Bukan Salah Khitbah (R1)

Bukan Salah Khitbah (R1)
Jalan masing masing


__ADS_3

'Hidup harus terus berjalan,ada atau tidaknya kamu disisiku.'


~Arkia Shalfira Mubaraq~


Ada dan tidaknya seseorang yang telah menempati sebagian hati,hidup harus tetap berjalan.Dan itulah yang tengah dilakukan oleh bumil berhijab yang satu ini.


Sudah emam bulan ini dia menetap dikampung halaman sang Abi.



Ankara,Turki adalah tempat tinggalnya kini.


Orang orang disana menyambut kedatangan Kia yang tengah berbadan dua tanpa seorang suami dengan baik.


Apalagi keluarga besar Kia adalah keluarga yang terpandang disana.Jadi tak dapat dipungkiri jika mereka bertanya tanya tentang status Kia.Sedikit demi sedikit,Kia dapat mengatasi prasangka negatif tentangya.


Lambat lau mereka juga bisa meñerima keadaan Kia dengan baik.


"Yaampun,cucu abi yang satu ini lagi nendang nendang ya?" Ujar pria baya itu,setelah melantunkan surat Yusuf untuk putrinya yang tengah mengandung.


Ajaibnya,setelah Halim selesai membaca surat tersebut,bayi didalam rahim Kia seakan akan merespon dengan menendang nendang dengan aktifnya.


"Subhanallah,iya ya.Cucu umi aktif sekali kalau mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an." Celoteh Sàlma yang juga ikut ikutan menyentuh perut buncit sang putri.


"Pesanan calon umi datang!" Ujar pria tampan yang datang membawa sepiring kukis kurma madu tersebut,lengkap dengan apron pink yang melekat ditubuhnya.


"Terimakasih ka!" Ujar Kia tulus,sambil menerima kukis tersebut.


"No problem."


Elak pria berjambul hitam itu sambil tersenyum manis.


Tak lama kemudian,suara bas lain menguar dari balik pintu.


"ini susu bumilnya,jangan lupa diminum calon umi."


Katanya sambil menyodorkan segelas susu formula untuk ibu hamil.


Kia tersenyum,menerima perhatian pria dengan apron pink tersebut.


"Terimakasih mas Bara."


"You are welcome,calon umi!"


Katanya sambil tersenyum yang langsung diangguki senyuman yang lain.


Disini,setidaknya Kia merasa hidupnya lengkap.Walaupun hatinya masih ada yang terasa kosong,Karena ada sebagian dari hatinya yang masih kehilangan.


Dibawah pohon rindang tersebut,wanita bergamis maroon yang mengenakan hijab coklat karamel tersebut.Tangan mungilnya terulur menyentuh perut buncitnya yang sudah semakin besar.Ia juga kini bisa merasakan jabang bayinya bergerak dengan aktifnya didalam sana.


Tetika tengah sendirian seperti ini,terkadang ia mulai berangan angan.Bayinya lelaki atau perempuan,pasti dia sangat lucu dan menggemaskan,pikir Kia.


Namun terkadang juga Kia merasa sedih saat mengingat penghianatan yang dilakukan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.


Pria itu membohonginya,selingkuh dibelakangnya,bahkan tega menduakanya dengan wanita lain.Mereka bahkan menikah tanpa persetuan dirinya.


Liquid bening itu kembali membasahi manik hitam teduhnya,ketika mengingat itu.


Mereka pasti sekarang sudah hidup bahagia bersama,ditambah lagi dengan hadirnya buah hati mereka.


Sedangkan dirinya,hatinya seakan akan kembali tertohok oleh kenyataan.


Walaupun tanpa keberadaanya,Kia sudah bertekad didalam hati jika ia juga akan hidup bahagia dengan anaknya kelak.


'Kita akan jalani semua ini masing masing!'


Batinya dalam hati sambil mengusap perut buncitnya.


Hari hari kini mulai berlalu,hingga tak terasa puncak kebahagiaan kini tengah dilakoni.


Berjuang diantara hidup dan mati demi melahirkan sang buah hati.


Eugghh


Suara tertahan wanita berhijab yang tengah beejuang melahirkan sang buah hati tersebut.

__ADS_1


Eguhh


"Bismillah ki,kamu pasti bisa.Kamu kuat ki!"


Ucap pria berbaju steril yang menyemangati Kia penuh haru.Hatinya takut,dan cemas melihat sang kakak begitu kesakitan ketika tengah mengalami kontraksi.


"Ka...hah...hah....Ssakiit..." Rintih Kia pelan.


"Ssttt....kamu bisa ki,kamu bisa.Kalau kamu mau,kamu bisa gigit lengan aku kalau kamu gak kuat!" Tawar Ezka sukarela.


Karena tidak ada suami kia,Ezka pun menawarkan diri untuk menemani sang kakak yang akan lahiran.


Kia menggeleng lemah ditengah tengah kontraksi hebatnya.


"Ki....." Panggilnya lemah.


"Y-ya.....ada apa ki?" Cemas ezka sambil menatap wajah ayu Kia yang pucat dan dibanjiri peluh tersebut.Sungguh,ezka sangat cemas saat ini.


"Ba-bacakan....hah...hah...surat


M-maryam..ka!" Ucap Kia terbata bata.


"Surat maryam?" ulang ezka.


"I-iya."


"Iya iya,tapi kamu janji harus kuat ya?"


"Iya."


"Baik,Aaudzubilllahiminasyaithonirrozim"


سم الله الرحمن الرحيم


bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


كهيعص


ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا


żikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā


(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,


إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا


iż nādā rabbahụ nid&`an khafiyyā


yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.


قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا


qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta’alar-ra su syaibaw wa lam akum bidu’& ika rabbi syaqiyyā


Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.


Bukan tanpa sebab Kia meminta ezka untuk melapalkan surat Maryam.Namun dalam sejarahnya,Siti Maryam adalah wanita yang tangguh.Hamil dan melahirkan dalam keadaan sulit tanpa seorang suami.


Bagi Kia kisah Siti Maryam adalah pedoman untuk kaum hawa,dimana mereka senantiasa kuat dalam keadaan apapun yang menerpa mereka ketika hamil tanpa didampingi selalu oleh sosok seorang suami.


Selain Surat Yusuf yang rutin dikajinya selama mengandung,Kia juga sering melantunkan surat Maryam.


Iya berharap jika bayinya seorang laki laki,maka ia akan mengikuti jejak seorang nabi Yusuf yang terkenal akan ketampanan yang memikat setiap kaum hawa,dan memiliki suri tauladan yang baik.


Jika bayinya perempuan,Kia berharap putrinya kelak menjadi wanita tangguh seperti sosok Siti Maryam yang namanya tertulis dalam al-Qur'an.


Satu jam telah berlalu.Dari proses persalinan yang dilakukan secara normal itu telah melahirkan seorang bayi mungil yang langsung disambut dengan haru biru oleh keluarga besar Kia.


"Ki.....bayinya laki laki!" Ucap Ezka yang masih setia mendampingi Kia.


".....Sehat dan tampan"


Lanjutnya.

__ADS_1


Kia tersenyum lega sambil memanjatkan syukur yang amat luar biasa kepada sang ilahhi.Hatinya kini terasa sangat tenang ketika buah hatinya telah lahir dengan selamat.


"Ka,Adzani putraku ya!"


Pinta Kia tulus.


Ezka mengangguk antusias.Lantunan lapadaz yang menyeru umat islam untuk beribadah itu menjadi awal penyeru lahirnya buah hati kia untuk pertama kalinya dibumi.


Suara bass Ezka yang biasanya berat dan tegas kini bergetar,setitik air mata lolos dari ekor matanya.


Hatinya terharu,begitu besar perjuangan kembaranya itu dalam melahirkan sang putra,tanpa peranan seorang suami disisinya.Pria brengsek itu mungkin saat ini tengah bahagia dengan keluarga barunya,pikir Ezka.


'Mulai saat ini,aku akan menjaga kalian berdua,ki.'


Batin Ezka dalam hati.


Bagaimanapun juga Kini tanggung jawab Ezka bertambah,yaitu turut serta menjaga jagoan kecil Kia.


"Selamat datang didunia,jagoaan kecil." Gumam Ezka setelah selesai melpazkan Adzan.


@ Singapura 09.40 pagi @


Seorang pria tampan berpakaian rumah sakit yang duduk dikursi roda itu,terlihat tengah menikmati pemandangan mentari pagi dari balik kaca jendela.


Rambut hitam legamnya,sudah lebih rapih dari beberapa waktu lalu.


Wajah tampanya yang sempat dipenuhi babak belur,kini sudah mulai kembali pulih.


Pagi ini,entah kenapa ketika bagun pagi tadi hatinya terasa menghangat.Belum lagi mimpinya yang diberi sebuah telur emas yang begitu mempesona,namun telur itu dibawa pergi oleh seorang wanita berhijab yang tak nampak jelas wajahnya.Entah apa arti dari bunga tidurnya itu,yang jelas ketika bangun tadi hatinya terasa menghangat dan lega.


Terhitung sudah lebih dari empat bulan dia disini.Menjalani berbagai perawatan untuk kakinya bersama sang mama yang selalu setia menemaninya.


Tak dapat dipungkiri jika selama itu pula,hatinya dihantak rasa rindu yang membuncah didada.Belum lagi rasa bersalah yang tiap waktu seakan akan mencekiknya.


Terkadang ia juga berpikir apakan ia telah kembali menjadi brengsek dengan memceraikan wanita yang telah resmi menjadi istrinya itu.Terlebih lagi wanita itu tengah hamil bayinya saat itu.


Diantara kebimbangan itu,Ia meminta salah satu kenalanya untuk mencari tahu tentang kabar wanita itu.


Wanita yang dicampakkanya setelah diagung agungkanya.


"Tuan Radityan!"


Panggil wanita berpakaian nurse tersebut.


Pria itu menoleh,kala nama kebesaranya dipanggil.


"Ini sudah waktunya tuan terapi!" Lanjutnya.


Ia menunduk sejelak,menatap kedua kakinya yang sulit untuk bergerak itu.


"Baiklah" Pasranya sambil membuang muka kearah jendela.


Sebenarnya ia sudah bosan dan lelah,dengan segala terapi dan pengobatan ini.Namun apa boleh buat,semua ini ia lakukan agar ia bisa kembali berjalan dengan normal.


Agar ia juga bisa memulai tour keliling dunianya,untuk mencari dimana letak keberadaan sang istri.


'Tunggu aku,setelah aku sembuh aku akan mencarimu ki.Walaupun harus berkeliling dunia sekalipun,aku sanggup jika itu bisa mempertemukan kita kembali.'


TBC


@@@


jalan masing masing⚚


Yohoooo.......


Gimana???


Lanjut,apa enggak???


Monggo dikomen😋😋


UAS Masih berlanjut gaes😥


Sukabumi 03/12/19

__ADS_1


25:14


__ADS_2