
'Takdir tuhan siapa yang tahu? Serumit apapun,sesulit apapun,atau seberat apapun takdir-Nya,kita bisa pasrah menerima dengan lapang dada.'
Berbicara tentang takdir,siapa yang tahu selain tuhan.Diri-Nya yang mengatur takdir untuk seluruh umatnya.Baik tidaknya,rumit simplenya,susah senangnya,semuanya sudah tertulis bagaikan bait bait puisi yang siap dilantunkan dengan ritme dan nada berbeda.
Berbicara takdir siapa yang lebih tahu dari-Nya.Karna takdir,dunia seakan akan begitu luas hanya untuk mencari seorang manusia.Karena takdir pula dunia begitu sempit bak daun kelor ketika dipertemukanya orang orang dari masalalu.
Namanya juga takdir,tak ada satu pun umat-Nya yang mampu mengubahnya.Takdir adalah suratan illahi yang bersipat mutlak bin pasti.Bukan halnya nasib yang masih bisa dirubah jika ada keiinginan dan takdir dari-Nya tentunya.
Nah,begitu pula takdir rumit yang menanti orang orang dari masa lalu yang menjadi bukti bahwa dunia hanya selebar daun kelor karna adanya TAKDIR.
☘☘
"Dia siapa kamu by?"
Tanya pria bersuara bass yang terlihat sama sama terkejut akan kehadiran Bara tersebut.
"Kak kenalin,ini pacar baby.Namanya Kak Bara!"
Deg
"A-apa?"
Takdir memang aneh,dulunya rival sejati kini calon kakak ipar menanti.
**
Karena campur tangan takdir,kini duo mantan rival abadi ini dipertemukan kembali setelah 10 tahun perpisahan mereka.Kini buķan dalam keadaan masih memperebutkan seorang gadis,kini posisi mereka mempertahankan seorang gadis.
Siapakah yang akan menang,sang rival yang merangkak menjadi calon kakak ipar,atau sang rival yang merangkak menjadi calon adik ipar.
"Kakak sama kak Bara sudah saling kenal? Kok diem dieman gini?" Tanya gadis berambut bob tersebut memecahkan keheningan.
Untuk sejenak,dua pria bermanik berbeda itu saling beradu tatap.
"Kakak sama kak Bara kenapa sih? Kalian itu rival sejati ya,kok tatapanya saling membunuh gitu?" Celetuk baby polos ýang duduk disamping Bara tersebut.
"Baby,kamu duduknya disini,dekat kakak!"
Ucap Adi,mengintrupsi.
"Isshh....kakak apaan sih,orang baby maunya duduk disini!"
Ketus gadis bermanik emerald tersebut.
"Baby,turuti apa kata kakak!"
Geram Adi karena adiknya itu tak mau menuruti perintahnya.
"Kamu duduk disamping saya saja,kamu pacar saya!" Kata Bara mengintrupsi.
GLEK
'Dia adek gue!'
Batin Adi geram.
'Dia pacar saya,calon istri saya,calon ibu dari calon anak anak saya!'
Batin Bara beradu tatap dengan pria dihadapanya.
Sedangkan yang tengah menjadi topik perdebatan,tersenyum sumringah karena disebut 'pacar' oleh pria yang disukainya.
Senyum sumringah kini tak luntur dari bibir mungilnya.Netra emeraldnya setia menatap tanpa bosan wajah tampan pria yang kini tengah duduk disampinya tersebut.
"Baby,jangan lihatin dia seperti itu.Dia bukan mahrom kamu!"
Lerai Adi tak suka.
"Kakak kenapa sih,lagi PMS ya? Kok sensian gitu?"
Fftttt
Bara hampir saja tertawa terbahak bahak oleh perkataan gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya tersebut.Apalagi saat melihat ekspresi sang rival yang notabenenya adalah calon kakak iparnya.
"Baby!!"
Lirih Adi namun penuh penekanan.
"Apaan sih kak? Orang Baby mau lihatin pacar Baby masa gak boleh!"
Ketus baby.
"Tapi itu namanya zinah mata kalau menatap pria yang bukan mahrom kamu berlama lama!" Ujar Adi panjang lebar.
'WOW......Ceramah dia!' Batin Bara terkekeh kecil.
