
'Kamu menghancurkan kepercayaan dihatiku berulang kali,maka masih pantaskah aku untuk mempertahankan rasa ini?'
**Arkia Shalfira Mubaraq**
Kelopak mata yang ditumbuhi bulu mata lentik itu mengerjap ngerjap,meloloskan manik hitam teduh yang telah kehilangan cahayanya.
Dieratkanya,cengkraman tanganya diselimut cream yang membungkus tubuh polosnya.
Air matanya melai menggenang,sedikit demi sedikit meluap ketika mengingat perbuatan pria brengsek yang masih berstatus 'suaminya' tersebut.
Netra hitamnya menatap kosong kearah seluruh ruangan yang menjadi saksi bisu keegoisan seorang Keevano Radityan Khutbi.
"Hiks....Hiks....Kenapa aku harus mengalami semua ini ya-Allah,kenapa??"
Rintihnya pilu.
Belum sempat pria itu menyembuhkan luka lamanya,kini ia telah menambah luka baru yang tak kalah parahnya.
Arkia jijik akan dirinya yang telah dilecehkan seperti ini,walaupun pria itu masih berstatus suaminya.
Kia merasa kotor akan tubuhnya,tampa melihat kacapun,dia sudah tahu berapa banyak bekas yang ditinggalkan pria itu.
Kia kecewa,saat ia masih mengharapkan rumah tangganya membaik,pria itu malah menghancurkan kepercayaanya.
Ketika ditengan kesedihan itu,kilasan kilasan kejadian mengerikan itu terbayang kembali seperti flim yang diputar dengan sengaja diotaknya.
"AHHHKK"
teriaknya kencang,saat hatinya tak kuat mengingat perbuatan bejat pria itu.
"AHHHKK"
Rintihnya lagi kerasa sambil mengacak rambutnya,berharap bayangan mengerikan itu hilang dari benaknya.
BRAK
Bunyi pintu yang terbuka paksa dengan kerasnya.
"Arkia,ada apa?"
Manik hitam jelaga itu terbelalak saat membuka pintu kamar yang semalam ia tempati.Hatinya nyeri melihat kenyataan yang terjadi pada wanitanya,karena ulah dirinya.
"Ki....kamu kenapa?" Ujar suara bass tersebut,terkejut atas keadaan kembaranya ketika datang menerobos masuk.
"AHHK.....PERGI....PERGI....AKU BENCI KAMU!! PERGI......" Teriak wanita yang masih menangis histeris tersebut.
"Ki,ini aku....Ezka!"
"PERGI,AKU BENCI KAMU!"
BRUK
"Arkia!"
"Ki!"
Ucap keduanya bersamaan,terkejut.
Kedua netra beda warna tersebut langsung terbelalak saat wanita yang tadi berdiri didekat ranjang itu,limbung menubruk lantai.
"Arkia..."
Panggil Vano sambil bergegas meraih tubuh wanitanya.
"BERHENTI BR*NGS*EK.MAJU SATU LANGKAH SAJA,AKAN KUPATAHKAN KEDUA KAKIMU!!" Ancam Ezka yang sudah terlebih dahulu berada disamping Kia.
Diraihnya tubuh sang kembaran ala bridal style.Direbahkanya tubuh ringkih Kia diranjang yang sudah awut awutan tersebut.Dengan nanar,ia menatap sendu kembaranya yang tergolek tak berdaya tersebut.
"Na,tolong Kia.Setelah itu kita bawa dia kerumah sakit!" Ucap Ezka,sambil meraih sang putri yang berada digendongan istrinya.
Dengan marah,pria itu berlalu menuju luar kamar dimana kakak iparnya itu berada.
"Bi,boleh nitip Ezkana ya sebentar,bawa kekamar atas bi!"
Titahnya pada pembantu keluarganya yang baru tiba tersebut.
"Baik tuan!"
Jawab sibibi,sambil membawa putri Ezka menjauh dari sang ayah.
BUGH
BUGH
Dua pukulan itu melayang kearah rahang dan perut Vano.Pria yang tak siap menerima pukulan tersebut,sampai tubuhnya limbung dengan keras kelantai marmer tersebut.
"APA KAU BELUM PUAS DENGAN LUKA YANG SUDAH KAMU TOREHKAN TIGA TAHUN LALU,LALU KAU MAU MENAMBAHKAN LUKA LAGI UNTUK KIA??
PRIA MACAM APA KAU INI HAH?"
