
'Kata menyesal tak akan mengubah apa apa,jika tidak diiringi dengan perubahan yang memadai!'
'Leukemia'
Lirihnya pilu ketika mengingat diagnosa doker tentangnya tadi.
Tuhan telah benar benar memberinya balasan saat ini.Balasan yang juga nantinya akan membahayakan bayinya.
FLASHBACK
"Dari hasil pemerikasaan,nona didiagnosa mengalami Leukemia dan carsinoma."
Deg
"Kedua penyakit ganas ini dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi yang sedang nona kandung."lanjut dokter yang hampir baya itu.
"Ta-tapi saya kenapa tidak merasakan gejala gejala apa apa ya dok?"tanya Arin disela sela keterkejutanya.
"Nona sering pendarahan dihidung?"tanya dokter itu.
Arin mengangguk,belakangan ini ia memang mudah mengalami mimisan dihidung.
"Sering demam,mudah lelah,menurunya napsu makan,sakit dibawah tulang rusuk kiri bawah (akibat pembengkakan limfa).Dan masih banyak gejala gejala lainya menyangkut leukemia yang mungkin tidak nona sadari telah terjadi kepada nona."tutur sidokter.
"Lalu,carsinoma dok?"
"Kanker carsinoma adalah kanker yang berkembang dari jaringan kulit atau penyusun dingding organ.Pada kasus nona,nona mengidap Adenocarsinoma yang berkembang dipayudara kiri nona!"jelas sidokter detail.
"Leukemia dan Adenocarsinoma adalah dua penyakit kanker ganas yang menyerang tubuh bagian dalam manusia.Kedua penyakit ganas ini bisa diobati dengan pengobatan berjenis obat,operasi ataupun kemoterapi.
Namun ketiganya dapat memberikan pengaruh buruk untuk bayi yang tengah nona kandung."lanjut sidokter.
FLASHBACK END
Air mata Arin menggenang,salahnya selama ini mengabaikan rasa sakitnya.
Salahnya selama ini hanya peduli akan kesehatan sang suami,tidak denganya.
Mungkin tuhan ingin melihatnya menderita.
Membalas apa yang dulu ia beri kepada Arkia.
Rasa menyesal kini mulai menggerogoti hatinya,seperti saat pertama kali ia mengetahui keguguran yang dialami oleh Arkia.Kini bayinya pun tengah dalam bahaya,akibat dosa dosanya,tuhan memberinya balasan sekarang.
Ia takut,bukan karena hari harinya didunia mulai bisa diukur sekarang,namun ia takut akan kehilangan bayinya.
Mungkin ini juga yang kia alami saat detik detik kehilangan bayinya,pikir Arin.
Ia sedih,bukan karena diagnosa penyakit mematikan yang bersarang ditubuhnya,namun sedih akan ketidak mampuan dirinya untuk menjaga bayinya.
Mungkin ini juga yang dialami kia saat kehilangan bayinya,batin Arin.
Ia menyesal sekarang,telah merenggut kebahagiaan seorang calon ibu sepertinya.
Ia menyesal sekarang,telah menghancurkan kebahagiaà seorang wanita solihah demi egoismenya.
Air matanya kembali luruh,disaat saat seperti ini ia butuh seorang pendamping yang mampu menghiburnya,menemaninya,memberinya kekuatan.
"Dith....kamu dimana? Aku butuh kamu sekarang!"lirihnya sambil berurai air mata.
Jauh disana,disebuah ruangan remang yang bising dengan dentuman musik dari DJ yang terdengar menggebu gebu.
Kepulan asap rokok,bau menyengat dari minuman berkadar alkohol tinggi menjadi ciri khas tempat tersebut.
Tempat privat bagi para petinggi petinggi yang haus akan wanita,lelah akan beratnya hidup,frustasi akan kehidupan.
Disana tempatnya,tempat tersembunyi yang jauh dari jangkauan pihak berwajib.
Yang terkubur dari bumi,tak terendus oleh hewan pemburu,karena ada berlapis lapis pelindung dari para tangan tangan ahli yang menjaganya.
"Kia.....kamu kemana? Ki,aku rindu kamu."racau Vano tak jelas.
"Hoii....udah sana pulang,jangan minum mulu.
Gak lihat tuh binih tua,ehh....muda kamu nelpon mulu!"usir Erick-selaku pemilik tempat tersebut.
"Rick....isi gelas aku lagi,aku masih mau minum!"racau Vano.
"Ck.....udah sana pulang,kamu gak boleh minum terus b*ngs*t.Gak inget demi istri kamu yang sekarang,kamu nyakitin Arkia?"ujar Erick mulai jengah dengan sahabat satunya ini.
