
'Kamu merenggut segalanya mas,hatiku,perasaanku,kepercayaanku,cintaku,hidupku,bahkan statusku.Semuanya hingga tak ada yang tersisa,mas.....'
~Arkia Shalfira Mubaraq~
Selepas acara fhoto fhoto tersebut,Kia pun memutuskan untuk pergi kepernikahan Arin.
Tadi saat didepan univ,Kia sempat bertemu Arini,temanya semasa magang diresto milik Arin.
Dari Arinilah Kia tahu,jika pesta resepsi pernikahan Arin akan diselenggarakan diresto milik Arin.
Setelah izin dengan dalih pulang lebih awal,Kia memesan taxi dari aplikasi online untuk menghadiri pernikahan Arin.
Sebelum berangkat kesana,Kia sudah menyiapkan sebuah kado untuk Arin dan suaminya.
Namun,tiba tiba ditengah jalan taxi yang ditumpangi Kia mendadak mogok.
"Kenapa berhenti pak? Tempatnya kan masih jauh??"tanya Kia bingung.
"Oalah......sieneng mah,ini mobil bapaknya mogok."sahut sidriver.
"Mogok,kok bisa pak?"
"Gak tahu neng.Maaf ya neng,bapak gak bisa nganterin eneng sampe tujuan!"sedih sidriver yang sudah berumur tersebut.
"Iya gak papa pak."balas Kia lembut sambil tersenyum.
"Ini pak uangnya!"lanjut Kia sambil menyodorkan uang pecahan 50.000 tersebut.
"Oalah....saya gak ada kembalianya neng.Uang pas memangya gak ada neng?"tolak sisupir.
Senyum kia kembali terulas"kembalianya buat bapak aja.Saya ikhlas kok!"
"Beneran neng?"
"Iya pak!"
"Makasih banyak ya neng!"jawab sidriver antusias.
Kia pun melanjutkan perjalanya dengan berjalan kaki,sampai dia menemukan taxi atau kendaraan umum.
Namun tiba tiba,sebuah mobil SUV putih berhenti tepat disamping Kia.
Ketika kaca mobil itu turun dan memperlihatkan wajah tampan seorang Bara yang tengah tersenyum manis kearah Kia.
"Fira,kamu mau kemana?"tanyanya to the point.
"Kia mau menghadiri acara resepsi teman kak!"jawab Kia lembut.
"Kalau begitu kita pergi bersama ya fi!"ajak Bara.
"Hm_"
"Ini tengah hari loh fi,panas dan banyak polusi fi.Tidak baik untuk kesehatan!!"cerocos bara to the poin.
"Iya iya kak,Kia ikut sama kakak!"jawab Kia pasrah.
Akhirnya Kia pun pergi bersama Bara,yang ternyata tujuan mereka berdua sama.
Derrt
Derrt
Derrt
Lima belas menit telah berlalu,dan kini Kia dan Bara sudah berada didepan resto & caffe Radirin's milik Arin.
Yang ternyata nama tempat tersebut gabungan dari Radit dan Arins.
So sweath sekali bukan?
Namun Ketika hendak masuk,bara mendapat telpon dari ezka.
"Sebentar ya fi,aku angkat telpon dulu!"
"Kalau gitu Kia masuk duluan ya kak!"usul Kia.
Bara mengangguk mengiyakan.
Kia pun pergi masuk terlebih dahulu ketempat yang sudah disulap sedemikian rupa tersebut.Sedangkan Bara memilih untuk mengangkat telpon dari ezka terlebih dahulu.
"Hall_"
'Assalamualaikum Bar?'serobot pemuda disebrang sana.
"Waalaikumsalam ka.Ada apa ka,kok buru buru banget kayaknya?"tanya Bara penasaran.
'Kamu sama Kia gak sekarang?'
"Iya.Memangnya kenapa?"
'Kalian dimana sekarang?'
"Kan tadi udah dibilangin kalau aku mau keresepsi sepupu jauh aku ka!"tutur Bara menjabarkan.
