Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Rahasia dibalik kisah sebelas tahun


__ADS_3

“Puncak rasa rindu seseorang adalah ketika tak lagi bertemu, tak lagi bertegur sapa, tetapi di dalam hati saling mendoakan,”


– Bacharuddin Jusuf Habibie-


"Dia,Saylandra Khumaira Netra.Perempuan yang masih mengharapkan cintamu hingga kini."


-


'Sayla'


Batinya meremang.


**


Tak ada yang tahu garis lukis takdir seseorang.Hanya yang diataslah yang maha mengetahui akan semua goresan takdir bagi tiap mahluknya.Sungguh,Dimas pun tak pernah menyangka akan mengalami semua ini.Ia pikir,ia akan benar benar bebas dari kedua orang yang sudah dihindarinya hingga bertahun tahun lamanya ini.


"Biarkan adik saya berbica sebentar Dim,setidaknya beri dia kesempatan kali ini saja!"


Ujar pria berseragam pilot tersebut.


"Bang"


Lirih Sayla,perempuan cantik itu sudah cukup ķuat menahan air matanya.Namun apalah daya,genangan kristal bening itu sudah mulai melelehi kelopak matanya.


Bukan saja hatinya yang kembali terasa sakit akan penolakan,tapi ia juga merasa sangat memalukan jika mengingat kebodohanya barusan.Ingin sekali Sayla mengutuk dirinya sendiri kali ini.Sungguh,kecerobohanya yang satu ini tidak dapat ditolelir.


"Sudah bang,ini memang Sayla yang salah.Mungkin sayla salah orang."


Lirihnya sambil meraih lengang sang kakak,berharap pria bermanik coklat bening mengerti keinginanya untuk segera menjauh dari pria dihadapanya.


"Kamu tidak salah orang Sayla,dia memang Dimas teman abang."


Ucap Rendra mantap,sambil menatap sejenak pria dihadapanya.


"Tapi bang,sayla-"


"Tidak disangka,nona Sayla bisa segitu rendahnya,sampai sampai suami orang saja dilamar."


"Iya.Gak malu apa,gak lihat si tuanya udah punya putri."


"Iya.Ternyata,putri dari keluarga terhormat juga bisa merendahkan dirinya begitu."


"Iya.Memalukan!"


Cibir beberapa rekan sejawat Sayla.


Sungguh,memalukan sekali rasanya.


Ingin sekali dirinya menghilang dari bumi detik ini juga.Dengan menundukkan kepalanya,gadis cantik bermanik gelap itu kembali berucap.


"Maaf tuan,mungkin tadi perkataan bodoh saya membuat tuan risih.Saya benar benar minta maaf,sepertinya saya salah orang."


Ucapnya final,masih dengan menundukkan kepalanya.


"Sekali lagi saya minta maag tuan."


Ucapnya tergesa gesa sambil berlalu.


"Saylà"


Panggil Rendra mencoba untuk menghentikkan langkah sang adik.


"Sayla"


Namun nihil,gadis bermanik gelap yang tengah berderai air mata itu sudah terlebih dahulu hilang diantara kerùmunan manusia yang sedari tadi menonton mereka.


Sedangkan Dimas hanya bisa diam mematung,sambil menatap nanar kearah perempuan yang baru saja disakitinya dengan sengaja tersebut.


"Dim,kamu benar benar pengecut.Saya pikir setelah bertahun tahun lamanya,kamu sudah bisa menghilangkan sifat egoismu itu."ucap Rendra emosi.


"Tapi nyatanya,kamu masih sama saja.Pengecut."


Ucapnya penuh penekanan diakhir.


"Jangan harap kamu bisa membohongi saya tentang perasaan kamu.Dan,jangan berharap pula saya akan mengijinkan kamu untuk bertemu dengan Sayla lagi.Camkan itu baik baik."


Ujarnya penuh penekanan.


"Bang,ini ada apa sih?"


Lirih Risma,wanita itu tentu kebingungan dengan apa yang barusan tersaji dihadapanya tersebut.


Pria yang sedari tadi berdiri dengan tegapnya itu,tiba tiba seperti terhantam sebuah goncangan yang amat dasyat.


