuk?"tanyanya,sambil menahan lengan sang suami yang hampir oleng.
"Kamu milikku.....kamu milikku ki...."racau Vano tak jelas.
Deg
Apa apaan ini? Pikir Kia.
"Tunggu sebentar disini ya,aku mau menutup pintu dulu ya mas."dengan cekatan gadis tersebut membiarkan tubuh lemas vano tertidur disofa,sementara dirinya menutup pintu apartemenya.
"Kamu tidur dikamar ya.Astagfirullah.....kamu minum berapa banyak minuman haram itu sih mas? Sampai mabuk berat begini??"celoteh kia mengomel.
Sesampainya dikamar sang suami,dengan cekatan Kia melepas sepatu pentopel Vano beserta kaos kakinya,beserta dasi yang menggantung tak berupa dileher sang suami.
Setelah memastikan Vano tidur dengan nyaman,Kia pun berbalik hendak keluar menuju kamarnya.
Grep
Tiba tiba lenganya ditarik oleh tañgan kokoh Vano yang kembali terbangun.
"Mas,ada apa??"
"Kamu milikku....Arkia....milikku...."racaunya tak jelas.
"Mas,apa-"
"Kau milikku...."
"Tapi aku-Aahhkk...."teriak Kia refleks,saat tubuhnya tertarik hingga terhuyung jatuh keatas dada bidang milik sang suami.
"Mas apammfftt....."
Belum sempat Kia menyelesaikan ucapanya,namun pria bermanik kelam itu kembali ******* bibirnya.
"Kau milikku....Arkia..."racaunya,seakan akan menahan sesuatu ditengah tengah ciumanya.
"M-mas...hiks...ber-henti...Kia...mohon Hiks...."
Pinta Kia disela isakanya yang mulai terisak,tubuhnya gemetar karena ketakutan.
"Kau akan selalu menjadi milikku.Malam ini.....atau malam malam berikutnya."ucapnya parau seperti menahan sesuatu dari dirinya yang ingin membuncah.
"M-mas...Ki-kia mohon...hen-tikan....hiks.."
Tubuh Kia benar benar bergetar hebat,tangisnya tak dapat dibendung lagi saat tangan kekar milik Vano mulai melepas hijabnya secara paksa.
"Mas akummhhfff...."
Mencumbu bibirnya secara brutal.
Menjamah tiap inci tubuhnya tanpa kelembutan,namun dengan brutal dan napsu tak terbendung.
Pria yang sudah bertelanjang dada itu seakan tuli akan rintihan memilukan gadis dibawah kungkunganya.
Minuman laknat itu sudah mengambil alih kontrol tubuhnya.
Rasa Cemburu yang dominan dirasakanya juga ikut memperkeruh keadaan.Hingga tanpa sadar,dia telah merenggut segalanya milik Kia.
Menyakiti hatinya,mengahancurkan kepercayaanya,melukai fisinya secara membabi buta.
Semalam suntuk,dia menggagahi sang istri,tanpa mempedulikan jeritan kesakitan,isakan memilukan,dan penolakan dari gadis yang dia paksa tersebut.
__ADS_1
Tanpa peduli akan rasa sakit akibat ini pertama kalinya bagi sang istri.
Tanpa sadar ada hati yang baru saja ia remukkan akibat perbuatan bejatnya.
□□□
Euuggghh~
Leguh pria bersurai hitam pekat tersebut.
Kelopak matanya mengerjap,membebaskan manik hitam kelamnya yang masih berat untuk terbuka.
Sinar mentari yang sudah tergantung jauh diupuk timur.Sinar pagi yang telah menganggu tidur nyenyaknya.
Ketika merubah posisinya menjadi duduk bersandar ketepian ranjang.Manik hitamya menyusuri sekeliling kamar tempatnya terlelap.
Rapih,bersih dan nyaman,seperti terakhir kali ia tidur dikamarnya delapan hari lalu.
Tiba tiba rasa sakit yang berdenging menyerang kepalanya,saat dirinya mengingat kembali kenapa ia bisa berakhir dikamarnya.
Namun nihil,dia tak dapat mengingat apapun.
'Aku tidak berbuat macam macam bukan?'batinya.
Diperiksanya mulai dari pakaianya yang dikenakanya semalam.
Semuanya tersusun apik dikeranjang baju kotor,kemudian manik hitamya beralih keranjang tempatnya terlelap.
Aman,tidak ada tanda tanda yang aneh disana.
Dengan napas lega,ia pun melangkahkan tubuh shirtlessnya yang hanya terbalut celana boxer hitamnya menuju kamar mandi.
Tanpa ada rasa penasaran sedikitpun.
Selesai membersihkan tubuhnya,pria yang sudah rapih dengan setelan kemeja dan jas mahalnya itu terlihat sudah tampan dan rapih.
Ketika baru menginjakkan kaki diluar kamar,semerbak harum aroma masakan rumahan membuatnya meneguk salivanya.
Tak dapat dipungkiri jika perutnya tengah keroncongan saat ini.
Tanpa kata sedikitpun,Vano membiarkan gadis itu melayaninya.Tanpa intruksi,vano juga sudah tahu jika gadis itu hapal akan seleranya.
