
'Dari balik cerita itu aku menyimak,meringkas,dan mencari inti masalahnya.Yang ternyata semuanya berasal.....dari diriku....'
~Arkia Salfira mubaraq~
Semenjak kejadian memilukan itu,banyak yang berubah dari Kia.Dari sosoknya yang riang ceria,kini cenderung lebih banyak diam.Kia juga membatasi ruang geraknya dengan kontak secara langsung dengan lawan jenisnya.
Bukan apa apa,namun perbuatan Vano telah membawa trauma yang amat mendalam pada dirinya.
Terlebih lagi pria itu tak pulang kerumah semenjak perbuatan bejatnya.
Jangankan pulang,bahkan Vano saja tidak ingat akan kejadian malam itu.
Sungguh menyedihkan bukan?
Kia menyembunyikan cerita mengerikan itu dengan rapat.Hingga tak ada oksigen sekalipun yang bisa menyusup kedalam rahasianya ini.Biarlah tuhan dan dirinya saja yang tahu.
Sudah satu bulan lebih Kia tinggal sendiri,menanggung segalanya sendiri.
Ketika para orang tuanya datang berkunjung,Kia harus memikirkan berbagai cara untuk menghilangkan kecurigaan mereka.
Sudah dua hari ini,Kia juga memutuskan untuk menginap dirumah abi dan uminya.
Entah mengapa,akhir akhir ini badanya mudah letih,dan nafsu makanya turun drastis.
"Ki,kamu mau nganpus?"tanya sang umi terkejut.
Bagaimana tidak,putrinya itu terlihat masih sangat pucat.Semalam saja Kia demam tinggi.
"Iya umi.Hari ini Kia masih ada sidang akhir!"ucapnya pelan.
"Tapi kamu masih sakit ki!"sela sang abi khawatir.
Dua hari belakangan ini Kia memang jatuh sakit,tapi ia selalu enggan dibawa kedokter.
Takut katanya.
"Tapi bentar lagi Kia mau wisuda bi!!"kekeh Kia.
Memang benar,bulan depan nanti Kia akan menamatkan masa kuliah SI-nya.Oleh karena itu ia tidak mau menunda nunda sidangnya,hanya karena sakit ringan yang dideritanya.
"Iya mi,bi.Umi sama abi jangan khawatir,nanti Ezka bakal jagain kia 24 jam."usul pemuda jangkung yang baru bergabung diruang makan tersebut.
"Iya,boleh ya mi,bi?? Kan ada ezka yang jagain Kia??"pinta Kia memelas.
"Hm....ya sudah,tapi ezka harus jagian Kia ya!"pinta sang umi.
"Ok...Kapten!"
Jawab Ezka lantang,sambil meringis.
Selama perjalanan menuj kampus,keduanya terdiam membisu.Sampai Ezka membuka suaranya untuk memulai perbicaraan.
"Bang Vano gak pulang ki?"tanya Èzka to the point.
"Dia lagi sibuk sama proyek barunya ki!"elak Kia.
"Proyek barunya atau istri barunya?"
Deg
Kia tersentak,Ezka memang paling tahu jika Kia tengah berbohong saat ini.
"Dia gak tahu kamu lagi sakit?"
Kia terdiam.
"Kamu berubah ki!"
Kia mendongkrak,menatap adik kembarnya itu.
"Berubah? berubah gimana maksudnya ki?"
Bingung Kia.
"Kamu jadi pendiam,murung,tidak ceria lagi seperti dulu.Entah sadar atau tidak,kamu juga membatasi ruang gerakmu dengan kaum pria."ungkapnya.
Kia kembali terdiam,wajahnya tertunduk.
Memang orang yang paling sulit Kia bohongi adalah kembaranya sendiri.
"Apa....kamu punya sesuatu yang kamu sembunyikan ki?"tanyanya pelan.
"Ti-tidak ada!"jawab Kia gugup.
"Ok,tapi ingat ki,aku akan selalu ada buat kamu.Kamu kembaran aku,apapun yang kamu alami,secara batin aku bisa merasakanya."tutur Ezka sambil tersenyum tulus.
