
'Maaf,karena kebohongan yang terus berakar ini banyak yang terluka.Maaf...'
~Arkia Sharfira Mubaraq~
Rasa yang sulit ditepis itu namanya apa?
Rasa tak suka kala kita melihat dia yang bukan siapa siapa bagi kita,tengahbersama orang lain itu apa?
Cemburu kah?
Vano bukanlah anak kemarin sore yang tak kenal cinta.Walaupun logikanya menepis kenyataan bahwa dirinya ada rasa cemburu saat,melihat gadis yang berstatus sebagai 'istrinya' itu berjalan dengan pria lain.
Bahkan anak kemarin sore saja tahu dengan jelas rasa tak rela dan tak suka itu namanya CEMBURU.
Namun lagi lagi,ia menepis kuat logika yang sejalan dengan fakta nyata tersebut.
Hari ini pria tampan itu mendapat chat dari gadis yang berstatus sebagai istrinya itu.
*Gadis bodoh
Assalamualikum mas.
Maaf menganggu waktunya,Kia cuma mau izin kalau malam ini kia pulang terlambat.Soalnya habis dari tempat magang Kia mau cari beberapa buku buat reperensi sidang Kia.
Kalau mas mau makan malam,lauknya ada dilemari pendingin.Tinggal mas panaskan saja.
Kira kira nanti malam Kia pulang jam 10.
Terimakasih mas.
Maaf telah menganggu waktu mas🙏
waalaikumsalam
Vano sedikit menyerngit membaca pesar dari Kia.Terakhir kali gadis itu pergi keluar rumah tanpa izin,Vano memang sudah menegurnya agar selalu minta izin jika hendak pergi keluar rumah.
Walaupun dihati kecilnya ada rasa penasaran,dengan siapakan gadis itu pergi? Apakah dengan pria yang sama dengan kemarin?
Entahlah,Vano mencoba mengabaikanya.
Malah bagus,jadi setelah ngantor hari ini dia bisa menjalankan rencananya untuk menghabiskan waktu dengan sang kekasih.
Mengingat wanita yang telah menjadi ratu dihatinya itu,senyum Vano terbit.
Wanitanya yang cantik,baik,yang mengerti keadaanya,yang selalu berhasil membangkitkan gairahnya.
Ahh....Vano jadi rindu wanitanya.
"Hallo!"
"...."
"Kosongkan jadwal saya mulai jam makan siang nanti!"
"...."
Titahnya melalui panggilan intercom kepada sang sekretaris.
@Gramed pukul 12.20 siang.
"Ki,udah nemu belum bukunya?"tanya gadis berpasmina maroon tersebut.
"Alhamdulillah,udah na.Sebagian!!"
Kia dan Ana kini memang tengah berada di Gramedia,untuk membeli beberapa buku untuk reperensi sidang akhir.Bukan novel tapi ya!!
Oh...iya...Kia memang baru memasuki semester delapan,namun dengan semangan 45-nya Kia sudah giat mencari reperensi untuk sidang akhirnya nanti,karena dari semester awal Kia sudah mengambil SK banyak.Jadi diakhir semerter Kia bisa sedikit santai.
Tidak berbeda jauh dengan Kia,Ezka juga akhir akhir ini tengah disibukkan dengan sidang akhir dan skripsinya.Ditambah lagi,dengan kegiatan BEM yang menguras waktunya.Maka tak jarang jika dikampus sekalipun,Kia jarang bisa bertemu dengan Ezka.
"Ki,abis ini kita makan dulu yuk,aku laper nih!!"kata Ana,sambil mengelus elus perut langsingnya yang terbungkus kemeja monalisa.
"Yaudah,tapi abis shalat dzuhur dulu ya!"
"Okay"
Selepas melaksanakan shalat dzuhur,Kia dan Ana pun mendatangi sebuah caffe yang kelihatan sangat ramai.
__ADS_1
"Mbakk....pesan nasi goreng seafoodnya satu,cup cake oreo satu,sama jus Mangganya satu."pesan Ana.
"Kamu mau pesan apa ki?"
"Hm...aku mie hot plate aja satu,sama ice lice tea satu!!"pesan Kia.
"Silahkan ditunggu ya mbak!!"
