
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Pergaulilah mereka dengan cara yang baik. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai satu sifat, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An-Nisa: 19).
**
'Kamu milikku,kamu membuatku candu akan hadirmu.Mungkin ini menyakiti hatimu,namun ini pula yang akan mengikat kita selamanya.'
~Keevano Radityan Khutbi~
Rasa yang datang dan tinggal dihati karena terbiasa,karena takut kehilangan,karena dada tiba tiba terkena serangan aritmia mendadak bukankah cinta namanya?
Rasa itu kianberkembang,memicu munculnya perasaan baru yang silih berganti berdatangan.
Cinta itu terkadang egois,mau menang sendiri.
Jauh dari lubuk hati yang paling dalam,kamu mengklaim dia adalah milikmu.
Jika disentuh atau didekat yang lain maka akan memicu rasa tak suka amat kentara yang muncul.
Itulah yang pria tampan ini rasakan,rasa bertahun tahun yang makin menjadi membuatnya egois.
Baginya dia adalah miliknya,haknya,cintanya.
Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya,kecuali dirinya.
'Aku kembali untuk merebut hakku!'
**
"Makasih ya mas untuk waktunya hari ini,Anzar sampai senang sekali."
Ucap wanita bergamis maroon dengan hijab syar'i berwarna coklat pastel tersebut.
"Iya sama sama ki"
Jawab pria tampan dihadapanya,lembut.
Dalam gendonganya ada sesosok bocah kecil yang sudah menguap ngantuk,karena kelelahan dengan aktivitas hariannya.
"Maaf ya mas,jadi ngerepotin mas Bara."
Bara-pria tampan itu tersenyum sambil menyerahkan bocah kecil dipangkuanya kepada Kia.
"Gak ngerepotin kok ki.Aku malah seneng."
Bara memang pria yang selalu ada untuk Kia selama tiga tahun ini,selain Ezka.Tak ayal jika Anzar juga sudah biasa memanggil Bara dengan panggilan Abi,sebagai ganti sementara sosok ayah yang selalu dirindukanya.
"Umi sama abi ada dirumah?"
Tanyanya sambil membukakan pintu pagar besi rumah Kia.
"Umi sama abi ada undangan keistanbul.
Besok malam baru pulang."
"Kalau gitu kamu sama Anzar hati hati ya!"
Kia,wanita cantik itu mengangguk.
Sudah kebiasaan Bara selalu mewanti wanti jika ia ditinggal sendiri dirumah.
Sedangkan Ezka sendiri sudah pasti pulang kerumah istri dan anaknya.
Cup
"Kalau gitu abi pulang dulu ya?"
Katanya,setelah mengecup pipi gembul Anzar yang mulai tak kuasa menahan kantuknya.
"Dah....Abii..."
Lirih Anzar kecil,sambil memaksakan tersenyum ditengah kantuk yang melandanya.
Sruukk
"Aku pulang ya ki,Assalamualaikum."
Dimas pamit setelah mengusap pucuk kèpala Kia yang terbalut khimar,lembut.
"Iya.Waalaikum salam"
Sepeninggalanya Bara,tubuh mungil Kia yang tengah menengendong putranya hilang dibalik pintu bercat putih tersebut.
Tak jauh dari sana,seorang pria tampan tengah menyaksikan interaksi yang baru saja menaikkan tensi darahnya.
Rahangya terlihat mengeras,hatinya panas saat ini.Apa yang baru didengarnya dari sang bawahan,ternyata dibenarkan dengan apa yang dilihat oleh netra jelaganya.
'Berani beraninya kamu menghianatiku Arkia!'
Dalam hati ia bertekad akan memberikan hukuman yang setimpal dengan penghianatan yang istrinya lakukan.Sekaligus pengikat yang akan kembali mengeratkan keduanya.
Kemudian seringai iblisnya terbit,sambil melangkah keluar dari tempat persembunyianya.
Tok
Tok
Tok
Wanita cantik berusia 26 tahun itu terdiam sejenak,meyakinkan suara ketukan tersebut memang benar berasal dari pintu rumahnya.
"Selamat tidur ya bang Anzar,bunda sayang Anzar."
capnya lembut setelah membenahi selimut yang menutupi tubuh mungil putranya.
Cup
Kecupnya singkat dipelipis sang putra,sebelum melangkah keluar sambil menutup pintu.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Suara ketukan tergesa gesa itu kembali terdengar.Siapa yang bertamu sore sore seperti ini? Pikir Kia.
Padahal biasanya jika Ezka atau istrinya datang pasti pagi hari,atau ba'da isya.
Dengan tergesa gesa,wanita cantik itu membuka pintu rumahnya.
Melihat siapa gerangan tamu yang singgah kerumahnya.
"Tunggu sebentar,ada apa-"
Deg
Jantungya tersa berhenti seketika,rotasi bumi disekitarnyapun terasa berhenti bergerak.Manik hitam teduhnya terbelalak kaget,saat bertemu pandang denģan manik hitam tajam dihadapanya.
