Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Menemukan kalian


__ADS_3

'Lelah kumencarimu selama ini.Namun semua itu terbayarkan ketika aku menemukan dirimu disana.'


~Keevano Radityan Khutbi~


Waktu memang telah berlalu dengan cepat tanpa disadari.Namun bagi beberapa orang,waktu berjalan begitu lambat macam siput.


Roda kehidupan terus berjalan bak rotasi bumi yang terus berputar.


Suka dan duka silih berganti datang,menghampiri setiap jiwa yang siap diujinya dengan berbagai rintangan.


Hidup terus berjalan baginya yang menurutnya hidup adalah putrinya.


Kehidupanya akan lengkap jika putri kecilnya selalu berada disisinya.


Walaupun tampa embel embel seorang istri disisinya.


Bukanya tidak mampu bagi seorang Dokter ternama seperti Dimas untuk mencari bunda baru untuk putrinya.Namun ia lebih menghargai mendiang istrinya yang menikah denganya sehari sebelum ia meninggal.


Bagi Dimas kehidupan sang putri yang lebih penting saat ini.Tanpa ada atau tidaknya pendamping,ia akan tetap membesarkan sang putri dengan penuh cinta.


"Selamat pagi putri ayah?"


Sapa pria tampan yang terlihat dibanjiri peluh tersebut.


Balita cantik dalam genggaman wanita baya dihadapanya.Langkah kecil sang putri mengarah kepadanya,yang langsung disambut senang olehnya.


"Ayyah...Didzi...Aulla...mau peyukk...."


Celotehnya riang sambil menghampiri sang ayah.


Aurra-balita kecil berusia 3 tahun tersebut terlihat sangat antusias dengan kehadiran sang ayah.Aurra baru saja belajar berjalan dengan lancar,bibir mungilnya juga suka berceloteh riang akhir akhir ini.


Tidak ada yang lebih membahagiakan lagi bagi Dimas,selain menyaksikan sendiri tumbuh kembang sang buah hati.


Sudah dua tahun belakangan ia ia memboyong buah hati dan ibunya ke Jerman,karena ia dipindah tugaskan sebagai pertukaran tenaga medis dengan salah satu RS disana.


"Aulla...peyukk....didzi...peyuukk..."


Celoteh Aurra kecil sambil menghampiri sang àyah.


Dalam kondisinya yang mengidap kelainan jantung bawaan,tak menutupi keceriaan dan kegembiraan Aurra.Balita cantik itu tumbuh dengan wajarnya,seperti balita seusianya.


Kedatangan Dimas ke Jerman juga membawa Aurra turut serta untuk diberitahukan keberadaanya kepada keluarga besar James-Keluarga Aurrin.


Awalnya orang tua Aurrin memang tidak percaya dan mengusir Dimas,namun setelah Dimas menceritakan segalanya,Angela-Ibu Aurrin tak kuasa menahan tangis mendengar kisah cinta penuh liku yang dialami putri semata wayangnya.


Mereka juga menerima Aurra dengan tangan terbuka setelah itu.Bahkan Jhon-Ayah Aurrin sekaligus kakek Aurra menawarkan Dimas untuk menjalankan rumah sakit milik Keluarga besar James dan mencari pendonor untuk transplantasi jantung Aurra.


Untuk menjalankan rumah sakit keluarga James,Dimas menolaknya secara halus dengan alasan dia belum pantas.


Namun untuk bantuan mencari pendonor jantung,ia terima dengan senang hati.


Kini hati Dimas bisa lega,setidaknya keberadan Aurra tidak dipersalahkan lagi.


Grep


"Harumnya putri ayah!"


Ungkap Dimas saat berhasil memeluk malaikat kecilnya tersebut.


"Aulla....Halum dzi....Didzi...gak.....halum!"


Celetoh sang putri tiba tiba yang langsung membuat Dimas terkekeh.


"Kan Ayah baru pulang lari sayang,jadi masih bau keringat!" Dilepaskanya dekapan sang putri yang sudah cantik kepada tubuh lengketnya itu.


"Bau...kelinn...gat di?"


Ulang Aurra kecil yang membuat Dimas dan Risma-Ibungya terkekeh geli.


"Kalau gitu ayah mandi dulu,nanti kita main lagi.Aurra sama nenek dulu ya!" Tuntun dimas sambil mengarahkan sang putri kewanita yang telah melahirkanya.


"Sini cah ayu,sama nenek dulu!" Sahut Risma sambil meraih sang putri untuk mengendongnya.


"Ayah mandi dulu ya,nanti sore kita terbang ke Ankara!" Kata Dimas diakhir ucapanya sebelum berlalu.


Ia memang sudah berencana,weekend ini ia akan memboyong putri beserta ibunya ke Ankara,Turki.