Ketika tengah menunggu pesanan mereka,Manik hitam teduh Kia menangkap siluet sang suami.
Disana,dia tengah tersenyum manis kepada wanita dihadapanya.Senyuman yang tak pernah Kia lihat untuknya.
Ingin rasanya kia melihat wajah yang digadang gadang sebagai 'tunangan' suaminya itu.
"Ki,aku ke toilet sebentar ya!!"ucap Ana sambil meringis.
"Biasa,panggilan alam ki!"
Sepeninggalannya Ana,manik hitam Kia kembali tertuju kearah dua sejoli dipojok sana yang terlihat sangat romantis.Bahkan sesekali Kia melihat Vano memberikan kecupan manis kepada wanita dihadapanya.
Tak kuat rasanya,untuk berlama lama melihat pemandangan tersebut.Setelah bertahan beberapa menit,pertahanan Kia runtuh.Dengan langkah terburu buru,gadis bergamis putih dipadu padankan dengan jumpshit longgar berwarna cream itu keluar dari caffe.
Tanpa mempedulikan tatapan penuh tanya dari para pengunjung caffe.
Tak ayal,kepergiaan Kia juga menyita perhatiian pria tampan berkemeja putih tersebut.
Manik elangya memincing,saat melihat siluet familiar tersebut.
'Apa dia gadis bodoh itu?'batinya.
"Dit,ayo dimakan supnya.Nanti keburu dingin!!"intruksi wanita cantik dihadapanya.
"Iya sayang"ucap Vano penuh cinta.
Kebingungan juga menghampiri Ana.Ketika kembali dari toilet,temanya itu sudah tidak ada dimejanya.
"Kemana Kia? Tega sekali dia meninggalkanku!!"
####
Disebuah masjid kecil yang berada tak jauh dari caffe tersebut,Seorang gadis tengah menangis tersedu sedu,mengadu pada sang ilahi.
30 menit,Kia habiskan untuk mengadu pada sang ilahi.Ketika keluar dari toilet,wajah baby facenya sudah kembali segar.
"Haii?"
"Astagfirullahaladzim"kata Kia terkejut,akan keberadaan pria tampan yang mengenakan setelan casual yang dipadu dengan jaket bertuliskan BEM tersebut.
Bara,pria tampan yang tengah tersenyum itu.
"Habis menangis nona?"katanya to the point.
"Hmm...itu-"
"Tidak apa apa Fira.Aku kamu dan Ezka sudah berteman semenjak dari bayi Fira.Dan kamu.....tidak bisa membohongiku semudah itu!"katanya,sambil mengacak acak pucuk kerudung Kia.
"Ish....kak Bara kebiasaan!"kesal Kia.
"Kenapa menangis hm?"tanya Bara melembut.
'Kia tidak mungkin bilang yang sebenarnya pada Kak Bara.Kak Bara saja tidak tahu tentang pernikahan Kia.'batin Kia.
"Yasudah,kalau kamu tidak mau cerita tidak masalah.Tapi......sebagai gantinya,kamu harus nemenin aku makan siang!!"ucapnya dengan nada yang dibuat buat memerintah.
Seulas senyuman terbit dibibir Kia"Baikalah,Kia juga belum sempat makan siang tadi!!"
Keduanya pun sepakat untuk makan siang bersama disebuah angkringan yang menjual soto bandung.
candaan sesekali terdengan dari keduanya yang tengah menikmati makan dipinggir jalan.
Tampak dari kejauhan,mobil SUV hitam terparkir dibahu jalan.Dibalik kaca hitam tak tembus pandang itu,ada pria tampan yang tengah merutuki kebodohanya untuk mengejar gadis yang terlihat senang disana.
Dia pikir gadis itu sedih karena melihat suaminya dengan wanita lain.Namun nyatanya,dia juga tengah tersenyum ceria dengan pria lain.
'Ck....munafik.Ternyata percuma saja peduli padanya!'batinya.
Kemudian mobilnya melaju meninggalkan dua manusia yang masih larut dengan keceriaan tersebut.
