Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 66 : Mengaku


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Bratt kembali ke kantornya dengan tidak membawa hasil apa-apa.


Ia berjalan lesu menuju ruangannya. Dan kedatangan Bratt itu terlihat oleh Hesron saat Bratt melintas di depan ruang kerjanya.


Hesron pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang kerjanya.


"Bratt." Panggil Hesron saat Bratt sudah sampai di depan ruang kerja-nya.


Bratt pun menoleh.


"Hemh."


"Dari mana kau?" Hesron berjalan mendekati Bratt.


"Kan sudah aku bilang ingin mencari Alea."


"Lalu hasilnya?"


Bratt menggeleng.


"Tidak ada hasil apa-apa." Jawab Bratt.


"Alea sudah mengundurkan diri, apa kau tahu?!"


Bratt menganggukkan kepalanya.


"Ini surat pengunduran diri Alea." Hesron memberikan surat pengunduran diri Alea yang sebenarnya Hesron yang membuatnya. Di dalam surat itu, Hesron selipkan foto usg janin yang ada di kandungan Alea.


Sebenarnya Hesron mau menunggu beberapa hari lagi baru memberikan itu, tapi karena Mama Bratt meminta untuk segera mempertemukan Bratt dan Alea, mau tak mau Hesron pun harus mempercepat pertemuan Bratt dengan Alea.

__ADS_1


"Kapan dia memberikan ini pada mu? Apa dia sendiri yang datang memberikan ini padamu?" Tanya Bratt merasa ada titik terang keberadaan Alea. Jika Alea yang datang sendiri mengantar surat itu, berarti Alea masih ada di kota ini.


"Zhinta yang menemukannya di meja kerjanya, tepat di hari kau membuang dirinya." Jawab Hesron. Dan jawaban Hesron makin membuat Bratt merasa bersalah.


"Ini, bacalah. Mungkin di dalamnya ada pesan yang ingin dia sampaikan pada mu." Ucap Hesron.


"Dia sudah menuliskan surat untuk ku. Jadi mungkin di dalamnya hanya surat pengunduran diri. Berikan saja pada personalia, agar di proses." Ucap Bratt lalu masuk kedalam ruang kerjanya dengan lesu.


Hesron menghela nafasnya kasar lalu mengekori Bratt dari belakang.


"Kau baca ini! Surat ini di tujukan untuk mu, bukan untuk personalia! Cepat buka lah!" Paksa Hesron.


Mau tak mau Bratt mengambil surat itu dari tangan Hesron lalu duduk disofa.


Ia merobek amplop dan mengambil secarik kertas di dalamnya yang sudah di tempelkan foto usg.


"Apa ini?!" Saat melihat foto usg itu.


"Ini." Bratt menunjukkan foto usg itu pada Hesron.


Hesron pun mengambil surat itu dan pura-pura mencermati foto usg itu.


"Ini foto usg Bratt." Jawab Hesron pura-pura terkejut.


Mata Bratt membelalak.


"Fo-fo-foto usg apa maksud mu?" Tanya Bratt suaranya sudah bergetar. Meski tak tahu kalau itu foto usg, setidaknya Bratt pernah mendengar istilah foto usg.


"Sepertinya Alea hamil Bratt." Jawab Hesron.

__ADS_1


Makin membelalak saja mata Bratt.


"Y-y-yang benar saja kau!"


"Baca ini." Hesron menunjukkan satu kalimat yang mengatakan kalau Alea tengah hamil dan sudah menginjak delapan minggu.


Bratt pun mengambil kembali kertas itu dari tangan Hesron dan membaca kalimat yang Hesron tunjuk.


Tubuh Bratt melemas seketika.


"Bagaimana ini Hesron? Ayah macam apa aku sudah menelantarkan anak ku!" Lirih Bratt sambil mengusap wajahnya kasar.


Hesron tersenyum puas melihat penyesalan Bratt. Ia mengeluarkan ponselnya lalu diam-diam merekam tingkah Bratt yang sedang menyesali perbuatannya.


"Kau mengakui anak yang di kandung Alea anak mu?!" Tanya Hesron memancing, agar Bratt makin mengungkapkan isi hatinya yang terdalam.


Sontak pertanyaan Hesron membuat Bratt menoleh kepada Hesron dan memberi tatapan tajam pada Hesron.


"Jelas saja itu anak ku! Maksud mu Alea mengandung anak dari mantan suaminya! Itu anak ku! Darah daging ku! Buah cinta ku dengan Alea!" Racau Bratt dengan nada meninggi.


"Buah cinta mu? Bukannya kau melakukan itu pada Alea hanya sekedar obsesi untuk melampiaskan hasrat mu!"


"Aku mencintai Alea, Hesron! Dan bodohnya aku, aku baru mengakui itu sekarang! Aku melakukan itu dengan Alea bukan sekedar obsesi tapi karena memang aku mencintainya, tanpa aku sadari kalau aku melakukannya untuk mencurahkan cinta ku padanya." Balas Bratt dengan nada suara yang awalnya meninggi namun lama kelamaan melemah.


Dan jawaban Bratt itu membuat Hesron makin tersenyum lebar. Hesron pun selesai mengakhiri rekaman video-nya. Ia harus mengirimkan rekaman video itu pada Alea, jadi biarlah Alea yang menentukan kapan Alea mau muncul dihadapan Bratt.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung...


__ADS_2