Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Ayah Didi


__ADS_3

'Seorang ayah adalah penganti sosok ibu.Bahunya yang tegap akan melunak sewaktu watku demi membahagiakan sikecil'


~Dimas Barack AlHaidan~



"Cup....cup..cup,Aurra tenang dulu ya.Disini ada ayah,lihat ini sudah malam sayang."


Lirih seorang pria ditengah tangisan putrinya itu.


Oeekk


Oeekk


"Sayang,Aurra haus ya?"


Celotehnya lagi sambil menyodorkan botol susu formula kepada bayi mungilnya.


Bayi itu tetap merengek dengan kerasnya.


Selama hampir seminggu mengurus putrinya sendiri,tanpa bantuan babbysister.


Dimas-pria tampan nan jangkung berusia 25 tahun itu memang tak pernah mengeluh.


Risma,ibunya awalnya memang terkejut saat putranya itu pulang dengan membawa seorang bayi mungil bersamanya.Risma bahkan sempat menampar Dimas dan merutuki dirinya karena telah salah mendidik anak.


Namun setelah Dimas menjelaskanya,barulah Risma bisa menerima kehadiran bayi cantik bermanik hazel itu.


"Kenapa hm? Putri ayah ini tidak haus,lalu putri ayah yang cantik ini mau apa?"


Tanyanya lembut sambil meraih sang putri yang berada didalam box bayinya tersebut.


Ajaibnya,Aurra langsung terdiam dari tangisnya setelah Dimas menggendongnya.


Bayi itu bahkan kini berceloteh kecil dengan riangnya.


"Aurra ingin dipeluk ayah hm?"


Tanya Dimas saat putri kecilnya itu tertawa kecil.


Lama kelamaan Aurra mulai terlelap dipangkuan sang ayah.Ketika hendak dibaringkan dibox bayinya,bayi kecil itu merengek.


Oeekk


Oeekk


Diraihnya kembali bayi yang terlihat imut dengan setelan baju bayi berwarna pink tersebut.


"Jadi Aurra mau tidur dipeluk ayah hm?"


Kekeh Dimas saat melihat putrinya itu telah terlelap kembali dalam pelukanya.


Akhirnya,Dimas pun membiarkan putri kecilnya itu tidur dalam pelukanya.


'Selamat malam putri ayah.Tidurlah dengan nyenyak,dan tumbuhlah menjadi wanita sholihah sayang.' Doa Dimas sambil mengecup pelan pipi gembul sang putri.


'Ayah didi sayang Aurra.'


Terpaan bertubi tubi cemoohan dari orang orang yang diterimanya,tak lantas mengurangi kasih sayang Dimas dalam mengurus putrinya ini.


Ketika bekerjapun Dimas selalu menyempatkan diri untuk membawa putrinya.Tak dapat disangkal jika Dimas kewalahan,namun ia menikmati semua ini dengan hati yang ikhlas dan bahagia.


Baginya Aurra adalah hadiah terindah dari tuhan.Entah mengapa,memang ada sebagian hatinya yang terikat dengan bayi mungil ini.


Kini pemandangan pria tampan berprofesi sebagai dokter umum itu selalu dinanti oleh tiap penghuni rumah sakit.Terlebih lagi ketika ia berkeliling sambil mendorong stoller bayi sang putri.


Derrt


Derrt


"Hallo?"


"...."


"Iya,dengan saya sendiri!"


"...."


"Baik,sore nanti saya akan datang kesana untuk mengambil barang barangnya."


"...."


"Baik"


Sebelum meninggal,Aurrin memang mengatas namakan Dimas sebagai orang tua wali dari putrinya.Oleh karena itu,kètika resto miliknya dijual semuanya akan jatuh keatas tangan putrinya melalui Dimas sebagai perantaranya.

__ADS_1


Aset satu satunya milik wanita itu memang sudah dijual sebulan lalu,dan tadi pemilik baru tempat tersebut meminta Dimas untuk membenahi barang barang yang masih tertinggal.


Sesuai janjinya,sore itu Dimas datang sambil membawa putri kecilnya-Aurra.


"Ini putri tuan?"


Tanya sipemilik baru toko tersebut.


"Iya.Namanya Aurra."


Seperti namanya,Aurra memang memiliki pesona tersendiri untuk menjerat siapapun yang melihatnya.Dia manis dan cantik,seperti ibunya.


