Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Baby Twins


__ADS_3

'Subhanallah,semua hubungan selalu pada poros yang telah ditentukan oleh-Nya.'


>>>Keevan'Ar Radityan Az-zzioi<<<


>>>Lunarsya Azzahra Az-zzioi<<<


**


Sinar hangat sang surya,nampak muncul malu malu dari celai tirai.Cerahnya langit pagi ini,menyambut seorang wanita cantik berpakaian syar'i yang tengah kerepotan membawa stoller bayi kembar tersebut.


Di negara Ottoman ini,ia kembali melahirkan putra putrinya.Karena urusan pekerjaan sang suamilah-kini ia dan keluarga kecilnya resmi menetap di sana.Apartemen yang dulu sempat mereka tinggali,kini mereka telah tinggalkan.


Semua itu karena permintaan sang suami.Ia berdalih,akan tidak baik jika putra putrinya tumbuh dan berkembang di apartemen,perkembangan sosial mereka pasti akan terbatasi.Oleh karena itu,mereka memilih pindah.Membeli sebidang tanah yang tidak bisa dikatakan kecil.


Hamparan laut biru nan jernih,tersaji tatkala pintu teras belakang rumah megah mereka dibuka.Kini letak rumah mereka jauh dari keramaian kota,tetapi masih saja ramai dengan penduduk asli ataupun pelancong.Entah berapa kocek yang dihabiskan untuk membeli tanah yang masih masuk ke jajaran pesisir pantai Florulya.


Salah satu pantai tertua dan terpopuler di Instanbul.Hamparan samdra yang selalu tersaji dengan keindahanya,menjadi rumah baru yang nyaman juga menyenangkan bagi keluarga kecil mereka.


Oeeekk


Oeeekk


"Subhanallah,cuacanya cerah ya sayang."


Ungkap pelan wanita cantik berhijab peach calm tersebut.


Oeeekk


Oeeekk


"Aduhh,abang Van'ar haus ya?"


Celotahnya lagi,sambil meraih putra kecilnya itu kedalam pangkuanya.


Memberikan si kecil salah satu sumber gizi yang penting bagi pertumbuhanya.Bayi lelaki berusia dua bulan itu mengulet kecil,saat bibir mungilnya menerima apa yang di inginkanya sejak tadi.


"Abang haus ya? Minumnya pelan pelan bang,adek lunar gak minta kok"


Celotehnya pelan,sambil melirik sang putri.


Bayi mungil yang mewarisi hampir 80% kecantikanya itu mengulet kecil di bawah sinar hangat sang surya.Beginilah kegiatan rutin wanita cantik bermanik hitam teduh tersebut.Menemani putra putri kecilnya berjemur,agar mendapatkan asupan vitamin D dari sinar hangat sang surya di pagi hari.


Arkia-wanita cantik itu tersenyum bahagia,saat melihat putra putrinya terlahir dengan sehat dan selamat dua bulan lalu.


Siapa sangka,dalam kehamilan kali ini ia akan melahirkan bayi tembar.Dokter bilang,keadaan sikembar ini selalu lolos dari USG,karena seolah olah si kakak menutupi badan si adik,subhanallah memang.


Vano saja sampai terkejut,saat di usia 8 bulan dokter kandungan mengatakan jika sang istri tengah mengandung anak kembar.


Subhanallah memang mu'zizat Allah tentang yang satu ini.Saat di USG pun,posisi si kembar seakan akan membelakangi dan saling menutupi.Maha Suci Allah,karena atas kehendaknya pula putra putri mereka dapat terlahir dengan begitu sehat.


"Sayang."


Panggil lembut suara bariton tersebut,mengalun indah yang selalu mengisi hari harinya.


"Iya mas."


"Um,anak ayah lagi asyik berjemur ya?"


Ungkapnya lembut,sambil menoel pipi gembul sang putri.


"Mas,nanti lunar nangis loh."


Lerai sang istri.


"Biarin,lagi pula aku gemes lihat pipi gembulnya."


Bukanya berhenti,pria tampan itu kini malah makin menjadi menganggu sang putri.


