
'Aku tak tahu perasaan apa ini.Yang kutahu,kamu adalah milikku,jiwa dan ragamu milikku,tak akan ada seorangpun yang boleh menyentuhmu,kecuali aku.'
~Keevano Radityan Khutbi~
Pagi,seorang pria yang terlihat keletihan itu tengah terburu buru menancap gas mobilnya.Subuh tadi dia langsung memesan tiket untuk penerbangan ke-Jakarta,yang dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju bandung.
Ia bukan ingin menemui istrinya yang tengah terbaring dirumah sakit,namun yang ia ingin temui adalah ayahnya.
Demi posisinya,sekarang ini posisi kia semakin jauh dari kata perioritas.
"Assalamualaikum."
Ucapnya ketika memasuki rumah megah milik orang tuanya.
"Masih ingat pulang kamu rupanya?"sindir sang papa yang berdiri menjulang didepan sana.
"Pa,vano-"
"Ikut papa,kita bicara diruang kerja papa!"ucap ayah Vano datar.
Pria berusia 28 tahun itu mengangguk,lalu berjalan mengikuti sang papa.
***
Rasa bosan tengah melanda gadis berbaju pasien berwarna pink dengan kerudung instan berwarna senada itu.
Tidak ada yang menemaninya saat ini.
Ezka sedang pergi kekampus,begitu juga dengan Bara,Renata dan juga Ana.
Sedangkan umi Kia,pulang untuk mengambil beberapa keperluan Kia,sekalian membawa baju kotor Kia.
Tadinya,Silvia-mama vano yang menjaga Kia.Namun berhubung Silvia ada keperluan mendadak,kini Kia kembali sendirian.
"Kok....tiba tiba,jadi pingin martabak pandan ya?"gumam Kia.
Entah mengapa,akhir akhir ini Kia jadi sering ingin makan makanan yang belum pernah ia makan sama sekali.
Terkadang Kia juga bingung dengan dirinya sendiri.
To Ezkaš
Assalamualaikum.Ka
To Ezkaš
Ka,kamu lagi ngapain?
To Ezkaš
Ishš.....baca dong ka??
To Ezkaš
Ka,aku tiba tiba pingin makan martabak pandan.Kamu bisa beliin gak pas pulang ngampus nanti??
To Ezkaš
Kalau gak bisa juga gak papa dehšš
Ezkaš
Iya ki,nanti aku beliin martabak pandanya pulang ngampus.
To Ezkaš
BeneranšÆšÆ
Ezkaš
Iya princess.
Kia tersenyum sumringah saat membaca balasan chat dari adik kembarnya.
Ketika senyumnya masih mengembang,suara decitan pintu yang terbuka membuat pandanganya langsung tertuju kerah sana.
Senyumanya langsung sirna,saat seorang pria yang tinggi menjulang berdiri diambang pintu sana.
Manik mereka saling bertemu,beradu pandang.Dengan langkah besarnya,pria berjambul hitam itu mendekat kearah brangkar Kia.
"Bagaimana keadaan kamu?"tanyanya dingin dan datar.
Hati Kia menciut,bukan ini yang ia harapkan.
Setelah sebulan lebih tak berlalu,lihatlah pria itu dengan gaya datar khasnya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Alhamdulillah,Sudah lebih baik mas."jawab Kia tulus.
Kia tak pernah bisa berharap lagi,semenjak hatinya berulang kali diluluh lantahkan oleh penghianatan yang dibuat oleh pria dihadapanya ini.
Namun untuk lepas dari pria ini pun,Kia harus menunggu empat bulan lebih untuk mencapai waktu yang cukup yaitu satu tahun sesuai perjanjian pra nikah yang telah mereka sepakati.Lebih tepatnya perjanjian yang telah Vano buat.
"Setelah keluar dari rumah sakit,kamu pulang kerumah saya.Jangan pulang kerumah orang tua kamu."
Katanya dingin.
Deg
"Tapi Kia_"
"Saya tidak menerima penolakan.Kamu masih istri saya,jadi kamu harus mematuhi perintah saya!" katanya.
Bukanya kia mau membangkang,pasalnya ketika kembali keapartemen itu,kia selalu dibayang bayangi tragedi laknat yang terjadi satu bulan yang lalu.
"Assalamualikum Fira!"ucap suara bass berat itu,sambil diiringi kemunculan seorang pria tampan dengan kantong kresek hitam ditanganya itu.
"Waalaikumsalam.Kak Bara!"panggil Kia antusias.
Bukan apa apa,berlama lama dengan pria berwajah dingin ini membuat hati kia tak nyaman.
__ADS_1
Manik elang milik gara menatap pria yang berdiri dengan gagahnya disamping sang istri sejenak.Lalu,tatapanya kembali beralih kepada Kia yang seakan akan mengirimkan sinyal SOS kepadanya.