__ADS_1
Hari ini benar benar ada ada saja bagi Vano.Hatinya tak berhenti dibuat bermaraton ria dari siang tadi,kala ia bertemu dengan ibu mertuanya-Salma-umi Arkia,ketika tengah makan siang bersama sang kekasih.Mereka sempat mengobrol sebentar,dan tentu saja Salma bertanya tentang wanita yang makan bersamanya kala itu.
Kini ditambah lagi oleh telpon sang mama yang menyatakan akan datang untuk makan malam diapartemennya.
"Sial....nomornya tidak aktif!!"kesalnya.
Pasalnya sang mama akan datang berkunjung ba'da maghrib nanti.
Belum lagi soal kamar mereka yang terpisah.Vano harus turun tangan sendiri untuk memindahkan barang barang Kia kekamarnya.Karena asisten rumah tangga yang bekerja dirumah mereka mengundurkan diri dan pulang kekampung halamanya.
"Bodoh....kemana perginya gadis itu? Bagaimana jika mama tahu kalau pernikahan kami selama ini tidak seperti pernikahan pada umumnya?"gumamnya.
Pernikahan bodoh ini memang sudah dirancang Vano dengan matang.Dari awal menikah ia menolak tidur bersama gadis yang sudah berstatus sah sebagai istrinya.Bahkan jauh sebelum menikah,dia juga sudah menyiapkan perjanjian diatas kertas putih.
Pernikahan ini hanya akan bertahan selama satu tahun saja.Setelah itu Vano yakin akan terbebas dari Arkia.
Tingnong
Tingnong
'Ah...bagaimana ini?'
Batin Vano cemas.
Ketika melihat wajah sang mama dari layar intercom didepan pintu apartemenya.Hatinya mulai bergemuruh,apa cuma sampai disi sandiwara pernikahan mereka.
Dengan kesar pria bermanik hitam itu mengguyar rambut hitamnya kebelakang.
Bagaimanapun juga,kedatangan sang mama ini harus ia hadapi mau tak mau.
Cklekkk
"Assalamualaikum"salam sang mama sumringah,dengan sigap Vano langsung meraih tangan sang mama untuk ia salami.
"Waalaikumsalam ma!"kata Vano sambil mengumbar senyumnya.Padahal hati kecilnya bergemuruh cemas.
"Mana mantu mama? Kenapa tidak menyambut mama?"
"Ah....itu ma,istriku sedang-
Bingung Vano.Baru kali ini memang ia membohongi mamanya secara langsung.
Padahal semenjak awal menikah dengan sadar dia telah membohongi banyak pihak,termasuk mamanya.
"Jadi begini ya....istrimu kamu biarkan beli makanan diluar,sambil jalan kaki.Sedangkan kamu berkutat dengan pekerjaanmu didalam sana."ucap sang mama yang hampir membuat Vano menganga tak percaya.
Dari belakang sang mama,muncul gadis berkhimar cream tersebut.Senyuman kecilnya terlihat menghiasi wajah cantiknya.
"Mama tadi ketemu sama Kia didepan.Katanya dia habis beli makan,soalnya dia pulang malam jadi gak keburu masak buat makan malam.Istri kamu ini paling bisa belaiin kamu.Katanya kamu lagi banyak kerjaan,jadi gak bisa nganterin dia!"tutur Silvia-mama Vano.
Vano benar benar dibuat menganga disana,rasanya bebanya diangkat begitu saja dari pundaknya.
"Kamu mau jadi anak durhaka,karena gak mau ngizinin mama masuk?"kata sang mama mencibir.
"Hm...maaf ma,silahkan masuk!"
Kedatangan Silvia yang tiba tiba ini,nyatanya bisa diantisipasi dengan sangat baik oleh sandiwara keduanya.
Belum lagi keinginan sang mama yang mau menginap selama dua hari disana,harus membuat keduanya memperpanjang masa acting mereka.
Namun dalam hati kecilnya,baik Vano maupun Kia sama sama merasa tak enak dengan semua kebohongan ini.
'Maafkan kia ma,Kia sudah berani membohongi Mama.'
■■■
Hampir saja🍄
Huahhh...writing again guys✏
Untung lagi freeclass,soalnya udah mau mendekat pengayaan.
Hup.....sebùlan lagi PRAKERIN guys😖😖
Semoga prakerin sambil nulis gak bentrok ya😇
Sukabumi 14/11/19
__ADS_1
11.09