Pria tampan dihadapanya ini membuat kia mematung.Otaknya merespon dengan lambat,sejalan dengan bibirnya yang mulai kelu.
"Mas Vano?"
Katanya lirih,suaranya seakan akan tercekat ditenggorokan saat mendapati sang suami yang tinggi tegap tersebut berdiri diambang pintu rumahnya.
Sudah tiga tahun lamanya,dan tidak ada sedikitpun perubahan berarti yang dapat Kia lihat.Pria dihadapanya ini masih tampan dan mempesona,dengan sejuta aura memikatnya.
"Aku menemukamu ki!"
Kata pria tampan dengan balutan pakai formal tersebut,sambil beringsut masuk.
Mendesak sipemilik rumah yang terus mundur,ketika ia maju mendekatinya.
"Mas bagaimana bisa-"
"Kamu milikku ki,kamu milikku Arkia."
Ķata pria tersebut mengintimidasi.
Kia yang mendengarnya sampai dibuat bergidik ngeri.Ia jadi mengingat tragedi menyakitkan yang menyebabkan Anzar lahir didunia ini.
"Kamu menghianatiku hm? Kamu menikah dengan pria sialan itu,dan kalian memiliki seorang putra?"
Tanya Vano kecut.
Ia tahu jika itu pasti putra Kia dan suami barunya.Karena benih yang tanpa sengaja ia titipkan dirahim Kia telah tiada,semenjak empat tahun lalu.
"Mas,apa yang kamu katakan? Aku-"
"KAMU MENIKAH LAGI DAN MENGKHIANATIKU ARKIA?"
Bentak Vano menyela.
menikah lagi,Bingung Kia.
Bahkan ia pikir pria dihadapanya ini telah bahagia tengan keĺuarga kecilnya yang ia bangun dengan Aurrin.
"Mas aku-"
"Kau milikku Arkia,kamu istriku.Hati dan tubuhmu adalah milikku."
Kata Vano menuntut sebelum membanting pintu dibelakanyanya,hìngga tertutup dengan kerasnya.
"Astagfirullahaladzim,mas apa yang Aahhkk..."
"Mas lepasin,turunkan Kia sekarang juga!"
Ronta Kia sambil memukul dada bidang nan kokoh milik sang suami.
Namun pria itu seakan menuli,dibawanya wanita itu kekamar terdekat yang dilihat oleh manik jelaganya.
Ada kemarahan yang memuncak tengah menyelimuti hatinya,apalagi saat fakta tesebut ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.
"Mas....lepasiiin!"
Teriak Kia sambil meronta.
"DIAM ARKIA." Bentak Vano sambil memurunkan Kia dengan kasar diatas tempat tidur,hingga wanita itu meringis kesakitan dibuatnya.
Cklakk
Bunyi pintu yang terkunci dari dalam.
"M-mas..kkamu...mau apa?" Takut Kia sambil beringsut menjauhi kesisi ranjang.
Pria itu menyeringai,sambil melucuti pakaian formalnya.Dari jas hitamnya,dasì hingga beranjak kekemeja putihnya.
"Mmas...kkamu mau apa?"
Tanya Kia ketakutan.
Ia tidak mau kejadian itu terulang kembali,ketika Vano lengah Kia langsung berlari menuju pintu.
Namun belum sempat sampai meraìh gagang pintu,sebuah lengan kokoh telah menyentaknya dengan keras hingga tubuhnya kembali terpelanting keatas ranjang.
"Mmass...Aaku mohon,A-aku....gak tahu apa yang mas katakan!" Kia ketakutan,tubuhnya melai gemetaran.Kilasan kilasan kejadian empat tahun lalu kembali memenuhi benaknya.
Kejadian yang membuat batinya terluka hingga kini.
"Ini hukuman buat kamu,yang berani bermain api dibelakangku!"
Kata Vano tajam,sambil menguasai tubuh mungil di bawahnya.
"M-mas..Ki..Kia mohon Hiks...hiks...jangan lakukan i-ini..."
Mohon Kia,air matanyanya mulai berjatuhan.Ia ketakutan,sungguh takut.
"Akan kuberikan hukuman yang pantas untuk istri nakal sepertimu!" Katanya tajam,setelah berhasil menawan kedua lengan Kia yang telah ia tali menggunakan dasinya sendiri.Kuat,sehingga meniggalkan bekas unggu kebiru biruan dipergelangan tangan Kia.
"A-aku tidak pernah mengkhiatimu mas.Aku-
"Tidak pernah mengkhianatiku?" Sela Vano sambil mengusap air mata yang mengalir disana.
"Menikah dengan pria sialan itu sampai punya anak,itu bukan pengkhianatan?"
Cibir Vano meremehkan.
"Mas,kamu salah paham.Dia ituMmhhfff..."
Bosan akan alasan wanita dibawahnya ini,Vano dengan kasar memangg*ut bibir tipis tersebut.
Membekapnya,agar tak mengeluarkan kata sedikitpun.
__ADS_1
Vano kembali mendominasi permainan,bukan dengan kelembutan dan penuh cinta,namun dengan kasar dan penuh amarah.