"Apaan sih kak,orang baby-"
"Baby,masuk kekamar sekarang juga!"
Titah pria bermanik emerald menajam tersebut.
"Tapi kak-"
"SEKARANG BABY!!"
bentak Adi yang langsung dihadiahi ekspresi ketakutan dari sang adik.
Padahal sejak kecil,Adi tidak pernah membentak Baby sekalipun,apalagi sampai main tangan.Oleh karena itu,ketika pria ini membentaknya untuk pertama kalinya membuat baby langsung ketakutan.
"Kak Adi jahat!"
Ucap Baby sambil berlalu meninggalkan ruang tamu yang diisi dua pria beda manik tersebut.
"Jika kamu tidak suka kepada saya,kenapa harus melampiaskanya kepada Baby?"
Ucap Bara angkat bicara.
Ia juga cukup terkejut karena pria dihadapanya ini berani membentak baby yang sekarang berstatus sebagai kekasihnya.
"Bukanya saya tidak suka kepada kamu.
Saya cuma ingin mengantisipasi,agar adik saya tidak menjadi perantara untuk kamu melampiaskan kekesalanmu terhadap saya!"
__ADS_1
Deg
Bara terdiam seketika.Jangan jangan pria ini mengira bahwa ia berpacaŕan dengan Baby karena ingin membalaskan dendamnya karena dulu Adi telah mencampakan Kia yang juga dicintainya.
"Maksud kamu apa Aditama?"
Tanya Bara penuh penekanan.
"Jika kamu mau menjadikan Baby sebagai pelampiasan saja,lebih baik kamu mundur.Karena sampai kapanpun saya tidak akan membiarkan kamu melakukan semua itu!" Ungkap Adi.
Ia tak akan pernah rela jika adik kesayanganya dijadikan sebagai ajang balas dendam.Terlebih lagi Baby adalah harta paling berharga selain keluarga kecilnya.
"Seorang Pradipta tidak pernah main main dengan perasaanya!"
Kata Bara mantap.
Dirogohnya saku celana bahanya,kemudian dikeluarkanya kotak cincin dari dalam sana.
"Saya tidak pernah berniat main main dengan Baby,terlepas dari buruknya hubungan kita dimasa lalu.Tapi,tidak ada sedikitpun niatan untuk membuat gadis yang saya sukai tersakiti."
Dari awal pertemuanya dengan Baby,Bara memang tidak tahu siapa dan dari mana asal baby.Ia juga tidak tahu menahu jika Baby adalah adik dari rival sejatinya semenjak SMA tersebut.Waktu ia menerima telpon dari pria yang mengaku sebagai ayah Baby pun,pria itu tak mengatakan nama belakang keluarga Baby.Oleh karena itu,tak mungkin rasanya jika Baby akan dijadikan perantara pembalasan dendam oleh Bara.
Belum lagi,rasanya bara tidak akan tega jika membuat gadis yang disayanginya tersebut harus tersakiti.
"Saya berniat serius dengan Baby.Sudah sepatutnya kita juga berdamai dengan masalalu!" Kata Bara mantap,sambil menyodorkan kotak cincin berisikan cincin emas tersebut.
Ya,Bara berniat serius dengan Baby.
Sebesar apapun argumen tentang perbedaan usia diantara keduanya,Bara tak peduli.Yang terpenting baginya adalah ia berniat serius sekarang,diusianya yang hampir menginjak usia 29 tahun ia tak mau main main lagi.Ia sudah cukup matang untuk membawa Baby yang sekiranya masih bersipat kanak kanak dihalayak umum,untuk bersanding denganya.
Namun bagi Bara pribadi,Kedewasaan pasti akan datang dan tumbuh seiring berjalanya waktu.Memang Baby terkesan kekanak kanakan namun ia percaya,ia juga memiliki sifat dewasa jika dalam keadaan yang perlu kedewasaanya.
Bara bukanya mau menentang dunia tentang perbedaan yang membentang antara lagit dan bumi yang ada pada keduanya.Namun,ia akan mencoba untuk menjadikan apa yang seharusnya menjadi miliknya,tanpa takut akan opini dari masyarakat.Toh mereka berdua yang menjalani,bukan orang lain.
