Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Bercerita


__ADS_3

~Aku mendengarkanya bercertia tentang suka duka asmaranya,tanpa kutahu jika aku turut serta didalamnya~


**Arkia Shalfira Mubaraq


Semenjak semalam,Kia menangis terseďu sedu dipelukan saudaranya,menumpahkan segala keluh kesahnya kepada kembaranya itu.Hingga alam mimpi menjemputnya dipenghujung malam.


'Maaf ki,aku tidak bisa menjagamu dari pria brengsek itu!!'gumam Ezka sedih.


Ezka memang sudah curiga dengan rumah tangga Kia dan Vano yanģ terlihat janggal dari awal mereka menikah.


Dugaan Ezka makin menguat,saat tanpa sengaja dirinya memergoki kaka iparnya tersebut tengah megandeng seorang wanita dengan mesranya.Bukan sekali,namun beberapa kali.


Bukan saja cuma bergandengan tangan,bahkan berpelukan,hingga berciuman pun ezka pernah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


'Tak akan kubiarkan kamu menyakiti kakakku lagi,baj**gan!!'batin Ezka berjanji.


■■■


Setelah kepulang Salma-Uminya dan Ezka,siang harinya Kia sudah siap dengan gamis millonya,dengan kerudung berwarna senada.


Kaki jenjangnya yang tertutup gamish lebar,melangkah menuju sebuah mini market untuk berbelanja kebutuhan bulananya.


Ketika hendak melewati jajaran produk susu bubuk favoritnya,manik hitam Kia menangkap siluet wanita tak yang asing baginya, yang tengah memilih milih produk susu hamil.


Benarkan,susu formula untuk ibu hamil?


"Kia...."panggilnya sambil tersenyum antusias.


"Mbak Arin...."sahut Kia pelan.


Setengah bulan lalu,Kia memang telah menyelesaikan masa magangnya direstoran milik wanita cantik jelita ini.


Setelah berpelukan melepas rindu,Arin seakan mengerti kenama arah pandangan gadis dihadapanya ini.


Tanganya terulur untuk mengambil tangan kanan Kia dan menempatkanya diperutnya yang mulai membuncit.


"Mbak hamil??" Tanya Kia antusias.


Wanita itu mengangguk sembari tersenyum.


"Bagaimana kalau kita ngobrol dibawah ki?"tawarnya,yang langsung dijawab anggukan oleh Kia.


Kia sendiri memang sudah menganggap Arin sebagai kakaknya sendiri.Wanita cantik dihadapanya ini sangat baik dan juga ramah,sehingga membuat siapapun nyaman jika ketika berada disisinya.


"Sudah berapa bulan mbak?"


"Sudah empat bulan,tanggal tujuh nanti."ucapnya senang.


Dari ekspresinya,Kia bisa menangkap jika wanita ini amat bahagia akan kehamilanya.


"Lalu....suami mbak dimana? Kenapa dia membiarkan mbak arin belanja sendiri? Bagaimana kalau nanti mbak sama dedek bayinya kecapean??"cerocos Kia khawatir.


Wanita itu tersenyum"Suamiku sedang sibuk ki.Dia ada meeting penting,jadi tidak bisa menemaniku!"tuturnya.


"Ohh...begitu rupanya."


"Ki...."panggil Arin.


"Iya mbak,ada apa? Apa mbak mau sesuatu?? Biar Kia belikan??"


"Boleh aku bercerita sesuatu."


"Apa ini sangat penting mbak?"tanya Kia hati hati.Dari raut wajahnya,terlihat bahwa wanita cantik ini akan mengatakan hal yang serius.


"Benar.Tapi aku percaya bahwa kamu bisa menjaga rahasiaku ki."katanya tulus.


"Kamu mau dengerin cerita aku kan ki?"pintanya tulus.


Kia menghela napas berat."InsaAllah,Kia siap dengerin cerita mbak."jawab Kia tulus.


