
'Bagaimana rasanya,sakit bukan?'
-Arkia Shalfira Mubaraq-
"Ndaa....makanya yang banyak ya,bial cepat cempuh kata umi!" Celoteh bocah tampan yang setia duduk manis disisi bundanya tersebut.
Wanita berkhimar gray itu tersenyum kecil,menanggapi celotehan sang putra.
Ini sudah seminggu berlalu,semenjak peristiwa yang membuatnya terbaring tak berdaya dirumah sakit.
"Bunda sudah sembuh sayang!"
Kia-wanita cantik yang tengah duduk diatas brangkar rumah sakit itu berucap.
Tanganya terulur meraih surai pekat milik sang putra.Putra tampanya,sosok yang selalu mengingatkanya kepada Keevano.
Karena keegoisan Keevano,Keevanzar lahir didunia ini.
Walaupun punya fisik yang percis dengan sang ayah,tak lantas membuat Kia membenci putanya.Bagi Kia,Keevanzar adalah anugrah tuhan baginya.Dia tidak tahu apa apa,tidak pula salah apa apa.
Karena perbuatan bejat ayahnya,tak lantas membuat Kia membencinya.
"Ndaa....anzal boleh peyukk...bunda ya?"
Tanya bocah tampan itu,malu malu.
Kia tersenyum,lalu menjabap permintaan sikecil."Boleh dong,sini....bunda juga udah kangen pengen peluk abang!"
"Yeyy...."
"Halumnya anak bunda!" Ungkap Kia sambil memeluk putranya itu sayang.
Semua interaksi itu,tak luput dari sepasang manik hitam jelaga milik Vano.
Dirinya berdiri mematung diambang pintu,menikmati pemandangan dihadapanya secara seksama,tanpa berniat untuk bergabung.Seminggu ini,tidak pernah semenitpun Vano hilangkan tanpa memantau keadaan wanita-nya.
Walaupun ia melakukanya tidak secara langsung,Vano masih punya banyak cara lain untuk memantau keadaan sang istri.
Belum lagi kedekatanya dengan sang putra yang akhir akhir ini semakin dekat.
"Kenapa tidak masuk?"
Vano berbalik,menatap siempunya suara bass tak bersahabat itu.
"Takut Kia histeris saat melihatmu?"
Katanya lagi,sedikit menyindir Vano dengan nada bicaranya.
"Bagus,lebih baik kamu tahu diri.Selama ini Kia menderita karena kamu."
Lanjutnya lagi,menyindir.
"Bii...."
Panggil wanita cantik dengan tuniq bunga bunga panjang dipadukan dengan celana hitam dan pasmina unggu cream itu mengalihkan perhatianya.
Digendonganya ada bayi cantik yang tengah asik dengan celotehanya.
"Mi,udah selesai?"
Wanita yang ditanya itu mengangguk,lalu menunjukkan kantong kresek tangan satunya yang juga ia gunakan untuk menggendong sang putri.Wanita itu kewalahan.
"Sini,biar abi yang bawa Ezkana.Umi masuk duluan saja."
Bayi cantik itu kini berpindah tangan,kepangkuan sang ayah.
Sementara sang ibu sudah menghilang dibalik pintu ruangan Kia dirawat.
Vano terdiam sejenak,dari usia ia dan Ezka memang terpaut empat tahun lebih tua.
Namun dari segi kedewasaan,ia merasa nol besar.Ezka saja yang menurutnya bocah kemarin sore,bisa membina bahtera rumah tangga dengan harmonisnya.
Lah....dirinya?
"Abi memberimu kesempatan kedua,dan sebaiknya kamu menggunakanya dengan baik." Katanya,sambil melirik Vano sebentar.
"Jika tidak,maka aku sendiri yang akan merebut Kia dan Anzar dari sisimu."
Ezka mendesis,mengancam bajinan cap kakap seperti Keevano ini memang butuh tenaga Extra.
Lelah berdebat dengan emosi,Ezka pun memilih untuk masuk keruang rawat inap Kia.Meninggalkan Vano yang masih diam mematung ditempatnya.