Oeeekk


Oeeekk


Tangis bayi cantik tersebut akhirnya,karena merasa kegiatanya terganggu oleh sang ayah.


"Tuh kan,kan tadi udah dibilangin."


Kesal Arkia.


Ada ada saja memang keusilan pria tercintanya ini.Entah mengapa,semenjak kelahiran Van'ar dan lunar banyak perubahan yang nampak terjadi pada Vano.


"Iya iya,aku salah.Aku minta maaf ya!"


Ini salah satu contohnya.

__ADS_1


Seorang Keevano Radityan Khutbi yang terkenal ambisius dengan segala aura mencekam disisinya,belum lagi egonya yang tinggi menggunung,membuat sosoknya keras kepala dan tak mau terkalahkan.


Namun,pria beranak tiga ini kini berubah 180°.


Duulunya dingin dan kaku,kini ini berubah menjadi sosok yang lebih hangat dan ramah,terkadang Vano juga menjadi sosok yang manis secara bersamaan.Kini Vano berubah menjadi pria yang bertanggung jawab,imam yang baik bagi keluarganya,juga sosok ayah yang baik bagi putra putrinya.


"Maaf ya sayang,aku jadi nambah kerjaan kamu."


Ucapnya bersalah,sambil memeluk tubuh mungil sang istri dari belakang.


Vano baru sadar,tubuh istrinya itu selalu terasa mungil dalam pelukanya.Bahkan,saat hamil 4 bulan pun seperti tak terlihat ada apa apanya di tubuh sang istri.


"Iya gak papa mas,tapi jangan diulangi lagi."


Pria tampan itu tersenyum,inilah sifat yang selalu dibanggakan dari istri cantiknya-kesabaranya.Bagi Vano,Kia adalah wanita tangguh kedua selain ibunya.Dengan segala kesabaranya,wanita yang henda mendekati kepala tiga itu mengurus dirinya dan ketiga anaknya.


"Mas,kok punggung aku kayak basah ya?"


Tanya Kia,karena merasa baju yang dikenakanya itu lembah.


Vano terkekeh kecil,ia baru ingat jika ia baru selesai berenang dan langsung menghampiri sang istri.


"Kamu habis berenang ya?"


Tanya Kia,menduga.


"Maaf sayang,aku lupa kalau habis berenang."


"Mass."


Siapa sangka,hampir mendekati lima tahun usia pernikahan mereka,membawa banya perubahan didalamnya.Baik Vano maupun Kia,keduanya mencoba membangun keluarga kecil mereka agar senantiasa terjalin dengan harmonis.


Hampir lima tahun lamanya,goncangan demi goncangan pernah silih berganti menerpa rumah tangga mereka,tetapi sebuah kepercayaan kembali menjadi kunci penyelesainya.


"Sayang,aku berangkat kerja dulu ya."


Pamit Vano,sambil menghampiri sang istri.


"Iya,sarapanya sudah dihabiskan mas?"


Tanya wanita yang tengah sibuk menyuapi kedua bayi mereka.


"Sudah."


Ucapnya kembali.


Vano menatap sang istri kagum sekaligus iba.Sang istri bangun dari pagi pagi buta,menyiapkan sarapan untuknya beserta anak anak mereka.Belum lagi ia harus membersihkan rumah,sambil menjaga sang buah hati.Kia adalah wanita tangguh yang yang sangat pandai mengurus rumah tangga dan anak anak mereka,walaupun terkadang ia sampai lupa akan kesehatan dirinya sendiri.


"Sayang."


Panggil vano lirih.


Kia membalikkan badanya sejenak.Dari tatapanya,wanita itu seakan akan bertanya 'ada apa?'.


"Aku sayang kamu."


Ucap Vano to the poin.


Kia mengerjapkan manik teduhnya,ada ada saja tingkah laku manis suaminya ini.


"Maaf,aku gak bisa bantu mengurangi beban kamu.Aku-"


"Ppssttt"


Wanita cantik itu menyela,sambil menyimpan telunjuknya dibibir kisabble sang suami.


"Kamu jangan bilang yang aneh aneh.Ini sudah tugas dan kewajiban aku sebagai seorang istri." Lanjut Kia sambil mengumbar senyumanya.