Ia memang tahu jika ada yang disembunyikan oleh Kia.Lambat Laun,Kia pun nantinya akan bercerita sendiri kepadanya,pasti.
__ADS_1
"Ki....kamu yakin mau lanjutin sidangnya?"tanya Renata cemas.
Sejak datang tadi,Kia memang terlihat sangat pucat.Keadaan Kia ini tentu membuat kedua sahabatnya cemas.
"Iya nat,aku yakin kok!"jawab Kia sekuat mungkin.
Padahal Renata dan Ana yang melihat kondisi Kia saja yakin,jika gadis berhijab syar'i ini tengah tidak dalam keadaan sehat.
"Yaudah Ki,tapi kalau kamu gak kuat,langsug bilang sama juri penguji ya?"pinta Renata.
"Iya ki!"timpal Ana.
"Iya iya."
"Arkia Salfira Mubaraq,silahkan masuk!!"ketika mendengar namanya dipanggil,Kia pun langsung bergegas masuk keruang sidang.
"Bismillahirrohmanirrohim"ucapnya pelan sebelum masuk.
Tiga puluh menit lamanya,Ana dan Renata setia menunggu Kia yang tengah sidang.
Hingga dimenit keempat puluh,bunyi decitan pintu mengalihkan pandangan keduanya.
"KIA...."teriak Ana dan Renata bersamaan,saat melihat gadis bergamis berwarna coksu itu terlihat terhuyung kelantai.
"Ki....bangun ki....."cemas Renata.
"Kia....bangun....."
"Kia kenapa?"tanya Bara yang datang dari ruang dekan.
"Kia tiba tiba jatuh pingsan Kak!"tutur Renata.
"Bawa keruang kesehatan....cepetan...!!"titah Ana yang sudah ketakutan melihat Kia yang sudah tergeletak tak berdaya.
Dengan sigap,Bara langsung membawa Kia keruang Kesehatan kampus sambil menggendonya ala bridel style.
"Gimana keadaan kia?"tanya Ezka cemas.
Pemuda jangkung itu terlihat sangat khawatir saat mendengar saudari kembarnya itu jatuh pingsan.
"Belum ada kabar dari dalam!!"jawab Bara.
Kini perhatian Ezka beralih kepada dua gadis berhijab yang sama cemasnya dengan dirinya.
"Na,kamu Ana kan?"panggil Ezka.
"Iya ka,ada apa kakak panggil Ana?"tanya Ana balik.
"Tapi kak-
"Kalian belum sidangkan? Kalian mau ngulang lagi tahun depan??"
"E-enggak kak!"jawab Ana gugup.
Ia baru sadar,selama empat tahun mengenal dan mengagumi seorang Dezka Halim Mubaraq,baru kali ini pemuda itu bercakap cakap secara langsung.
"Kalau gitu kita pamit ya kak.Salam buat Kia kalau udah siuman,maaf gak bisa nungguin sampai siuman"ucap Ana tulus.
"Iya."jawab ezka singkat sambil tersenyum.
Renata dan Ana pun melenggang pergi dari ruang kesehatan.
"Kamu tadi sok bijak banget na,pasti karena ada kak Ezka.Iya kan??"goda Renata.
"Apaan sih,enggak kok!"elak Ana yang sudah menahan malu setengah mati.
"Udah ah,yuk buruan nanti tlat loe!!"lanjut Ana sambil mempercepat langkahnya.
"Ciee....blushing!!"
□□□
"Ka,bisa saya ngobrol berdua sama kamu?"tanya seorang pria bersnelli dokter tersebut.
"Bisa dim!!"jawab Ezka.
"Kamu tunggu disini dulu bar!"titahnya.
"Iya!"
"Hm....gini,saya mau nanya.Tapi ini takut takut bisa menyinggung kamu atau Kia."kata Dimas,dokter muda yang bertugas sebagai dokter umum dipusat kesehatan diuniversitas tempat kia kuliah.
