
'Aku mencintaimu bukan karena keegoisan atau paksaan,tapi karena keihlasan'
*Saylandra Khumaira Netra
Sayla,begitu orang orang akrab menyapaku.
Aku putri tunggal dari dua bersaudara.
Kakakku Nalandra Kala Narendra,pria tampan yang berprofesi sebagai pilot di maskapai tempatku mengabdi.
Hari ini,aku berjanji untuk menemani bang Rendra-panggilan akrabku untuknya.
Untuk menghadiri pernikahan salah satu teman SMA nya.
Aku dan bang Rendra memang terpaut usia cukup jauh,sekitar 5 tahun.
Dulu,semasa bang Rendra SMA,aku pernah jatuh cinta kepada salah satu kawanya.
Seingatku,dulu aku baru kelas 2 SMP.Gadis mungil berwajah orintal yang suka memakai kacamata bulat.Ayahku memang orang eropa,namun aku cenderung mewarisi gen mama yang notabenenya orang indonesia.Sedangkan bang Rendra mewarisi hampir separuh ketampanan papa.
Tak jarang orang orang menganggap kami tak memiliki ikatan darah sedikitpun.Perbedaan kami yang begitu kontras adalah warna mata kami.Jika bang Rendra bermata coklat bening,manik milikku cenderung lebih gelap dan lebih bulat sempurna.
Tak ayal,sejak SMA bang Rendra banyak digandrungi oleh teman gadis sebayanya.
Seingatku,dulu teman bermain abang semasa SMA ada 3 orang laki laki dan seorang gadis cantik berhijab,yang namanya kuingat.....kak Kia.
Dari jaman SMA,teman teman bang Rendra itu selalu main kerumah jika weekend.
Apalagi kak entahlah,aku lupa lagi namanya.
Yang kuingat,sikakak tampan itu selalu tersenyum manis setiap kali bertemu denganku.Tak jarang dia datang dari pagi hari menggunakan sepedanya,hingga menjelang sore.
Pribadinya yang terlihat selalu tenang dan ramah,ternyata lama kelamaan mampu mencuri hatiku.Pemuda tampan bermanik coklat yang setiap sore diakhir minggu datang kerumah,hanya untuk meminta bang Rendra menemaninya keperpustakaan kota.
Kecintaanku padanya terus tumbuh seiring dengan berjalanya waktu.Namun,dipenghujung kelulusan,aku dihadapkan dengan dua kenyataan pahit sekaligus dalam satu keadaan.
Pertama,pemuda tampan yang berhasil memikat hatiku itu ternyata akan melanjutkan kuliahnya diluar negri.Pupus sudah harapanku untuk PDK-an denganya kala itu.
Kedua,ternyata selama ini bang Dimas,kakak tampan yang kini kuingat namanya,ternyata jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri-kak Kia.
Sejak dulu,sudah menjadi rahasia umum jika kak Kia banyak digandrungi lelaki.Selain cantik,kak Kia juga pribadi yang baik hati dan gadis yang pandai.Hancur sudah peluangku untuk bersaing dengan perempuan modelan kak Kia,yang hampir mendekati kriteria sempurna tersebut.
Sampai bang Dimas pergi menempuh bangku kuliahnya diluar negri pun,aku tak pernah mengutarakan perasaanku padanya.Dalam hati,aku sudah berniat untuk mengubur cintaku sedalam mungkin.
Semenjak itu,aku mencoba mengesampingkan perasaanku.Aku memilih melanjutkan pendidikanku mengikuti jejak abangku,di dunia penerbangan.
Jika bang Rendra memilih menjadi pilot,aku lebih menjadi pramugari.Bertemu dan bercengkrama dengan orang berbeda beda setial harinya,nyatanya mampu membuatnku bahagia tersendiri.
Bagiku dunia penerbangan itu adalah rumah keduaku,kami terbang.Hinggap di satu negara ke negara lainya.Bertemu dengan orang orang baru tiap harinya.
Hidupku kembali bèrwarna,setelah tiga tahun suram tanpa semangat.Ini sudah tahun ketigaku bekerja di maskapai yang sama dengan abang,karena hari ini aku sudah janji menemaninya,aku meng-iyakan saja tawaranya pergi,padahal kami baru tiba di bandara soekarno hatta.
Alhasil,kami berdua pergi kepernikahan tersebut masih menggunakan pakaian formal maskapai.