Semenjak mengetahui berita tentang kandasnya pernikahan Vano dan Arkia,pria ini menarik dirinya dari Vano.
Seburuk buruk dirinya,ia tak pernah menyakiti wanita yang tak tahu apa apa,apalagi memperkosanya walaupun mereka telah menikah.
__ADS_1
"Pulang sono,nih bini muda loe udah nelpon mulu!"usir Erick.
"Aku masih mau minum!"kekeuh vano.
"Pulang sana b*ngs*t.Gue gak sudi tempat gue diancurin sama loe!"bentak Erick mulai emosi.
"Minum,tambahkan lagi minumanya kegelas saya!"pinta Vano lagi.
BUGH
"Ngeselin tahu gak,pergi sana loe dari tempat gue!"kesal Erick setelah melayangkan tinjuan kearah Vano yang langsung membiatnya tersungkur.
"HEII....PENJAGA,USIR PRIA SIALAN INI!"perintah Erick yang langsung diangguki oleh kedua pria bertubuh kekar dari arah pintu masuk.
Dengan paksa,kedua pria tersebut menyerek paksa tubuh Vano yang hampir limbung.
"Pulang sana,jangan buat onar disini."perintah salah satu badyguard tersebut sambil menendang tubuh Vano.
Dengan tubuh yang lunglai,pria itu berjalan menuju mobil miliknya.Masih dalam keadaan setengah mabuk,pria itu melajukan mobilnya melesat dijalanan.
Langkah pria itu membawanya kesini,ketempat tinggalnya yang pernah menjadi saksi bisu kebrengsekanya.
Disini,ditempat ini ia selalu mengabaikan istrinya,menyakitinya,menggagahinya tanpa perasaan sedikitpun.
Tanganya terulur membuka knop pintu bercat coklat tua tersebut.Dilihatnya,tempat yang yang dulu menjadi tempat istrinya terisak,menyendiri dan kesepian.
Ketika melangkah lebih dalam,aroma lembut khas sang istri tertinggal disana menyambutnya.
Kamar itu masih rapi,seperti dua bulan lalu saat pertama kali ditinggalkan oleh siempunya.Buku buku novel islami miliknya masih tersimpan rapi diatas nakas.
Baju baju longgar dan gamis miliknya masih tertata rapih disana,tak ada yang berkurang sedikitpun karena memang kepergianya tak pernah direncanakan sebelumnya.
Hingga tatapannya menangkap sebuah map coklat diatas nakas.
Tanganya terulur membuka map bersetempel pengadilan agama tetsebut.
Tanganya mulai bergemetar,hatinya memburu,lidahnya pun mulai kelu.
Dibacanya dengan teliti surat dari dalam map coklat tersebut.
Deg
Hatinya teriris,apa yang ditakutkan olehnya selama ini benar benar terjadi.
Arkia menggugat cerai dirinya.
Arkia telah memutuskan hubungan pernikahan mereka,Arkia telah membuangya dari kehidupanya.
Disobeknya dengan marah surat berbubuh paraf Arkia tersebut.
Sampai kapanpun,ia tak akan menceraikan Arkia.
Sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Arkia-nya.
'Ini semua gara gara wanita sialan itu!'batinya memburu.
Semua ini berasal dari satu sumbur,yaitu hubungan affairnya dengan kekasihnya yang terdahulu.
Ini semua kesalahan wanita itu yang datang kembali setelah lima tahun dan mengobrak abrik hatinya.
Ini salahnya yang juga tergoda dengan buayan cinta dari masa lalu.
Dengan napas memburu dan setengah mabuk,pria itu melajukan mobilnya dengan cepat.
Dalam pikiranya hanya ada satu subyek,yaitu istri keduanya Arin.
'Ini semua gara gara kamu,Arin!'batin Vano marah.
Hatinya hancur ketika menerima kenyataan bahwa Arkia meñggugat cerainya.
Dalam keadaan hancur dan kalap itu,membawanya kedalam kondisi diluar batas.
Dipacunya dengan kecepatan diatas rata rata mobil SUV nya,sehingga ketika ditikungan jalan ia tak bisa mengendalikan laju mobilnya yang berpapasan dengan truk yang memuat bahan bakar minyak milik P*RT*M*NA.
Hingga kejadian tragis itu tak bisa dihindari lagi,demi menģhindari mobil bermuatan tanki bahan bakar tersebut,vano membanting setirnya kekanan untuk menghindar.Namunya bukan selamat,mobiĺ yang ditumpangi Vano malah ringsek tak berupa karena menabrak pembatas jalan dan terbalik disana.
Didetik detik akhir kesadaranya,pria itu metihkan air matanya.Bukan hanya sakit yang luar biasa yang tengah menjalari seluruh tubuhnya,namun besarnya penyesalan yang tengah menghimpit dadanya,hingga menyesakkan dadanya.
