
'Kecurigan datang bukan tanpa alasan.Namun kecurigaan datang dari mata yang melihat,dan hati yang menduga.'
~Arkia Shalfira Mubaraq~
Semenjak mengechat dan menelpon suaminya malam kemarin,Kia tak lagi mencoba menghubungi suaminya itu.
Jam yang tergantung diruang tamu sudah menunjukkan pukul 22.30 malam,namun belum ada tanda-tanda jika suaminya itu akan kembali.
Hati kia meremang.Luka yang ditorehkan suaminya itu makin hari semakin menjadi.
Entah apa salah Kia,namun dalam kasus ini seakan akan semua kesalahan itu dilimpahkan padanya.
Walaupun Kia sudah mencoba memperbaiki hubungan mereka,namun tidak ada responan baik dari sang suami.
'Hufft....kayaknya mas Vano gak pulang lagi hari ini?'batinya lesu.
Bukan tanpa alasan,memang sulit mempertahankan sebuah hubungan tanpa perjuangan kedua belah pihak.
◇◇◇
°Radirin's Resto and caffe
"Ki,ini tempat kamu mangang?"tanya Ana.
Kia tanpa sengaja bertemu dengan sahabatnya Ana,ketika jam makam siang.
Ana bilang ia janjian dengan Renata dan juga Ezka.Mendengar nama kembaranya itu disebut,Kia jadi merindukan sosok pria yang selalu menjaganya itu.
Sudah dua minggu semenjak pernikahanya,dan Kia belum bertemu dengan Ezka ataupun umi dan abinya.
Kia takut,dari hati terkecilnya Kia takut karena telah membohongi banyak pihak.
Alasan kenapa Kia masih mau bertahan dalam hubungan ini adalah karena Umi dan Abinya.Kia tidak mau umi dan abinya kecewa.Bagaimanapun mereka tidak menyukai perceraian,ditambah lagi mereka terlihat begitu mempercayai Vano.
"Ki,kenapa sih? Kok bengong?"tanya Ana.
"Ah...tidak,kalau gitu aku kembali kerja lagi ya na!"
Gadis berpasmina coklat itu mengangguk.
Menyetujui permintaan sang sahabat.
"Ki!"panggilan suara bas berat itu sekitika mampu menghentikan langkahnya.
Suara yang hanya ia dengar dari telpon dua minggu ini.Suara sesosok adik yang selalu ia rindukan keberadaanya.
"Ezka"lirih Kia.
"Kamu apa kabar ki?"tanya pemuda tampan yang mengenakan jas kebesaran bertuliskan PRESMA itu.Kini keduanya tengah berada dikursi yang terletak diluar caffe.
"Aku baik ka.Gimana sama kabar kamu,umi dan abi?"tanya kia sambil tersenyum senatural mungkin.
"Aku baik,umi dan abi juga alhamdulillah baik.Kalau kamu rindu sama umi dan abi,kenapa tidak pulang kerumah? Setelah menikah kamu belum pulang sama sekali ki?"tanya ezka intensif.
Ia menangkan ada aura kebimbangan dari mata saudari kembarnya itu.
"Kamu ada masalah sama bang Vano ki?"tanyanya to the point.
Semenjak menikah dengan Vano,Ezka memang memanggil Vano dengan embel embel 'abang'.
"Enggak ka,hubunganku sama mas Vano baik baik saja!"sangkal Kia.
'Ya-Allah maafkan kebohongan Kia ini!'batin Kia.
"Ki,kita sudah saling mengenal mengenal selama 23 tahun hidup kita.Kita kembar,dan aku tahu saat ini ada yang sedang kamu sembunyikan dari aku ki!"
Deg
Isting seorang anak kembar memang sulit dikelabuhi.Nah,sekarang apa yang harus Kia lakukan sekarang?
Saudara kembarnya ini memang terlahir dengan tingkat kepekaan yang tinggi.
"Gak ada yang Kia sembunyikan kok ki,mungkin itu cuma perasaan kamu!"sangkal Kia.
"Aku siap dengerin segala keluh kesah kamu ki.Ingat,isting aku sebagai kembaran kamu kuat.Aku bisa rasain apa yang sedang menimpa kembaranku!"
Ucapan ezka siang tadi terus saja terngiang ngiang dibenak Kia.Apa Kia sudah mengambil keputusan yang benar dengan membohongi Ezka?