"Ezka mana kak,kakak datang sendiri?"tanya Kia memulai pembicaraan.
Pria Äengan jaket bomber yang membalut apik tubuh gagahnya.Senyuman kecilnya mengembang,sambil berjalan mendekat kearah Kia.
"Ezka katanya masih ada urusan urgent dikampus,jadi aku datang lebih awal.Dan.....dia nitip ini,katanya buat kakakku cantik yang lagi pengen martabak pandan kayak ibu ibu lagi ngidam."ucap Bara dengan nada menggodanya.
Yang langsung dijawab dengan senyuman manis Kia yang mengembang dibibir pucatnya.
Tentu pemandangan itu membuat Vano muak.
'Apa apaan ini,kenapa hal sekecil itu saja harus pria sialan ini yang membelikannya?'batinya kesal.
"Nih.....pesanan princess Arkia.Martabak pandan dekat kampus kita tercinta!"lanjut bara dengan senyuman ramahnya,saat menyodorkan box berisi martabak yang menggugah selera Kia tersebut.
"Makasih kak Bara,maaf ya kia jadi ngerepotin."kata Kia sambil menerima martabak tersebut.
"Gak kok,apanya yang ngerepotin.Selama Ezka gak bisa menuhin keinginan kamu,aku selalu siap buat menuhin semua keinginan kamu."
'Hey....hey....saya suaminya disini!'batin Vano ingin berteriak.
"Terimakasih kak Bara!"
Keadaan kembali hening,hanya ada suara suara riang Kia yang tengah menikmati martabak pesananya.Semenjak sakit,Kia memang merasa nafsu makanya semakin meningkat.
Melihat kia yang begitu menikmati martabak dalam genggamanya,membuat Vano meneguk salivanya.
Martabak pandan adalah salah satu makan favoritnya,selain bubur manado dan sup jagung yang selalu dimintanya pada sang mama ketika pulang kerumah.
"Mas Vano mau?"tanya Kia tiba tiba,seakan akan tahu apa yang tengah diinginkan Vano.
"Tidak."tolak vano.
Gengsi lah cuyy.....mau disimpan dimana muka seorang Keevano.
Bara terkekeh geli melihat raut muka Vano,ternyata niat untuk membuat pria itu cemburu berhasil juga.
"Ish.....kenapa sih,makanya belepotan gini fi,kebiasaan!"ujar Bara sambil menyeka sudut bibir Kia,yang terdapat noda dari saus coklat menggunakan tisu.
Shith
Umpat Vano tertahan.
'Dia istri gue sialan....!'kesal Vano tertahan.
Ingin sekali ia menyingkirkan tangan pria itu,namun tubuhnya seakan akan tak sejalan dengan hatinya.
Tubuhnya mematung,bibirnya kelu dengan hati yang memburu.
Mungkinkah dia cemburu?
'Ah.....tidak mungkin!'batin Vano mengelak.
Derrt
Derrt
Derrt
My Arinš
"Kenapa gak diangkat mas?"tanya Kia.
"Ini telpon dari perusahaan.Saya harus pergi sekarang!"jawabnya meyakinkan.
"Mas harus pergi sekarang?"ulang Kia.
"Hm"
"Kalau begitu apa yang mas tunggu,kalau itu penting Kia gak papa ditinggal!"senyum tulus Kia mengembang.
Deg
Hati Vano berdetsir,hatinya menghangat saat mendengar pengertiaan dari sang istri yang tak pernah dianggapnya itu.
'Ck....terpesona dia.Baru sadar apa punya istri kayak malaikat!'batin Bara.
"Kalau begitu saya pergi."ucapnya datar.
Kia mengangguk sambil tersenyum,padahal hatinya lara.Ia tahu jika itu bukan telpon dari kantor,melainkan dari kekasih suaminya.
Baru dua langkah,lalu pria itu kembali berbalik kearah Kia.
"Mas,ada apa? Ada yang ketinggalan ya?"tanya Kia.
Pria itu tersenyum kecil nan tipis,"iya,ada ýang ketinggalan!"sambungnya.
Membuat Kia maupun Bara menyerngit bingung.
"Ini_
Ucapnya terpotong,dan
Cup
.....yang tertinggal!" Lanjutnya sambil tersenyum tipis.
Deg
Deg
Itu bukan jantung Kia saja yang berdebar tak karuan,tapi jantung Vano juga.
Niat bikin baper,malah kebaperan juga.
'Ck....malah baper gue!'batin vano kesal.
"Aku berangkat.Assalamualaikum."
__ADS_1
Ucap Vano setelah mengecup dahi sang istri singkat.Tak tahal rasanya jika berlama lama disana,bisa kena Aritmia mendadak dia.