Wanita cantik berambut kecoklatan bergelombang sepunggung itupun memulai ceritanya.Dari awal kisah cintanya dimasa putih abu,hingga berlanjut kebangku universitas.Hingga kisah cintanya harus menjalani hubungan jarak jauh karena dia memilih melanjutkan kuliahnya diluar negri.


"Ketika aku pulang dengan membawa rindu yang telah membuncah selama lima tahun,hatiku hancur ki......hancur seketika saat aku mengetahui tunanganku telah mempersunting gadis lain untuk dijadikan istrinya."lirihnya pilu.


Kia bisa merasakan tiap tiap kesakitan yang dirasakan Arin dari setiap penggalan ceritanya.


"Kami bertemu kembali malam itu.Aku dan Radith dipertemukan kembali oleh takdir.


Seakan akan tuhan menjawab doaku,ternyata Radith tidak pernah menghiatiku.Dia masih mencintaiku,bukan mencintai istrinya.Mereka menikah karena perjodohan konyol yang dilakukan kakek mereka."


Deg


Hati Kia berdetsir,ia tiba tiba jadi ingat hubunganya dengan sang suami yang tanpa didasari oleh rasa cinta.


Bahkan suaminya malah mencintai wanita dari masa lalunya.


"Kami sepakat untuk merajut kasih kembali.Apa itu salah ki?? Kami pun ingin bahagia,walaupun dia sudah berstatus sebagai suami orang.Aku bukan pelakor kan ki?"tanyanya sambil menatap manik hitam menenangkan milik Kia.


Kia menggeleng."Meraih kebahagian mbak memang tidak salah.Tapi cara yang mbak pilih salah!"ucap Kia hati hati.

__ADS_1


Hati Arin meremang,sakit saat perkataan Kia terasa menyindirnya.


"Tapi kami saling mencintai ki.Atas dasar itu kami melakukan dosa ini.Bahkan buah cinta kami telah tumbuh dirahimku."tuturnya mengankan posisi,seakan akan jalan yang dipilihnya adalah jalan yang sudah benar.


"Tapi itu tetap saja salah mbak.Secara tidak langsung mbak dan mas Radith telah menyakiti wanita yang berstatus sebagai istrinya.Mendzoliminya,berzinah dibelakangnya,membuatnya menjadi wanita yang tersakiti disini.Mbak juga seorang wanita,setidaknya mbak bisa membayangkan rasa sakit yang dialaminya."ucap Kia bijak.


Jika berada diposisi wanita itu,kia pasti merasa sangat hancur jika mengetahui suaminya sendiri menghianatinya,hingga mempoligami dirinya.


Kia lebih memilih menyerah dari pada harus bertahan dalam posisi menyakitkan tersebut.


"Tapi tetap saja Ki,cepat atau lambat Radith akan menceraikan dia.Bahkan selama menikah,Radith tidak pernah menyentuhnya sedikitpun."


Deg


Ucapan Arin tersebut bagaikan pukulan telak untuk Kia.Kenapa keadaan wanita dicerita Arin percis seperti keadaanya.


Suaminya tak pernah menyentuhnya,pria itu malah lebih memilih wanita simpananya.


"Sampai kapanpun,aku tidak akan membiarkan wanita itu merebut cintaku.Dia yang salah,dia yang tiba tiba datang dan menjadi orang ketiga diantara aku dan Radith."ucapnya mantap dengan tatapan dinginya.


Tatapan menusuk yang baru pertama kali Kia lihat dimanik hazel yang biasanya melembut itu.


"Aku dan bayiku berhak atas radith dan cintanya.Dan wanita itu sudah seharusnya enyah dari hidup kami.


Dia adalah benalu yang tak lebih penting dari sampah,diantara kami."ucapnya sarkatis.


Ini adalah faktanya,ternyata dibalik wajah cantik jelitanya,tersipan sifat pendendam akibat hadirnya orang ketiga disana.


