
"Jangan meragu,karena mata,dan hati ini hanya akan bertandang kepadamu,tanpa berniat beralih sedikitpun."
**
'Astagfirullah haladzim.' Lagi,pria tampan itu melantunkan lapadz istigfar untuk kesekian kalinya.Ditanganya ada sebuah note kecil yang masih berisi beberapa nama yang belum ia hubungi.
Bukan masalah berapa banyak nama yang tertera diatas kertas kekuningan tersbut,namu nama nama yang tertera disana yang membuatnya sedikit enggan menghubungi mereka.Baru saja-ia menelpon pria yang dulu sempat singgah dihati sang istri,bahkan menjadi cinta pertamanya.
Aditama,siapa sangka pria yang kini berstatus àdik iparnya itu dulu pernah memiliki rumitnya kisah masalalu dengan sang istri.Kini,tinggal dua nama pula yang berat untuk ia hibungi,Bara-dan Dimas tentunya.
"Mas."
Panggil lirih sang suami.
Jangan kira Arkia-wanita cantik itu tidak tahu jika suaminya itu tengah dilanda kegundahaan saat ini.
"Kenapa? Mas gak mau kasih tahu mereka? Kalau gitu biar Kia saja yang-"
"Biarin,aku bisa sendiri sayang."
Potong Vano.
Wanita cantik itu tersenyum kecil.Dengan gerakan kecil,wanita itu melingkarkan tangan mungilnya ditubuh tegap sang suami.
"Jangan ragu hanya karena masalalu,karena masalalu itu adalah pembelajaran untuk masa depan."
Lirih Kia.
"Mas jangan takut,aku gak bakal tertarik atau berubah pikiran.Aku sudah terpaku,akan rasa sayang dan suka kepadamu.Jadi mas tidak perlu khawatir."
Lanjutnya,sambil mengeratkan pelukanya.
"Hm."
"Jangan takut dengan masalah yang sudah sudah.Mereka juga sudah melupakan masalah itu.Yang terpenting,saat ini kita harus menjalin tali silaturahmi.Hitung hitung menebus dosa dimasalalu juga,sebentar lagi kan ramadhan."
Sudut bibir pria itu terangkat,membentuk sebuah senyuman dibibir kissablenya.Selalu saja,wanitanya ini mampu meyakinkan hatinya yang tengah gundah.Inilah salah satu sumber kebahagiaanya,memiliki istri pandai macam Arkia.
"Ia sayang,mas mengerti."
Jawabnya lembut,sambil membalas pelukan sang istri tak kalah erat.
**
Eugghh
Lenguh kecil wanita cantik berwajah babyface yang tengah terlelap tersebut.
Pria tampan bermanik coklat yang baru saja keluar dari kamar mandi itu tentu tak dapat menahan senyumanya,untuk merekah ruah dibibirnya.
Istrinya,wanita cantik yang tengah terlelap itu,mampu menghadirkan senyum diwajahnya.Mengingat sang istri yang tengah berbadan dua,kian menambah kebahagiaan pasangan yang baru menikah lima bulan lalu ini.Terbesit rasa takut pada hatinya diawal kehamilan sang istri,mengingat usia sang istri yang masih cukup belia.
Diusianya yang baru menginjak 20 tahun,wanita ini sudah harus mengandung diawal pernikahan mereka.Bara-tentu saja kian merasa bersalah,karena ulahnya istri kecilnya itu tidak dapat masuk kuliah diawal trisemeser kehamilanya.Namun,rasa bersalah itu ditampik oleh sang istri.
Wanita cantik bertubuh mungil itu tidak pernah menyesal sedikitpun harus mengorbankan masa depanya,hanya karena ia hamil diusia muda.Ia malah senang diberi kesempatan untuk merasakan menjadi seorang ibu.
Terlepas dari rasa bersalah itu,kini pria tampan berprofesi sebagai lawyer itu harus menjaga sang istri dengan kesabaran extra tiap waktu.Bagaimana tidak dimasa masa wanita hamil menginginkan hal hal aneh nan nyeleneh yang sering disebut 'ngidam',Bara juga harus membagi waktunya sebagai seorang lawyer dan juga memenuhi keinginan sang istri.
Saking over protectifnya,Bara sampai sampai men-sterilkan rumahnya dari yang namanya 'lelaki'.Karena semenjak hamil,Baby-istrinya itu menjadi sering memakai pakaian daster rumahan diatas lutut jika dirumah.Hal itu tentu membuat Bara harus mengosongkan rumah besarnya dari yang namanya lelaki,agar ketika istrinya itu berkeliaran hanya mengenakan piama babbydoll miliknya Bara tidak perlu waswas.Setidaknya kaki jenjang milik istrinya itu hanya terekspose jika tengah bersama denganya.