"Wa_alaikum_salam!"jawab Kia gugup.
Untuk sejenak hati Kia menghangat,selama lima bulan hampir enam bulan menikah,pria itu tak pernah bersikap romantis seperti tadi.
"Ekhem"deham Bara yang merasa keberadaanya terasa astral disana.
"Kak_Bara....kakak masih_disini?"
'What....pertanyaan macam apa itu?'batin Bara.
"Iya,dari tadi kok!"ucap Bara yang langsung membuat Kia blushing.
Rasanya Kia ingin menghilang dari bumi sekarang juga,saking malunya.
***
"Kia...."sapaan lembut itu,berasal dari wanita yang tengah berdiri diambang pintu sambil menjinjing parsel buah.
"Mbak Arin!"antusias Kia.
Lima menit yang lalu,Bara pamit untuk pulang karena mamanya minta diantar ke Solo.Sehingga Kini Kia sendirian lagi diruang rawat inapnya.
"Kamu sudah lebih baikan ki?"tanya wanita cantik berdress maroon tersebut.
Kia tersenyum lembut.
"Alhamdulillah,aku udah lebih baikan mbak.Mbak sama babynya sendiri gimana kabarnya?"
"Aku baik,babynya juga baik."jawabnya sambil mengelus elus perut buncinya yang mulai kentara,sayang.
"Kedatangan aku kesini mau jenguk kamu,aku dengar dari karyawan resto yang deket sama kamu,katanya kamu masuk Rumah sakit.Kamu sakit apa sih ki?"tanyanya cemas.
"Kia cuma kecapean kok mbak!"jawab Kia.
"Oh gitu...semoga kamu cepat sembuh ya ki." Doanya.
"Iya,Amiiin.Makasih buat doanya ya mbak!"
"Hm...Saya juga sekalian mau ngasih ini Ki!"ucapnya sambil menyodorkan benda berwarna silver bergaris emas dengan logo
Rā”A yang dicetak dengan tinta emas tersebut.
"Undangan?"bingung Kia sambil menerima benda tersebut.
"Iya ki,seminggu lagi aku sama Radith bakal ngadain resepsi pernikahan kami,sambil mengumumkan kehamilanku!"nadanya terpancarÄ·an keahagiaan yang amat membuncah disana.
"Alhamdulillah,selamat ya mbak.Kia juga jadi ikut senang."ucap Kia tulus.
"Iya ki.Aku juga sangat senang,ternyata Radith memenuhi perkataanya.Kami menikah dua bulan lalu,saat dia tahu aku sedang mengandung darah daginya."celotehnya gembira.
Kia yang mendengar itu juga turut bahagia,bagaimanapun Arin sudah seperti kakanya sendiri.Jadi sudah sepatutnya ia ikut bahagia.
"Pokoknya kamu harus datang ya ki,HARUS!!"pintanya keukeh.
"Insaallah,iya mbak Kia bakal datang!"jawab Kia.
**
"Ki......"panggil Ezka terburu buru.
"Ada apa ka?"tanya Kia bingung saat melihat adik kembarnya itu seperti tengah mencemaskan sesuatu.
"Ah tidak ada!!"elak Ezka.
Padahal dia takut jika kedua manusia laknat itu menyakiti kakaknya,lagi.
Mungkin kalian bertanya tanya kenapa Ezka bisa sampai tahu tentang kedatangan mereka?
Karena selama dia pergi,ezka meminta temanya yang bekerja sebagai perawat utuk melaporkan siapa saja yang menjenguk kia,termasuk juga Vano dan istri keduanya.
"Kamu udah minum obat ki?"tanya ezka mengalihkan pembicaraan.
"Udah."
"Kalau gitu kamu istirahat ya!"
"Iya ka!"
Setelah yakin Kia terlelap dengan nyaman,perhatian Ezka teralih pada benda persegi berwana silver tersebut.
Tanganya terulur,lalu matanya terbelalak saat melihat nama yang tercetak disana.
Dengan kuat diremasnya undangan mewah tersebut,yang berakhir ditong sampah.
'Berani benarinya kalian nyakitin Kia,lagi.' batin Ezka memburu.
Sampai kapanpun,ezka tak akan membiarkan Kia disakiti lagi.
Tidak Akan pernah!!
ā”ā”ā”ā”
Disakiti,lagiā
Huahh......Dezka at the Guardian.
Huh....untung ada malaikat penjaga seperti ezka.
Gimana,doble updatenya???
Masih mau lanjut???
Jangan lupa vote,like,komen dan bantu share yašš
Biar novel 'bukan salah khitbah' bisa dapat ranting yang bagus.
Sukabumi 27/11/19
__ADS_1
07:03