'Please bar,bawa kia jauh jauh dari sana.Please,sekarang juga bar!!'pinta ezka takut takut.
Bara sampai sampai dibuat bingung dengan sahabatnya ini.Ada apa coba,kenapa ia seperti tengah gelisah?
"Memangya ada apa sih ka ?"
'Yang nikah itu suami sialanya Kia.DIA YANG SELAMA INI UDAH NYAKITIN KIA!'ucap ezka memburu dari sembrang sana.
"APA...?"
@@
Ketika memasuki bangunan yang sempat menjadi tempat magangya itu,Kia benar benar dibuat terpesona oleh indahnya dekorasi disana.
Bunga bunga bertebaran disana sini.Sorotan lampu blitz mengerjap disana sini.
Semua orang terlihat tampak menikati acara tersebut.
Dari kejauhan,Kia bisa melihat sepasang anak Adam yang tengah berbahagia berdiri diatas dipelaminan.
Senyum kebahagian begitu jelas terpatri dibibir Keduanya.Bahkan tak jarang mereka juga memamerkan kemesraan didepan umum.
Namun sebelum melangkah lebih jauh kepelaminan,langkah kia terhenti ketika manik hitamnya penasaran akan sebuah sudut ruangan yang dipenuhi foto foto dari kedua mempelai.
Langkahnya kini terarah kesana,dengan senyum kecil ia mendekat.
Namun senyum itu sirna,saat maniknya menangkap sosok familiar diwajah simempelai pria.
Rambut hitam itu,manik elang itu,rahang tegas itu,wajah tampan nan mempesona itu.......wajah milik suaminya.
Manik hitam Kia kembali beralih kefhoto lainya.Ada fhoto semasa SMA,kuliah,bahkan saat mereka menikah beberapa bulan lalu.
Pria itu tampak bahagia disana,sambil memeluk tubuh istri tercintanya.
Deg
'Mas....vano!'batin Kia.
Lidahnya kelu,air matanya mulai mengalir tanpa intruksi.
'Jadi selama ini....?'
Hatinya hancur berkeping keping ketika mendapati kenyataan pahit ini.
Jadi selama ini suaminya benar bermain api dibelakanya,menyelingkuhinya,bahkan menduakanya hingga menghasilkan sebuah kehidupan.
Bodoh,bodoh sekali dirinya.
Jadi selama ini wanita yang dibicarakan Arin itu dirinya? Orang ketiga itu dirinya?
Perusak hubungan vano dan kekasihnya itu dirinya?
Kia tak tahan lagi,hatinya sakit saat mendapati kenyataan ini.
Yang ia inginkan saat ini adalah pergi dari tempat ini,menghindar dari dua orang yang telah menorehkan luka dihatinya.
__ADS_1
"Kia...."
Namu,belum sempat ia melangkah lebih jauh,sebuah suara dari belakangya mengumandangkan namanya.
"Arkia...."
Panggilnya lagi.
Itu suara Arin,suara wanita yang ia sudah anggap sebagai kakanya sendiri
Namun nyatanya wanita itu menusuknya dari belakang.
Kia mau tak mau menoleh,menimbulkan raut keterkejutan dari pria yang terlihat gagah dihadapanya itu.
Sebisa mungkin Kia menampilkan senyuman manisnya,ketika akhirnya kakinya mau berjalan kearah pelaminan.
Air matanya telah ia hapus namun tidak dengan luka dihatinya yang kian terasa makin menganga.
"Kamu datang?"tanya siwanita sambil meraih langan Kia.
Kia tersenyum setulus mungkin.
"I-iya mbak!"jawabnya pelan.
"Oh iya ki,kenalin ini suamiku yang pernah kuceritakan kemarin.Keevano Radityan Khutbi,atau mas Radith.Suami tercintaku!"
Deg
Hati kia remuk dan hancur tak bersisa.
Bisa bisanya wanita ini mengenalkan pria yang sberstatus suami sahnya sebagai suaminya.
Raut bahagia amat kentara diwajah cantiknya yang terbalut dress pengantin berwarna putih bersih,dengan perut buncitnya yang mulai kentara.
