
“Terkadang hal yang kecil saja bisa menjadi sangat istimewa.” – Bacharuddin Jusuf Habibie.
**
"Saya dan Aurra kesini untuk melamar kamu."
HAH??
Didunia ini,ada berbagai macam manusia.
Beraneka ragam warna kulit,bahasa,suku,ras hingga beragam kepribadian.Perbedaan itulah yang tentu menjadi pembeda bagi tiap orang.
Terkadang someone,meliki kepribadian yang sulit dimengerti.
Begitu juga dengan kepribadian.Kepribadian manusia itu pada dasarnya hanya ada dua,yaitu Introvert dan Ekstrovert.Tetapi dari masing masing kepribadian tersebut lahirlah banyak watak yang berbeda.
Bagi seorang Dimas Barak Alhaidan menjadi pribadi introvert menbawa dampak sendiri bagi hubunganya dengan individu lain.Apalagi sipat yang cenderung takut jika orang terdekatnya tersakiti olehnya,membuat Dimas muda cenderung lebih suka menyendiri.
Hanya dua orang yag mampu memahaminya sejauh ini,tentang kepribadianya yang sering parnoan terhadap orang terkasihnya.
Dia adalah Bara dan Rendra tentunya.
Oleh karena itu,pasca tragedi yang dialami Sayla kala itu,Rendra tahu betul betapa terpukulnya Dimas.
Pemuda itu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi.Puncaknya adalah saat ia melihat Sayla sempat trauma berat,
Dititik itulah Dimas terpuruk.
Iya takut jika Sayla akan kembali terluka jika berada didekatnya.Jadilah Dimas memilih mundur,pergi meninggalkan cinta masa remajanya.
"Din,tolong bawa putri sahabat saya dulu."
Perintan Rendra-pria bermanik coklat bening itu menatap nyalang kearah sahabatnya.
Pria yang datang sambil membawa turut serta putrinya itu menurut saja,ketika wanita yang ia yakini sebagai sekertaris mantan sahabatnya mengambil sang putri.
"Ada urusan apa sampai anda repot repot berkunjung kesini Tuan Dokter yang terhormat?"
Tanya Rendra penuh sindiran.
Pria yang tengah duduk di kursi kebesaranya itu,akhirnya beranjak dari duduknya.Dirinya mempersilahkan Dimas memasuki ruanganya,namun dengan tatapan meremehkanya.
"Saya mau minta restu kamu Ren."
Ujar Dimas to the point.
Rendra tersenyum remeh,sesekali membuang muka kearah lain.
"Restu,untuk apa?"
"Saya mau menikahi Sayla."
Ucap Dimas mantap dalam satu kali tarikan.
"Hahaha"
Bukanya menanggapi keseriusan Dimas,tawa menggelegar malah yang Rendra perlihatkan.
"What,makan apa kamu pagi tadi,sampai sampai punya keberanian untuk melamar adik saya,Sayla."
Cibirnya.
Bukanya tak terima akan apa yang baru saja dilontarkan oleh Dimas.Tetapi Rendra hanya terkejut,pria yang ditunggu ke gantle-anya selama 11 tahun ini,kini dengan gamblangya mengatakan akan melamar Sayla setelah apa yang dilakukanya dua minggu kebelakang.
"Dra,saya mohon.Saya tahu lari dari masalah waktu itu adalah kebodohan terbesar saya.Tapi sekaŕang saya sadar akan apa yang saya lakukan selama ini salah.Jadi tolong Dra,beri saya kesempatan satu kali ini saja."
Pinta Dimas,memperlihatkan kesungguhanya.
Dimas mulai emosi,setidaknya perlakuan Dimas dulu sangat bodoh karena pergi begitu saja.
BUGH
"Baru nyadar sekarang loe? Kemana aja 11 tahun ini hah?"
Kesal Rendra setelah melayangkan pukulan telaknya kearah perut kiri Dimas.
Dimas yang tak siap akan pukulan tersebut,sampai dibuat terhuyung menyentuh lantai.
"Kemana aja loe selama 11 tahun ini hah?
Loe gak tahu gimana hidup Sayla tanpa loe."
Kesal Rendra sambil mencengkram kerah baju Ďimas.