"Saya Bara Pradipta,sebagai seorang pria dewasa datang kesini untuk menyatakan keseriusan saya dengan adik anda,Babyanza La~Susan Luthears.Terlepas dari adanya perbedaan usia diantara kami,saya tak peduli.Karena bagi saya Baby sudah lebih dari cukup untuk bersanding dengan saya."
Gila,mungkin ya.Namun semua itu Bara lakukan agar kekasih hatinya itu tak jatuh ketangan pria lain.Mengingat bahwa Baby sendiri pernah mengatakan jika ayahnya ingin menjodohkan dirinya dengan pria lain.
Bara sadar,amat sangat sadar jika masih terlalu muda untuk membina rumah tangga.Namun,jika melalui cara ini ia bisa menyelamatkan sang pujaan,Bara tentu tidak akan berpikir dua kali lagi untuk menikahi gadisnya.
"Kamu,tidak sedang mabukkan bukan?"
☘☘
"Yang,udah belum sih?" Panggil pria tampan berpakaian formal tersebut untuk kesekian kalinya.
Sudah lebih dari 30 menit ia menunggu sang istri yang katanya mau membenarkan lipstiknya yang tadi berantakan ulah sang suami tentunya.
'Ck...lama amat sih sisayang,boker dulu apa?' Gumamnya lelah.
"Say-"
"Apaan sih bi,brisik tau gak?"
Ketus wanita cantik berpasmina cream pastel tersebut.
"Kamu ngapain sih yang,lama banget?" Tanya pria tampan tersebut,Erick sahabat Vano yang hari ini ada janji untuk mempertemukan istri masing masing mereka.
Ketus wanita hamil tersebut tak mau kalah.
'Sabar rick,sabar.Ingat....istrimu yang cantik ini lagi bunting!' Batinya menghela napas lemah.
"Iya iya,abi yang salah!"
Pasrah Erick,sambil mengelus lembut perut buncit sang istri.
"Itu tau.Pokoknya hari ini no kissing kissing!" Ucap siwanita final.
'Whatt......??'
"Tap-tapi mi....abi kan..."
"Udah ayo berangkat bi,katanya mau ketemu seseorang!"
"I-iya mi!"
'Ck....mood bumil sialan!' Geram Erick membatin.
Dilain tempat,tepatnya dicaffe Rouram Caffe satu keluarga kecil yang terlihat begitu harmonis.Putra kecil mereka terlihat tengah menikmati ice cream buahnya dengan lahap,sambil duduk diantara orang tuanya.
"Mas,memangnya kita mau bertemu siapa sih?"
Ucap wanita berhijab syar'i tersebut angkat bicara.
"Temas mas,Erick.Yang waktu itu nganterin mas saat mabuk berat!"
Kia-wanita cantik berhijab calem tersebut mengingat kembali wajah sahabat dari suaminya ini.
"Ah....yang mirip mirip orang bule gitu bukan mas orangnya?" Tanya Kia antusias,ketika ingatanya dapat mengingat jelas wujud pria bernama Erick tersebut.
"Iya,tapi jangan se-antusias itu juga jawabnya,sayang!" Ketus Vano.
Ia memang tak suka jika wanitanya ini menyebut nyebut pria lain dengan antusiasnya dihadapanya.
Cemburukah bapak satu anak ini??
"Eh,memangya kenapa mas? Ada yang salah??" Bingung Kia.
"Saya tidak suka!"
Jawab Vano to the point.
Kia tersenyum kecil melihat ekspresi ketidaksukaan diwajah suaminya tersebut.
"Kenapa malah tersenyum sayang? Saya lagi marah loh?"
Sungguh,Kia juga tahu bahwa suaminya ini bisa bersikap childish akhir akhir ini.Membuatnya geli ketika melihat suaminya yang biasanya kaku dan dingin itu menjadi kekanak kanakan dan manja.
"Mas cemburu? Sama teman mas sendiri?"
"Saya tidak cemburu,cuma saya tidak suka kamu se-antusias itu untuk pria lain."
__ADS_1
Sebuah senyuman tulus kembali terbit diantara bibirnya.Ia senang,jika suaminya kini lebih memperhatikanya dan peduli padanya walaupun cenderung possessive.
"Yayah...kenapa nda? Yayah malah ya?"
Suara sikecil mengintrupsi.
"Enggak ko,ayah gak marah bang.Abang Anzar habisin lagi makan ice creamnya ya!"