Hati Vano dirundung kelegaan,memiliki istri se-sabar Kia sungguh kebahagiaan yang tiada duanya.Tangan kekar pria itu terulur,meraih tubuh mungil sang istri untuk di rengkuhnya.Di ciuminya seluruh permukaan wajah cantik sang istri penuh cinta.Sungguh,kebahagiaanya memiliki istri se-sabar Kia tak dapat diungkapkan oleh kata kata.


Cup


"Aku bahagia bisa memiliki kamu,sayang."


Ungkapnya penuh kasih,setelah mengecup pucuk kepala sang istri yang tertutup oleh khimarnya.


"Udah mas peluk peluknya,nanti terlambat kekantor loh."


Lerai Kia mengingatkan.


Pria tampan bermanik elang itu menghembuskan nafasnya gusar.Jika saja tidak ada meeting dengan client penting pagi ini,ia pasti lebih memilih menghabiskan waktunya seharian dirumah,bersama istri dan anak anaknya,tentunya.


"Iya sayang,aku berangkat ya."

__ADS_1


Pamitnya.


"Iya,Anźar nya mana mas?"


Tanya Kia sambil celingukan mencari keberadaan sang putra sulung.


"Sudah di mobil,lagi ngerjain tugas online dari gurunya."


"Ohh,yasudah.Tunggu apa lagi,kenapa belum berangkat juga mas?" Tanya Kia,pasalnya sang suami belum juga beranjak dari tempatnya.


"Ada yang kamu lupakan sayang."


Ujar pria tampan itu yang membuat Kia menyerngitkan alisnya.


"Apa?"


"Ini?"


Tunjuk Vano kepada bibir kissable merah miliknya.


Deg


'Dasar!'


Batin Kia blushing.


"Ayo sayang,nanti aku telat.Aku butuh re-charge dulu." Ucapnya sambil memperlihatkan puppy eyes miliknya.


Sungguh lucu,jika melihat tingkah laku pemilik perusahaan Raditya satu ini.Ayah dari tiga orang anak ini bisa bertingkah semanja ini.


"Sayang"


Pria itu kembali berujar,sambil memperlihatkan jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganya.


"Sayang kamu mau-"


Cup


"Selamat berangkat kerja suamiku sayang,hati hati dijalan.Semangat kerjanya ."


Bonus dari Kia,setelah memotong ucapan suaminya tersebut dengan kecupan singkat dibibir kissablenya.Senyum pria tampan bermanik kelam itu mengembang.Bak diberi power lebih,pria itu langsung semangat 45 untuk berangkat kerja.


"Ok,aku berangkat kerja dulu sayang.Hati hati dirumah,kalau ada apa apa telpon aku."


Ucap Vano diakhiri dengan kecupan di kening sang istri.


Wanita cantik itu mengangguk,sembari meraih lengan kokoh suaminya untuk di kecupnya.


"Ayah berangkat ya kids,Assalamualaikum."


Pamit Vano pada si kembar.


"Waalaikum'salam ayah."


Itu adalah rutinitas yang hampir tiap pagi dalam beberapa tahun ini rutin dilakukan.Terkadang Vano sempat terlambat ke kantor hanya karena tak tega melihat istrinya yang tengah hamil besar tinggal sendirian dirumah.Seiring dengan berjalanya waktu,kebiasaan itu sering Kia tangani dengan mudah jika suaminya tengah ogah ogahan pergi ke kantor.


Namun namanya juga hidup,selalu ada pasang surutnya.Begitupun dengan badai yang sewaktu waktu dapat menerpa bahtera rumah tangga mereka.


'Lihat saja,apa yang akan nyonya Keevano lakukan jika menggetahui saya hamil bayi suaminya.'


Gumam seseorang yang berdiri tak jauh dari pelataran rumah megah Vano.


**


To Be Continue


Halloooo🤗🤗


I'am comback update readersss....


Maaf ya lama updatenya.


Gimana buat part ini?


lebih dari 20 comen aku double update lah😅😅


Ok,Gitu aja ya buat part ini.


See yoo Readers🖑🖑


Sukabumi 25 maret 2020


19.57

__ADS_1


__ADS_2