"Cantik sekali ya!" puji pemilik toko tersebut.


"Boleh saya mengambil barang barangnya sekarang?" tanya Dimas.


"Owh....tentu,barang barangnya ada dilantai dua."


Dimas pun bergegas menuju tempat yang disebutkan tadi.Ketika memasuki ruangan yang ia yakini benar,matanya langsung disuguhi pemandangan kamar yang didominasi warna calm,dengan fhoto fhoto yang terbingkai sempurna milik siempunya.


"Kamu tunggu disini dulu ya sayang!" ucap Dimas lembut,sambil membaringkan sang putri diatas ranjang,dengan guling sebagai penghalanya.


Dimaspun memelai mengemasi barang barang milik Aurrin.Dari baju,tas,dokumen penting,hingga sebuah kotak bersampul merah yang mencuri perhatianya.


Ketika membuka kotak tersebut,Dimas langsung dihadiahi puluhan kertas origami yang tersusun rapi dengan berbagai bentuk.


Dibacanya kertas origami tersebut satu persatu saking penasaranya.Hingga maniknya membola seketika.


Lidahnya kelu dengan hati yang mulai memburu.


Setetes air mata bening itu berhasi lolos dari matanya.


"Jadi.....Aurra itu.......Putrikku?"


@Bandung 12.14 siang


Seorang pemuda tampan yang baru saja keluar dari sebuah caffe itu menghentikan langkahnya spontan,ketika manik hitamnya menatap siluet gadis yang ďirindukanya selama lima bulan ini.


"Ana" lirihnya pelan.


"Ka Ezka?" lirih gadis yang juga sama sama berdiri mematung dihadapanya.


Tatapan keduanya terkunci,antara rindu yang membebani dan bingung yang menyertai.


Gadis yang bekerja sebagai guru disalah satu sekolah dasar itu terlihat lebih dewasa,ketimbang terakhir kali ia melihatnya.Tidak ada lagi wajah selengehan dan humoris berlebihan.Kini ia bertranformasi menjadi gadis yang feminim dan santun.


Dengan setegar mungkin Ezka menjawab.


"Hm...lama juga tidak bertemu na."


"Bagaimana keadaan Kia ka? Apa dia baik baik saja?" tanya,lagi mencairkan suasana.


Sebesar apapun keduanya saling membohongi,namun nyatanya hati keduanya tak penah bisa berpaling.Sepandai apapun logika menolak,hati akan tetap berontak.


"Apa kia-"


"Saya merindukan kamu Anastasya Muzakiyya!"


Potong Ezka yang langsung dihadiahi keterkejutan diwajah cantik gadis dihadapanya.


@@


11 bulan yang lalu....


Tidak pernah ada hari sehancur ini bagi seorang Dimas Barack Haidan.


Tidak pernah ada pula hari sesakit ini selama 24 tahun hidupnya.


Selain hari dimana ia mendengar kabar bahwa cinta pertamanya telah menikah.Pernikahan itu tersembunyi,ia sendiri mengetahui karena kebetulan.Tetangga wanita yang dicintainya itu,merupakan rekan sejawatnya yang tak sengaja bercerita.


Hatinya hancur setelah mendengar itu.


Ia memang memendam perasaanya selama ini,karena dia adalah gadis yang dianggap sebagai adik bagi persahabat mereka.


Dirinya,Ezka dan Bara.


Namun apa daya,rasa yang tumbuh dihatinya lebih dari porsi yang seharusnya.


Oleh karena itu hatinya hancur setelah mendengar kabar ini.


Kegundahan dan patah hati yang dialaminya,membawanya sampai ketempat laknat ini.Tempat yang dipenuhi dengan hingar bingar kemaslahatan.


Entah setan apa yang membuatnya buta,hingga tanpa sadar ia telah menenggak dua gelas minuman yang pantang disentuhnya selama ini.


Ketika efek dari minuman itu tengah bereaksi,membakar akal sehatnya,menjalarkan rasa panas yang tak tertahankan ditubuhnya,sebuah kecupan mampir dibibir merah delimanya.

__ADS_1


Entah dari mana datanya wanita berdress hitam ini,yang pasti dia tiba tiba sudah duduk dipangkuanya,sambil memangg*t bibirnya penuh nafasu.