"Mmmfff...."
Ronta Kia,mencoba melepaskan diri dari cumbuan pria yang terlihat tengah kesurupan ini.
"M-mass...hhentikan..."
Rintih Kia,saat pria itu membebaskan bibirnya.Hatinya bergemuruh nyeri,ketika untuk kedua kalinya ia diperlakukan kasar seperti ini.Ia takut,takut akan pria yang tengah kalap diatas tubuhnya ini.
"Kamu takut hm?"
Tanya Vano sambil membelai sepanjang pipi mulus sang istri yang lembab karena air mata.
"To...tolon...hen-hentikan ini mas...."
Lirih Kia ketakutan.
Ahhkk
Bibir mungil itu tanpa sadar meloloskan eranganya,kala tangan besar milik Vano menangkup dadanya.
"Hentikan....mas,kumohon...."
Rintih Kia sambil meronta.
Namun pria itu seakan akan buta karena kecemburuanya.
Ia seakan akan tuli akan rintihan kesakitan yang lolos dari bibir wanita mungil dibawahnya.Kecemburuan dan keegoisan kini menguasai dirinya,melepaskan kontrol hasrat sialanya.
"DIAM"
Bentaknya dikala cumbuanya.
"Diam dan nikmati hukumanmu,sayang."
Perkataan dingin dengan tatapan tajam itu membuat Kia ketakutan.
Meronta dan berteriakpun,pria itu seakan akan tuli.Manik jelaganya dipenuhi kabut nafsu,sehingga membuatnya buta akan ketakutan yang diperlihatkan Kia.
Iya tuli dan buta akan raungan memilukan Kia,dan tumpahan air mata yang telah membasahi pipi mulusnya.
Pria itu tak peduli,untuk kedua kalinya ia menggagahi sang istri dengan brutalnya.
Dalam keadaan setengah sadar itu,ia kembali menorehkan luka baru sekaligus membuka luka lama yang masih belum sembuh sempurna.
Tanpa perasaan Vano menggauli sang istri tanpa kelembutan,hingga membuat wanita yang digaulinya pinsan karena kekelahan setelah berkali kali ia meraih puncaknya.
Keegoisan telah menguasai hatinya.
Kecemburuan telah membutakan mata dan hatinya.
Ia benci akan kenyataan jika istrinya telah bahagi dengan pria lain.Ia marah karena wanita yang dicintainya telah melahirkan benih dari pria lain.Ia tidak rela tubuh wanitanya disentuh oleh pria lain.
Biarlah ia egois agar ia bisa membawa kembali wanitanya kesisinya.
Biarlah dia berbuat sesuka hatinya,agar miliknya tetap menjadi haknya.
Tanpa ia sadari,apa yang tengah menantinya nanti akan lebih rumit.
Ketika ia menambah luka baru diatas luka lama,maka ia juga harus siap menanggung konsekuensi berlipat ganda dari perbuatanya tersebut.
Ketika jarum jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari,tubuhnya limbung disamping sang istri.Istri ralat mungkin dia sudah menjadi istri orang lain.
Namun bukanya tidak pernah terjadi perpisahan diantara Kia dan Vano.
Surat cerai empat tahun lalu tak pernah ditandatanganinya,ia telah menyobeknya dan membuangnya.
Tak pernah terjadi talak menalak diantara keduanya,tidak akan pernah.
Manik jelaganya meneduh sejenak,saat beralih menatap sang istri yang tertidur ķarena kelelahan.Ah ralat,pingsan karena kelelahan akibat perbuatan brutalnya.
Manik hitam teduhnya tertutup rapat dengan bekas air mata yang masih kentara.
Rotaan,rintihan dan dan raunganya tak pernah ia dengar.Namun nyatanya itu mampu membuat hatinya lara,namun ia tak menyesali perbuatanya.
Ini adalah cara agar wanita dalam rengkuhanya ini,akan selalu berada disisinya.
Ia tidak menyesal telah melakukan perbuatan buruk ini kepada istrinya.
Ia sadar sepenuhnya saat melakukan ìni,namun keegoisan dan cemburu butanya membuatnya menuli dan membatu.
Menghiraukan sang istri yang terluka akan perlakuan brengseknya.
Cup
'Aku tidak menyesal,dengan apapun yang telah kulakukan.Semoga akan segera ada bayi kecil yang tumbuh dirahimu.'
Batinya setelah mengecup pelipis sang istri.
Dieratkanya pelukanya pada tubuh mungil sang istri,sebelum ia juga mènyusul sang istri menyelami dunia mimpi.
TBC
@@@
Hihihi😁😁......
Gimana Guys? Marah??
Kesel?? Pengen nonjok??
Kasihan?? Sedih??
Apa gimana??
Coba dikomen yang ramai ya,soalnya aku suka.Jadi suntikan semangat😋😋
Jangan lupa vote💯komen💬like👍dan share⛖
Sampai jumpa besok.lagi🖑🖑
Update tiap hari,kecuali ananya sakittt😂
Sukabumi 09/12/19
16.36
__ADS_1