
'Entah ujian atau rumus cinta belaka.
Ketika kita sudah bahagia dengan penggantinya,dia datang tanpa diundang sebagai sebuah cinta dari masa lalu.'
Terkadang datangnya masa lalu adalah sebagai tolak ukur,sejauh mana kita bisa melupakanya.Atau sejauh mana kita terjebak dalam lubang hitam lingkaran masalalu.
Setiap manusia punya masalalu.Baik atau buruknya kalian sendiri yang menentukanya.Move on atau tidaknya, itu tergantung usaha kita.Dan tentunya takdir yang lebih paham tentang bagaimana opsi masalalu bagi setiap orang.
Tak terkecuali juga bagi seorang wanita baik hati nan solehah seperti Kia yang juga mempunyai masalalu yang cukup ia kubur dalam dalam didasar hatinya.Masalalu yang kiranya dapat membuat hatinya goyah seketika.
Masalalu yang nampaknya sulit ia lupakan,mengingat pentingnya sosok yang berkecimpung menjadi masa lalu itu sendiri.
"Ki...."
Panggil suara bariton itu mengalun pelan.
Membuat siempunya nama tersenyum kecil mendengarnya.Didepanya sudah berdiri sang suami yang menggendong putra mereka.Keduanya masih kompak menguap,dengan balutan piama tidur yang berwarna senada pula.
Kelihatanya ayah dan anak ini memang baru bangun.Keduanya terbangun setelah alarm merdu dari lantunan shalawat yang selalu dilantunkan wanita cantik berkhimar syar'i itu setiap pagi.
"Unda celamat....hoamm....pagii"
Sapa sikecil yang terlihat masih menguap digendongan sang ayah.
Wanita cantik itu tersenyum kecil,lalu mematikan kompor yang tengah digunakanya sejenak.
"Selamat pagi juga jagoan jagoan bunda!"
Sapanya lembut sambil berlalu menghampiri sang suami.
Cup
"Selamat pagi abang,gimana tidurnya,nyenyak?"
Tanyanya dihadapan sang putra yang ia hadiahi ciuman singkat dipipi tembemnya.
"Nenyak nda..."
Jawab Anzar kecil,sambil memeluk bahu kokoh sang ayah.
Wanita itu tersenyum lagi,lalu beralih kearah sang suami yang tengah menatapnya seolah olah berkata 'aku mana?' Lewat gerakan dan ekspresi wajahnya.
"Apanya mas?"
Tanya Kia kebingungan.
"Sun bunda,masa ayahnya gak dikasih."
Ujarnya dibuat semanja mungkin.
Kia sampai sampai kesulitan menahan tawanya.Sungguh,suaminya ini manis sekali akhir akhir ini.Selain suka manja,Vano juga akhir akhir ini menjadi lebih menggemaskan menurutnya.
"Mas juga mau?"
Tanyanya.
"Iya,tapi bukan dipipi.Disini ni!"
Tunjuknya pada bibir merah kissable-nya.
Kia yang melihat itu langsung blushing dibuatnya.Memang pria tampan satu ini,akhir akhir ini lebih banyak meminta pikirnya.
"Tapi jangan lebih."
Ujar Kia mengingatkan.
"Ok bos!"
Jawab Vano cepat,sambil tersenyum kecil.
Kia menunduk sejenak,menatap sang putra yang tengah memungginya karena tertidur kembali sambil memeluk sang ayah.
"Ok."
Ucap Kia menyutujui,lalu ia sedikit menjinjitkan tubuhnya yang tingginya hanya sebahu Vano.
Cup
Kecupan kilat itu berhasil mampir dibibir kissable milik Vano.Yang mendapat kecupan itu terlihat tersenyum sumringah,sedangkan yang memberi kecupan wajahnya sudah seperti kepiting rebus,merah merona.
"Terimakasih ya-Zaujatii!"
Ucap Vano ketika melihat sang istri langsung memunggunginya dan kembali melanjutkan aktifitasnya.
Vano juga heran,entah kenapa akhir akhir ia jadi manja kepada istrinya itu.Bahkan ia bisa sampai cemburu,hanya karena Kia lebih memilih tidur bersama putranya-Anzar.