"Loe gak tahu gimana menderitanya Sayla sebelas tahun ini.Dia pikir loe ninggalin dia karena dia udah gak layak buat loe."
Dimas tertegun mendengar apa yang barusan dibicarakan Rendra.Jadi,selama ini Sayla merasakan semua itu.
"Dia hancur,dia pikir dia udah gak guna lagi buat hidup didunia ini."
"Ma-maaf Dra...."
Cicit Dimas.
__ADS_1
Ia terkejut,ternyata keputusanya untuk meninggalkan gadis itu ternyata salah.
Ia pikir Sayla akan jauh lebih baik jika jauh darihnya,namun nyatanya itu semua salah.
"Maaf Dra,aku benar benar menyesal."
BUGH
"Gue sebenernya udah muak kalau dia nanyain loe.Tapi gimana lagi,dia cinta sama loe.Gak tanggung tanggung,sebelas tahun lamanya Sayla gak pernah buka sedikitpun hatinya buat cowok lain.Adek gue udah cinta mati sama loe Dim."
Ujar Rendra sambil tersenyum kecut.
Pria tamban berpakaian formal tersebut berdiri dari posisinya tadi.Tangan kekarnya menguyar rambut kecoklatanya frustasi.
Sunggub pening,mengurusi kisah kasih sebelas tahun yang tak selesai selesai ini.
"Tapi,sekarang Sayla udah berubah.Dia sekarang jauh lebih baik."
Lirih Rendra.
'Tapi gak tau kenapa,adek gue jadi childish lagi kalau ketemu loe.'
Batinya bergumam.
"Dim,kalau menurut kamu Sayla lebih baik tanpa saya,saya akan mundur.Saya akan berhenti meng-"
"Ck,sialan.Apa maksud loe mau ngilang lagi gitu?"
Sela Rendra sinis.
"Bukan gitu maksud saya,tapi-"
"Kalo loe sampe ngilang lagi,gue pastiin adek geu jadi bini orang."
Deg
"Maksud kamu apa Dra?"
Pria tampan berambut kecoklatan itu berbalik,lalu mendekat kearah Dimas.
Bugh
"Lamar adek geu,nikahin dia.Buat dia gak nyesel udah cinta sama loe selama ini."
Tutur Rendra setelah memukul perut liat Dimas,lagi.
"M-maksud kamu?"
Bingung Dimas sambil menahan sakit diperutnya,bekas pukulan Rendra.
Ucap Rendra sambil tersenyum kecil,kala melihat keterkejutan diwajah tampan Dimas.
Grep
"Udah,jangan banyak mikir loe.Dateng kerumah gue terus lamar Sayla.Udah waktunya dia bahagia,bukan nunggu tanpa kepastian selama bertahun tahun.Gue juga gak mau lihat adek gue jadi perawan tuan."
Kekehnya jenaka,sambil merangkul sahabatnya.
"Terimakasih Dra."
Lirih Dimas.
Sungguh,hatinya menghangat sekarang.
Sebelas tahun,dan dia mengabaikan perempuan yang tulus mencintainya tanpa dicintai balik.
Sebelas tahun,dan dia tak sadar akan kesetiaan yang tanpa cela perempuan itu berikan untuknya.
"Buat adek gue bahagia.Dia pantas dapetin semua itu."
"Pasti Dra,aku pasti bakal buat Sayla bahagia."
Bermodal restu dari sang sahabat yang mungkin sebentar lagi akan merangkap menjadi calon kakak ipar,Dimas memantapkan langkahnya untuk melamar cinta masa putih abunya.
"Bismillah,Aurra bantun ayah Didi buat dapetin hati mama ya!"
Lirihnya sambil mengecup pipi gembul sang putri.
Kini,disinilah dirinya dan sang putri berada.
Menunggu dengan harap harap cemas munculnya perempuan yang tengah dicarinya.
"Hm,ada perlu apa ya? Apa bisa saya bantu?"
Hingga perempuan cantik bersuara lembut itu menyambutnya lengkap dengan senyuman manisnya,hati Dimas sontak berdebar tak karuan secara spontan.
Deg
"Saya dan Aurra kesini untuk melamar kamu."