Ketika setengah kesadaranyà kembali,Dimas mendorong tubuh wanita tersebut yang langsung memutuskan kontak fisik keduanya.


"Apa yang anda-"


"Kamu jahat dith....hiks....jahat...." racaunya tak jelas.


Air mata menggenangi pipi mulusnya,bibir merah yang baru saja menyerangnya terlihat menawan isakanya.


"Kamu jahat....."


Racaunya,sambil kembali memangg*t bibir penuh milik Dimas.


Pria mana yang tak tergoda jika disuguhi mahluk tuhan yang penuh pesona menggairahkan satu ini.


Malam itu akhirnya terjadi,malam yang seharusnya tak pernah terjadi.


Keduanya dibutakan oleh syaitan,diburu oleh nafsu dengan patah hati yang sama sama dirasakan.kesakitan dan pelampiasan yang sama sama membutuhkan.


Dalam hidupnya,malam itu adalah malam dimana seorang Dimas Barack Haidan menjadi brengsek.


Ketika bagun bagun,ia sudah dalam keadaan tidur sendiri dengan keadaan nacked.


Sambil mengutuk segala kebodohanya,ia juga mengetahui jika ia telah menggagahi seorang gadis karena kebodohanya.


Semenjak saat itu Dimas mencari gadis yang telah diubahnya menjadi wanita tersebut,mencari gadis yang pernah menghabiskan malam panas bersamanya.


Namun nihil,hanya sebelah anting yang menjadi pengingat Dimas akan wanita itu,


Selebihnya tak ada.


Sampai ia berada dalam pesawat yang membawanya ketanah air pun,dia tidak berhasil menemukan wanita tersebut.


Padahal,jauh diantara kursi kursi penumpang dihadapanya,wanita itu ada disana.Duduk termenung dengan tatapan kosong,sambil mengingat kilasan kejadian bodoh yang dialaminya kemarin malam.


'Tenang saja,tenang saja.Kamu pasti tidak akan kenapa napa Aurrin.' Gumanya menghibur diri.


**


"Jadi.....itu kamu.....Aurrin?" Lirihnya sambil meraih potongan anting lainya,yang sama dengan anting yang tertinggal dijasnya kala itu.


Sepuluh bulan ini,Dimas tak pernah lelah mencari keberadaanya.Ia bukan lelaki brengsek seperti kebanyakan,ia mencarinya untuk bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.Terlebih lagi,jika karena malam itu melahirkan sebuah nyawa tanpa disengaja.


Kini manik coklatnya yang berderai air mata beralih pada bayi cantik yang tengah asik berceloteh sendiri itu.


"Apa....Aurra benar benar putriku?" Gumanya lirih.


Dìraihnya tubuh mungil bayi cantik tersebut.Hatinya menghangat jika memang benar bahwa bayi kecil ini putri kandungnya.


Dari beberapa kemiripan yang ia lihat secara kasap mata,tentu saja keyakinanya itu sudah berdasar.Belum lagi golongan darah dan DNA Aurra yang sempat membuatnya bingung,mengapa cocok dengan miliknya.Kecocokan itu nyatanya kini terbukti,karena ia adalah ayah biologis Aurra kecil.


Kini terbayar sudah lelah dari pencarianya selama ini.Walaupun wanita yang seharusnya menjadi ibu dari putrinya ini telah tiada.


"Maaf....maaf karena ayah terlambat menyadari kehadiranmu." Lirih Dimas sambil memeluk erat putri mungilnya.


Cup


Cup


"Maafkan ayah sayang,karena ayah terlambat mengetahui keberadaanmu.Maaf......" Lirih Dimas setelah mengecupi pipi gembul sang putri.


'Ayah sayang kamu Aurra putri Haidan '


Sebuah cerita kembali terbuka,setelah kepergian membawa duka.Siapa sangka,bayi mungil yang selama ini menghangatkan hatinya adalah putri kandungnya sendiri.


TBC


□□□


WOW....WOW WOW😲😲


Ada yang terkejut,cunggg.....cung.....


Pengarangmah Sultan,bebas alurnya mau serumit apa😎😎


Masih mau lanjut,apa enggak??


Cuss.....dikomen ya😊


Jangan lupa vote buat bantu dukungyaa😊😊


Sukabumi 03/12/19


16.11

__ADS_1


__ADS_2