Bahunya melemas seketika,sungguh hatinya meremang seketika.


"Sekarang kita pulang dulu ya mam,nanti abang ceritakan semuanya dirumah."


°•°•°•°


Hamburan gemerlap bintang diangkasa,menemani kesendiriaan pria berpakaian casual tersebut.


Dari balik pintu kaca rumahnya,pria itu bisa melihat begitu banyaknya bintang yang muncul malam hari ini.


Semenjak pertemuan di airport tadi,pikiranya begitu berkecambuk.


Manik coklatnya menatap kosong kearah langit lepas sana,pikiranya kembali melayang ke-sebelas tahun kebelakang.


Tepatnya,kepada malam memilukan yang mencadi pemicunya untuk menjauhi cinta pertamanya tersebut.


⛼Flahsback


Taburan bintang yang bergemerlapan diangkasa,menyambut sepasang sahabat yang baru saja keluar dari ruangan les bahasa tersebut.Jam tangan yang melingkan dipergelangan tanganya,sudah menunjukkan pukul 20.15 malam kala itu.


Dua pemuda tanggung,yang masih mengenakan seragam abu putih tersebut terlihat berbincang sejenak diarea parkir.


"Dim,gue minta bantuan loe boleh gak?"


Tanya pemuda bermanik coklat keemasan sangking beningnya.


"Minta tolong apa Ren?"


Jawab pemuda yang tengah membenarkan posisi ranselnya tersebut.


"Gue ada janji buat nganterin Mia buat beli peralatan lukis,jam setengah sembilan sekarang." Ucapnya sambil bergegas membenahi letak helm dikepalanya.


"Tolong jemputin adek gue ditempat dia les bahasa mandarin.Loe tahu tempatnya kan?"


"Hm,tahu.Sebrang Ind*mart dekat sekolahnya kan?"


"Hu'uh,gue titip dia ya.Kayaknya Sayla bentar lagi juga selesai les.Gue buru buru nih!"


"Hm,tapi aku-"


"Ayolah Dim,gue tahu kok loe suka sama adek gue?"


Ucarnya jenaka,sambil menaik turunkan alisnya.


"Renn."


Lirih pemuda tampan bermanik coklat yang terlihat tengah mengelak tersebut.


"Santai aja Dim.Ge tahu loe suka sama adek gue,jadi gue percaya sama loe buat jagain dia." Ujarnya,sambil memanaskan mesin motor sportnya.


"Itung itung gue ngasih waktu buat loe berdua PDKT-an."


"Tapi Ren-"


"Udah ya Dim,gue udah telat nih!"

__ADS_1


Ucapnya sambil menancap pedal gasnya.


"Gue titip adek gue,Sayla."


Ujarnya sebelum berlalu dengan motor sportnya.


Huffftt


Pemuda tampan bermanik coklat itu bermonolog sejenak.Merasakan dengan seksama debaran aneh yang tengah memenuhi rongga dadanya.Entah sejak kapan memang,ia merasakan debaran aneh tersebut.Namun,setiap kali membayangkan wajah ceria si gadis pemilik manik coklat gelap yang manis itu,selalu berhasil membuatnya berdebar debar sendiri.


Mungkin aneh jika itu dinamakan cinta.


Dimas sendiri saja masih bingung mendeskripsikan tentang perasaanya tersebut.


"Bismillahirromanirrohim"


Tak mau membuatnya lama menunggu,pemuda tampan berjambul hitam yang tertata rapih itu,memilih segera memacu motor matic miliknya.


Sementara itu,ditempat lain seorang gadis bermanik coklat gelap yang memiliki sepasang lesung pipi,terlihat baru saja keluar dari tempat lesnya.


"Say,aku sama Ana duluan ya.Kita udah dijemput."


Ucap salah satu temanya,berpamitan.


"Ya sudah."


"Gak papa kan kita tinggal Say?"


Lanjut teman yang satunya lagi.


"Iya.Gak papa kok!"


Jawabnya sambil memperlihatkan senyum manisnya.


"Ķalau gitu kita duluan ya.Bye."


"Dadah Sayla!"


Setelah kepergian dua temanya,gadis cantik berparas oriental itu melirik jam tangan yang melingkar dipergelanganya.