"Ada apa dim?"tanya ezka tanpa embel embel senior apapun,karena ezka dan Dimas sudah seperti saudara sendiri.
"Hm....apa Kia sudah menikah?"tanyanya to the point.
Deg
__ADS_1
Seketika itu juga,Ezka langsung mematung.
'Kenapa Dimas bertanya seperti itu,apa jangan jangan Kia-
Batin Ezka bertanya tanya.
"Iya,Kia sudah menikah.Memangnya ada apa dim?"
"Kia......saat ini.....tenģah mengandung."
■■■
Seorang pria tampan berkemeja dark blu itu terlihat tengah berkutat dengan berbagai tumpukan berkas berkas pentingnya.
Sudah sebulan ini,pekerjaanya bertambah banyak,hingga berkali kali lipat.
Tanpa sadar,sudah sebulan pula ia tak pulang kerumahnya.Rumah yang ditempati istri solehahnya.
Selain pekerjaanya yang menumpuk,sifat manja sang kekasih yang akhir ini menjadi jadi,semakin membuatnya tak bisa jauh darinya.Terlebih lagi,wanitanya itu tengah mengandung empat bulan.
Dimana moodnya sering berubah ubah,dan ditambah lagi dengan permintaan permintaan anehnya yang biasa disebut 'ngidam'.
Sebenarnya,Vano ingin pulang.
Walaupun itu hanya sekedar untuk memastikan apakah keadaan gadis itu baik baik saja?
Bahkan saat terakhir kali mereka bertemu,gadis itu seperti berubah padanya.
Dia acuh dan tidak bersikap lembut khasnya lagi.
Terkadang rasa ingin bertemu denganya membuhcah didadanya,namun lagi lagi niatnya itu harus diurungkan karena kekasihnya yang tengah mengandung darah dagingnya lebih penting,dari pada istrinya-Arkia.
Ia tahu,ia telah banyak memberikan luka pada gadis itu.Menjadikanya kambing hitam demi menjaga statusnya sebagai ahli waris keluarga Radityan,menyelingkuhinya,bahkan tanpa sepengetahuanya dia telah mempersunting wanita yang dulu amat dicintainya tanpa meminta izin terlebih dahulu pada sang istri.
Dia telah memadu Kia,sejak sebulan lalu.
Dimanakah letak hati seorang Keevano Radityan Khutbi?
Ia memang tak rela melepaskan Kia dengan pria lain,tetapi dirinya juga bukan memberikan kebahagiaan bagi Kia,melainkan menanankan banyak luka dihati dan fisiknya.
Brengsek bukan?
Vano tak pernah menganggap dirinya brengsek,ia hanya egois.Ego akan klaim bahwa gadis itu miliknya,haknya,istrinya,apakah itu salah??
Brengsek bukan???
Sampai kapanpun seorang Keevano Radityan Khutbi tidak akan pernah melepaskan Arkia.
Karena Kia miliknya,istrinya,ia berhak atas jiwa dan raga gadisnya.
Tak akan ada seorang pun yang akan memiliki Arkia selain dirinya,hanya dirinya.
Arkia Salfira Mubaraq hanya milik Keevano Radityan Khutbi,TITIK.
Namun ketika hatinya tengah berkelana diranah rindu,dobrakan pintu yang terbuka amat keras menyita perhatianya.
BRAKK
Disana,diambang pintu bercat coklat itu berdiri seorang pemuda tampan dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Ez-"
BUGH
sebuah tinjuan telak mampir dirahang kokoh Vano,pria yang tak siap akan pukulan yang dilayangkan tiba tiba itu,sampai membuatnya hampir terhuyung.
Pria bermanik itu berdiri,sambil menyeka darah yang merembes dari sudut bibirnya.
"Ada apa ini??"tanyanya bingung.
"BANGS*T LOE......
BUGH
BUGH
□□□
Dibalik cerita ada luka🍅
Huahhh😭😭........
Gimana guys???
Lanjut apa jangan???
Jangan lupa dukunganya ya guys.....karena penulis butuh dukungan😅😅
__ADS_1
Sukabumi 25/11/19
21.03