Ezka itu orang yang paling peka akan perasaan Kia.Bagaimana kalau ezka tahu yang sebenarnya?
Apa yang harus Kia lakukan nanti?
"Ki,kamu dipanggil keruangan bu boss tuh!"ucap salah satu waiters disana,yang sekaligus mampu membuyarkan lamunan kia.
"Iya,kalau gitu kia titip kerjaan kia sebentar ya mbak!"
"Iya!"
Langkah Kia pun menuju rangan dilantai dua,rangan pribadi milik bossnya.
Kia tahu dari Arini jika boss mereka itu masih muda dan cantik.Arini memamg cerita bamyak tentang bosnya ini,soalnya Arini sudah bekerja padanya kurang lebih tiga tahun lamanya.
Tok Tok Tok
"Masuk!"titah suara lembut dari dalam sana.
Terasa tidak familiar,pikir Kia.
"Assalamualaikum"ucap Kia kerika memasuki ruangan bernuansa putih abu itu.
"Waalaikumsalam"ketika kedua netra itu saling beradu,keduanya sama sama terkejut.
"Mbak?"
"Kamu?"
Kata mereka bersamaan.Ternyata boss kia adalah wanita cantik yang beberapa hari kebelakang ia tolong dari insiden jambret yang menimpanya.Memang dunia hanya selebar daun kelor itu benar adanya ya?
Senyum semringah terbit diwajah cantik wanita berusia 26 tahun itu.Dengan tutur kata lembut khasnya,ia pun mengajak kia mengobrol panjang lebar.Siapa sangka malaikat penolongnya waktu itu kini bekerja sebagai mahasiswa magang di restoran miliknya.
"Dunia itu cuma selebar daun kelor itu ternyata benar adanya ya?"katanya jenaka sambil tersenyum manis khas bibir cantiknya.
Sungguh sempurna ciptaan tuhan yang satu ini.Wajah cantik,tutur kata yang sopan,berpendidikan tinggi pula.walaupun nyatanya tak ada yang sempurna didunia ini,namun bagi Kia wanita dihadapanya ini hampir mendekati kata sempurna.
__ADS_1
"Saya senang kamu bekerja di tempat saya Arkia!"katanya lembut.
"Kata pegawai saya lang lain,kerja kamu bagus.Saya suka itu!"lanjtunya.
"Terimakasih bu atas pujiaanya!"
"Ett...jangan panggil saya ibu Arkia,saya belum setua itu.Panggil mbak saja!"koreksinya.
"Baik mbak!"
Aurrin Anstasya James,wanita cantik bergelar master chief dari salah satu univ kuliner di Jerman itu adalah boss ditempat kia kerja.Wanita cantik berperawakan tinggi dengan rambut coklat gelapnya,manik hazelnya yang menarik,bibirnya yang manis.Membingkai sempurna kecantikan wanita cantik bak model model internasional itu.
"Subhanallah,mbak Arin cantik banget
ya- Allah!"ujar Kia setelah pertemuan keduanya dengan wanita cantik yang siapa sangka kini telah menjadi bossnya itu.
"Ya kan siboss cuantik banget?"sela Rini.
Kia mengangguk membenarkan.Dimata semua karyawan restoran & caffe ini,hidup bossnya itu amatlah sempurna.
Wajahnya cantik luar biasa,berpendidikan tinggi,dari keluarga berada,mapan,bahkan dari segi asmara pun ia bisa dibilang amat beruntung,karena ia telah menjadi kekasih seorang CEO muda nan tampan.Hubungan mereka bahkan sudah sampai tahap tunangan dan berjalan lima tahun lamanya.
"Tunanganya siboss itu juga ganteng banget loh ki?"lanjut Rini.
"Dari mana kamu tahu rin?"tanya Kia penasaran.
"Orang kemarin pak Radith dateng kesini buat jemput buk Arin."
"Oh,nama tunanganyanya mbak Arin itu pak Adith?"
"Heem,mereka itu kayak couple goals tau gak ki? Ceweknya cantik,cowoknya tampan.Beuhh....berasa lihat romeo and juliet!"antusias Rini.
"Astagfirulahaladzim,udah ah gak usah ghibahin orang lagi.Gak baik tahu!"ucap Kia sambil berlalu menuju tempatnya bekerja.
"Orang aku lagi ngasih info,bukan ghibahin orang kok?"pikir Rini.