Pria itu tak beranjak sedikitpun,masih dengan posisi yang sama.Dengan arah pandangan yang tertuju pada dua objek yang berada dibalik pintu kaca tersebut.
Seulas senyum kecil terpatri dibibirnya,saat menangkap tawa kecil yang lolos dari dua sumber kebahagianya itu.
Deg
Hingga,tanpa segaja manik hitamnya bertemu dengan manik hitam teduh yang berada didalam sana.
Untuk sekejap,kedua manik berbeda sorotan itu terkunci dalam diam.
Hingga manik teduh dibalik kaca itu berubah,menatapnya penuh kebencian dan kesakitan.
"Ekhemm"
Deham pria tampan yang entah sejak kapan,sudah berdiri dengan gagahnya disamping Vano.Memutuskan kontak mata yang tadi terjalin antara Vano dan Kia.
"Permisi,anda menghalagi jalan saya untuk menemui calon istri saya!"
Ujar Bara,pria tampan yang sudah rapih dengan setelan formalnya itu.
"Anda menghalangi jalan saya untuk menemui calon istri saya."
Ulang bara,sambil melewati Vano.
Sayup sayup terdengar teriakan kecil Anzar yang memanggil nama pria yang baru saja masuk itu,antusias.
Vano berusaha sabar,walaupun hatinya berdenyut nyeri karena tak terima.
Jemarinya terkepal erat,menahan emosi.
__ADS_1
Semua itu tak luput dari pandangan seorang pria tampan,yang tengah menuntun putri kecilnya.
Sudut bibirnya terangkat,membentuk cekungan bulan sabit.
'Seharusnya dari dulu kamu tidak menyia nyiakan Kia,karena terlalu banyak pria didunia ini yang mengharapkan posisimu.
Termasuk diriku!'
Batinya dalam hati.
"Pah....."
Mendengar suara celotehan anak kecil,Vano mengalihkan pandanganya kearah lain.
Belum sempat ia angkat bicara,namun hal berikutnya yang dilakukan balita cantik bermata hazel itu membuatnya membeku seketika.
Grep
"Papapahh.....Aulla....mau peyukk....peyuukk!" Celotehnya kecil sambil memeluk kedua lutut Vano.
Sedangkan siempunya,hanya terdiam mematung merasakan sensasi baru dihatinya.Ya,hatinya menghangat hanya karena dipeluk balita cantik yang dulu hampir dibunuhnya.Balita cantik yang dulu keberadaanya sempat ia tunggu tunggu,namun ujung ujungnya ia abaikan pula.
Aurra,balita cantik bermanik hazel itu tersenyum manis kepadanya.
Kombinasi antara wajah tampan Dimas dan wajah Cantik Aurrin,nampak kentara diwajah manisnya.
"Peyuuk....peyyuk....pappapah...."
Celotehnya lagi,sambil mengangkat kedua tanganya tinggi keudara.
Untuk sejenak vano terdiam,lalu beralih kepada pria yang berdiri beberapa meter dihadapanya kini.
Pria itu mengangguk,mengiyakan untuk menuruti permintaan putrinya.
"Peyuuk...ppapaph...Aulla...pengen peyyuuk!" Celotehnya lagi.
Dengan pelan,kedua tangan kekar Vano mengangkat tubuh mungil balita dihadapanya.Ketika sudah berada dipangkuanya,semerbak harum khas bayi.
Tanpa sungkan,Aurra kecil memeluk dada kakoh vano,mencari tempat nyaman untuknya.
"Peyuk....peyyuuk...."
Riangnya sambil tertawa tawa kecil.
Bara tersenyum kecil melihat keceriaan putrinya.Walaupun mengidap penyakit langka,Aurra kecil termasuk balita yang enerjik dan super aktif.
Namun ketika terlalu banyak beraktifitas,tidak baik juga untuk kesehatan jantungnya.
"Bisa kita bicara sebentar?"
Disinilah mereka,ditaman rumah sakit yang cukup ramai pagi ini.