"Iya nda!"
"Udah dong mas marahnya,kan kia sayangya cuma sama mas Vano!"
Ungkap Kia jujur.
Vano tak mengubrisnya,padahal hatinya menghangat kala istrinya mengatakan kalimat tersbut.
"Mas,Kia beneran loh sayangya cuma sama mas Vano."
Lirih Kia lagi.
"Oii....maaf ya terlambat,ada urgent tadi sedikit!" Intrupsi Erick-sahabat Vano yang datang bersama sang istri.
"Ohh...santai aja rick,ayo duduk." Ajak Vano.
"Ayo sayang."
Ajak Erick mempersilahkan sang istri untuk duduk terlebih dahulu,mengingat istrinya itu mengekor dibelakang tubuhnya sedari tadi.
"Renata?"
Panggil Kia yang menyadari wajah cantik yang familiar dimatanya.
"Kia? Kamu-"
Ucap wanita cantik berpasmina tersebut terpotong.
Sedangkan kedua suami dari kedua wanita tersebut saling menatapkan tatapan penuh tanya kepada kedua wanita dihadapanya.
"Ya-Allah ini kamu ki,lama tidak bertemu!"
"Kamu juga ren,apa kabar? Wahh..kamu lagi hamil ya?"
Antusias kedua wanita yang sama sama berhijab tersebut.
"Bini loe kenal bini gue?"
Cicit Erick menanya.
"Mana aku tahu!"
"Kayaknya mereka berdua sahabatan deh,orang bini loe sama bini gue kayak lem ketemu perangko.Langsung nenpel gitu!"
Kekeh Erick.
"Bahasanya difilter,gak ingat istri lagi hamil?" Ucap Vano mengingatkan.
"Astagfirullahaladzim,iya juga!"
Kata Erick sambil tersenyum kecil.
"Dasar!"
Kemudian keempatnya kembali duduk dalam satu meja bersama.
"Ini anak kamu ki?"
Tanya Renata.
"Iya,abang kenalan dulu sama tante Rena!"
Sikecil Anzar mengulurkan tangan mungilnya yang langsung disambut oleh Renata.
"Hallo tante,nama aku Keevanzal Ladityan Khutbi.Senang beltemu dengan tante!"
Ujar sikecil dengan nada cadelnya.
"Yaampun,anak kamu lucu banget ki! Mana ganteng lagi!" Puji Rena sambil mencolek colek pipi gembil pipi Anzar.
"Kalian sudah saling kenal?"
Tanya Vano mengitrupsi.
"Iya mas.Dunia memang sempit ya,Renata ini sahabat aku dari jaman Kuliah dibandung dulu!" Tutur Kia menjelaskan.
"Ia,dunia memang sempit,sesempit daun kelor sampai kita dipertemukan semudah ini!" Lanjut Renata menimpali.
Keempatnya pun kompak tertawa dan tersenyum menertawakan takdir yang mempertemukan merekan mereka dengan mudahnya.
Mungkin ada benarnya juga dunia hanya selebar daun kelor.Dikala mereka saling mencari hingga membelah begitu banyak negara,hanya karena takdir Allah mereka kini dipertemukan dalam keadaan ketidak sengajaan.Takdir memang penuh misteri yang masing perlu ďipecahkan.
TBC
@@@
Hohoho.....
Daun kelooorr☘☘
Ingat ada komenan dari kamu readers,ya kamu🤗🤗
Jadi daun kelor deh yang jadi judulnya😉😉
Makasih ya buat para reades yang masih setia buat komentar.Aku tuh suka bingiiit kalau baca komentar dari kalian semua,pokoknya thaks sekali buat komentarnya yang selalu positif sejauh ini😊😊
Tinggal 4 hari lagi,waktuku untuk mengikuti lomba nulis novel pelajar mewakili sekolahku.
Semoga dilancarkan dan berbuah hasil yang baik,Amiin😊😊Itupun tidak terlepas dari dukungan kalian semua ya readers😊😊
Terimakasih Banyak🤗
*Gima untuk part ini? Satu kata deh yang mewakili,ďitunggu dikolom komentar ya🤗🤗
Ok,sampai jumpa dipart berikutnya.
__ADS_1
Sukabumi 27/12/19*
12.08