Kalau tidak salah,yang menikah ini namanya bang Bara,salah satu teman dekat bang Rendra selain bang Dimas.
Dipelaminan sana,berdiri sepasang pengantin yang terlihat amat bahagia.
Bang Bara kelihatan tampan dengan pakaian formalnya.Disampingnya ada mempelai wanita yang terlihat cantik dengan gauh pengantin syar'i nya.
Terkadang aku juga merasa iri melihat pasangan yang begitu terlihat bahagia,seakan akan dunia hanya milik mereka berdua dengan segenap kebahagiaan yang mereka miliki.
Apalah daya dengan diriķu yang sampai saat ini masih menyandang status jomblo pisabilillah😔
Diusiaku yang sudah mulai memasuki usia 26 tahun,aku belum pernah sekalipun berpacaran.
Whattt😲😲
Ya,aku memang pantas disebut perawan lapuk.Ya bagaimana lagi,semenjak insiden kandasnya cinta pertamaku yang mengenaskan kala itu,aku lebih memilih fokus terhadap study dan karier ku didunia penerbangan,khususnya bidang pramugari.
Ketika tengah jenuh menunggu bang Rendra,entah mengapa diriku begitu tertarik untuk mendekati seorang pria berpakaian formal yang tengah menggendong putrinya yang tengah rewel.
Aku ini memang tipe perempuan yang suka gemas sendiri lihat anak orang rewel.
Entah mengapa,sifat keibuanku selalu timbul jika didekatkan dengan yang namanya bayi dan anak anak.
Aku bahkan sering membayangkan bagaimana gemasnya jika aku bisa mengurusi mereka tiap hari.Sungguh,yang namanya bayi dan anak anak itu benar benar membawa mood baik tersendiri untukku.
"Mau itu dii....hiks"
Rengekan balita perempuan itu sungguh membuatku greget sendiri.Ingin sekali aku segera menghampirinya,lalu mengendongka agar dapat aku tenangkan.
"Cup...cup sayang,iya iya....Aurra mau apa?"
Nah nahh...itu bapaknya akhirnya mau gendong sidedeknya.Aku pikir itu sih pasti ayahnya,siapun pasti bisa meyakini itu dengan sekali lihat.
Tapi,walaupun sudah digendong,sidedek masih tetap menangis.Bikin aku gereget sendiri,apa lagi pas aku lihat manik hazel cantiknya yang berair tersebut menatapku.
Ya Allah,Ya Rabby,cantik sekalihh.
Subhanallah,nyidam apa mak nya dulu,anaknya sampai sampai cantik begini.
Tapi sayang,dia malah nangis.Bapaknya gak bisa nenangin apa gimana sih?
Aku jadi emosi sendiri lihatnya.
"Ehh....dedek cantik mau ini ya!"
Ucapku akhirnya,greget sih akunya.
"Dididi....Aulla mau itu.....mau itu dii...."
Celoteh sikecil sambil meronta ronta dipangkuan ayahnya.
"Eh-"
"Iya,adek cantik mau ini ya?"
Kataku pelan sambil memberikan lolipop tersebut.
"Putrinya cantik sekali pak,pasti ibunya juga cantik!" Pujiku,sambil memainkan rambut hitam agak kecoklatanya.
"Istri saya sudah meninggal."
__ADS_1
Deg
Suara ini sepertinya familiar,tapi suara siapa ya?
Perlahan tapi pasti kuberanikn untuk menatapnya,dan ketika manik coklat kami saling bertemu pandang.
Deg
Aku hafal pemilik manik coklat gelap ini.
Dia,pemuda tampan yang dulu selalu main kerumahku saat weekend tiba.
Dia....cinta pertamaku,lelaki yang membuatku patah hati dulu.Tapi kini,lihatlah dirinya.Berdiri dengan gagahnya,masih tampan seperti dulu.Ahh ralat,lebih tampan malah.
Tapi kutepis sejauh mungkin semua rasa yang dulu pernah hinggap.Lihatlah dirinya kini,tampan,mapan,mempesona,dan yang terpenting adalah dia sudah beristri.Walaupun dia bilang istrinya sudah meninggal.
A-apa dia bilang tadi? Istrinya sudah meninggal?
HAH
innalilahi rojiuun
Terus,dia ceritanya sekarang single parent gitu?
Hot daddy dong,apa perfect daddy?
Oalahhh,kok aku jadi salting begini,Astagfirullahaladzim sayla ada apa dengan dirimu ini.