Pukul 21.15,sudah lebih dari 30 menit lamanya ia menunggu abangnya menjemput.


Namun nihil,hingga jarum jam di pergelangan tanganya menunjukkan pukul 21.30 pun,belum ada kabar dari sang kakak.


Jika bundanya,sedari tadi ia juga sudah menelponya.Tetapi nomer sang bunda sulit dihubungi.Belum lagi dengan sang papa,papanya itu pasti tengah berada dalam tugas mengudara saat ini.


"Abang Rendra kemana sih?"


Gerutunya pelan.


Gadis cantik tersebut nampaknya mulai ketakutan,diantara bangunan tinggi namun sepi bersamaan.Hingga manik gelapnya menangkap sebuah mobil sedan hitam yang berhenti tepat disampingnya.Dari dalamnya,keluarlah dua orang pria bongsor yang mendekati Sayla.


"Saylandra Khumaira Netra,putranya Roberto Diks Netra."


Ujar salah satunya.


"Ternyata Pilot sombong itu punya putri semanis ini."


Ujar yang satunya lagi,sambil menatap Sayla dengan tatapan yang menjijikan menurutnya.


"Kita bawa dia."


Sayla menggeleng cepat,kaki mungilnya bergerak repleks saat merasa ada bahaya yang mulai mengintai disekelilingnya.


Grep


"Mau kabur kemana kamu nona kecil?"


Namun,belum sempat ia melarikan diri,salah satu pria itu berhasil membaca gerakanya.


"Lepass,Sayla mau pulang.Lepasiin!"


"DIAM.DIAM ATAU SAYA BUNUH KAMU."


Bentak pria berkaos hitam yang tersebut mulai murka.


"Hikss....Sayla mau pulang om.Sayla mau pulang."


Rintihnya ketakutan.


"Diam bocah,atau saya pukul."


Ujarnya lagi,sambil menyeret lengan Sayla untuk masuk kedalam mobil.


Tubuh gadis mungil itu meronta ditengah isakanya.


"Lepasin Om.Sayla mau pulang."


"MASUK.CEPAT MASUK."


"Hikss...abang,Sayla takut."


Rintihnya ketakutan.


Setelah berhasil dimasukan dengan paksa,mobil sedan tersebut melaju dengan kencang meninggalkan tempat tersebut.


"Sayla."


Panggil pemuda pemilik suara berat tersebut.


Kejadian tersebut memang tak luput dari pantauan manik coklat beningnya.Hatinya cemas seketika,kalau bukan karena ia telan datang,semua ini pasti tidak akan terjadi.


"Sayla."


Teriaknya sambil memacu motor matic miliknya cepat.Jika saja bukan karena mengantarkan Arkia pulang teŕlebih dahulu,Dimas pasti tidak akan terlambat menjemput Sayla.Sekuat tenaga pun ia mengejar,tetap saja mobil sedan hitam itu lebih cepat darinya.


"Ahhk,sialan.Aku terlambat?!"


Umpatnya kesal.


Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kalinya ia mengumpat.Namun karena sangking kesal dan cemasnya,pikiran pemuda tampan itu menjadi kalut.


Dengan cepat ia menyambar Handphone didalam saku jaketnya,menghubungi Rendra dan orang tua Rendra.


Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Sayla,maka Dimas adalah penyebabnya.


Pemuda itu benar benar menyesali keterlambatanya.Dengan kekalutan yang masih melingkupinya,ia kembali memacu motor matic nya.


26 jam sudah berlalu.Air mata,kecemasan,keributan,juga ketakutan menyelimuti banyak pihak.Bahkan pihak yang berwajib pun masih belum bisa menemukan Sayla.Kegundahan itu juga yang kini tengah menyelimuti pemuda bermanik coklat tersebut.


"Ini salahku,salahku."


Batinya menggerutu.


"Berhenti nyalahin diri loe sendiri Dim.Kita semua juga takut Sayla kenapa napa.Tapi ini bukan real kesalahan loe."


Ujar sang sahabat,memberi dukungan.


"Ini salah gue.Kalau malam itu gue gak mentingin Mia,adek gue gak bakal hilang begini.Ini salah gue Dim."


