
'Aku berubah bukan semata mata karena frustasi.Namun aku berubah agar Allah mau memudahkan kita bersatu dikelahiran ini!'
~Babyanza La~Susan Luthears~
Semilir angin menyapi kedua wanita cantik berhijab syar'i tersebut.Taman kota disore hari seperti ini memang sangat pas dijadikan sebagai sebagai salah satu tujuan jalan sore oleh sebagian orang.
Termasuk wanita hamil satu ini,semenjak hamil anak keduanya,Kia memang senang berjalan jalan santai disore hari.
Nampak bibirnya tak hentinya mengulum senyum manis kala melihat banyaknya para pengunjung ditaman sore hari ini.
"Masya Allah,sejuknya angin sore hari ini!"
Lirihnya sambil mendudukan sejenak tubuhnya yang kini terasa lebih berat tersebut.
"Mbak lelah ya,sini biar Baby pijitin dulu kakinya!"
Lirih lembut gadis bercadar disisinya.
Kia tersenyum kecil,sebelum menolak dengan lembut permintaan gadis yang akan menginjak usia 20-tahun tersebut.
"Tidak usah by,mbak gak papa kok!"
Bagi Kia,Baby itu sudah seperti adiknya sendiri.Mungkin karena dulu ia punya hubungan yang dapat dikatakan cukup spesial dengan kakanya,jadi keduanya sudah akrab sejak dulu.Bahkan kia maupun baby-pun saling terbuka akan kisah asmara mereka dimasalalu hingga keluh kesah
Yang hanya bisa dibagi dengan sesama perempuan.
"Dulu,saat pertama kali mbak pindah kesini,pas masih hamil muda,mbak selalu senang duduk disini tiap sore hari.
Dan sebagai gantinya,dia akan selalu nyariin mbak setiap sore sepulang kerja."
Cerita Kia.
Mereka berdua,baik Kia maupun Baby memang setuju menyebut pria atau seseorang dari masalalunya tanpa namanya.
Itupun dilakukan demi kebaikan dan kenyaman saat keduanya bercerita.
"Dia itu lelaki yang baik dan dewasa.Puluhan kali dia melamar mbak,tapi apa daya.Allah sepertinya lebih cenderung menakdirkan mbak untuk setia dengan suami mbak!"
Baby tersenyum kecil,pantas saja banyak yang menyukai dan mengejar ngejar wanita seperti Kia,orang dia wanita yang hatinya amat baik.Belum lagi segala kelembutan dan kesabaranya dalam menghadapi segala cobaan.Bagi Baby,Kia adalah panutanya dalam perubahanya.
Ketika ia lari dari pernikahanya minggu lalu,ia benar benar frustasi.Ia sempat depresi karena perjodohan gila yang diajukan ayahnya,belum lagi ia harus kembali berpisah dengan sang kakak,dan yang paling buruk adalah ia harus berpisah dengan pria yang baru beberapa jam menjadi 'kekasinya' tersebut.
Sungguh Baby hampir gila karena semua takdir menyulitkan tersebut.Rumitnya takdir,hampir saja membuat nyawanya melayang disalah satu jembatan gantung di Ankara.Untung saja pada saat itu ia bertemu dengan Kia yang tanpa sengaja lewat.
Akhirnya dengan berbagai bujukan dan rayuan,Baby pun mau menerima ajakan Kia untuk tinggal bersama Kia dan keluarga kecilnya.Hidup bersama Kia sungguh membawa efek positif yang luar biasa bagi Baby.
Genap tiga bulan tinggal bersama Kia,Baby memantapkan dirinya untuk berhijrah.Tausiah yang selalu rajin ia dengarkan setiap sore disalah satu masjid bersama Kia,nyatanya mampu memgetuk pintu hati Baby.Setelah yakin akan keputusanya,Baby benar benar menutup auratnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.Sungguh,keputusan Baby itu real dari hatinya yang paling dalam,tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Kini Baby bisa berpikir lebih rasional,agar ia bisa lebih sabar untuk menghadapi segala ujian yang diberikan tuhan kepadanya.Dan soal asmara,Baby memasrahkan segalanya pada yang maha kuasa.Toh manusia diciptakan berpasang pasangan,jodohnya pasti juga tak akan kemana.