Kia tidak bisa berbuat banyak tentang kisah Arin,karena mereka melakukànya atas dasar cinta,dan pelaku kejahatan atas dasar cinta memang sulit untuk dipahami.


Bucin memang membutakan korbannya.


#Taman kota,Sore hari.


Setelah bertemu dengan Arin siang tadi,sore harinya Kia membawa dirinya untuk sekedar berjalan jalan disore hari.


Ramaìnya taman kota,membuat sore itu Kia betah berlama lama disana.Bercengkrama dengan beberapa manula dan anak anak.


Setidaknya,kebosananya hilang karena adanya mereka.


"Jika kamu hamil nanti,kamu pasti tidak akan merasa kesepian saat suamimu pergi kerja nak."kata seorang nenek sore itu.


"InsaAllah,jika nanti Allah mempercayakan Kia seorang Anak untuk kami."jawab Kia senormal mungkin,padahal hatinya menahan ngilu.


Setelah kepergian nenek yang bercengkrama denganya tadi,tiba tiba handphone kia berdering,menandakan ada notif yang masuk.


Setetes air mata itu berhasil lolos dari manik hitam teduhnya.


Alasan kenapa air mata itu terjatuh bukan karena hal yang besar.Namun hal sepele yang membuktikan hal besar tengah benar benar terjadi.


Dihandphone Kia,sebuah foto dikirim oleh nomer asing baru saja lewat pesan chat.


Disana tèrdapat seorang pria dengan kemeja yang sudah terlihat berantakan,tengah mencium wanita disampingnya dengan mesra.


Kia hapal siluet pria itu,pria itu suaminya,suami yang seminggu ini membuatnya rindu akan kepulanganya.


Tanpa keterangan apapun,foto itu sudah mewakili segalanya.


Penghianatanya selama ini karena adanya atas dasar cinta.Bukan pernikahan denganya yang tanpa cinta.


Namun difoto itu,wajah siwanita terlihat kurang jelas,karena fhotonya diambil dari belakang.


Lama kelamaan Kia makin terisak,isakan yang menganggu pendengaran pria tampan berpakaian casual yang berdiri tak jauh darinya.


"Fira?"lirihnya,ketika iya sudah tepat berada didepannya.


Gadis pemilik manik hitam teduh itu mendongkrak,menatàp wajah pria tampan dihadapanya.


"Kak Bara.....Hiks...Kak...Bara-


Kata kia terpotong potong,karena tangisnya.


Grep


Tubuh mungil berbalut gamìs milo itu mematung seketika,saat pria dihadapanya merengkuhnya kedalam dekapanya.


"Kak....lepasin....hiks....Lepas..hiks...."


Lìrih sambil memberontak dalam tangisnya.Karena dia tahu Allah melaknat mahluknya yang bersentuhan fisik bukan dengan mahromnya.


"Menangislah fi,jika itu membuatmu laga!"ucapnya lembut sambil mengeratkan pelukanya.


"Hikss....kamu jahatt....hiks...."


Rintih Kia sendu.


Hati pria tampan berjambul hitam ini terasa teriris ketika melihat gadis yang pernah dicintainya,bahkan masih dicintainya ini menangis pilu penuh luka.


"Menangislah fi,jika itu membuatmu lebih baik."lirihnya lagi sambil mengusap usap punggung berlapis khimar syar'i tersebut.

__ADS_1


Tak jauh dari keduanya,sebuah mobil SUV hitam terparkir dibahu jalan.Manik elang milik sipengemudi terlihat memicing tak suka melihat momen tersebut.


'Kamu ternyata tidak lebih dari penggoda berwajah malaikat.cih.....kenapa juga aku harus menikah denganmu,Arkia.'batinya.


Ditancapnya gas mobilnya dengan cepat meninggalkan kedua sejoli yang terlihat masih berpelukan tersebut.


