
'Tanpa kamu sadari,ada nyawa yang telah kamu abaikan keberadaanya,jauh dibelahan bumi sana.'
~Dimas Barack Alhaidan~
"Dzi...di..."
"A-aurra...."
Percayalah jika tuhan telah menyiapkan rencana dibalik segala cobaan yang diberikanya.
Air mata pria berusia 25 tahun itu luruh,sambil mendekap tubuh sang putri ia terus melantunkan syukur kepada sang illahi yang telah menjawab doanya.
Putrinya kembali,putrinya tidak meninggalkanya lagi.
Kejadian magic tersebut tentu membuat para tim medis dibuat takjub olehnya.
Dalam dunia medis kematian karena henti jantung atau kematian sel bersifat irreversibel dalam waktu 8-10 menit dari henti jantung merupakan kasus yang langka.
Mungkin ini juga yang sempat dialami oleh Aurra kecil.
Kini pria tampan bersurai hitam itu bisa bernapas dengan lega.Manik coklatnya menatap sang putri dari balil kaca transfaran.Putrinya tengah mendapatkan perawatan didalam sana.Sungguh,mengingat momen mengharukan beberapa menit lalu membuat jantungnya hampir lepas dari tempatnya.
Namun kini dadanya terasa laga seakan akan beban berat yang menghimpitnya baru saja dihempaskan begitu saja.
"Dr.Dimas,saya perlu bicara dengan anda."
Ucap pria bermanik hitam jelaga tersebut.
Dimas berbalik,menatap melawan bicaranya dengan rahang mengeras.Ekspresi yang hampir tak pernah iya tampilkan.
"Kamu boleh pergi X!"
Titahnya,membuat sang bodyguard undur diri.
"Saya tahu anda sekarang sangat membenci saya Dr.Dimas.Tapi saya memang bersalah disini.Fakta tentang bayi yang dikandung wanita yang selama ini saya cintai adalah putri pria lain,membuat saya gelap mata.
Saya menyakiti banyak hati demi dirinya.
Lalu,dia mengkhianati saya seperti ini.
Saya tidak terima itu."
Manik coklat itu menatap tak suka atas asumsi yang dinyatakan oleh lawan bicaranya tersebut.
"Itu dari sudut pandang anda.Allah membuat hambanya tersesat atas dasar cinta,wanita dan harta pasti ada sebab akibatnya.Jika dari sudut pandang anda merasa kecewa,bagaimana dengan Aurrin?
Ia juga kecewa kekasihnya menikahi wanita lain.Jika anda sakit hati,Lalu....Arkia,apa anda tahu bagaimana rasa sakit yang diterimanya?" Cecar Dimas.
Ia muak jika pria dihadapanya ini hanya berasusi sudut pandangnya,lalu bagaimana dengan banyak hati yang terluka olehnya.
Pria itu masih diam mematung dengan seribu bahasa.Egois,itulah kata yang pantas disematkan untuknya.Ia tidak mau kehilangan Kekasinya-Aurra,tetapi ia juga tidak rela melepaskan istrinya-Arkia.
"Ingat tuan Keevano,anda tidak dapat memiliki dua permata yang anda inginkan sekaligus.Akan ada kalanya anda harus memilih dan melepaskan salah satunya."
Perkataan Dimas itu tentu mampu membungkan bibir seorang Keevano.
Terlebih lagi pria itu kini dibuat mematung karenanya.
__ADS_1
'Setidaknya kamu harus melepaskan Kia jika sikapmu buruk seperti ini'
#Ankara,Turki 07.05 pagi
Seorang ibu muda terlihat tengah selesai membersihkan tempat tinggalnya,sebelum manik hitam meneduhnya terpatri melihat bayi kecilnya yang tengah tertidur lelap tersebut.
"Subhanallah,kamu lucu banget sih putra umi."
Gumamnya gemas saat melihat sang putra yang tengah asik tertidur sambil memanyunkan bibirnya itu.
Empat bulan lalu,dia telah melahirkan putranya itu dengan jerih payahnya sendiri.
Tanpa embel embel sang suami disisinya.
Bayi tampan berambut hitam legam yang tengah tertidur pulas itu adalah putra seorang Radityan,walaupun keberadaanya memang tersembunyikan hingga kini.
Putranya yang tampan,dengan hampir 99,9% kloningan sang ayah.
Rambut hitam gelapnya,mata jelaga,hidup mamcungnya,segalanya tentang pria itu semuanya terwarisi olehnya.