Baby juga ikhlas,jika pria yang berhasil membuatnya berbunga bunga untuk pertama kalinya itu bahagia dengan wanita lain,selain dirinya.
Karena ia tahu,jika pria itu calon imam yang telah dipilihkan Allah,maka mereka pasti akan segera dipersatukan.
"Mbak harap dia bisa menemukan perempuan yang pantas untuknya,semoga Allah menyegerakan mereka bertemu."
Doa Kia.
Setiap kali ia datang ketaman ini,ia pasti akan selalu mengingat sosok Bara yang dulu setiap sore akan menjemputnya disini.
Sudah hampi 7 bulan lamanya mereka tak berjumpa.Terkadang Kia juga merasa bersalah karena tidak bisa menemui sahabatnya itu ketika tengah dirundung duka karena ditinggal sang mama.Namun bagaimanapun juga,keadaanya yang lemah kala itu tak mengijinkanya untuk pergi ketanah airnya demi menemui sang sahabat.
"Amiiin.Semoga mereka segera dipertemukan ya mbak!"
Sahut Baby meng-iyakan doa kia.
Sebenarnya Baby juga ingin bertemu kakaknya Aditama.Ia pikir kakaknya itu masih berada diAnkara,namun nyatanya pria itu sudah pulang kembali ke-Ohio,ketempat tinggal keluarga kecilnya.
"Oh iya mbak,Baby lupa beli obat fileknya Anzar,Baby beli dulu ya mbak."
Izin Baby,ia sempat lupa jika bocah tampan yang sempat bersin bersin dari pagi itu lupa diberinya obat filek.
Berhubung obat fileknya sudah habis,Babypun meminta izin kepada Kia untuk membelinya sejenak.Sepeninggalanya Baby dari sisi Kia,netra hitam teduh wanita cantik berhijab syar'i tersebut menangkap sebuah objek yang dirindukanya selama beberapa bulan ini.
Kia memang sempat ragu untuk sejenak,namun ketika pria itu semakin dekat,Kia semakin yakin dengan penglihatanya.Rambut hitam kecoklatanya,fostur tubuhnya,senyuman hangatnya,tak salah lagi,itu dia.
"Fira,apa kabar?"
Sapanya lembut,sambil menyunggingkan senyuman hangatnya.
"Mas B-bara,kamu?"
"Iya,ini aku fi! Bara Pradipta yang seringkali kamu tolak lamaranya."
Ucapnya jenaka sambil terkekeh kecil.
Dengan santai,pria berjas softblue itu duduk dibangku kosong sebelah Kia.Netra coklat beningnya menatap lurus kedepan,dengan senyum tersungging dihadapanya.
"Ternyata masih sama ya fi,dulu saat kamu hamil Anzar juga suka duduk disini.Sekarang juga?"
Entah mengapa,mendengan nada bicara Bara yang sarat akan kesedihan itu seakan akan menyayat hati wanita disampingnya.
Kia tahu,ia salah karena seolah olah telah memberi harapan palsu selama ini.
Namun jujur,Kia tak pernah menganggap Bara lebih dari seorang kakak dan sahabat baginya.
"Sekarang sudah berapa bulan ki?"
Tanyanya lembut sambil melirik kearah perut buncit yang tertutup gamis longgar tersebut.
"Tujuh,sekarang sudah masuk bulan ke-7 mas."
Pria tampan itu tersenyum kecil,salah satu tanganya terangkat untuk menggapai perut buncit yersebut.Namun belum sempat ia menggapainya,tanganya kembali ia tarik keawal.
"Kenapa? Mas Bara boleh sentuh kok!"