Hingga pekataan itu muncul bebas secara to the point,membuat perempuan yang tengah berdiri dihadapanya dibuat melongi cengo.
"Maaf jika kamu menunggu saya selama ini.
__ADS_1
Saya terlalu takut untuk menjadi penyebab kamu terluka,saya benci semua itu."
Lirih Dimas,tanpa melepaskan pandanganya dari perempuan cantik dihadapanya tersebut.
Diturunkanya sejenak sikecil,sambil mengenggam tangan mungil Aurra,Dimas mengeluarkan sebuah cincin dari saku celana formalnya.
"Harusnya aku lakukan semua ini sejak lama.Tapi maaf,aku baru bisa melakukanya sekarang."
Sayla benar benar bungkam sekarang.Lidahnya seakan akan kelu detik ini juga.
"Jadi nona Saylandra Khumaira Netra,maukah kamu menjadi pendamping hidupku,menjadi ibu dari putriku?
Menuntaskan kisah cinta kita yang tertunda selama hampir sebelas tahun ini.
Menghabiskan hari harimu bersamaku,hingga mau menjemput nanti.
Sayla,Will you marry me?"
Perempuan itu masih mematung,mencoba mencermati semuanya yang terasa begitu tiba tiba tersebut.Ia bingung sekarang,berbagai macam pertanyaan singgah dibenaknya.Namun sebelumnya,Rendra-sang kakak telah menceritakan semua kisah dibalik kehidupan pernikahan Dimas.
Kini manik coklat gelapnya kembali menatap dua orang dihadapanya secara bergantian.Ragu,mulai sedikit demi sedikit menghinggapinya.Pria yang menolaknya mentah mentah dua minggu yang lalu,kini melamarnya.Mengajak dirinya untuk menikah,membina bahtera rumah tangga bersamanya.
"Mamm,Didzi sayang mamamah."
Celoteh sikecil Aurra dengan polosnya.
Sayla-perempuan itu berjongkok,menyamakan tingginya dengan gadis bermanik hazel tersebut.
"Aurra,sayang mama tidak?"
Tanyanya lembut,sambil mengusap pucuk kepala Aurra sayang.
Sikecil Aurra mengangguk dengan polonnya.
"Kalau begitu,Aurra mau jadi putri mama?"
Lagi,sikecil Aurra mengangguk.
Dengan segera,diraihnya tubuh mungil Aurra kedalam pelukanya.Memeluknya erat,seakan akan takut kehilangan.
"Putri mama sayang."
Lirihnya.
Dimas menatap interaksi keduanya penuh tanya dalam kebingungan.Apa ini artinya baik atau malah sebaliknya.
Perempuan itu kembali berdiri,dengan Aurra yang kini berada dalam pelukanya.
"Kita jalani semua ini pelan pelan saja dulu."
Katanya-pelan namun syarat akan makna.
'Kita jalani semua ini pelan pelan saja dulu?
Maksudnya apa ini?'
Bingung Dimas.
"Jadi jawaban kamu?"
"Yes,I do."
Singķat,namun nyatanya mampu membuat senyum lebar nan bahagia mengembangi dibibir kissable milik Dimas.
Alhamdulillah
Tuhan tidak pernah lupa,tidak pernah pula inkar akan janjinya.Setiap insan di ciptakan berpasang pasangan,tunggu dan lihat saja.Semuanya akan indah pada waktunya.
TBC
@@@
Hoammm😧😧
Gantuk readerss,rebahan mulu efek sick.
Gimana.....ada yang lagi onlinelearning gak kayak aku?
Pokoknya buat kita semua,selalu jaga kesehatan ya.Semoga Allah selalu melindungi kita dari wabah Covid 19,Amiiiin🙈🙈
Nahhh,gimana buat part ini?
Ada yang say WOW😲😲gak?
Terkejut😫😫
Apa baper gitu😄😄
Apa masih kurang updatenya???
Nanti yoo,diperbanyak lagi.Sekarang ini thornya lagi kurang fit.Jadi maaf cuma ala kadarnya.Makasih buat readers yang masih setia nunggu update,jangan bosen" ya buat suppòrt karya karyaku.
Ok,see you in next chapter🖑🖑
__ADS_1
Sukabumi 19 maret 2020
12.35