BUGH
BUGH
Kembali,pukulan telak itu melayang kerahang kokoh Vano,sehingga siempunya dibuat mengaduh kesakitan olehnya.
"JAWAB KEEVANO,APA KAMU TULI HAH?"
bentak Ezka sambil meraih pundak kokoh Vano yang tak tertutup sehelai benangpun.
"Saya-"
"Ezka,ada apa ini?"
Suara itu berasal dari ambang pintu,dimana dua orang pria dan seorang gadis kecil berada disana.
"Ka,ada apa ini?"
Dimas-pria yang sedang mengendong putrinya itu bertanya,karena kebingungan yang membelenggu otaknya.
"Bi,Kia bii....Kia...."
Panggilan nyaring nan histeris itu berhasil mengalihkan fokus keempat pria dewasa tersebut.
"Kia!"
Dengan cepat Ezka langsung beralih,meninggalkan korban dari amukannya tersebut.
"Ada apa ini?"
Bingung Dimas.
Tak lama kemùdian Ezka keluar sambil membawa Kia yang tak sadarkan diri dalam pangkuanya,disusul dengan sang istri yang mengendong putrinya.
"K-kia kenapa?"
Kata Bara dan Dimas bersamaan.
"Nanti aku ceritain,sekarang kita bawa Kia kerumah sakit dulu."
"Yaudah,pakek mobil aku saja."
Sela Bara dengan tergesa.
Keempat orang itu berlalu,dengan tergesa membawa Kia tak lupa dengan Anzar juga yang tadi dititipkan kepembantu rumah mereka.
Hening,sepeninggalanya mereka suasana dirumah megah itu menjadi hening.
Meninggalkan seorang pria tampan yang berdiri membeku ditempatnya.
Terlihat dada bidanya yang terekspos itu memar dibeberapa bagian,karena pukulan Ezka.Namun bukan itu yang membuatnya sakit saat ini,tetapi rasa sakit ketika melihat wanitanya dengan tatapan penuh ketakutan dan kebencian.
Ia tidak terima ketika ditatap dengan sorot mata tersebut.Ia akui,perbuatanya kali ini telah membawa dampak negatif yang amat kentara pada wanitanya tersebut.
'Arrgg.....kenapa jadi seperti ini?' Batin Vano frustasi.
**
__ADS_1
Tiga pria tampan yang dua diantaranya tengah mengendong putra putrinya itu terlihat sangat gusar ketika tengah menunggu didepan sebuah ruagan intensif.
Netra ketiganya saling memandang,menyampaikan bahwa wanita yang terbaring didalam sana pasti baik baik saja.
Terkadang perhatian berlebih ketiga pria tampan ini membuat orang iri,Ana misalnya.
Wanita itu ketika awal awal menikah sempat iri karena Ezka-suaminya lebih memprioritaskan Arkia.
Namun lambat laun rasa itu mulai terkikis,dibalik kasih sayang ketiga pria ini karena wanita berhijab syar'i itu memang pasti diperhatikan lebih karena ia satu satunya perempuan yang tumbuh besar bersama ketiganya.
Sehingga membuat mereka terjebak dalam hubungan friendszone dan brotherzone yang membuat hubungan rumit diantara keempatnya.
"Bii,kayaknya Ezkana udah ngantuk!"
Lirih Ana,sambil tersenyum manis.
Pria itu menghela napas sejenak,ini sudah dua jam dari awal Kia masuk kerumah sakit ini.Namun belum ada juga kabar baik dari tim medis satupun.
"Bii"
Lirih Ana,sambil menyentuh lengan suaminya lembut.
Ia tahu jika suaminya ini tengah mengkhawatirkan keadaan kembaranya,sampài sampai tidak mendengarkan ucapanya.
"Astagfirullah,iya mi."
Kata Ezka ketika tersadar akan permintaan istrinya itu.
Diserahkanya bayi cantik yang sudah terlelap digendonganya itu pada sang istri.
Semua interaksi itu tak luput dari manik coklat milik Bara.Ia tersrnyum kecut saat melihat kebahagiaan keluarga kecil sahabatnya tersebut.
"Dzidi....Aulla...cape...cape..."
Celoteh gadis cantik berusia tiga tahun tersebut.
Pria yang dipanggil itu tersenyum kecil,lalu menurunkan sang putri dari pangkuanya.
Membiarkan sang putri berjalan jalan riang kesana kemari.Ia tahu jika 'capek' bagi putrinya itu berarti dia bosan.
"Om...Om..."
Panggil Aurra kecil sambil mencolek lutut Bara yang terbalut celana bahan hitam tersebut.