Lirih Kia.
Bagaimanapun,selain Halim dan Ezka,Bara adalah pria yang berjasa besar dalam hidup Kia.Keluarga Kia juga sudah menganggap Bara seperti putra mereka sendiri.
"Hm,boleh?"
Tanya Bara ragu.
Wanita cantik berhijab syar'i itu mengangguk menyutujui.
Ketika telapak tangan kekar itu mengusap perut buncitnya yang terhalang gamis longarnya,sijabang bayi terlihat menyapa uluran tangan Bara dengan menendang nendang kecil.
Deg
"Dia-menendang fi?"
Katanya takjub.
Dulu juga Bara pernah merasakan Anzar kecil menendang seperti ini,namun tak seaktif adiknya ini.
"Iya,kayaknya bayinya lagi 'say hai' sama mas Bara."
__ADS_1
Bara kembali mengulum senyunya,sungguh tak pernah menyesal sedikitpun ia pernah menjatuhkan hatinya untuk wanita sebaik dan sesabar Kia.
"Mbak,ini tadi ada yang-"
Suara lembut yang mengalun dari samping keduanya itu tentu langsung menarik perhatian keduanya.
Disana,seorang gadis berpakaian syar'i dengan cadar hitamnya tengah berdiri tegap,tanpa bergerak secenti pun.
Tubuhnya terasa membatu ketika manik emerald-nya bertemu tatap dengan manik coklat yang hampir tujuh bulan ini dirindukanya.Sungguh,ingin rasanya mendekap pria yang tengah menatap dirinya dengan penuh kepenasaran tersebut.
Apa dia tidak mengenali dirinya?
Pikir gadis cantik bermanik emerald tersebut,kala melihat ekspresi pria dihadapanya.
"By,kenalin ini mas Bara.Pria yang mbak ceritakan tadi!"
Ujap Kia diakhiri dengan senyuman kecilnya.
Deg
'Mas Bara? Jadi pria itu,Kak Bara?'
"Mas kenalkan ini Bab-
By,kamu mau kemana?"
Panggil Kia karena tiba tiba gadis bertubuh mungil dihadapanya itu berlari menjauhi keduanya.
"Baby kenapa?"
Bingung Kia.
Sedangkan Bara,jangan ditanya lagi betapa terkejutnya dia dengan kehadiran gadis bermanik emerald yang percis dengan milik gadisnya-yang telah menghilang lima bulan ini.
'Tadi itu Baby,benar atau bukan?'
Batin Bara bertanya tanya.
"Fi,kamu kenal sama perempuan tadi?"
Tanya Bara to the point.
"Dia,Baby.Adiknya Aditama,kamu tahu sendirikan siapa itu Adi mas."
Tutur Kia lemah.
Sungguhnya,ia masih lemah menyebutkan nama pria itu.Tetapi bukan berarti Kia belum bisa move on darinya,buktinya kini Kia hanya mencintai satu orang pria saja,yaitu Vano suaminya.
Deg
Tubuh Bara meremang seketika ketika mendengar kenyataan tersebut.Jadi gadis yang sempat akan dinikahinya lima bulan lalu karena perjodohan konyol tersebut,lari kesini.Dan yang lebih mengejutkanya lagi,gadis itu kini telah berhijrah dijalan yang lebih baik.
Dia Baby-gadis mungil bermanik emerald yang dulu selalu memaksanya menikah.Gadis menggemaskan yang selau membuatnya jengkel dengan celotehanya.
Gadis berambut bob yang akhirnya mampu meruntuhkan pertahanan hatinya.Gadis mungil itu pula yang tak berhasil ia perjuangkan kala itu.Dialah pula yang sempat membuat seorang Bara Pradipta Frustasi berat karena kehilanganya.
"Fi maaf,aku harus pergi dulu."
Ucap Bara tergesa gesa.
Belum sempat Kia menjawab ucapan bara,pria itu sudah terlebih dahulu melenggang pergi meninggalkan Kia.
"Ada apa dengan Baby dan mas Bara?"
#Ohio-sore,waktu setempat
Semilir sore yang hangat terlihat menerpa dedaunan yang mulai menguning dimusim gugur tersebut.Seorang pria dewasa,terlihat tengah duduk diteras rumahnya sambil menikmati pemandangan dipekarangan rumahnya yang mulai berguguran.Disana,ada seòrang gadis kecil berusia 4,5 tahun yang terlihat tengah asik bermain.
Lima bulan telah berlalu,ketika ia berpisah dengan sang adik.Lima bulan telah berlalu pula,setelah kabar terakhir yang ia dapatkan dari kabar kaburnya sang adik dihari pernikahanya.
Sehari setelah hilangya sang adik,ia langsung mendatangi dalang dari berbagai masalah dalam hidupnya dan sang adik.
Aditama,pria itu datang kepada Matteo-sang ayah,dan membeberkan segala keluh kesah yang dialaminya selama ini,sebab utama yang membuatnya mundur dari jabatan pewaris tahta sang ayah.
Adi tak mau adiknya bernasib sama denganya.Oleh karena itu,Adi mencoba berdamai dengan masa lalu demi kebahagiaan sang adik kelak.
Adi tak mau Baby mengalami hal buruk sepertinya.Adi tak mau Baby lebih terkekang darinya.
Ia juga merasa bersalah atas penolaknya terhadap lamaran Bara kala itu.Waktu itu ia terlalu munafik,karena takut Bara hanya menjadikan sang adik sebagai sarana balas dendam saja.Adi tak mau semua itu terjadi pada sang adik.Namun nyatanya semua pikiran itu tak sesusai ketakutanya,semuanya berbanding terbalik dengan realitanya.Walaupun Bara belum memperjuangkan adiknya sekeras dirinya dulu menggapai cintanya,tapi ia yakin jika Bara tulus menyayangi adiknya.
Ketika kesadaran itu datang,semuanya sudah terlambat ia sadari.
Pria itu sediri telah dijodohkan degan perempuan lain.Tepat dihari ke-7 pasca kematian Ranti,Adi datang kekediaman Bara untuk menyatakan ia menerima lamarannya untuk sang adik.Namun ia sudah terlambat,Bara sudah setuju untuk menikah dengan perempuan pilihan orang tuanya.
"Bara sudah yakin dengan keputusan Bara.Bara akan terima perjodohan ini!"
Kata Bara to the point kala itu.
Runtuh sudah harapan Adi untuk berdamai dengan masalalunya melalui hubungan sang adik.Calon adik iparnya itu telah bersedia menikahi gadis lain,yang artinya ia akan melepaskan sang adik.Disaat itu pula seorang Aditama merasa sangat menyesal akan kebodohan dirinya dulu menolak lamaran Bara.
"Pa,papa kenapa? Lagi ada masalah ya dikampus?"
Suara lembut yang melantun dari sampingya itu tentu berhasil membuyarkan lamunanya.
"I fine mom!"
Jawabnya singkat sambil menyunggingkan senyuman kecilnya untuk meyakinkan sang istri..
"You lie dad! (kamu bohong pa!)"
Jawab wanita cantik berdress maroon tersebut-Keevanya fitriasmi Radityan,istri Aditama Matteos Luthears.
"Kalau ada apa apa,papa cerita ya,mama pasti dengarkan kok! Siapa tahu mama bisa bantu?"
Inilah yang akhirnya membuat seorang Aditama luluh oleh pesona putri seorang Radityan,pengertianya dan kepekaanya.
Walaupun pernikahan mereka terjadi karena Accident yang tak terjadi karena sengaja,Adi tetap mencoba dan tèrus berusaha mencintai wanita bermanik elang tersebut.