Ok sayla,tenangkan dirimu okay.Aku tahu aku dulu sempat tergila gila akan pesonanya,sampai sampai kamu sulit move on hingga kini.Tapiii....sekarang ini sudah berbeda.Ini sudah lebih dari 11 tahun.
Kamu bisa sayla,kamu tunjukan kepada dirimu sendiri jika kamu berhasil move on selama ini darinya.
Tarik napas,buang.
Tarik napas,buang.
Ok relax,sekarang bertingkahlah seperti biasa sayla.Berbicaralah layaknya seperti berbicara kepada orang asing yang kamu temui selama berada didalam pesawat.
Kamu pasti bisa sayla,c'mon.
"Ahh....saya minta maaf,dan saya juga turut berduka atas meninggalnya istri bapak."
Ucapku akhirnya,se-natural mungkin.
"Pelukk....pelukkk"
Ronta sidedek kecil,sambil mengangkatkan tanganya tinggi keudara.
"Pelukk mamm.....pelukkk"
Celotehnya lagi.
"Aurra mau apa sayang?"
Bingung bang Dimas.
Aku tahu,dari ekspresinyà,bang Dimas ini kebingungan dengan celotehan putri cantiknya.Padahal dedeknya mau dipeluk loh.
"Aurra mau apa sayang? Didi tidak mengerti!"
Dan itu kearahku.
Deg
"Pelukk....mam..pelukkk"
Deg
Aku hanya berdiri mematung ditempat,sambil tersenyum se-natural mungkin.Padahal hatiku dag dig dug tak karuan.
"Mungkin,putrinya mau saya gendong pak!"
Lirihku,takut takut.
Ishh,dasar bibir emberr.Bisa bisanya bicara gak tahu sikon,ya Rabb.
"Hmm..."
"Pelukk....pelluuk..."
Celoteh si dedek lagi,sambil menggapai gapai diriku.Benarkan,dia menggapai gapai diriku?
"Apà tidak merepotkan?"
Lirih bang Dimas,sambil melirik kearahku sejenak.
Deg
Ya Allah,sumpah bang Dimas masih ganteng banget.Subhanallah,ini mah kesemsem lagi aku sama pesonanya.Mana bisa move on aku,yang ada move on selama bertahun tahunpun sia sia jadinya.
Aku akhirnya memilih menggeleng,sambil merentangkan tanganku kembali untuk menyambut sidedek kecil kedalam pelukanku.
Awalnya aku takut balita cantik bermanik hazel itu akan menangis.Namun,nyatanya balita cantik tersebut begitu antusias kala berada dalam gendonganku.Entah mengapa,akupun begitu nyaman ketika menggendonya.Balita cantik bermanik hazel yang entah mengapa,seakan akan memberiku ikatan batin tersendiri.
Entah memang perasaanku apa memang aku yang salting.Tapi kurasa sedari tadi Bang Dimas seperti menatapku secara intens,ah entahlah.
"Say,aku udah cari kamu dari tadi.Ehh....taunyà ada disini!"
Ucap bang Rendra yang tiba tiba hadir disisiku.
Terimakasih bang,karena datang diwaktu yang tepat.Pokoknya love you bang😙
Karena si Adek bayi yang tadi kudengar namanya Aurra sudah tertidur,akupun menyerahkanya kembali kepada bang Dimas.
Kami pun pamit undur diri.Dari yang kulihat,bang Rendra tak menyapa bang Dimas.Bang Dimas juga seperti tidak mengenal bang Rendra.
Hah,ada apa sebenarnya ini?
Masa sesama sahabat SMA saling melupakan sih?
Kok aku jadi heran sendiri.
Ku simpan beribu pertanyaan tentang ke-cuekan duo sahabat ini.Yang terpenting bagiku saat ini adalah,menenangkan spot jantungku yang sudah mengila sejak tadi.
__ADS_1
Pokoknya ini sih kayak maraton berapa kilo gitu.Dag dig dug gvak karuan.
Kupikir semenjak hari itu,aku tak akan perna lagi menemuinya.Tak pernah lagi bertemu dengan putri cantiknya.Dengan begitu juga,aku akan mudah melupakan dirinya.Melupakan segala cintaku yang dulu sempat kupendam,kini terasa bangkit kembali.
Namun,ternyata aku salah.