Ia selalu saja,berhasil memergoki gadis yang berstatus sebagai istrinya itu tengah bersama pria lain.Entah berdua atau beramai ramai.


Pantas saja gadis itu tak pernah protes ketika dirinya jarang pulang,ternyata dia memiliki pria lain yang selalu setia bersamanya toh.


'Cih....munafik'umpat pria itu pelan.


Entah mengapa,selalu ada sebagian dari dirinya yang tak rela jika gadis itu bersama pria lain.Dia istrinya,miliknya.Jadi......boleh bukan jika dia egois untuk itu.


"Kau milikku....Arkia....kau....


Istriku!!"racaunya tak jelas.


Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya tengah selingkuh,mungkin.


Padahal istrinya itu cuma berpelukan,tak lebih.Bahkan dirinya melakukan lebih dari itu,namun tetap saja hati kecilnya tak terima.


Bukan karena ia mencintainya,tetapi karena dasar ia miliknya,istrinya,berarti ia adalah miliknya,haknya.


Rumus dari mana coba??


Menikahinya memang menjadikan dia milikmu,namun bukan berarti hidup dan hatinya menjadi milikmu pula bung.


Ingin sekali ada yang mengatakan itu kepada pria yang tengah meneguk sebangsa vodka itu.


"Kamu milikku Arkia......."


Racaunya mulai kehilangan kesadaranya.


"Hai....bung,sudah jangan minum lagi.Loe udah mabuk!!"lerai salah satu pria berseragam bartender tersebut.


"Kamu milikku....Kia...."


"Etdah busyet.....enak banget jadi loe,bini udah cantik solehah lagi.Mana istri kedua molek,lagi bunting lagi.


Nikmat tuhanmu mana lagi yang kau dustakan bung!"ucap pria tersebut.


Ia memang tahu seluk beluk tentang Vano,karena mereka memang bersahabat dari jaman orok kali.


"Udah yuk....gue anter balik.Bisa bangkrut gue kalau loe buat onar diclub gue."


Ujarnya sambil memapah tubuh vano yang sùdah lunglai efek alkohol.


"Loe pulang kemana malam ini bung? Bini muda apa tua?"


Tanyanya,sebenarnya percuma saja jika dia bertanya pada vano yang tengah mabuk.Sama saja dengan bertanya pada orang gila,tak jelas jawabanya.


"Kia....Kia...kamu milikku....."


Racau Vano lagi.


"Ah.....berarti loe mau pulang kerumah bini tua.Hm....bini muda kali ya,orang Arkia masih kayak dedek dedek SMA gitu mukanya,gemes lihatna.Jadi gue pengen rebut dari sahabat brengsek gue ini."katanya mencibir.


Dengan susah payah,Erick-pemilik club sekaligus sahabatnya vano itu akhirnya memilih mengantarkan Vano kerumah istri pertamanya.


Ting.......Ting......


Bunyi pintu apartemen yang ditekan belnya dari luar sana.Gadis dengan mukena putih itu,lekas membenahi alat shalatnya,setelah melaksanakan shalat malam.


Gadis berhijab instan berwarna cream,dengan gamis lembut yang menjuntai hingga menyapu lantai berwarna senada.


Dengan langkah cepat,dibukanya pintu apartemenya itu.Hingga menampilkan dua sosok pria dihadapanya.


"Mas Vano kenapa-"


Cup


'Njirr.....dateng dateng langsung nyosor aja.Ngehina gue aja yang jomblo.Kudu buru buru kawin juga nih gue!'


□□□


Bercerita🍈


Huahh....gimana?? Gimana??


Kasian gak sih sama dek Kia??


Sok....atuh ditunggu komentarnya.


Jangan lupa vote,like,dan komen jika kalian suka karyaku😊😊


Sukabumi 24/11/19


19:24

__ADS_1


__ADS_2