
Bandung.
Bip.. Bip.. Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Alea.
Bukan di ponsel lama Alea, melainkan di ponsel baru yang Hesron belikan untuk Alea agar Zhinta bisa terus berkomunikasi dengan Alea, karena ponsel lama Alea masih belum Alea aktifkan.
Dan ponsel itu Hesron titipkan pada Dan saat Dan ingin mengantar makanan yang Alea idamkan ke Bandung.
Alea yang sedang asik menikmati coklat dan ice cream sambil menonton film kartun menoleh ke arah ponsel yang ia letakkan di sampingnya.
Pak Hesron. Begitulah nama yang tertera di layar ponsel Alea.
Alea pun mengambil ponsel itu lalu membuka pesan dari Hesron.
Mata Alea membulat tak lama menggenang melihat pesan video yang Hesron kirimkan.
"Bratt.." lirih Alea.
"Setidaknya Papa-mu langsung mengakui mu, baby." Lirih Alea lagi sambil mengusap perutnya, air mata yang tadi hanya menggenang kini sudah tumpah membasahi pipi Alea.
"Loh.. loh.. kok ibu hamil nangis? Jangan nangis Neng, kan anaknya di dalam juga bisa merasakan apa yang ibu-nya rasakan." Tegur Nenek Zhinta yang baru masuk keruang tengah.
"Aku nangis karena bahagia Nek, bukan karena sedih." Balas Alea.
"Suami kamu udah menyesal karena egois ke kamu?" Tanya Nenek Zhinta. Nenek Zhinta tidak tahu pasti alasan Alea meninggalkan suaminya, yang Nenek Zhinta tahu Alea meninggalkan suaminya sementara agar suaminya menyadari keegoisannya pada Alea.
"Sepertinya begitu Nek."
__ADS_1
"Kalau begitu, ya sudah sana cepat pulang. Maafkan suami kamu! Jangan biarkan suami mu lama-lama sendiri, karena suami-suami yang kesepian adalah incara empuk para pelakor." Ucap Nenek Zhinta
"Begitu yah Nek. Tapi saya kan mau-nya dia yang menemukan saya disini."
"Bagaimana suami kamu mau menemukan kamu disini kalau akses untuk menemukan kamu ditutup oleh orang-orang terdekat kalian sendiri." Balas Nenek Zhinta.
"Kalau memang kamu mau suami kamu yang menjemput kamu disini, suruh teman-teman kalian membuka akses untuk suami kamu menemukan kamu disini." Kata Nenek Zhinta lagi.
Alea menganggukkan kepalanya menyetujui saran Nenek Zhinta.
Alea pun mengirim pesan pada Hesron dan meminta Hesron untuk membuka akses pada Bratt agar Bratt bisa menemukannya disini.
*
*
*
Malam harinya.
Setelah jam operasional kantor berakhir, Bratt, Hesron dan Dan kembali berkeliling kota untuk mencari Alea. Karena alamat yang ada di CV Alea adalah alamat apartemen tempat tinggalnya dengan Jonas dulu, membuat Bratt susah menemukan Alea, apalagi Alea adalah anak yatim piatu dan tidak memiliki sanak saudara di kota.
Hesron belum mengizinkan Dan membuka akses Bratt untuk menemukan Alea, karena Hesron masih belum puas melihat perjuangan Bratt, ya hitung-hitung itu sekaligus balasan dari Hesron karena dulu benar-benar di buat pusing saat kasus Malika. Tak lupa Hesron merekam perjuangan Bratt mencari Alea keliling kota lalu di kirimkan pada Alea.
Jam sudah sembilan malam, mereka pun pulang kerumah Bratt tanpa membawa hasil apa-apa.
Mama Bratt yang sudah menunggu Bratt pun langsung menyambut kedatangan Bratt di teras rumah.
__ADS_1
"Darimana saja kau? Kenapa baru pulang jam segini? Kau kan masih lemas Bratt, kalau kau tumbang lagi gimana!" Omel Mama Bratt.
"Bratt gak pa-pa Ma. Mama gak usah khawatir, oke!" Jawab Bratt lemas sambil berjalan memasuki rumah.
Mama Bratt hanya melihat anaknya yang memasuki rumah.
"Hesron, apa kau masih belum memberitahu Bratt dimana keberadaan Alea?" Tanya Mama Bratt pelan saat melihat Bratt sudah masuk ke dalam rumah.
"Tante tahu?" Tanya Dan kaget karena bertambah satu orang yang tahu keberadaan Alea.
Mama Bratt menganggukkan kepalanya.
"Ayolah Hesron, cepat beritahu Bratt, Tante tidak tega melihat Bratt seperti itu." Mohon Mama Bratt.
"Iya Son, kita buka saja akses Bratt untuk menemukan Alea." Timpal Dan.
"Makin lama kita tahan, yang ada nanti Bratt makin depresi. Kalau depresinya bikin gila dan masuk rumah sakit jiwa, kalau depresinya malah makin be*jat dengan wanita bagaimana?" Hasut Dan.
"Iya juga yah. Lagipula semakin cepat masalah Bratt selesai, makin cepat juga aku bisa mengajukan surat pengunduran diri ku dan aku bisa mempublish hubungan ku dengan Zhinta." Gumam Hesron dalam hati.
Hesron pun mengirim pesan pada Alea untuk mengaktifkan ponselnya yang lama agar bisa Dan pura-pura berhasil mendeteksi keberadaan Alea.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung...