Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 95 : Mishea Andara Wilson & Mishella Andara Wilson


__ADS_3

Mama Bratt, Zhinta dan Finola juga sudah berada di kamar rawat Alea. Sedangkan Hesron dan Dan berada di kantor.


Semenjak masa cuti Hesron selesai dua minggu lalu, Dan langsung bekerja di PT. Filima untuk menggantikan Finola.


Dan dan Finola juga sudah menikah satu bulan setelah hari ulangtahun Finola. Dan saat ini Finola tengah mengandung dua bulan.


Sama seperti Finola, saat ini juga Zhinta sedang mengandung hasil pembuahan Mas Jaka dan Mbak Vera yang kini sudah masuk minggu ke delapan.


Ceklek. Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba pintu kamar rawat Alea terbuka.


"Ayo Ibu, kita keruang operasi sekarang." Ucap suster sambil mendorong kursi roda.


Alea menghela nafasnya berkali-kali, karena gugup. Dan Bratt sadar akan hal itu.


"Jangan gugup Sayang, aku akan ada disamping kamu." Ucap Bratt.


"Iya, relaks aja yah. Jangan mikir yang gak-gak. Bayangin aja wajah lucu si kembar." Timpal Mama Bratt memberi semangat pada Alea.


Bratt pun membantu Alea turun dari ranjang dan duduk di kursi roda.


Sebelum keluar dari kamar, Zhinta dan Finola juga memberi semangat untuk Alea.


Kini Alea dan Bratt sudah berada di depan pintu ruang operasi.


"Bapak masuk keruang steril dulu yah Pak disebelah sana." Ucap perawat.


Perawat yang lain pun membawa Bratt menuju ruang steril.


Setelah Bratt pergi, Alea pun dimasukkan keruang operasi.

__ADS_1


Sebelum melakukan operasi, Alea di beri suntikkan epidural yang akan membuat tubuhnya mati rasa dari bagian pinggang kebawah. Setelah Alea diberi suntikkan epidural, barulah Bratt masuk keruang operasi.


Tak lama setelah Bratt masuk keruang operasi, dokter kandungan pun masuk keruang operasi.


Setelah memastikan tubuh Alea mati rasa dari bagian pinggang kebawah, dokter pun memulai operasinya.


*


*


*


Satu jam kemudian.


Mama Bratt, Zhinta dan Finola yang sejak tadi duduk gelisah di ruang tunggu depan ruang operasi, langsung berlari menuju pintu ruang operasi begitu pintu itu terbuka.


"Bagaimana menantu dan cucu-cucu saya dok?" Tanya Mama Bratt.


Mama Bratt, Zhinta dan Finola menghela nafas mereka lega.


"Sekarang cucu-cucu Ibu sedang skin to skin dengan Bapak-nya. Untuk Ibu Alea sendiri, sekarang sedang tahap observasi. Jadi satu jam lagi baru bisa kembali ke kamar rawat." Kata dokter lagi.


"Terimakasih dok."


"Sama-sama Bu. Sekali lagi saya ucapkan selamat karena langsung mendapat dua cucu perempuan yang cantik." Ucap dokter. Setelah mengatakan itu dokter perempuan itu pun pergi dari hadapan Mama Bratt.


"Mama jadi gak sabar pengen ngeliat cucu-cucu Mama." Gemas Mama Bratt.


"Iya Tante, kita juga. Kira-kira mirip siapa yah wajahnya. Mirip Alea atau Tuan Bratt."

__ADS_1


"Iya yah, kok tadi kita gak nanya wajah si kembar bule atau Asia." Timpal Mama Bratt.


Satu jam berlalu.


Setelah mengetahui Alea dan si kembar selamat, Mama Bratt, Zhinta dan Finola kembali ke kamar rawat untuk mempersiapkan kedatangan Alea dan si kembar.


Ceklek. Pintu kamar rawat Alea terbuka.


Dan masuk lah dua perawat dan Bratt yang sedang mendorong ranjang pasien dimana ada Alea yang berbaring diatas ranjang itu.


Sedangkan box bayi menyusul di belakang mereka.


Bratt dan dua orang perawat itu mendorong ranjang pasien yang di bawa dari ruang operasi sampai tepat disebelah ranjang pasien yang ada di kamar rawat itu. Dan dengan kedua tangannya sendiri, Bratt memindahkan Alea dari ranjang yang di bawa dari ruang operasi ke ranjang yang ada di kamar rawat.


Setelah Alea berhasil di pindahkan, Mama Bratt langsung mendekati Alea dan memeluk Alea. Ucapan terimakasih dan selamat pun tak henti-hentinya Mama Bratt ucapkan pada Alea.


Sama dengan Mama Bratt, setelah Mama Bratt selesai memberi ucapan selamat pada Alea, Zhinta dan Finola pun bergantian memeluk Alea dan mengucapkan selamat pada Alea.


"Jadi kalian sudah punya nama untuk si kembar?" Tanya Mama Bratt sambil menatap wajah bule si kembar.


"Yang Kakak namanya Mishea Andara Wilson dan yang Adik-nya namanya Mishella Andara Wilson." Jawab Bratt.


"Nama yang cantik. Semoga saja dengan nama yang cantik, paras yang cantik, si kembar juga memiliki hati yang cantik dan bisa menaklukan hati laki-laki yang keras, seperti Mama mereka menaklukkan hati Papa mereka." Doa Mama Bratt untuk si kembar Shea dan Shella.


Dan disahuti kata "Amin" oleh Zhinta dan Finola.


Sedangkan Bratt dan Alea hanya menanggapi dengan senyum tipis. Siapa yang menyangka kalau Bratt si bastard yang berpuluh-puluh tahun membangun benteng anti cinta hanya karena luka masa kecilnya karena setiap hari melihat kedua orangtuanya bertengkar, meruntuhkan sendiri benteng anti cinta-nya itu setelah bertemu dengan Alea. Rasa yang awalnya hanya lah sebuah obsesi lama kelamaan Bratt sadar kalau rasa ingin memiliki Alea Bukanlah Sekedar Obsesi.


TAMAT.

__ADS_1


*** Terimakasih buat Kakak-kakak dan Bunda-bunda yang sudah setia membaca Bukan Sekedar Obsesi dan selalu memberi dukungan untuk Bratt dan Alea. Sebelum lanjut ke cerita Raiden dan Satria (anak March-Julya dan Neon-Novi) boleh di baca I'm Not A Bi*tch sambil menunggu cerita Raiden-Satria launching. Sekali lagi Terimakasih 🙏🙏🙏 ***


__ADS_2