Bukan untuk melancong,melainkan utuk memaastikan keadaan separuh jiwanya yang tinggal disana.


Lain tempat lain juga cerita.


Disini,dinegri bulat sabit tersebut tepatnya.


Sudah tiga tahun ia lalui hidupnya disini dengan buah hatinya.Putra kecilnya yang berusia tiga tahun kurang empat bulan tersebut.


Putra tampanya tubuh dengan sehat dan aktif.Setiap pagi ia akan mengajaknya berkeliling komplek untuk jalan pagi dan sekedar menyapa para tetangganya.


Anzar,panggilan balita tampan bermanik hitam jelaga tersebut.Walaupun usianya belum genap tiga tahun,namun perkataanya seperti meniru orang dewasa banyak mengundang gelak tawa bagi setiap orang berada disekitarnya.


"Nda..."


Lirih balita mungil yang tengah digandeng oleh wanita bergamish coklat dengan khimar senada tersebut.


"Iya ada apa sayang? Abang capek?"


Kia berjongkok,menyamakan tingginya dengan sang putra.


"Nda...yayah kemana? Yayah kenapa kelja kelja telus!"


Celotehnya sambil merajuk,membuat pipi gembulnya mengembung.


Arkia tersenyum,itu adalah perkataan yang hampir tiap hari Anzar kecil tanyakan.

__ADS_1


Terkadang hati Kia lara saat putra kecilnya itu bertanya tentang ayahnya.


Kia sendiri sudah tidak tahu menahu kabar tentang pria yang dulu mengkhitbahnya secara mendadak tersebut.


Kia hanya bisa kembali berdalih,untuk kembali menanggapi putranya yang pintar berargumen ini.


"Ayah masih sibuk kerja.Nanti kalau ayah udah selesai kerja,ayah pasti nemuin anzar kok!" Dalihnya sambil mengusap rambut hitam sang putra.


"Yah...yayah gak pulang pulang nda.Ayah cibuk mulu,kapan yayah pulang tlus main cama Azal??" Tanyanya masih dengan nada cemberutnya.


"Iya nanti sayang,nanti Ayah pulang bawa mainan banyak buat azar.Makanya abang Anzar yang sabar ya,berdoa sama Allah supaya ayah cepet pulang."


Lirih Kia memberikan pengertian.


"Iya unda,abang pasti nanti minta sama Allah bial yayah cepet pulang."


Katanya sambil kembali ceria.


"Tadi katanya abang mau ice cream,masih mau gak?" Tanya Kia mengalihkan pembicaraan.


"MAU!!" Antusias Anzar kecil.


"Yaudah yuk,kita beli ice cream ditempat biasa." Ajak Kia sambil mengandeng lengan mungil sang putra.


"Let's go Unda!"


Celoteh Anzar kecil.


**


"Makanya pelan pelan dong bang!"


Lirih Kia sambil mengusap ujung bibir putranya yang terkena noda ice cream tersebut.


"Iya unda,habisnya abang cuka ice cleam ini nda!" Elak sang putra yang tak mau disalahkan tersebut.


Arkia tersenyum,kini ia dan putra kecilnya itu tengah makan ice cream didepan kedai ice cream tempat mereka biasa membelinya.


Kemudian manik hitam teduh kia,melirik sekelilingya yang dilalui lalu lalang lautan manusia.Ia merasa ada sepasang mata yang tengah mengawasinya,namun entah siapa dan dimana orang tersebut.


"Anak abii....."


Panggil pria tampan dengan setelan formal tersebut.Dalam genggaman tangan kananya,ada serangkaian bunga lilac yang diberikan pada sang pujaan yang tengah duduk dihadapanya.


"ABII"


Panggil Anzar antusias,sambil berlari menghambur memeluk pria tampan tersebut.


"Hai boys,apa kabar?" Tanyanya sambil menyamakan tingginya dengan Anzar.


"Kabal anzal baik abi"


Jawab Anzar kecil yang kini tengah berada dalam gendonganya.


"Iya,buat bidadari cantik kayak bundanya Anzar" Goda pria tersebut yang berhasil membuat anzar maupun kia tersenyum.


"Nih,kasihin ke bundanya anzar dong,abi malu." Ujar pria bersurai hitam tersebut,sambil menyerahkan bunga yang dibawanya kepada Anzar.


"Ini nda,bunga dali abi.Katanya abi malu."


Ucap Anzar polos.


Kia tersenyum sambil menerima bunga lilac


menyimbolkan suatu ikatan kasih sayang tersebut.


"Bunganya halum ya nda?"


Tanya Anzar kecil.


Arkia tersenyum sebelum menjawab pertanyaan putrinya itu.


"Ya,bunganya harum."


