
Bratt menghela nafasnya kasar.
"Apa alasan mu mengundurkan diri?" Tanya Bratt sambil bertolak pinggang.
"Alasan pribadi!"
"Cih.. alasan pribadi! Bilang saja karena kau sedang menjalin hubungan dengan Zhinta!" Balas Bratt.
"Kau tidak perlu mengundurkan diri! Biar aku hapus aturan perusahaan yang satu itu!" Kata Bratt lagi.
"Kau serius?" Tanya Hesron sambil memicingkan matanya.
"Aku serius! Aku kan juga melanggar aturan perusahaan yang aku buat sendiri, jadi sebelum ada karyawan yang demo, makanya lebih baik aku rubah lebih dulu aturan itu sebelum aku mempublikasikan pernikahan ku dengan Alea." Jawab Bratt.
"Bagaimana aku pintar kan?" Tanya Bratt dengan bangganya.
"Dasar licik!" Gerutu Hesron sambil memutar bola matanya malas.
"Tapi tetap saja aku ingin mengundurkan diri." Ucap Hesron.
"Apalagi masalahnya? Katakan kau mau apa? Mau kenaikan gaji, baik, akan aku naikkan gaji mu tiga kali lipat, yang penting kau tidak mengundurkan diri!"
Hesron menggelengkan kepalanya.
"Lalu kau mau apa? Katakan! Apapun yang kau mau pasti aku berikan!"
"Yakin? Apa kau bisa pegang kata-kata mu?"
"Yakin! Kalau kau tidak percaya, kau bisa membuat hitam diatas putih dengan materai enam ribu!"
"Baiklah, aku hanya meminta tiga hal padamu."
"Katakanlah!"
"Pertama, aku ingin kau menaikkan gaji ku lima kali lipat."
"Oke tidak masalah! Lalu yang kedua?"
__ADS_1
"Aku ingin kau memberikan aku hadiah rumah saat pernikahan ku dengan Zhinta nanti."
"Kau ingin menikah dengan Zhinta? Kapan?"
"Masih belum tahu, tapi aku sudah membuat planning untuk itu."
"Oke tidak masalah. Hitung-hitung itu bentuk apresiasi ku untuk kerja keras mu di perusahaan ini. Lalu yang ketiga?"
"Yang ketiga, aku ingin kau memberi aku dan Zhinta libur selama enam bulan saat kami sudah menikah nanti, tapi gaji kami berdua harus tetap jalan."
"Kau gi*la!! Mana mungkin aku memberikan kau liburan selama itu! Apa kata karyawan yang lain kalau mereka tahu aku memberi kalian berdua waktu liburan yang sangat lama?"
"Makanya pakai otak mu, cari alasan! Jangan kau bilang kami liburan! Bilang saja kami sedang ditugaskan ke luar negri!" Ucap Hesron memberi saran.
"Bagaimana, kau sanggup memenuhi tiga permintaan ku tidak? Kalau tidak, biar aku angkat kaki sekarang, tapi kalau kau sanggup, biar aku buatkan surat perjanjiannya." Kata Hesron lagi.
Bratt menghela nafasnya kasar.
"Pemerasan!!!" Gerutu Bratt dalam hati.
"Baiklah, aku setuju!" Balas Bratt terpaksa.
"Cih!!! Cepat kau beritahu personalia agar mengumpulkan para karyawan di lobi saat jam pulang kerja nanti. Biar aku sampaikan sore ini juga." Ucap Bratt.
"Baik Boss!" Balas Hesron sambil memberi hormat pada Bratt.
Dan sore itu aturan tentang larangan menjalin hubungan dengan sesama karyawan Bratt Creative Digital pun Bratt hapus.
*
*
*
Keesokan harinya.
Pukul 18.00.
__ADS_1
Mama Bratt dan Alea kini sedang dalam perjalanan menuju restoran tempat lamaran sekaligus tempat pengucapan janji suci. Mereka pergi dengan menggunakan taksi online, karena Mama Bratt masih merahasiakan pada Alea tentang acara malam ini.
Sedangkan Bratt, Hesron, Zhinta dan Dan sudah lebih dulu berada di restoran itu.
"Kita mau kemana sih Ma?" Tanya Alea.
"Ke restoran El Monte, Mama pengen banget makan di restoran itu." Jawab Mama Bratt.
"Mama ngidam?"
Mama Bratt menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya Mama juga terkena kehamilan simpatik seperti Bratt." Jawab Mama Bratt.
"Sepertinya Mama juga terkena kehamilan simpatik seperti Bratt." Jawab Mama Bratt.
"Bratt mengalami kehamilan simpatik? Kapan, kok aku tidak pernah lihat Bratt mual, muntah atau mengidam sesuatu?" Tanya Alea.
"Kalian kan baru berdamai dua hari. Sebelum kalian berdamai, dia muntah-muntah terus sampai masuk rumah sakit." Jawab Mama Bratt.
"Benarkah, kasihan dia." Lirih Alea.
"Tidak usah kasihan. Kehamilan simpatik paling hanya sampai tiga bulan, sedangkan kamu harus membawa anak mu kemana-mana selama sembilan bulan, belum lagi kalau sudah hamil tua, cari posisi tidur saja susah setengah mati." Balas Mama Bratt.
"Oh.." Alea membulatkan mulutnya sambil menganggukkan kepalanya.
*
*
*
Bersambung...
*** Kakak-kakak, Bunda-bunda, mampir ke novel aku yang ketiga juga yah judulnya I'm Not A Bi*tch, menceritakan tentang seorang wanita yang bekerja sebagai DJ, karena pekerjaannya itu, banyak orang menganggap dirinya wanita murahan. Untuk tahu cerita selengkapnya, silahkan baca langsung di novel ketiga aku itu. Terimakasih. 🙏🙏🙏 ***
Yang begini yah covernya Kakak-kakak, Bunda-bunda. 🙏🙏🙏
__ADS_1