Keevanya fitriasmi Radityan-wanita cantik yang berhasil membuatnya jatuh cinta untuk kedua kalinya.Ibu dari putrinya ini adalah sosok wanita yang sangat pengertian dan peka akan perasaan pasanganya.Hubungan mereka sendiri terjadi karena accident yang direncanakan oleh mantan kekasih Vanya yang tak terima diputuskan.
Pria brengsek itu sengaja membuat Vanya mabuk dan berencana membuat dokumentasi saat Vanya disetubuhi oleh dirinya.Namun,Adi yang waktu itu tak sengaja salah memasuki kamar hotel tempatnya menginap,harus mendapat tuduhan atas percobaan pelecehàn seksual pada gadis yang tak sadarkan diri tersebut.
Padahal tak terjadi apapun malam itu,namun karena mereka ditemukan dalam satu ruangan yang sama,Adi harus menerima semua tuduhan itu mengarah padanya.
Terlebih lagi Adi harus ikhlas wajah tampanya menjadi samsak bagi seorang Ibra Radityan.Beberapa hari kemudian,dengan segenap tekad yang ada,Aditama memberanikan dirinya datang kekediaman Radityan untuk meminang Vanya.
Awalnya rumah tangga mereka memang dilingkupi kecanggungan,namun perlahan semuanya saling terbukan sedikit demi sedikit dan tentunya Allah telah memberikan mereka takdir yang indah pada akhirnya.Seorang putri cantik lahir ditengan tengah mereka,mengikat kuat keraguan yang dulu pernah hadir.
Kini Adi ataupun Vanya bisa bersyukur kepada tuhan yang telah memberi mereka takdir rumit yang mempertemukan mereka hingga berujung kebahagiaan hingga kini.
"Baby,papa ingat dia!"
Cicit Adi kecil.
Wanita cantik itu tersenyum,lalu mendekap tubuh sang suami dari samping.Iya tahu kegundahan apa yang kini tengah dirasakan sang suami.
"Sudah saatnya kita semua berdamai dengan masalalu,agar kita semua tidak dihantui oleh masalalu tersebut."
Ucapnya lembut.
__ADS_1
Adi berpikir sejenak,istri pintarnya itu memang selalu irit berbicara namun penuh makna seperti saat ini.
Apa maksudnya coba? Orang Adi juga sudah mencoba berdamai dengan masalalu,namun hasilnya nihil.
Cup
"Percaya sama aku,honey!"
Ucap wanita cantik tersebut sambil mengecup singkat pipi mulus sang suami.
"Q,come on baby!! Let'go to packing,kita akan pergi mengunjungi paman Vano baby!"
Serunya kepada sang putri.
"Ok mommy,i'am coming!!"
Teriak kecil sang putri sambil beranjak dari ayunanya.
Adi terkekeh kecil,istrinya itu memang paling tahu solusi apa yang harus
dilakukanya tanpa banyak bicara.
"Let's go daddy,kamu juga perlu packing.Kita akan mengunjungi abangku sayang dan keluarganya!"
Seru sang istri dari dalam rumah yang kembali terdengar.
"Ok,dear aku menyusul!"
Jawabnya sambil tersenyum bahagia.
Terkadang ia bingung sendiri dengan dirinya.Seorang Aditama yang terkenal kaku dan datar kini menjelma menjadi pria yang lebih banyak bicara dan alay tentunya.
Ulah siapa lagi,kalau bukan ulah sang istri yang benar benar sosok humoris dan humble 180° kebalikan darinya.
Cinta memang aneh bukan,karena tak ada rasa setitikpun kini menjelma menjadi cinta sepenuh jiwa dan raga tanpa terkecuali.
Aditama Matteos Luthear ♡ Keevanya fitriasmi Radityan
Q'ueensya Asisyah Luthears
💦💦
"By,baby tunggu!"
Panggil pria tampan yang tengah mengejar wanita berhijab syar'i dan bercadar tersebut.
Sekencang apapun ia berlari,langkah lebar vano tentu akan berhasil mengejarnya.