Tatapan Kia kini beralih kepada pria yang tengah menatapnya dengan keterkejutan tersebut.
"Hallo mas Vano,anda terlihat sangat bahagia!"ucap Kia datar diiringi senyuman kecut.
"Ah...ini kado dari aku buat mbak.Semoga mbak suka!!"sebuah kado berbentuk persegi berlapis kertas berwarna peach tersebut.
Arin-wanita itu menerimanya dengan senang hati.
"Semoga keluarga mbak sama mas bisa jadi keluarga yang sakinah mawadah warrohmah."doa kia diiringi senyum kecilnya.
Padahal hatinya lara,hatinya hancur.
Bagaimana bisa suaminya berlaku setega ini kepadanya.
Dia menjalin hubungan dengan wanita dari masa lalunya hingga hamil dan menikah,dan dia menyembunyikanya dari Kia.
"Kalau begiti Kia pamit ya mbak,mas!"kata kia pilu.
Pamit pergi dari hidupmu mas,
aku pamit pergi dari hubungan menyakitkan ini mas,
aku pamit pergi membawa rasa suka yang terluka ini,dengan hati yang tak tertata lagi.
Aku pamit pergi dari hidupmu Keevano Radityan Khutbi.
Tubuh pria tampan itu seakan mematung seketika,bibirnya kelu.Dirinya tak menyangka jika istri pertamanya akan datang kepestanya dan Arin.
Ia menangkap sorot penuh luka dimata hitam yang biasa terlihat meneduh itu.Kini manik hitam teduhnya berubah sayu dengan berbagai luka menganga disana sini.
Belum jauh berapa langkah dari pelaminan,manik elang Radith membulat sempurna kala tubuh berbalut gamis baby pink itu hampir terhuyung kelantai.
"KIA..."panggil pria tampan yang langsung sigap meraih tubuh Kia kedalam pelukanya.
"Fi,fira....bangun fi...."ucapnya cemas sambil menepuk nepuk pipi Kia.
"Fira....saya mohon buka matamu.Jangan buat aku khawatir!"cemas Bara.
Ya,pria yang datang menangkap tubuh Kia yang hampir jatuh itu adalah Bara.
"B*NGS*T LOE KEEVANO RADITYAN KHUTBI!!"teriak seorang pemuda pakaian formal tersebut.Manik hitamnya memerah,wajahnya merah padam menahan amarah.
satu pukulan keras mampir dirahang Vano.Tubuhnya yang tak siap menerima pukulan itu,sampai hampir saja terhuyung.
"Dith....."cemas sang istri sambil membantunya berdiri.
"Kamu gak papa kan?"
"Hm"
"Ck.......segitu aja udah kesakitan.Loe bayangin gimana sakit dan hancurnya perasaan kakak gue.Dia dikhianati,diplogami,dicampakan,DIA LEBIH SAKIT DARI PADA LOE!!"bentak pemuda itu-Vano.
"Sampai ada apa apa sama kia dan kandunganya,gue gak akan biarin hidup loe tenang!"Ancam ezka sambil meninggalkan vano dan Arin.
Deg
Bohong jika ancaman Ezka itu tak membuat Vano gentar.
Dan apa yang ia katakan tadi,kandungan?
Apa Kia tengah hamil? bingung Vano.
Pertikaian itu tak luput dari perhatian tiap pasang mata yang ada disana.
Ezka telah pergi dengan membawa Kia bersama dalam gendonya,yang juga diikuti oleh Bara.
Tinggal seorang wanita baya yang masih berdiri tak bergeming disana.
Wanita itu menangis pilu sambil menatap vano penuh kekecewaan.
"Umi...."lirih vano,karena luka disudut bibirnya membuat rasa perih yang tertinggal disana.
"Umi,Vano bisa jela_"
PLAK
Sebuat tamparan dengan bekas tangan wanita yang dipanggil uminya ini.
Manik elang milik Vano beralih menatap Salma-mertuanya memohon.