Aku salah soal bisa melupakanya dengan mudah.Nyatanya,dia selalu gencar datang kedalam mimpiku.Dia sering membuatku terbangun dipagi pagi buta sambil menangis.
Katakanlah aku bodoh,mengapa aku bisa bertahan hanya untuk mencintai satu orang pria lebih dari 11 tahun lamanya.
Ku coba sekuat tenaga untuk melupakanya,menjauhkan dirinya dari dalam otakku,namun nihil.Dia selalu dataang bagaikan bunga mimpi wajib disetiap tidurku.
Hingga Allah mempertemukan kita kembali,aku akhirnya memilih untuk menyerah.
Menyerah dari menutupi perasaanku.
Aku akan kembali bejuang,memperjuangkan perjuangan yang dulu belum sempat aku proklamasikan.Sekarang aku tak peduli lagi,akan statusnya,keadaanya,atau apalah yang ada dalam dirinya.Yang aku yakini hanya satu,aku mencintainya,dan aku menerima dia dengan segala kekuranganya.
Dengan segala kekurangan atau kelebihan yang ada pada dirimu.Biarkan aku berjuang untuk kali ini saja,setidaknya aku masih punya satu kali kesempatan untuk mengutarakan perasaanku.
Bang Dimas,I want you.
*Authoor Pov
"BANG DIMAS BARACK ALHAIDAN MAU TIDAK JADI SUAMI AKU?"
Dimas maupun Risma dibuat mengangah,oleh lamaran yang terlontar begitu saja dari bibir perempuan cantik dihadapan mereka.
"Anda,apa yang baru saja anda bicarakan nona? Mungkin anda salah orang."
Sangkal Dimas sambil hendak berlalu,meninggalkan perempan berseragam pramugari tersebut.
"Tapi aku kenal abang!"
Cegah perempuan cantik tersebut.
"Maaf,tapi saya tidak mengenal anda,nona."
Sangkal Dimas datar.
Karena perdebatan keduanya terjadi tidak jauh dari pintu kedatangan penumpang,tak ayal jika saat ini banyak yang tengah menonton perdebatan antara keduanya.
"Tapi bang ini,saya-"
"Saya tidak mengenal kamu.Jadi tolong jangan menganggu saya,saya sedang terburu buru."
Kata Dimas dingin,sambil mengintruksi Risma untuk segera berlalu denganya.
Deg
"Bang Dimas...."
Lirih perempuan cantik tersebut-Sayla.
Tak terasa,akibat dari kata dingin yang dilontarkan Dimas,nyatanya mampu memancing bulir bulir air mata dari manik coklat gelapnya.
Pluk
"Dia adik saya Dimas,gadis kelas 2 SMP yang dulu pernah saya ceritakan."
Langkah kaki Dimas berhenti seketika,ketika mendenģar suara bas yang familiar ditelinganya itu berujar.
"Dia gadis SMP yang masih sama seperti dulu,mencintai satu orang pria bertahun tahun lamanya."
Bahu Dimas mulai melemas seketika.Lain dengan luruhan air mata Sayla yang makin menjadi.
"Dia gadis SMP yang kini menjelma menjadi seorang perempuan hebat,yang masih mencintai pria datar seperti dirimu Bapak Dokter Dimas Barack Alhaidan yang terhormat."
Lanjut Rendra.
Kini giliran Risma yang nampak penasaran,menatap secara bergantian kearah sang putra yang mulai memperlihatkan perubahan ekspresi di wajahnya.
"Dia,Saylandra Khumaira Netra.Perempuan yang masih mengharapkan cintamu hingga kini."
-
'Sayla'
Batinya meremang.
TBC
@@@
Hoalahhh😴😴.....ada yang mau komentar gak buat part ini?
Cung cung yang galauuu🙋
Yang penasaran abisss.....
Yang mau lanjuuut....
Yang gak suķaaaaa
Cuss,dikomen lahhh😄😄
Selamat malming guyys😄😄
Bagi aku sih malming gak malming ya,samaa.
Nulis,tugas buat laporan sama sidang.
Uďh gitu ajah😅😅
Wokee,makacihhh buat readerss setia yang masih setia nunggu update.
Pokoknya aku senang sekalih karyaku ini bisa diterima sama banyak readerss.
Ok,gitu aja dulu ya buat malming ini.
Sampai jumpa di part sejanjutnya🤗🤗
Sukabumi 07/03/20
__ADS_1
22:10😪😪