Ucapnya menyesali.


Namun apa boleh dikata,nasi sudah menjadi bubur.Lima menit kemudian telepon rumah keluarga Netra berdering,suara seorang polisi masuk dari sambungan telpon.Kabar bahagia dan duka datang dalam waktu bersamaan.Semua orang langsung bergegas ke rumah sakit sesaat setelah mendapatkan informasi tersebut.


Riuh suara tangis kembali terdengar,luapan emosi kembali memuncak.Rasa penyesalan juga turut serta menghadiri.Putri kecil mereka yang selalu ceria dengan senyum manis yang selalu disunggingkanya.Berubah menjadi sosok lain yang nampak seperti gadis tak bernyàwa.


Manik gelap beningnya menatap nyalang,kosong tak ada cahaya.


Bibir mungilnya merintih kecil,sesekali menjerit histeris.Kondisi fisik maupun fsikisnya terganggu akibat kejadian penculikan tersebut.

__ADS_1


Polisi yang menemukan Sayla mengatakan bahwa gadis berlesung pipi itu telah mengalami pelecehan hingga mengakibatkan trauma berkelanjutan kepada kondisi mentalnya.Untung saja,saat pihak berwajib datang para penculik itu belum sampai merusak Sayla.


Tetapi tetap saja,gadis mungil itu mengalami trauma berat.Oleh karena itu Sayla selalu histeris jika dekat dengan lawan jenisnya.Bukan saja Redra yang merasa bersalah akan buruknya kondisi adiknya,tetapi juga Dimas.


Rasa bersalah yang kian kentara ia rasakan,membuatnya seakan akan tertikam penyesalan yang amat mendalam.


Ia telah gagal menjadi gadis mungilnya.


Ia telah gagal menjaga keceriaan diwajah cinta masa kecilnya.


Berat nya penyesalan yang ia rasakan,membuat Dimas mundur kala itu.


Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri akan apa yang terjadi kepada Sayla.


Demi kebaikan gadis itu pula,Dimas memilih pergi.Ia takut,takut akan kesalahanya yang tidak bisa menjaga gadis yang dicintainya ĺagi.


Dimas sengaja mengambil bangku kuliah diluar negri,selain itu ia juga menegaskan jika ia hanya menyukai Arkia.Semua itu ia lakukan agar Sayla melupakanya,melupakan cinta dan kekagumanya.Karena Dimas tahu,penculik itu suruhan orang tua Putri.


Putri Realline Mahendra-pùtri kepala sekolah tempat Dimas bersekolah.Gadis yang pernah patah hati karena ditolak mentah mentah oleh Dimas kala itu.


Asumsi Dimas,Sayla hanya akan dalam bahaya jika didekatknya.Belum lagi karena dirinya Sayla menjadi celaka.


Dimas memilih pergi,meninggalkan tanah kelahiranya.Meninggalkan hati yang sesungguhnya tak pernah berhenti mengharapkanya.


Padahal,dibalik semua itu ada sebuah fakta tersimpan.Semuanya bukan real karena motif balas dendam akan patah hati yang putri rasakan,melainkan karena ayah Sayla pernah menolak ajakan ayah putri untuk membantu menyelundupkan barang haram dipesawat yang dikendalikanya.


Semuanya bukan real kesalahan Dimas.


Rendra pernah berkali kali mengingatkan Dimas,namun dimas sudah terlanjut menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Sayla.Jadilah kesalahpahaman itu membelenggun keduanya,hingga mengakibatkan terciptanya jarak yang tak terukur lagi diantara keduanya.


🏙Flashback End


"Bang,abang lagi mikirin apa?"


Tepukan lembut dengan lantunan suara sang ibu,membuyarkan lamunan Dimas.


"Ah,abang cuma lagi lihat bintang mah."


Ucap sang bunda sambil menikmati sensasi usapan lembut dibahunya.


"Jadi,abang sudah mau bercerita sama mama hm?"


Tatapan lembut wanita baya itu meluluhkan kecemasan sang putra.Pria itu akhirnya memilih untuk bercerita,semuanya sudah ia pendam lebih dari 10 tahun lamanya.Mungkin sudah waktunya untuk membagi cerita ini kepada orang terdekatnya.Semua cerita itupun mengalir tanpa dusta dari bibir pria tampan tersebut.