Hadeeeh,posessive bukan calon bapak satu ini?
Cup
"Tidur yang nyenyak,bubu sayang."
Lirih Bara,sambil mengecup singkat kening sang istri.
Bubu-adalah panggilan kesayangan yang disemangatka Bara untuk sang istri.Bubu sendiri singkatan dari kata 'Bara Untuk Bunda.' Hehe,manis bukan pria tampan satu ini?
Selama istri kecilnya itu dalam masa ngidam,Bara tak pernah sekalipun absen atau mangkir dari permintaan permintaan nyeleneh yang berasal dari jabang bayi mereka itu,katanya.Contohnya saja malam tadi,Baby-sang istri meminta dibelikan sate lilit-makanan khas bali lengkap dengan sambel matahnya.
Bukan masalah sate lilit dan sambal matahnya,tetapi tempatnya itu loh.Pasalnya,kini Bara dan Baby tengah berada di Thailand,karena kepentingan bisnis jadilah bara membawa turut serta sang istri dan Mbok Nem-salah satu perawat yang dekat denganya sejak kecil.
Pukul 02.00 dini hari,pria tampan bermanik coklat itu mengelilingi kota Bangkok hanya untuk mencari sate lilit.Yang tentu saja,hasilnya nihil.Baby bahkan sampai menangis,karena keinginanya itu tidak terpenuhi.
"Mbok Nem,selamat pagi."
Sapa Bara ramah.
Ketika keluar dari kamarnya,manik coklatnya menatap siluet paruh baya yang tengah sibuk dipantry.
"Pagi cah ganteng,si nonya belum bangun toh?"
Tanya Mbok Nem,sambil mengalihkan pandanganya kearah Bara.
"Belum Mbok,kayaknya kecapean habis menangis."
Tutur Bara,sambil mengisi gelas kosong dengan air minum.
Entah mengapa tiba tiba saja tenggorokanya itu terasa sangat kering.
"Mbok nem lagi masak apa?"
Tanya Bara penasaran,pasalnya ada banyak rempah disana.Ada sereh,kunyit,irisan bawang merah dan bawang putih,daging cincang,dan rempah rempah lainya.
"Mbok lagi buat sate lilit,kasihan non Baby.Nanti kalau ngidamnya gak diturutin,nanti bayinya aden ileran lohh."
Jelas si Mbok,sambil tersenyum jenaka.
'Aduh,ngeri juga dibilang begitu.Masa ia,hanya karena tidak dituruti keinginanya saat ngidam,nanti jabang bayinya ileran?'
Batin Bara bermonolog.
Walaupun nantinya saat lahir,bangaimanapun keadaanya Bara pasti akan menèrima buah cinta mereka.
"Mbok kalau bicara jangan gitu."
Tutur Bara lemah,mengingat ketidak sanggupanya memenuhi keinginan sang istri.
"Boleh saya bantu buatnya Mbok?"
Tanya Bara mengajukan diri.
"Boleh atuh den,silahkan.Pasti si dedek bayinya seneng kalau ayahnya yang ikut buatin."
Dengan senyum sumringahnya,pria tampan itu langsung meraih apron hitam untuk dikenakanya.Dengan lihai dan cekatan,pria itu membantu mbok Nem membuat sate khàs dari Bali tersebut.
"Fhinishing."
Dengan senyum yang selalu merekah ditiap proses pembuatanya,pria itu kini menatap penuh bangga hasil dari kerja kerasnya.Dengan berjibaku keras berjampur lelehan peluh disana sini,kini ia membawa hasil karyanya dengan senang hati kearah kamar utama.
Diliriknya Bubu cantiknya yang masih tertidur dalam balutan khimar panjang berwarna gray tersebut.Bibir mungil nya berwarna merah itu seakan akan membuat siapapun yang melihatnya menjadi gemas untuk segera menyecapnya.
__ADS_1
"Bubu sayang,bangun.Ini sudah siang."
Panggilnya lirih,sambil meletakkan makanan yang dibuatnya diatas meja.
"Bubu saýang."
Panggilnya lagi,sambil mencolek hidung mungil sang istri.
Eugghh
Lenguh kecil dari arah wanita yang tengah terlelap tersebut.Menandakan bahwa tidurnya telah terganggu.
Cup
"Selamat pagi,Bubu sayang."
Sambut Bara,sambil mengecup singkat bibir ramun sang istri.
Wanita cantik berwajah babyface itu mengerjap nerjap,membebaskan manik hazelnya dari kelopak matanya.
"Pagi juga,Buba sayang."
Jawab sang istri khas suara orang bangun tidur.
