Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 78 : Lamaran


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian.


Taksi online yang mengantar Alea dan Mama Bratt pun sampai di restoran.


Setelah membayar ongkos, Alea dan Mama Bratt pun turun dari dalam mobil dan berjalan memasuki gedung restoran.


"Kok restorannya sepi Ma?" Tanya Alea karena saat mereka memasuki restoran tak ada satu pun pengunjung di restoran itu.


"Ini kan masih setengah tujuh, biasanya restoran ini baru ramai jam delapan keatas." Jawab Mama Bratt.


"Oh.." dengan polosnya Alea membulatkan mulutnya.


Pelayan pun datang menghampiri Alea dan Mama Bratt.


"Selamat sore Nyonya, apa sudah reservasi tempat?" Tanya pelayan itu.


Mama Bratt menggelengkan kepalanya.


"Mau pesan tempat VIP atau biasa?" Tanya pelayan itu lagi.


"Yang VIP saja."


"Silahkan duduk sebentar, biar saya lihat dulu VIP mana yang free." Setelah mengatakan itu pelayan pun pergi meninggalkan Alea dan Mama Bratt sedangkan Alea dan Mama Bratt duduk di kursi tunggu yang ditunjuk pelayan.


Tak sampai lima menit pelayan pun datang lagi menghampiri Alea dan Mama Bratt.

__ADS_1


"Room VIP semuanya penuh Nyonya, tapi ada satu ruangan terbuka di taman belakang yang belum dibooking. Apa Nyonya mau mengambil ruangan terbuka itu?" Tanya pelayan.


"Apa tempatnya private juga?" Mama Bratt bertanya balik.


"Sama private-nya Nyonya karena hanya ada satu ruangan saja di dekat taman itu." Jawab pelayan.


"Baguslah, saya ambil saja itu."


"Kalau begitu mari ikuti saya Nyonya." Pelayan itu pun berjalan lebih dulu untuk menunjukkan tempat itu.


"Kenapa kita tidak makan di table biasa saja Ma. Kita kan hanya berdua." Bisik Alea.


"Tapi Mama mau-nya ditempat yang private." Balas Mama Bratt.


"Kok tempatnya gelap Mbak?" Tanya Alea. Kini mereka sudah berada diruangan terbuka, karena kondisi taman gelap ditambah lagi lampu ruangan terbuka itu juga belum di nyalakan, membuat di sekitar tempat itu menjadi gelap.


"Sepertinya ada masalah dengan saklarnya. Tunggu sebentar saya periksa dulu." Jawab pelayan.


Pelayan pun pergi meninggalkan Alea dan Mama Bratt ditempat itu hanya berdua.


Karena gelap, Alea pun berinisiatif menyalakan senter dari ponselnya, namun baru dia mengambil ponselnya tiba-tiba lampu menyala.


Mata Alea membulat sempurna saat melihat taman yang ada di depannya.


Sudah ada Bratt, Hesron, Zhinta, Dan, Nenek Zhinta serta teman-teman satu divisi-nya dan para manager dan ketua divisi di Bratt Creative Digital dengan taman yang sudah di dekorasi dengan banyak bunga-bunga, serta gapura bunga dengan tulisan Wedding Day Bratt & Alea.

__ADS_1


Saat Alea masih terkesima dengan dekorasi taman yang penuh dengan bunga, tiba-tiba di belakang Alea suara piano berdenting. Sontak Alea pun menoleh kebelakang-nya. Ternyata sudah ada pemain band yang ada diruang terbuka yang harus-nya menjadi tempat makan malam-nya dan Mama Bratt.


Sambil menyanyikan lagu Beautiful In White dari Shane Filan, Bratt berjalan mendekati Alea.


🎶 🎶 🎶 🎶 🎶


Setelah satu lagu selesai Bratt nyanyikan, Bratt pun mengeluarkan kotak beludru dari dalam kantongnya lalu membuka kotak itu sambil berlutut di hadapan Alea.


"Alea, will you marry me?" ucap Bratt sambil menyodorkan kotak beludru yang berisi dua cincin untuk dirinya dan Alea.


Alea terdiam, ia terharu dengan apa yang Bratt lakukan malam ini. Sangking terharunya, lidah-nya terasa kelu sampai tak bisa mengatakan langsung kata Iya.


*


*


*


Bersambung...


*** Kakak-kakak, Bunda-bunda, mampir ke novel aku yang ketiga juga yah judulnya I'm Not A Bi*tch, menceritakan tentang seorang wanita yang bekerja sebagai DJ, karena pekerjaannya itu, banyak orang menganggap dirinya wanita murahan. Untuk tahu cerita selengkapnya, silahkan baca langsung di novel ketiga aku itu. Terimakasih. 🙏🙏🙏 ***


Yang begini yah covernya Kakak-kakak, Bunda-bunda. 🙏🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2