□□□
"Rin,aku titip dulu ya bentar,mau kebelakang dulu,shalat Ashar!"pinta Kia pada Rini.Kini memang sedang memasuki waktu ashar dan pengunjung juga sedang banyak banyaknya.
"Ok"
"Kamu gak sekalian?"
"Biasa,lagi ada tamu bulanan!"katanya sambil cegegesan.
Kia pun hanya ber'oh' ria sambil berlalu menuju ruangan belakang resto,dimana disana ada dapur dan tempat istirahat termasuk tempat shalat.
"Selamat sore!"sapa pria tampan yang mengenakan atasan kemeja maroon yang dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam itu.
"Sore pak Adith.Mau jemput buk Arin ya?"tanya Rini ramah.
Rini memang beberapa kali bertemu secara langsung dengan tunangan bosnya ini.Oleh karena itu ia sudah hapal betuh wajah tampan tunangan bossnya itu.
"Iya"jawabnya sambil tersenyum.
'Subhanallah....tampanya mahluk ciptaanmu yang satu ini ya-Rabb'batin Rini terpesona.
"Rini?"panggil Radith sambil membaca nametag yang tersemat didada sebelah kiri Rani.
"Ok,kalau begitu saya pergi dulu menemui bidadari saya!"katanya sambil berlalu.
'Uhh...udah ganteng,tajir,romantis lagi!'gumam Rini.
Puk
"Rin,kamu kenapa?"lirih Kia sambil menepuk bahu Rini.
"Astagfirullahaladzim,kamu bikin kaget saja ki!"
"Maaf maaf,lagian kamu dari tadi bengong mulu?"Diambilnya kursi disamping Rini untuk didudukinya.10 menit cukup untuk kia menunaikan ibadah shalat Asharnya.
Ketika kembali temanya itu tengah melamun sambil senyum senyum sendiri.
"Ah...itu tadi aku lihat pak Adith,tampanya itu loh ki masyaAllah!"ungkapnya antusias.
"Tunanganya mbak Arin?"
"Iya,biasa mau jemput buk Arin.Mereka kayaknya sih tinggal bareng!"
"Husst....masa tinggal bersama,mereka kan bukan mahrom!"
"Iya ya?"
Obrolan keduanya pun terhenti oleh kedatangan beberapa pelanggan.Hingga pukul 19.05 malam,Kia yang penasaran akan tampang tunangan bosnya itu belum juga bisa melihatnya.Kata Rini pria itu datang pukul empat sore tadi,dan sekarang sudah pukul tujuh malam.
Tringgg
Tringgg
Bunyi suara benda pipih berwarna silver milik Kia itu.
ANA Cuantikk😙😙
Melihat nama yang tetera disana,membuat Kia geli.Pasalnya gadis itu sendiri yang menulis nama kontaknya sendiri dihapenya.
"Halloo..Assalamualaikun na!"
'Waalaikumsalam ki!' Kia terkejut dengan suara ana yang agak bergetar dan seperti menahan tangis.
'Ada apa dengan ana?'batin Kia bertanya tanya.
"Ada apa na?"
'Ki bisa kerumah Renata sekarang?'
"Iya,tapi aku izin dulu sama bos ku ya!"
'iya,aku tunggu ya ki!'
"Iya"
'Assalamualaikum'
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
Setelah memutuskan sambungan teleponya,Kia langsung membenahi barang barangnya dan izin pulang lebih Awal.
"Rin aku izin pulang lebih awal ya!"
"Ada apa ki?"
"Temanku sedang membutuhkan aku!"
"Oh,Ok.Kamu tinggal izin sama ibu langsung!"
Kia mengangguk,lalu bergegas menuju lantai dua dimana ruangan bos cantiknya berada.
Kini Kia sudah berada didepan pintu bercat silver tersebut.Ragu,seakan menghampiri kia saat ingin mengetuk pintu tersebut.Samar samar ia mendengar suara suara aneh dari dalam sana.
Ahhh~
Ahhh~pelan pelan ditthh~
Sstthh....
Ishh...pelan pelaanaaahhkk...
Hmm
Ahhkk....
Suara samar samar yang terdengar seperti desahan dua orang dibalik pintu tersebut.
"Astagfirulahaladzim"sebut kia sambil menghilangkan prasangka prasangka buruk yang mulai memenuhi otak polosnya.