"Umi,Vano-"
Lirihnya,namun belum sempat tertuntaskan.
Sebelum tamparan lainya kembali melayang dipipi kana dan kirinya
PLAK
PLAK
Tampar Salma lagi murka.
"Kamu tidak perlu repot repot menjelaskan semuanya Keevano.Saya sudah tahu semuanya."jeda Salma.
"Saya.....kecewa sama perbuatan kamu vano.Bukan karna semata mata Kia putri saya,tetapi kamu telah membohongi banyak perasaan disini.Saya seorang wanita,mama kamu wanita,adik kamu wanita,bahkan.....disampingmu juga seorang wanita.
Setidaknya kamu bisa memikirkan apa yang akan terjadi atas penghianatan kamu ini."kata Salma berderai air mata.
"Umi_"
Lidah Vano kelu,sungguh membuat banyak air mata berderai akan ulahnya membuat hatinya tertohok.
"Cukup.Mulai hari ini,saya Salma Halim Mubaraq memutuskan hubungan apapun antara kamu dan putri saya Arkia."ucapnya mantap.
Deg
Vano mematung,ada rasa nyeri yang tak bisa diungkapkan oleh kata kata saat wanita berumur itu mengatakanya.
"Dengan tangan saya sendiri,saya akan membawa Kia jauh dari jangkauan kamu,sehingga kamu tidak dapat menemukanya.Ingat itu Keevano Radityan Khutbi!"putus Salma sambil berlalu.
Salma adalah sosok wanita dan ibu tangguh.
Siapun yang berani mengusik putra putrinya,akan berhadapan langsung denganya.
"Umi"
__ADS_1
Lirih Vano.
Tanpa intruksi setetes air matanya lolos.
Arin yang melihat kesedihan dimata suaminya itu sakit hati.
Bukan karena iya sakit melihat keadaan suaminya,namun ia sakit hati karena suaminya itu menangisi keputusanya menikah denganya.
"Dith...."
Lirihnya,sambil membelai lengan kokoh sang suami.
"Saya salah rin.Saya melukai banyak perasaan hari ini!"lirihnya pilu.
"Ssstt....kamu gak salah kok dith.Gak ada yang melarang untuk meraih kebahagiaan kita.Kita lewati semuanya bersama ya!"hibur siwanita,sambil tersenyum manis.
PROK
PROK
PROK
Vano dan Arin beralih,kearah datangya suara tepuk tangan tersebut berasal.
Disana,seorang wanita hamil tengah berdiri dengan wajah mengeras.Tanganya terulur menarik koper hitamnya.
"Vanya?"lirih Arin ketakutan.
Disana wanita itu tengah berjalan cepat kearahnya dan Vano.
"Haii.....kakakku dan kakak ipar!"sindirnya sarkasme.
Vanya,atau Keyvanya Fitriasmi Radityan.
Adik tunggal vano yang selama ini tìnggal di Ohio.Saat vano menikah pun Vanya tidak pulang karena dia tengah hamil muda saat itu.
Dan kini ia pulang ketanah air saat mendengar berita pernikahan kedua kakaknya dari sekertaris sang kakak.Sedangkan kedua orang tuanya sendiri tengah dalam perjalan bisnis,keduanya pun kini tengah dalam perjalanan pulang.
"Memangya gak cukup ya kak,istri satu?"sindirnya.
"Mana istri keduanya bekas masa lalu lagi!"
Cibirnya.
"Vanya,jaga bicara kamu!"
Itu bukan suara Vano,melainkan suara Arin.
"Kenapa hah? Memang benar kan.
Kamu datang dengan dalih ingin mengambil cintamu yang dulu.Lalu kenapa lima tahun lalu kamu ninggalin kakaku? Sekarag saat dia sudah menikah kamu datang sebagai orang ketiga."
"Aku bukan pelakor,aku cuma mau meraih kebahagiaanku!"bela Arin.
"Padahal aku gak bilang kamu pelakor.
Tapi ya,Alhamdulillah kalo nyadar sendiri!"cibir Vanya.