"Kalau gitu kita pulang bersama ya,hitung hitung abi nganterin kalian pulang."


Ujar pria tampan tersebut menawari.


"Tapi kita-"


"Yuk abi,kita puyang baleng ya?"


Sela Azar antusias.


Melihat antusiasme anaknya tersebut,Kia pun mengiyakan keinginan tersebut.


Semua interaksi tersebut tak luput dari pantauan seorang pria misterius yang sudah dua hari ini mengikuti Kia.


Hingga Kia masuk kesebuah rumah megah didaerah komplek XX,sambil mengandeng putranya tak luput dari pandanganya.


"Hallo"


'....'


"Saya sudah menemukan mereka tuan."


'....'


"Mereka tinggal dikompleks XX,di Jl.02XX."


'....'


"Nyòya tinggal dengan orang tuanya,suami dan putranya."

__ADS_1


'....'


"Baik tuan!"


Tut.....Tut......Tut.......


Setelah melaporkan informasi tersebut,pria misterius itupun pergi meninggalkan pelataran tempatnya mengawasi Arkia dan kelurganya.


Sementara itu,seorang pria tampan yang tengah berdiri tegap didepan kaca transfaran yang langsung memperlihatkan keindahan kota Istanbul.


Wajahnya tetap sama,tampan dan mempesona.


Dengan rambut hitam yang tidak ditumbuhi uban satupun,alis hitam pekat yang tersusus rapinya,bulu mata lentik yang melindungi manik hitam tajamnya.Dengan hidung mancungnya,bibir merah yang kissable-nya,ditambah lagi rahang kokoh yang membuat siapun yang melihatnya gatal ingin menyentuh pahatan sempurna tersebut.


Setelah formal berwarna gray yang membalut tubuh bidangnya,terlihat sangat peluk-able.Siapa sangka,pria tampan nan rupawan ini sudah menginjak usia 30 tahun dengan status beristri.


Namun yang menjadi banyak pertanyaan orang,dimanakah istri pemilik perusahaan RADITYAN CROP'S yang amat terkenal tersebut??


Banyak wanita yang mendekatinya,berharap bisa menempati hati pria tampan ini.


Namun bukanya tergoda,ia malah menolak mentah mentah semua wanita yang mendekatinya.


Yang ia lakukan sekarang adalah mencari istri tercintanya yang telah hilang tiga tahun lamanya ini.Bagaimanapun juga,secara hukum mereka belum bercerai walaupun telah berpisah lama.Tak pernah sedikitpun ia menjatuhkan talak untuk istrinya.


Derrt


Derrt


Bunyi getaran smartphone yang berasal dari atas nakas itu menarik perhatianya.


X


Nama kontak yang tertera disana.


Nama samaran salah satu tangan kananya.


'Hallo'


Ucap seseorang disebrang sana.


"Ada apa X? Apa ada informasi yang kamu dapatkan tentang istri saya?"


'Saya sudah menemukan mereka tuan.'


Deg


Akhirnya,orang orang suruhanya dapat menemukan keberadaan sang istri yang sudah lama ia cari.Bayangkan saja,setiap bulanya dia bisa menghabiskan jutaan dollar demi mencari keberadaan sang istri.


Dari benua Asia,Eropa,Australi,Amerika,hingga daratan Afrika.


Tidak ada seincipun yanng ia lewatkan dari tempat yang pernah disinggahinya.


Termasuk negara tempatnya berpijak saat ini.


"Dimana dia tinggal?"


'Mereka tinggal dikompleks XX,di Jl.02XX.'


"Istri saya tinggal bersama siapa?"


'Nyòya tinggal dengan orang tuanya,suami dan putranya.'


Deg


'Suami dan putranya,apa Kia sudah menikah lagi?' Batinya marah.


"Kembalilah X,kerja yang bagus.Temui aku diruangan kerjaku."


'Baik tuan!'


Tut.......Tut.......Tut......


'Aku menemukanmu sayang.Namun sepertinya kamu sudah melupakanku,sehingga kamu melupakanku sebagai suamimu.Lihat saja,akan kuberi hukuman yang setimpal untukmu sayang.'


Batinya sambil menunjukkan Evil smirk nya.


'Tunggulah hukumanmu sayang!'


TBC


@@@


Auto penasaran guys??


Apa coba hukuman yang diberikan pria tampan ini?


Yang penasarang cung....cung??


Mana,gak dengar komentarnya??


Dikasih klu aja,part selanjutnya banyak typo 17+


Hehe😁😁 makin penasaran ya?


Cus....tunggu aja.


Jangan lupa vote💯 komen💬 liķe👍dan share ⛖


Jumpa lagi readers🖑🖑


Sukabumi 08/12/19


18.20

__ADS_1


Magrib magrib🙋


__ADS_2