'Maaf....maafkan aku Arkia."gumamnya pelan dengan air mata yang masih mengalir dikelopak matanya yang mulai meredup.
'Maafkan aku Arkia.....Aku,men..cintaimu Arkia.'gumamnýa diakhir kesadaranya.
Hingga rasa sakit dari berbagai luka itu merenggut kesadaranya.
__ADS_1
●●●
"Mas Vano....."panggil wanita berkhìmar instan berwarna hitam itu dalam tidurnya.
"Mas vano,mass...."ucapnya yang langsung membangunkan dirinya dari tidurnya.
"Astagfirullahaladzim.Mimpi apa barusan?"gumamnya cemas,peluh membanjiri tubuhnya.
Baru saja ia terbangun dari mimpi buruknya tentang kecelakaan maut yang merenggut nyawa Vano.
Diliriknya jam diatas nakas,pukul 21.30 malam waktu Ankara yang berarti jika di Jakarta pukul 00.30 malam.
"Mimpi buruk apa barusan ya Allah? Semoga saja dia baik baik saja disana." batin Kia cemas.
Hatinya entah mengapa tak enak setelah mendapat mimpi buruk tersebut,seakan akan melalui mimpi Allah telah memberinya firasat buruk.
Dengan hati yang gundah tersebut,Kia memutuskan untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat tahajud,shalat sunnah selepas bangun tidur.
"Ya Allah,y-Rabb,apapun yang terjadi denganya disana,lindungilah dia dari mara bahaya apapun.
Ampuni dosa dosanya,walaupun begitu banyak dosa yang telah diperbuatnya.Dia memang pernah menorehkan banyak luka dihati hambamu ini,namun dia tetaplah pria yang hamba cintai yang tak luput dari dosa,dan ayah dari bayiku kelak.
Aku sudah memafkanya Ya-Allah,aku sudah mengikhlaskanya.Lindungilah dia,apapun yang tengah terjadi kepadanya disana.
Amiin,Amiin ya mujibassyailin."
Doanya dipenutup curahan hatinya kepada sang ilahhi Robby.Kepada-Nya Kia memohon,meminta dan mencurahkan segala keluh kesahnya.
Karena dia tahu Allah maha mendengar,maha melihat,lagi maha pengampun.
Oleh karena itu hanya kepada-Nya Kia berdoa dan bersujud,seberat apapun ujian yang diterimanya.
'Kamu doain abi juga dari dalam sana ya malaikat umi,semoga abi kamu baik baik saja disana!'gumanya lembut sambil mengusap perut datarnya yang mulai membuncit.
Ini sudah tiga bulan berlalu,selama itu juga Kia sudah menetap disini,dikota kelahiran sang abi,Ankara-Turki.
Dan selama itu pula Kia mencoba ikhlas dan melupakan semua tentang pria itu.
Namun melupakan orang yang dicintai itu memang tak semudah membalik tangan.
Semuanya butuh proses dan waktu yang tak terkira lamanya.
Selama proses itu berlangsung,Kia akan menjalaninya dengan iklhas tanpa bayang bayang masa lalu.Dia akan hidup bahagia dengan anaknya kelak,kekuatanya untuk melawan kerasnya kehidupan.
@@@
"Mas radith...."panggil wanita berpakaian rumah sakit tersebut.
Sambil menahan beban diperut buncitnya,wanita itu dengan sekuat tenaga mendorong tiang infusnya.
Lima menit yang lalu,ia mendapat telpon dari rumah sakit jika Vano mengalami kecelakaan.
Dengan terpongoh pongoh,wanita itu memasuki ruangan tempat suaminya dirawat.
Kakinya gemetar seketika,tubuhnya lemas.
Air matanya sudah tumpah ruah tak karuan ketika dilihatnya kain putih menutupi sesosok manusia diatas brangkar.
Dari kain putih itu terlihat darah segar mengalir,menyebarkan bau amis yang menyengat.
Dunianya runtuh seketika,bumi tempatnya berpijak terasa roboh ketika mendapati kenyataan ini.
"Mas....Radithh!"panggilnya terisak.
●●●
Huahhh.....siapa tuh😢😢
Vano meninggalkah??
Ayo menurut kalian itu Vano atau bukan??
Jawab ya guys??
Ini khusus buat malam minggu,biar penasaran😋😋
Soalnya senin aku udah UAS(Ujian Akhir Semester) jd sulit buat update tiap hari,makanya yang sabar ya nunggu up😊😊
Jangan lupa dukunganya ya readers☺☺
Selamat malam minggu bagi para singel seperti Ana😂
Sukabumi 30/11/19
__ADS_1
21.56