Grep
Dengan satu kali tarikan,gadis bertubuh mungil yang hanya sebatas sedadanya itu berhasil ia rengkuh dengan paksa.
Dapat Bara rasakan,tubuh mungil dalam dekapanya itu bergetar hebat dan meronta kuat.
"Le-lepaskan,ssaya...ssya mohon tuan!"
Deg
Bara tersentak,tidak ada lagi suara lembut dengan nada manja yang dulu selalu berceloteh riang.Kini suara itu bergetar ketakutan,tak ia kenal,tak lagi seperti dahulu.
"Ssaya mohon ttuan,le-lepaskan saya!"
Lirihnya lagi,kembali terdengar.
"Baby,heii....ini aku,Bara!"
Dengan sekuat tenaganya,Bara menghadapkan gadis mungil itu agar menghadapnya.Kini nampak jelas wajah cantik yang hanya terbuka dibagian area mata dan keningnya sedikit.
Gadis manis bermanik emerald itu menunduk setengah ketakutan,air matanya mengalir deras membasahi hijab dan cadar yang dikenakanya.
"Hey.....look at me! Don't crying baby!"
(Hey......lihat aku! Jangan menangis baby!)
"Saya mohon,berhentilah menangis.Kamu membuat saya khawatir!"
Lirih Bara sambil kembali mendekap tubuh mungil dihadapanya.
"Kita bertemu kembali.Kamu memang tulang rusuk yang telah Allah siapkan untuk saya,kamu memang takdir saya Baby!"
Lirih Bara kembali berujar.
Sesekali pria tampan bermanik coklat itu mengecup lembut ujung khimar yang dikenakan gadis dalam dekapanya.Ia tak akan ragu,ia tak salah lagi memilih gadis ini sebagai pendamping hidupnya kelaknya.
"Saya sayang kamu baby,apa kamu juga masih merasakan perasaan yang sama dengan saya?" Tanya Bara sambil merenggangkan dekapany.
"Hey....lihat saya,ada apa?"
Karena tak kunjung menjawab,Bara menjadi cemas dibuatnya.
"Apa kamu sudah tidak menyayangi lagi sama saya? Apa yang harus saya lakukan agar-"
"Take me with you to jannàh!"
(Bawa saya bersamamu kesurga)
Ucap lirih gadis bermanik emarld tersebut sambil mendongkrakkan matanya sejenak.
Senyum merekah berkembang dibibir seorang Bara Pradipta,ketika mendengar perkataan gadis dihadapanya.Perkataan termanis yang pernah didengarnya selama hidupnya.
"Ok,kalau begitu bersiaplah menjadi nyonya Bara Pradipta nona Babyanza La~Susan Luthears,maka dari itu jangan pernah lagi pergi dari sisiku." Ucap Bara penuh bahagia sambil mendekap kembali tubuh mungil dihadapanya,erat.
Mendekapnya erat seolah olah takut gadis dalam pelukanya itu akan hilang jika lengah dari pelukanya.
TBC
@@@
Huppp.....Maaf ya tlat🙏🙏
Hari ini aku terakhir stay dirumah😂😂
Dari pagi sudah sibuk buat packing terakhir,habis dzuhur baru dibawa kesekolah.Besok aku OTW kebandung😄😄
Bismilllah,semoga dilancarkan selamat sampai tujuan,Amiiin😊😊
Dan semoga disana masih bisa on going nulis 'Bukan salah khitbah!'
Oh iya,selamat tahun baru readers🎉🎉
Semoga kalian semua masih setia hingga tahun 2020 ini ya🤗🤗
Sok,atuh satu kata buat chapter ini,chapter terakhir yang ditulis disukabumi wkwk😅😅
Ditunggu dikolom komentar ya🖑🖑
Ok,sampai jumpa lagi dupart berikutnya🖑🖑
Sukabumi 01/01/20
__ADS_1
14.25