Ternyata benar,adanya cinta yang besar untuk wanita berhijab syar'i itu.Sehingga rasanya ia kini begitu bergantung padanya dan tak mau berpisah barang sedetikpun denganya.Kekuatan cinta memang magic bukan?
"Ki!"
__ADS_1
Panggil Vano,ketika istri cantiknya itu tengah mencuci piring diwastafel.
Hari ini Vano memang mengambil cuti karena ia ingin lebih banyak waktu bersama istri dan putranya,dan ada tamu istimewa yang akan berkunjung kerumahnya.
Ya,sudah dua minggu ini,Vano memboyong istri serta putra kecilnya untuk tinggal diapartemen yang dimilikinya,untuk sementara.Sebelum rumah impianya siap untuk ditempati oleh keluarga kecilnya.
"Iya,ada apa mas?"
Wanita yang tengah sibuk mencuci itu menoleh sejenak.
Cup
"Astagfiruulahaladzim....mas jangan begitu,kalau kia terkejut terus piringnya jatuh gimana? Kan bahaya."
Cerocos sang istri kesal,karena tiba tiba Vano sudah berada dibelakanya dan mencuri sebuah kecupan singkat dipipinya.
"Maaf maaf sayang,refleks."
Kata Vano sambil terkekeh kecil.
"Sayang?"
Ulang Kia memastikan pendengaranya.
"Iya,memangnya ada yang salah kalau aku panggil sayang?"
Tanya Vano,sambil sesekali menciumi pucuk kepala Kia yang tertutup khimar.
"Bukan begitu mas,cuma.....malu aja."
Jawab kia pelan,padahal wajah cantiknya sudah merona hebat.
"Kenapa sih harus malu ya-Zaujatii!"
Vano benar benar dibuat gemas dengan tingkah laku istrinya ketika tersipu malu seperti ini.Menggemaskan dan manis komplit sekaligus.
"Ya-Allah....lucunya istri hambamu ini."
Gemas Vano sambil memeluk sang istri dari belakang,erat.
"Mass....Kia lagi nyuci loh!"
Lirih Kia risih karena tanganya masih dipenuhi busa bekas mencuci piring.
"Habisnya,kamu itu ngegemesin ki."
"Memangnya aku apa,ngemesin gitu."
"Aduh....istri manis ku marah!"
Rayau Vano,masih dalam posisi memeluk sang istri.
Ting......tong.....
Ting.....tong......
Aktivitas keduanya pun terhenti seketika,karena bunyi bel rumah mereka yang berbunyi,menandakan bahwa ada seseorang yang bertamu.
"Ada tamu mas,client kamu ya?? Pagi sekali datangnya." Kata Kia sambil mengubah posisinya menghadap sang suami.
"Bukan.Ini bukan Client aku,ini tamu istimewa yang aku bilang tadi malam."
Ujar Vano sumringah.
"Oh ya? Siapa sih mas,bikin penasaran aja?"
Tanya Kia penasaran.
"Nanti juga tahu,kalau gitu aku bukain pintu dulu.Kamu selesaiin nyuci piringnya."
Titah Vano lembut.
"Iya."
Sedangkan dari depan pintu,berdiri seorang pria tampan berambut gelap tengah berdiri sambil membawa bebeapa paper bag.
Tubuhnya yang tinggi jangkung,terbalut oleh setelah jas formal mahal.
Pria tampan bermanik emerald itu terlihat sesekali memastikan nomer unit yang didatanginya memang betul,tidak salah.
Unit mewah yang pastinya ditinggali oleh kakak ipar dan keluarga kecilnya.
Krrieeett
Bunyi pintu unit yang terbuka,memunculkan wajah pria tampan yang amat familiar dimatanya.
"Bang vano!"
Katanya antusias sambil memeluk tubuh pria dihadapanya erat.
__ADS_1
"Adi,selamat datang!"
Ucap Vano,menyambut pria yang lebih muda dua tahun darinya tersebut.
"Ayo masuk masuk!"
Ajak kepada adik iparnya tersebut.
Aditama Mateos Luthears,pria tampan berusia 28 tahun itu adalah suami dari Vanya,adik Vano.Vano dan adi memang sudah berteman sejak lama,sejak keduanya sama sama menyelesaikan kuliahnya di Denmark.