Sedangkan pria yang dipanggil Buba itu tersenyum kecil.Buba yang berarti singkatan dari 'Bunda Untuk Bara',memang selalu disematkan oleh Baby untuk suaminya tersebut.
"Hm,harum apa ini Buba? Bubu jadi lapar."
Celoteh kecil sang istri.
Wajah babyface yang masih naturan itu kian nampak cantik dimata Bara,walaupun baru bangun tidur sekalipun.
"Ini makanan yang Bubu sama baby kecil mau kemarin malam.Buba tadi buat sama Mbok Nem."
Senyum Bara kian kentara,saat melihat ekspresi antusias diwajah cantik sang istri.
"Wah,sate lilit."
Senangnya.
"Beneran,Buba yang buat?"
Pria tampan itu mengangguk.Bahkan ia rela membiarkan tanganya teriris sangking antusiasnya memasak tadi.
"Subhanallah,terimakasih Buba.Bubu sama baby sayang Buba."
Lirih Baby,sambil memeluk tubuh tegap sang suami.
"Iya sama sama,apapun itu yang penting kalian senang sayang."
Ditengah pelukan hangat dipagi hari tersebut,getaran dihandphone milik Bara yang berada diatas nakas mengintrupsi keduanya.
"Angkat dulu telponya,siapa tahu penting."
Ucap Baby,sambi mengurai pelukanya.
Pria tampan bermanik kecoklatan itu mengangguk.Lalu tangan kekarnya beralih,mengambil benda pipih yang masih bergetar tersebut.Dengan tatapan menyerngit bingung,pria itu menimbang nimbang untuk mengangkat sambungan telpon yàng tertera dilayar handphonenya.
"Ngapai Vano nelpon?"
Bingung Bara.
**
Aroma menyengat dari bau obat obatan khas rumah sakit,langsung menyambut langkah kaki jenjang wanita cantik tersebut.Wajah ayu khas Asianya tentu banyak menarik perhatian orang orang sekitar,yang mayoritasnya berambut pirang dan berkulit putih pucat bukan putih langsat sepertinya.
Wanita cantik pemilik lesung pipi yang manis itu tersenyum,saat beberapa dokter dan suster menyapanya.Ia memang cukup sering datang kerumah sakit ini,bukan karena keperluan pengobatan,tetapi untuk menemui sang suami dibalik ruangan dengan pintu bercat putih ini.
"Kita beri Didi suprise ya sayang!"
Ucapnya,sambil melirik gadis mungil disampingnya.
"Iya,unda."
Jawab sikecil-Aurra yang kini tumbuh menjadi gadis cantik dengan berbagai segi kemiripan yang diturunka oleh sang ibu-Aurrin.
"Didi pasti terkejut."
Lanjutnya sambil tersenyum membayangkan ekspresi keterkejutan yang akan diperlihatkan suaminya tersebut.
"Ayo sayang,kita masuk."
Ajaknya kepada sikecil Aurra.
"Cus,unda."
Celoteh Aurra kecil yang dihadiahi kekehan kecil wanita yang dipanggilnya bunda tersebut.
Tok
Tok
Tok
"Masuk."
Intrupsi suara berat dari dalam sana,dalam bahasa ingris.
"Permisi tuan Profesor Dokter Dimas Barak Alhaidan,disini ada yang ingin berobat!"
Ujar Sayla jenàka sambil memasuki ruangan yang berdominasi warna putih tersebut.
Pria yang tadinya tengah berkutat dengan berkas berkas pasienya itu terhenti seketika,saat mendengar suara khas pemberitahuañ interkom didalam kabin pesawat tersebut.
"Boleh kita masuk pak dokter?"
Lanjut wanita berlesung pipi manis tersebut.
"Silahkan nyonya Barack Alhaidan."
Jawab pria berkacamata tersebut,santai.
"Didiiiii...."
Teriak sikecil Aurra antusias,menyelinap dari balik Sayla.
"C'mon here Aurra,seewthy."
Panggil pria yang dipanggil Didi tersebut,sambil beralih dari tempat duduknya,merentangkan tanganya lebar agar sang putri segera menghambur kedalam pelukanya.
Grep
"Miss cyou Didiii."
Ungkap sikecil Aurra,sambil memeluk sang ayah erat.
__ADS_1
"Miss you too,sweethy."
Jawab Dimas-pria tampan yang dipanggil Didi tersebut.
Kini tatapan pria itu beralih,kearah wanita yang tengah berdiri lima lanģkah dihadapanya.
"Kemarilah,aku juga rindu kamu."
Lirihnya,sambil mengisyaratkan sang wanita untuk mendekat.