Keduanya masih terbelengu dalam keheningan,sambil menatap balita kecil yang tengah bermain dengan seorang bocah lelaki dihadapan mereka.
"Hm....apa dia....sudah lebih baik?"
Tanya Vano,tiba tiba memecah keheningan.
"Aurra maksudnya?"
Dimas diam sejenak,sesungguhnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan seķarang.
Namun entahlah nanti,karena sampai saat ini Aurra belum mendapatkan pendonor jantung yang cocok.
"Untuk saat ini Aurra baik baik saja,namun entah dengan nanti.Penderita kelainan jantung itu terkadang sulit diprediksi keadaanya.Aurra juga sama."
Tutur Dimas,sambil menatap putrinya.
Sesekali ia tersenyum,ketika balita bermanik hazel itu memanggilnya.
Aurra adalah harta paling berharga bagi seorang Dimas Barack Alhaidan.
Demi menjaga putri semata wayangnya itu,Dimas bahkan kini rela mendalami ilmu kedokteran tentang jantung dan seluk beluknya.
"Boleh saya katakan sesuatu?"
Bara kembali berucap,ia sudah gatal ingin berbicara kepada pria disampingnya ini.
"Silahkan,asalkan jangan membicarakan perceraian saya dan Arkia."
Dimas tersenyum getir,lalu melanjutkan perkataanya.
"Diantara saya,Ezka,Bara dan Kia.Kia adaĺah yang paling berharga diantara kita."
Deg
"Kia membawa kebahagiaan untuk kami.Kelembutanya membuat kami nyaman,kasih sayangnya terkadang membuat kita lupa diri.
Bohong rasanya jika diantara kita tidak ada yang ingin memiliki kia."
Deg
Pria bermanik jelaga yang sedari tadi mendengarkan itu hanya bisa menatap kosong kesembarangan arah.
Hatinya masih mencoba menerka nerka apa saja yang akan diungkapkan lawan bicaranya.
"Kami berempat terjebak hubungan rumit ini.Kita tidak akan bisa melepaskan jika Kia belum memiliki pasangan.Namun,ketika kia dikhitbah tiba tiba,kami sama sama kehilangan.Kami takut Kia kecil yang selalu memperhatikan kita tak pernah lagi memberikan perhatianya.Kami takut kia tak bahagia dengan pasanganya,dan itu benar terjadi." Tutur Dimas,membeberkan.
"Hubungan kami berempat,ahh entahlah....sangat rumit.Hingga semua ini terjadi,tinggal Bara yang masih berpotensi bisa bersama Kia saat ini."
Deg
Ketika nama itu terlontarkan begitu saja,Vano langsung mengalihkan pandanganya kepada Dimas.
Menyampaikan ketidak sukaanya dengan asumsi pria berusia 28 tahun tersebut.
"Apa maksudmu?"
Tanya Vano,pria itu seakan akan ingin menyuruhnya untuk mundur sebelum berjuang.
"Ya,itu hanya sebuah opini belaka.Ezka sudah hidup bahagia dengan Ana dan putrinya.Aku sudah cukup bahagia dengan putri kecilku.Cuma Bara,yang masih mengharapkan Kia lebih besar dari kami."
Secara tidak langsung,Dimas menyatan bahwa dia mundur.Namun dibalik itu,ia berharap jika Vano mengetahui ini,ia akan lebih terpacu agar ia bisa lebih bertekad untuk memperjuangkan Arkia.
__ADS_1
Ia juga ingin Kia bahagia,dengan pria yang dicintainya.Karena ia tahu jika Kia memang sudah jatuh cinta kepada pria yang sudah berstatus sebagai suaminya.
"Apa tujuanmu mengatakan semua ini?" Selidik Vano dengan mata yang memincing.
Dimas tersenyum setelah itu ia beranjak untuk meraih tubuh putrinya.
"Ini adalah sebagai bukti jika seorang pria yang mencintai seorang wanita,tidak harus memilikinya.Yang terpenting adalah wanita yang dicintainya itu bisa bahagia."
Ungkapnya sambil berlalu membawa sang putri dalam dekapanya.