Tungu....tunggu.....tapi ada yang aneh disini,pikir Vano.
Kemana hilangnya sapaan lembut dengan ulasan senyum tulus itu?? Kemana perginya suara lembut yang selalu bertanya kepadanya itu??
'Kenapa gadis ini menjadi pendiam,apa ada yang salah??'Batin vano.
"Kenapa kau tidak membangunkanku??kau membuatku terlambat!"tanya Vano,coba memancing.
Sedetik kemudian,wanita itu berbalik.
"Mas tidurnya nyenyak sekali.Jadi tidak mendengar panggilanku dari pagi tadi!"ucapnya datar,tanpa senyuman khasnya.
'What....ada apa ini? Dia mengacuhkanku?' Batin Vano bingung.
"Jangan lupa minum obatnya,untuk menghilangkan pengar akibat mabuk."ucapnya masih dingin,lalu berjalan menjauh dari ruang makan.
'Heyy....ada apa denganya??'bingung Vano.
Selain itu,Vano juga sekilas melihat sudut bibir Kia bengkak,pipi kananya terlihat membiru,seperti bekas tamparan.
'Apa yang terjadi sebenarnya?'batinya.
Setelah menuntaskan acara makan paginya dengan penuh tanda tanya,pria itupun bergegas pergi kekantornya tanpa peduli akan keadaan sang istri.
Padahal ia tidak tahu apa yang telah diperbuatnya semalam.
Dibalik pintu coklat itu,seorang wanita berhijab syar'i tengah memeluk lutunya sendiri sambil terisak.
'Hik.....maafkan kia ya Allah,kia teĺah berdosa.Seberat itukah kesalahan Kia,sampai sampai Kia harus menerima kenyataan pahit ini?'batinya pilu.
Hatinya hancur berkeping keping,tubuhnya remuk setelah semalam dipaksa diambil kehormatanya.
Malam itu,pria itu telah melukai hatinya begitu dalam,menyakiti fisiknya,menghancurkan kepercayaanya,merenggut kahormatanya.
__ADS_1
Dia telah menģambil semuanya dengan begitu brengseknya,ditambah lagi dalam keadaan mabuk berat.
Dia telah merenggut segala kebahagiaan yang Kia miliki selama ini.
"Hiks....Hiks....kia sudah tidak tahan ya Allah....hiks...kia tak kuat lagi..."rintihnya pilu,mewakili segala kesedihan hatinya.
Diruangan dan tempat yang berbeda dengan keadaan yang berbeda pula dengan keadaan miris yang Kia alami.
Pria tampan itu tengah tertegun melamun.
Fikiranya berkelana jauh entah kemana.
Pria tampan itu terlihat gelisah seharian ini.
Fikiranya tak fokus,hatinya berdetak tak karuan,pikiranya berkelana kemana mana.
Namun hanya satu yang membuatnya penasaran,bingung sekaligus ragu.
Ragu akan bayang ketika ia menggagahi istrinya tanpa perasaan dengan brutalnya.
Apa bayang kilasan peristiwa itu benar adanya?
Diguyurnya rambut hitamnya itu dengan frustasi,jika itu betul adanya,maka ia adalah pria paling brengsek didunia ini.
Tring......Tringg...
Getaran dismartphonenya,berhasil mengalihkan perhatianya.
Tertera nama sang kekasih hati disana.
Dengan senyum mengembang,digesernya tobol hijau tersebut.
"Hallo,ada apa sayang?"
'Hallo.Dit,kamu kemana saja semalam? Aku nungguin kamu dipenthouse loh semalam.Tapi kamu gak datang!'rajuk manja wanita disebrang sana.
"Maaf,semalam aku ketiduran dikantor."
'Oh...kamu pasti capek.Kamu udah makan siang?'
"Belum.Ada apa,apa babynya mau sesuatu?"
'Hm....sebenarnya dari semalam babynya mau makan bakmi jawa.Tapi kamunya gak ada!'
Hati pria itu merasa bersalah seketika.Bagaimana bisa ia membuat wanita yang tengah mengandung buah hatinya yang tengah ngidam membuat keinginanya tak terlaksanakan.
"Maaf ya rin.Kalau gitu kita cari bakmi jawanya sekarang ya,gimana?"
'Serius....?'antusias wanita disebrang sana.
"Tentu baby,apapun untuk calon ibu dari anakku!"kata Vano romantis.
Seketika itu pula,rasa penasaran dan bersalahnya akan Kia terlupakan.
Terlupakan karena adanya rasa yang lebih besar untuk wanita lain.
Kekhawatiran yang lebih besar,ketimbang untuk Kia.Yaitu,untuk wanita yang dicintainya,wanita yang tengah mengandung darah dagingnya.
□□□
Tersakiti🍺
Huhuhu😭😭
Gimana readers?? Udah kena belom feellnya??
Belum apa belum nih??
Lanjut gak?? Lanjut??
Jangan lupa bantu vote,komen dan like ya jika suka.Karena aku butuh bantuan dukungan nihh🤗🤗
Sampai jumpa lagi😋😋
Sukabumi 24/11/19
__ADS_1
21.43