"Sudah cukup key!"lerai Vano angkat bicara.
"Cukup apanya? Aku juga cewek kak,dan kamu udah nyakitin salah satu kaum aku."marah Vanya.
"Asal kakak tahu,pas mama bilang kamu ngekhitbah Arkia aku bahagia banget.Dia gadis baik,kenapa aku tahu? Karena dia sahabat aku dari SMP kak!!"ungkap Vanya.
Ada banyak kemarahan dari manik hitamnya.
"A-apa....?"
"Aku kecewa sama kakak.Dan satu lagi,kakak jangan harap bisa mendapatkan maaf dari Arkia.Karena aku yakin dia tidak akan memaafkan kakak,apalagi jika dia sampai kehilangan bayinya!"
Deg
Vano membeku ditempat dengan hati bergemuruh.
Sampai vanya-adiknya berlalu dari tempat tersebut,pria itu masih merenungi perkataan adiknya itu.
'Kehilangan bayinya? Bayi siapa? Arkia hamil anak siapa?'batinya menerka nerka kebingungan.
Banyak yang ia tidak tahu selama ini.
Tapi kenapa adiknya yang tinggal di Ohio saja tahu tentang Kia,kenapa dirinya tidak tahu apa apa.
Banyak pertanyaan pertanyaan yang hinggap dipikiran vano.
Dan lagi.....ada rasa meragu akan keputusanya saat ini.
Ada penyesalan yang mulai menggerogoti sebagian besar hatinya.
**
"Dokter.....suster.....tolong.....disini ada pasien yang tak sadarkan diri!!"panggil ezka cemas,sambil menggendong tubuh lunglai Kia ala bridal style.
"Suster....dokter....tolong selamatkan putri saya!"lirih Salma yang sudah tak kuat menahan air matanya.
"Silahkan bawa keruang gawat darut!"intruksi seorang pria bersnelli dokter tersebut-Dimas.
Pria bergelar dokter umum terbaik keluaran salah satu universitas di Inggris itu dengan sigap langsung membawa Kia.
"Dim.....tolong selamatkan kia dan bayinya!"pinta ezka memohon.
Ia sempat melihat cairan kental berwarna merah itu mengalir dikaki Kia.
Hatinya cemas,takut,marah,kesal,semuanya beradu menjadi satu.
"Insaallah,bantu doa aja ka.Kami tim medis akan menolong kia semaksimal mungkin!"kata Dimas sebelum masuk keruangan tempat Kia akan ditangani.
Duk
Dipukulnya dengan keras dingding rumah sakit itu kesal.
Hatinya marah akan perbuatan bodoh pria yang sempat ia percayakan untuķ menjaga kakaknya itu.
"Ka!"suara lembut dan usapan dipunggungnya membuat kepalanya menoleh.
"Umi!"dipeluknya erat tubuh sang Umi.
Ezka menagis,hatinya sakit saat melihat kembaranya begitu terluka.
Bara yang melihat sahabatnya terpuruk,ikut merasakan juga sakitnya.
Ia tak pernah tahu jika Aurrin-sepupunya adalah istri kedua Vano suami Kia.
"Umi sudah telpon abi.Kita pulang kesana besok ya ka!"kata sang umi sambil menenangkan sang putra.
"I-iya mi!"pasrah Ezka.
Mungkin pergi jauh dari sini adalah jalan terbaik untuk Kia.Mereka akan pergi,pulang menyusul sang ayah jauh dinegara ottoman tersebut.
'Kita akan pergi jauh dari sini ki.Makanya kamu dan baby kamu harus bisa bertahan!'doa Ezka dalam hati.
□□□
Patah dan hancur🍃
Huahhh.....gimana guyss🤔
sedih gakk?? apa masih kurang??
Sengaja nih....satu satu updatenya,biar greget😂
Jangan lupa vote,komen,like dan share.
Supaya aku makin cemungut buat nulisnya.
Jumpa lagi nanti ya......
Sukabumi 28/11/19
10:18
__ADS_1