"Ada apa gadis kecil?"
Bara berjongkok,menyamakan tingginya dengan putri kecil sahabatnya tersebut.
"Peyuk om...peyuk..."
Rontanya sambil mengangkat tangan mungilnya keudara.
"Aurra....gak boleh nakal,sayang!"
Lirih Dimas sambil beringsut,hendak meraih tubuh mungil sang istri.
Namun belum sempat Dimas meraih tubuh mungil putrinya,Aurra sudah terlebih dahulu bersembunyi dibelakang tubuh tegap Bara.
"Omm...Aulla atut ma didzi om.....atut omm"
Celetohnya tak jelas,yang membuat keduanya bertatapan,tawa keduanya pun pecah.
Diraihnya tubuh mungil Aurra dari belakangya,senyum pria tampan itu mengembang.
"Yaampu....lucunya kamu,anak siapa sih?"
Ucap Bara sambil mengecup pipi gembul Aurra.
"Putli yayah Di..dzi.."
Jawab Aurra khas celòtehanya.
"Duhh....kamu cepat besar ya,om jadi pengen nikahin kamu deh!"
Canda Bara yang berhasil mencairkan suasana.
"Dasar pedofil,putri saya baru tiga tahun."
Bara terkekeh,sebelum kembali melanjutkan ucapanya.
"Yaudah,om tunggu 18 tahun lagi ya Aurra,setelah itu kita nikah!" Candanya sambil memeluk tubuh mungil Aurra.
"Tidak akan saya restui."
Sahut Dimas menimpali.
Kemudian tawa Bara kembali pecah saat melihat ekspresi bara.Ezka yang melihat interaksi kedua sahabat ikut tersenyum kecil,setidaknya persahabatan mereka tidak pecah karena wanita,seperti yang dahulu ditakutkan.
"Om Ezka,unda mana?"
Tanya bocah tampan yang tiba bersama pembantu keluarga Ezka tersebut.
Tadi bocah tampan itu sempat menangis kencang saat melihat bundanya tak sadarkan diri,namun Anzar dibawa pulang terlebih dahulu karena ia merengek ingin menelpon neneknya.
"Om,unda mana?"
Ulang bocah tersebut,sambil menghampiri Ezka.
"Anzar dengar om ya,Bunda lagi diperiksa didalam.Kalau bunda sudah lebih baik,nanti Anzar baru bisa lihat bunda."
Lirih Ezka memberi pengertian kepada bocah tampan tersebut.
Bocar berusia tiga tahun kurang empat bulan itu mengangguk,pertanda mengerti perkataan sang paman.
"Iya om!"
"Good boy!"
Puji Ezka sambil mengelus pucuk kepala Anzar sayang.
'Maafkan om,untuk saat ini om harus bohong sama kamu!' Batin Ezka bersalah.
@@@
Pria tampan bersurai hitam pekat itu terdiam sambil menguyar rambutnya frustasi.Ini sudah empat hari pasca perlakuan bejatnya pada Arkia.
Sambil menatap map coklat berisi hasil LAB tesebut,manik jelaganya menatap sendu.
Ia tengah merutuki perlakuan bodohnya empat hari lalu.
'Arrgg.....kenapa jadi seperti ini?'
Gumamnya frustasi.
Empat hari lamanya,Vano sudah menahan keiginanya untuk menemui sang wanita.
Karena setiap kali ia pergi kerumah sakit,keluarga Kia selalu saja menghalanginya untuk bertemu dengan sang istri.
"Jadi.....Anzar itu memang benar putraku?"
Ulangnya,seharian ini kalimat itu sudah berulang kali diucapkanya.
Setelah membaca hasil LAB yang dikirimkan X,Vano terus saja uring uringan tak jelas diruanganya.Jadi selama ini ia hanya salah paham? Bingungnya sambil menguyar rambut hitam pekatnya tersebut.
Belum lagi rasa bersalah yang menghantuinya,karena perlakuan bejatnya pada sang istri.
"Hallo!"
"....."
"Saya mau semua keluarga Kia tidak ada diruang inapnya."
"..."
"Saya mau bicara dengan Istri saya."
"...."
__ADS_1
TUT.......TUT.......TUT
'Aku harus memperbaiki semua perbuatan bodohku ini!'
**
Ckleekk
Wanita cantik berhijab syar'i berwarna baby blue itu enggan menatap pintu ruanganya yang mulai terbuka.Manik hitam yang biasanya meneduh,kini menatap lurus dengan tatapan kosong.Wajah cantiknya pucat,bibirnya terkantup rapat.
