Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 37 : Meminta Tanggung Jawab


__ADS_3

"Tu-tuan Bratt.." lirih Alea kaget.


"Apa kau tidak mau menyuruhku masuk?" Tanya Bratt.


"Oh.. iya, silahkan masuk Tuan." Ucap Alea mempersilahkan Bratt masuk.


Bratt pun masuk kedalam rumah dan langsung berjalan menuju ruang televisi dan dengan angkuhnya Bratt duduk di sofa ruang televisi. Sedangkan Alea, ia memilih untuk berdiri disamping sofa.


"Apa kau tidak ingin menyediakan minum untukku?" Tanya Bratt.


"Oh.. iya, sebentar Tuan." Jawab Alea.


Alea pun berjalan menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk Bratt.


Dengan segelas sirup cocopandan yang ada di kulkas Zhinta yang Alea letakkan dalam nampan, Alea berjalan kembali ke ruang televisi lalu meletakkan gelas itu di meja.


"Silahkan diminum Tuan." Ucap Alea.


Bratt pun mengambil gelas itu dan menyeruput sirup yang Alea buatkan untuknya lalu meletakkan kembali gelas itu diatas meja.


"Apa tidak ada yang mau kau katakan?" Tanya Bratt.


"Memangnya apa yang harus saya katakan Tuan?!" Tanya Alea balik.


Mendengar itu Bratt menggeram kesal.


"Duduk sini!" Perintah Bratt sambil menepuk sisi sebelahnya.


"Saya berdiri saja Tuan." Tolak Alea.

__ADS_1


"Alea, duduk disini!" Perintah Bratt lagi dengan suara menggeram.


Mau tak mau Alea pun duduk disisi sebelah Bratt.


"Sekarang ku tanyakan lagi padamu, apa tidak ada yang mau kau ucapkan pada ku?" Tanya Bratt sekali lagi.


"Tentang apa Tuan? Kalau yang Tuan maksud tentang malam itu.. saya mohon maaf Tuan. Malam itu saya sama sekali tidak bermaksud untuk menggoda Anda, dan saya juga tidak akan meminta pertanggung jawaban Anda jadi kita anggap saja malam itu tidak terjadi apa-apa pada kita Tuan." Ucap Alea dengan suara bergetar.


Sebenarnya ia malu mengatakan itu karena pasti Bratt akan berpikir kalau dirinya adalah wanita murahan, tapi menurut Alea begitu lebih baik daripada dirinya harus meminta pertanggung jawaban Bratt hingga Bratt berpikir Alea sengaja membuat Bratt bergai*rah untuk menjebak Bratt.


Beda dengan jalan pikiran Alea, Bratt tercengang mendengar kata-kata Alea. Bratt merasa dirinya ditolak oleh Alea, jatuh sudah harga dirinya sebagai seorang bastard karena Alea.


"A-apa kau bilang barusan? Kau minta aku melupakan kejadian malam itu?!" Tanya Bratt memastikan.


"Sekali lagi saya mohon maaf Tuan. Jika Tuan mau, saya bersedia keluar dari perusahaan Anda." Jawab Alea.


Bratt terdiam menata emosinya sambil sesekali melihat Alea yang sejak tadi menunduk tak mau menatapnya.


Dasar Bratt seorang bastard, pandangannya malah terfokus pada put*ing yang menjiplak dari dari balik kaos yang Alea pakai.


Bratt menelan salivanya susah payah, hasratnya kembali meronta, celana-nya pun semakin menyempit karena Abang Jago yang sudah bangun.


"Alea, tatap aku!" Perintah Bratt dengan suara berat dan serak.


Alea yang tidak punya feeling akan di lahap buaya darat, perlahan mendongakkan wajahnya lalu menatap Bratt.


"Aku tidak bisa melupakan kejadian malam itu begitu saja Alea."


"Ta-tapi Tuan saya benar-benar tidak aaakh..." Tiba-tiba saja Bratt langsung mendorong tubuh Alea dan menindih tubuh Alea.

__ADS_1


"Tu-tuan..."


"Kau harus bertanggung jawab Alea!"


"Ber-bertanggung ja-wab apa Tuan?" Tanya Alea.


"Bertanggung jawab pada tubuh ku yang sudah candu dengan dengan tubuh mu!" Jawab Bratt sambil mata Bratt kembali melihat kearah dada Alea.


Mendengar itu Alea pun langsung meronta.


"Tuan lepas!! Ini salah Tuan, tolong lepaskan saya!" Ucap Alea sambil berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Bratt.


Percuma saja Alea meronta karena Bratt sama sekali tidak bergerak satu senti pun.


Malah sekarang tangan Bratt sudah mengunci kedua tangan Alea agar tak bisa lagi meronta.


"Aku ingin mengulangi percintaan panas kita malam itu Alea." Ucap Bratt.


"Jangan Tuan, saya mohon! Jangan ulangi lagi." Mohon Alea.


Sekali lagi, Bratt tidak peduli dengan permohonan Alea. Hasratnya sudah menggila, Abang Jago-nya juga sudah menendang-nendang minta di keluarkan dari dalam sangkar kain yang sudah sangat menyesakkan.


*


*


*


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2