"Gimana kabar vanya sama putri kalian?"
Tanya Vano setelah mempersilahkan sang adik duduk.
"Vanya sehat bang,putri kami juga sehat bang." Tuturnya sambil tèrsenyum kecil.
"Alhamdulillah kalau begitu."
"Hm....istri sama putra abang kemana? Kok kayak sepi bang?" Tanyanya penasaran.
"Istri saya ada didalam,kalau Anzar dia dibawa neneknya tadi pagi." Ujar Vano.
Pagi tadi Salma memang sempat datang untuk menjemput sang cucu yang akan dibawanya keinstanbul,untuk mengunjungi cicitnya dari pihat ibu yang masih hidup.
"Istri saya,paling sebenatar lagi kesini.Dia juga sudah tahu kamu mau kesini."
Keduanya pun kembali mengobrol,seputar keluarga,bisnis,hingga rumor dilapangan hijau sepak bola.Tanpa mereka sadari,kedatangan wanita cantik berhijab syar'i berwarna maroon dan putih cream milk sambil membawa nampan bersi minuman dan makanan ringan.
"Ki,kenalin ini Aditama,suaminya Vanya adikku!" Ucap Vano kepada sang ìstri yang hendak menyimpan nampan beserti isinya tersebut.
'Aditama?' Gumam Kia mengulang.
'Tidak mungkin Aditama yang itu.Dia sudah pergi,dia sudah pergi....' Lirih Kia dalam hati,meyakinkan dirinya sendiri.
Kemudian dengan pelan Kia mendongkrak,menatap langsung pria bermanik emerald yang berada dihadapanya tersebut.
Deg
'Mata itu?' Batin Keduanya terkejut.
Setelah sekian lama,kedua insan bermanik berbeda itu kembali bertemu.Setelah perpisahan penuh air mata yang terjadi 10 tahun berlalu.Lamanya waktu berlalu,tak menampir rasa yang dengan lancangnya muncul setelah terkebur jauh didasar hati.
Aditama Mateos Luthears pria pertama yang mengenalkan sebuah perasaan berbunga bunga kepada Kia,jauh sebelum ia mengenal Vano.
Aditama Mateos Luthears pria pertama yang mampu membuat Kia gentar akan pendirianyan dalam beberapa detik.
Aditama Mateos Luthears pria pertama yang menanamkan benih benih cinta dihati seorang Arkia Shalfira Mubaraq.
Aditama Mateos Luthears pria pertama yang menjanjikan sebuah pernikahan,ketika dirinya akan pergi menuntut ilmu diluar negri.
Aditama Mateos Luthears pria pertama juga,yang meninggalkan luka,kekecewaan yang mendalam dan penantian tanpa ujung bagi seorang Arkia.
Dia,Aditama Mateos Luthears cinta pertama yang terindah dan terburuk sekaligus bagi seorang Arkia Shalfira mubaraq.
Kini mereka kembali dipertemukan,bukan lagi sebagai muda mudi zaman putih abu yang sama sama dimabuk cinta,tetapi sebagai kakak ipar dan adik ipar.
Entah,takdir tuhan rumit mana lagi yang tengah menguji keduanya.
"Fira."
Panggilan yang dulunya duperuntukan untuk orang terdekat Kia itu kembali lolos dari bibir pria dihadapanya.
Sedangkan Vano,dirinya hanya menatap penuh tanya atas interaksi janggal diantara istri dan adik iparnya tersebut.
"Jadi kamu.....istri bang Vano?"
Tanya pelan namun sarat akan keingintahuan.
"Saya-"
TBC
@@@
Hohoho.....maaf ya updatenya sedikit,mepet ini teh😂😂
Mau pergi kerumah sodara.Jadi nulisnya gak leluasa.Maaf ya readers🙏🙏
Ohayooo....gimana part ini??
Penasaran??
Kira kira kia sudah muve on dari Adi adian itu belum??
Cuss....cuss....komentar guys🤗🤗
Ditunggu ya🤗🤗
Sukabumi 22/12/19
__ADS_1
15.13