Air matanya memang tak lagi menetes,namun bukan berarti sakit hatinya sudàh mereda.
"Kia"
Deg
Wanita cantik itu membelalakkan matanya,ketika mendengar suara pria yang telah menyakiti hatinya itu.
Manik hitam jelaga itu beradu temu dengan
Manik hitam sendu dihadapanya.
Untuk beberapa saat mereka saling mengunci pandangan,tanpa mau beranjak sedikitpun.Namun tiba tiba sebuah teriakan melengking,diiringi tatapan penuh kebencian tersaji dihadapanya.
AHHKK
"PERGI....PERGI KAMU DARI SINI."
"Arkia,a-ada apa?"
Kaget Vano terkejut dan merasa bersalah atas perbuatanya yang berdampak sampai separah ini.
"PERGI.....AKU....BENCI KAMU...."
"PERGI..UMI....ABII....TOLONG!!"
"Ki,ini aku-"
Brak
"PERGI....HIKS....PERGI DARI SINI!"
Histeris Kia,sambil melempar benda apapun yang bisa digapainya.
BRAK
"Ki,kamu kenapa?"
Tanya Ezka panik,ketika mendapati kembaranya berteriak histeris seperti orang gila.
Pria tampan itu mengalihkan pandanganya,kearah samping dimana kakak iparnya berada disana.
"KAMU!!"
Bentaknya kesal.
"AHKK.....PERGI....PERGI..."
Histeris Kia.
Emosi pria berdarah Turki-Jawa itu mendidih saat melihat kepedihan yang nampak dimanik kembaranya.
"BR*NGS*K,KELUAR DARI SINI SEKARANG!!" Bentak Vano sambil menyeret Vano keluar dari ruang rawat Kia.
"Ngapain kamu kesini lagi Hah?"
Kesal Ezka,setelah ia menyeret Vano keluar tak lama kemudian datanglah tim medis yang menangani Kia.
"Apa belum cukup dengan membuat kia seperti ini?? " Gertaknya sambil mecengkram kerah baju Vano.
"Saya cum mau menemui istri saya,uhuk....uhuk!"
"Istri?? Gak ingat aku sudah kirim surat perceraian kalian tiga tahun lalu?"
Balas Ezka geram.
Deg
"Jadi kamu yang mengirim surat cerai itu?"
"Kalau ia kenapa Hah?? Aku muak lihat Kia terus terusan disakiti oleh bastard sepertimu!" Kesal Ezka dengan wajah merah padamnya.
BUGH
"Aku mau kalian bercerai!"
Final Ezka to the point.
Pria bermanik jelaga yang sedari tadi diam tanpa melawan itu,tersenyum menampilkan evil smirknya.Tanganya mengepal kuat,siap membalas pukulan sang adik ipar.
"Sampai kapanpun kami tidak akan bercerai!" Katanya kukuh.
BUGH
Pukul Vano membalas tepat diperut ezka,yang langsung membut pria itu tersungkur.
BUGH
"Tidak akan saya biarkan Kia kembali kepadamu,camkan itu!"
BUGH
Ezka kembali membalas,membuat keduanya terjebak adu jotos didepan ruangan rawat inap Kia.
"Berhenti,kalian berdua!"
Suara bass berat itu berasal dari pria baya yang datang bersama istrinya.
Mata hitamnya menatap tak suka kepada dua pria yang menyandang status anak dan mantunya itu.
Ezka dàn Vano terdiam,menatap kemurkaan diwajah tenang tersebut.
PLAK
PLAK
"Ini bukan perilaku seorang pria yang sudah dewasa!" capnya dingin,datar namun tetap memperlihatkan kemurkaan.
"A-abi!"
Ucap dua pria yang baru saja terkena tamparan keras tersebut.
"Abi mau bicara dengan kamu,Keevano!"
Katanya final sebelum meninggalkan lorong tersebut.
TBC
@@@
Huahh....maaf tlat update🙏🙏
Soalnya tadi pergi praktik renang🏊dulu.
Padahal gak bisa,tp demi nilai😂😂
Maaf ya readers aku tlat update kali ini.
Dimaafin gak?? Pada nungguin update gak sihh???
Hayooo....jawab???
Gimana menurut kalian part ini??
Penasaran gak sama part berikutnya??
Kalau gitu,jumpa lagi dipart berikutnya ya🖑🖑
__ADS_1
Sukabumi 11/12/19
15.29