Cup
"Tidur yang nyenyak ya,putra umi!" Ucap Kia lembut sambil mengecup sang putra kecilnya sayang.
"Aduh....tidurnya ngemesin banget,jadi pengen sun sun!"
Kekeh gadis berpasmina biru tersebut.
Arkia tersenyum,menyambut sahabat cantiknya yang sebentar lagi akan berganti status itu.
Gadis itu mendekat,lalu mengecup sejenak pipi gembul bayi tampan dihadapanya gemas.
"Ih....emesh kalau lihat dedek tampan gini.Jadi pengen punya satu deh!"
Arkia tersenyum menanggapi celotehan sahabatnya tersebut.Satu bulan lalu,Ana datang ke Ankara setelah pertemuanya dengan Ezka waktu itu.Selama sebulan itu juga,Ana membuat hari hari kia lebih ceria karena datangnya dirinya.
"Kode keras hm?"
Goda pria tampan yang tengah berdiri diambang pintu tersebut.
Wajah cantik Ana tiba tiba merona,kala ucapanya didengar oleh sang pemilik hati.
"Udah tau nanya!" Jawabnya tak mau kalah.
Ana memang pribadi yang humble dan ceplas ceplos.Diantara Kia,Renata dan Ana,memang Analah yang paling berani berkata jujur walaupun itu terkadang bukan pada waktu yang tepat.
Pemuda tampan berusia 24 tahun itu tersenyum,tubuh tegapnya yang terbalut setelan formal tersebut mendekat.
Sruuk
"Sabar ya habiibatii,tunggu dua bulan lagi.Baru aku halalin."
Ezka kembali berucap sambil menyentuh pucuk kepala sang kekasih yang terlapisi hijab tersebut.
Pipi Ana merona dengan sempurna ketika mendengar ucapan tersebut.Pria disampingnya ini memang telah mengkhitbahnya dua bulan lalu.Ana akui,dia tidak pernah bisa menolak seorang Dezka Halim mubaraq.
__ADS_1
Karena jauh sebelum pria itu menyatakan perasaanya,dia sudah lebih dulu jatuh cinta kepadanya.
Oeekk
Oeekk
Tangis bayi tampan tersebut pecah,saat tidurnya terganggu dan membuat mata jelaganya itu terjaga.
"Ish....tuhkan,debay tampanya jadi bangun!"
Sambut Ana sambil meraih putra kecil Kia untuk digendongnya.
Oeeekk
Oeeekk
"Cup....cup...cup....kenapa sayang onti? Kamu haus ya?" Ana kembali berceloteh riang sambil sambil mengecupi pipi gembulnya.
Ana suka melihat anak kecil,menurutnya mereka itu lucu dan menggemaskan.
Namun bukanya terdiam,bayi tampan itu malah semakin kencang menangis.
"Ehh....kok makin kenceng nangisnya.Anzar haus ya? Iya iya....sebentar ya!" Gadis itu mendekatkan bayi dalam dekapanya kepada sang ibu.
Diraihnya tubuh mungil putranya yang tengah merengek tersebut.
Dikecupnya kening putranya,lalu melantunkan lapadz shalawat nabi.
"Putra umi haus ya?" Ucapnya lembut sambil mengarahkan tubuhnya kesamping ranjang.
Ezka dan Ana sudah pamit keluar untuk memberikan Kia ruang privasi untuk menyusui sang putra.
Sambil menyusui sang putra tercinta,Kia teringat akan pernikahanya.
Apakah pernikahanya telah kandas ditengah jalan.Namun jika itu semua terjadi,seharusnya ada kiriman dari pengadilan agama untuknya.
Hati Kia memang terluka,namun baginya pernikahan itu satu kali selama kita hidup.
Allah saja tidak menyukai umatnya yang melakukan perceraian.Begitu pula dengan Kia,jika pernikahan hanýa akan ada satu kali dalam hidupnya.
'Jika saja hubungan kita ini masih bisa dipertahankan,aku pasti akan mempertahankanya.'
TBC
@@@
HOHOHO.....UAS sudah selesai,jadi aku sekarang bebas😄😄
Kecuali jadwal pengayaan selama dua minggu kedepan😥😥.
Oh iya....Readers sekalian ada yang dari Bandung gak nih? Soalnya PRAKERIN aku dikota kembang itu.
Insaallah aku bakal update tiap hari kalau sempat ya☺
Jangan lupa vote,komen,like dan share.
Sampai jumpa lagi🖑🖑
__ADS_1
Sukabumi 08/12/19
11.00