Wanita cantik itu mendekat,menimpan barang bawaanya sejenak diatas meja kerja sang suami,kemudian ikut bergabung dalam pelukan hangan sang suami yang sudah dirindukanya ini.
Dua minggu sudah berlalu,semenjak ia dan Aurra sang putri memilih menetap lebih lama di tanah air,Indonesia.Sedangkan sang suami pulang lebih dulu ke Jerman,di karenakan urusan pekerjaan.
"Miss you too,Didi."
Lirihnya lembut,sambil menyandarkan kepalanya didada bidang milik pria yang sudah resmi mempersuntingnya semenjak 2 bulan lalu tersebut.
Raut bahagia tak luput daŕi wajah dokter sekaligus professor muda tersebut.Hari harinya kian berwarna,apalagi setelah ia mempersunting sang pujaan hati dua bulan yang lalu.Kini kebahagiaan seorang Dimas Barack Alhaidan dirasa sudah lengkap,ia memilki seorang pendamping sekaligus seorang ibu untuk putri kecilnya.
Pernikahanya dengan Sayla memang dapat dibilang begitu sederhana,hanya akad nikah yang diadakan didaerah bilangan,Jakarta pusat.Di salah satu hotel milik keluarga Sayla.Tamu undanganpun hanya dari kalangan keluarga dan sahabat dekat,mengingàt acara tersebut dibuat sederhana.Rencananya,acara resepsi pernikahan mereka akan diadakan tanggal 28 bulan ini di Jerman,ditempat tinggal Dimas.
Cup
Cup
"Rindunya Didi sama kalian."
Kecup pria itu kepada kening sang istri dan sang putri bergantianya.
"Aurra juga kangan sama Didi."
Celoteh sang putri.
"Kangen sayang."
Intrupsi sang bunda.
"Iya unda,lupa."
Ralat gadis bermanik hazel tersebut.
"Ayo,udahan dulu kangen kangenanya.Sekarang waktunya kita makan siang."
Ujar wanita cantik tersebut,sambil melepaskan diri dari kungkungan lengan kokoh sang suami.
"Yeyy,lunch.Aurra sudah lapar Unda."
Celoteh sikecil yang masih dalam gendongan sang suami.
"Yasudah,kita makan di cafetaria ya.Didi juga pasti belum makan siang."
Ujar Sayla,sambil mengambil paperbag berisi makanan yang tadi ia bawa.
"Ayo."
Ajaknya,sambil mengamit lengan sang suami yang masih terbalut snelli dokternya.
"Yasudah,ayo."
"Yeyy,let's go to cafetaria."
Celoteh riang sikecìl Aurra yang super aktif tersebut.
**
"Good afternoon Docter Dimas?"
Tanya beberapa perawat dan juga dokter yang menyapa Dimas saat berpapasan dilorong rumah sakit.
"Oh hello ms.Dimas,how are you?"
Sapa beberapa perawat juga kepada Sayla,ramah.
"Ohh,Hallo ms.Janny.I'am fine,and you.How are you today?"
Sapa Sayla balik.
Kini keduanya nampak tengah duduk sambil menikmati makan siang mereka.Sayla yang sibuk menyiapkan segalanya untuk suami dan putrinya,terlihat begitu teĺaten dan cekatan.Sesekali Dimas tersenyum menanggapi celotehan sang istri yang marah karena istrinýa itu merasa suaminya agak kurusan,selama berpisah denganya.
Ah,jadi ini rasanya punya seorang istri yang mengkhawatirkan keadaanya.Batin Dimas.
Kebahagiaanya kian lengkap kini.Sungguh,ia hanya berdoa kepada Allah agar senantiasa menjaga keutuhan keluarga kecilnya ini.
Derrt
Derrt
"Mas,ponselmu."
Intrupsi sang istri yang tengah menyuapi sang putri.
"Hm."
Cuek Dimas.
"Mas,siapa tahu penting.Ayo angkat dulu."
Lagi,suara lembut istrinya itu mengintrupsi.
"Iya,sayang."
Pria tampan bersnelli dokter itu mengalah.Mengambil handphonenya disaku snelli yang digunakanya,lalu mengechak siapa gerangan yang berani menganggu waktu makan siangnya ini.
"Vano?"
Ucapnya sambil menautkan alisnya.
**
To Be Continue
Gimana?? Hayooo....aku update lagi😊😊
Cung yang lindu sama novel ini??
Berhubung nanti malam thor ini ultah,jadi aku double update deh😄😄
Gimana,syuka engga??
Maaf juga ya,kalau ada kesalahan dalam penulisan🙏🙏
Cuss....dikomen sajaaa....
Ok,jumpa lagi dipart berikutnya ya readers🖑🖑
__ADS_1
Sukabumi 01 April 2020
15.17