Diputarnya kembali tubuhnya karena tidak
Mungkin ia menganggu dua insan didalam sana.Kia pun akhirnya menitip izin pulang lebih awal kepada Rini.
Pukul 21.00 malam Kia baru bisa pulang kerumahnya diantar supir Renata.Hatinya sedih melihat sahabatnya tengah dirundung duka.Kedua orang tua Ana terancam cerai,karena hadirnya orang ketiga.
Pernikahan yang telah dibina selama 25 tahun itu hampir kandas,karena masuknya orang ketiga.
Semua perkataan Ana kembali teringat dibenaknya,tentang kecurigaan awal ana tahu jìka papanya itu punya wanita lain.
Papa jarang pulang ki,kalaupun pulang itupun dini hari atau pagi hari.
Papa berubah jadi tempramental dan suka main tangan.
Papa sering kepergok jalan sama cewek lain ki,makan ataupun jalan dimall.Aku sudah pernah lihat sendiri.
Kecurigaanku bertambah saat mama menemukan banyak noda lipstik dan parfum wanita yang tertinggal dikemeja papa.
Ketika tengah asik melamun,decitan pintu membuyarkan lamunan Kia.
"Mas pulang?"sapa Kia sambil tersenyum dan meraih jas serta tas kantor suaminya.
Ketika hendak meraih tangan suaminya,pria itu melengos pergi begitu saja.
'Sabar kia!'
"Mas vano sudah makan malam? Kalau belum biar Kia siapkan!"ucap kia.
Walaupun ia tahu akan sia sia menawari sang suami,namun Kia tetap gigih menjalankan kewajibanya.
"Saya sudah makan malam diluar!"ucapnya dingin sambil melanjutkan langkahnya.
"Kalau gitu biar Kia siapkan air panas,buat mas mandi!"tawar Kia.
"Saya bisa sendiri!"jawabnya acuh.
Bukanya kia gentar akan semua penolakan sang suami,Kia malah semakin gigih dibuatnya.
"Mas tungģu!"intruksi Kia.
Pria tampan yang tengah berjalan itu berhenti sejenak,lalu menoleh kearah gadis yang berstatus sebagai istrinya itu.
"Ada apa?"tanyanya datar,ekspresi yang selalu diperlihatkanya untuk Kia.
"Itu apa,ruam ruam kemerahan dileher mas?"tanya Kia penasaran,pasalnya ruam ruam kemerahan yang menarik perhatianya itu bukan cuma satu.Mungkin ada dua atau tiga.
Vano terlihat terkejut,namun disembunyikanya keterkejutan itu dengan apik dibalik sikap datarnya.
"Ini mungkin digigit nyamuk tadi!"jawabnya datar.
'Nyamuk? Bukanya mas Vano selalu bekerja diruangan ber-AC?dan bersih dari serangga apa lagi nyamuk?'
"Digigit nyamuk ya,kalau gitu sini Kia obati pake minyak kayu putih!"ucap Kia polos.
"Tidak perlu.Saya bisa sendiri!"tolak Vano sambil melanjutkan langkahnya.
Ketka pria itu sudah hilang dibalik pintu kamarnya,Tubuh Kia limbung.Jatuh terduduk diatas lantai.
'Aku tidak sebodoh itu mas,jadi kamu bermain wanita dibelakang aku?'
Tanpa diduga dan diperintah,sebutir lelehan kristar itu berhasil lolos dari manik hitam Kia.Terjawab sudah kecurigaanya selama ini,dari vano yang suka pulang larut malam atau menjelang pagi,alasan kenapa selalu tercium parfum wanita dari jasnya,dan bukti fisik yang ia lihat dileher suaminya tadi.
Semuanya sama seperti yang diceritakan Ana,persis seperi yang ana lihat dari kasus perselingkuhan papanya papanya.
'Maaf kan Kia Ya-Allah,karena tidak bisa menjadi istri yang baik.Sehingga suami kia sampai bermain api dengan wanita lain.'
◇◇◇
Curiga🌰
Huaahhh....Assalamualaikum redersss😄😄
Jumpa lagi dengan novel 'Bukan salah Khitbah' semoga readers semua gak bosen bosen ya😊😊
Jangan lupa vote komen dan share.
Sampai jumpa dipart berikutnya.
Waasalammm
Sukabumi 09/11/19
__ADS_1
09.39