Setidaknya hatinya nanti akan jauh lebih ringan dari pada sebelumnya.


**Seminggu kemudian.


Gemercik air ditengah taman,menemani sesi rehat perempuan cantik berlesung pipi tersebut.Rambut hitam legam sepunggungya tergerai bebas terhembus semilir angin.Tubuh tinggi proposionalnaya terbungkus oleh sebuah dress santai dari kain batik.


Sudah seminggu berlalu semenjak peristiwa memalukan dibandara Jerman tersebut.


Kini ia sudah kembali ke tanah air.Pasca kejadian tersebut,dirinya sempat mendapatkàn teguran dari pihak maskapai.


Ia juga tidak tahu mengapa,ia selalu saja bersikap ceroboh jika berhadapan dengan cinta masalalunya.


Sudah hampir 11 tahun lamanya,tetapi rasa itu masih dalam keadaan utuh tanpa berkurang sedikitpun.


"Neng gèulis,ini salad buah sama seblaknya!"


Suara mbok Min-salah satu asisten rumah tangganya datang,membuyarkan lamunanya.


"Oh,matur nuwun mbok."


(Oh,terimakasih mbok)


Jawabnya ramah sambil menyerbu makanan berbahan dasar kerupuk pedas itu terlebih dahulu.


"Sama sama neng!"


Sepeninggalanya Mbok Min,perempuan cantik itu mulai menyantap hidangan dengan kuah merah pedas yang beraroma khas canpuran rempah seperti cabai,bawang dan kencur tersebut.


Sesekali pikiranya kembali melayang,mengingat betapa kerasnya perjuanganya selama ini.Puluhan lelaki ia tolak begitu saja.Bukanya sombong,tetapi entah mengapa ia hanya tertarik kepada Calon dokter muda yang dulu mencuri hatinya sejak duduk dibangku SMP.


Sayla memang tipikal perempuan yang sulit move on.Dia juga tipikal pasangan yang setia,buktinya selama dia belum mengungkapkan perasaanya,dia setia hanya menjatuhkan hatinya pada orang yang sama selama bertahun tahun lamanya.


"Nèng,itu ada tamu didepan."


Ucap Mbok Min yang datang menginformasikan.


"Tamu,cowok apa cewek bi?"


Tanyanya.


Setahunya,temanya tidak ada yang akan bertamu kerumahnya siang ini.


"Cowok neng.Mana ganteng banget si tamunya neng."


Lanjut Mbok Min.


"Cowok.Tapi siapa?"


"Monggo dilihat dulu neng.Kasihan sudah menunggu dari tadi."


Perempuan cantik itu mengangguk,meletakkan sejenak makananya sebelum beranjak.


Dari dalam ia dapat melihat seorang pria jangkung tengah berdiri di teras rumahnya.


Dari belakang,pria itu terlihat rapih dengan setelan formahnya.


"Emm,ada perlu apa ya? Apa yang bisa saya bantu?"


Tanya Sayla lembut,sambil menyunggingkan senyuman ramahnya.


Deg


Sayla mematung seketika.Ketika pria itu berbalik,menatap dirinya langsung dengan manik coklatnya.Bukanya sendirian,melainkan berdua.Bibirnya bergerak,seakan akan siap mengeluarkan kalimatnya.


"Saya dan Aurra kesini untuk melamar kamu."


HAH??


@@@


TBC


Yooo......guyss🖖


Met week end yoo,ini aku lagi santuy nih.


Jadi bisa nulis hehe😎😎


Padahal besok aku dagdigdugderr mau menghadasi SIDANG.


Iyoo,SIDANG habis PRAKERIN.Do'ain ya,semoga lancar readers.Amiiin🙏


Hayoooo,komentarnya mana?


Gimana nih,lanjut napa enggak🤔🤔


Sok,komen yang buanyaaakkk😆😆


Biar aku semangat.


Udah ah,nanti cuap cuap lagi di part berikutnya😋


Bye...byeee


Sukabumi 15/03/20

__ADS_1


11.07


__ADS_2