Deg
Vano kalah telak lagi,kalah dari seorang pria yang mengikhlaskan wanita yang dicintanya agar bahagia dengan pria lain.Bukan seperti dirinya,yang hanya mengandalkan keegoisanya untuk meraih apa yang diinginkanya.
'Terimakasih'
Gumamnya kecil.
Ternyata Aurra memang beruntung,memiliki seorang ayah berhati besar seperti Dimas.
Pria baik yang rela berkorban demi orang orang yang disayanginya.Harusnya Aurrin bisa melihat kebaikan pria yang menjadi suaminya,selama sehari itu.
Sosok pria mapan dan matang dalam segala hal.Pria yang baru saja,membuat Vano merasa terkalah kembali.
@@@
Dihari kedelapan Kia dirawat,wanita cantik berhijab itu sudah diperbolehkan untuk kembali pulang.Hingga detik ini pula,Vano tak pernah absen menjenguk Kia dan putranya disela sela kesibukanya.
Walaupun ia harus kembali menerima pil pahit,ketika wanita bermanik hitam teduh itu tidak mau menemui.
Bagi Vano,ini bukanlah seberapa dibandingkan perjuanganya sela tiga tahun ini.Berjuang dari nasib yang mengukutknya,maut yang terus menguntitnya.
Ia sudah merasakan jatuh bangunya.
Dibuang dari keluarganya,sehingga ia harus membangun segalanya dari nol.
Untunglan Silvia-mamanya selalu ada disisinya.Wanita baya yang pernah kecewa akan tindakanya itu,benar benar menunjukkan kasih sayang yang tak terhingga.
Dibalik semua keterpurukan itu,ia menopang Vano agar bangkit.Meraih apa yang seharusnya ia raih.Oleh karena itu,ia tidak akan menyia nyiakan perjuanganya selama ini.Didalam hati Vano bertekad,akan selalu berjuang sampai ia bisa kembali bersama Arkia dan putranya.
Walaupun saat ini Kia belum mau bertemu denganya,tak apa.
Yang penting ia akan terus berjuang memperbaiki hati yang pernah ia sakiti dahulu.
"Assalamualaikum.
Ki,apa kabar?"
Sapanya lembut kepada wanita yang tengah duduk sambil mengawasi putranya yang sedang bermain tersebut.
"..."
Hening,tak ada jawaban sedikitpun.
"Kamu sudah baikan ki?"
Tanya Vano,sambil mengambil posisi untuk duduk disamping Kia,walaupun agak berjauhan.
"..."
Vano menghembuskan napasnya lelah.Kini ia tahu rasanya didiamkan oleh seseorang yang selama ini kamu diamkan.
"Ki,saya minta maaf atas semua perbuatan saya.Saya tahu saya salah,tapi tolong ki-"
Jeda sebentar suara bariton tersebut.
".....tapi tolong ki,beri saya kesempatan kedua."
TBC
@@@
Huahhh.......
Jum'at berkah readers🤗🤗
Alhamdulillah nilai UAS mapel BHS.INGGRIS,BHS.INDONESIA,PJOK,PAI,
AIJ,Kewirausahaan sudah keluar😄😄
Dan alhamdulillah,berkat readers semua aku bisa mendapatkan nilai yang bagus dimapel tersebut.
Semoga saja aku bisa mempertahankan prestasiku,Amiin.
Pokoknya THANKS buat readers semua untuk doanya yang kemarin😙😙
Nah,kali ini update lagi nih.
Gimana,ada yang baper gak sama Dimas mungkin??
Vano??
Atau Ezka gituu??
Lanjut jangang???
Lanjuuut??
Perasaan aku update lebih dari 1000-2000 kata/bab.
Kok masih kurang sihh🤔🤔
Yaudah,nanti tak banyakin lagi UP nya😄😄
Jangan lupa vote💯komen💬like🖒share⛖
And ➡❤hehe......
Follow aku juga ya🤗🤗
Jumpa lagi ya,dipart berikutnya.
Sukabumi 13/12/19
__ADS_1
11.35