
Setelah selesai bertelepon dengan Bratt, Dan pun menghampiri Finola.
"Sudah selesai?" Tanya Dan.
Finola menganggukkan kepalanya.
"Cepat ganti pakaian mu, ayo kita rayakan ulangtahun mu." Ajak Dan.
Finola melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Masih pukul 14.00.
"Ini belum jam pulang kerja Dan, masih ada satu jam lagi."
"Kau lupa yang mengajak mu saat ini siapa, hah?!" Balas Dan dengan sombongnya. Padahal Dan juga tidak mempunyai status resmi di perusahaan itu."
"Sudah ayo! Kalau kita pergi saat jam pulang kantor, nanti kita akan terkena macet. Sedangkan aku membawa mobil hari ini." Kata Dan lagi.
"Memangnya kita mau kemana sih?"
"Jangan banyak tanya! Cepat kau ganti pakaian mu! Aku dan Fritz tunggu di depan lobi!" Perintah Dan.
"Ayo Fritz kita tunggu di mobil Om." Ucap Dan lalu menggandeng tangan Fritz. Mereka pun pergi meninggalkan Finola.
Selepas Dan dan Fritz pergi Finola pun pergi keruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
*
*
*
Sepuluh menit kemudian.
__ADS_1
Kini Finola sudah berada di dalam mobil Dan.
"Pakai ini." Ucap Dan sambil memberikan penutup mata.
"Kenapa harus memakai ini?"
"Pakai saja! Jangan banyak tanya! Kalau kau melihat jalanan, nanti kau akan tahu kemana tujuan kita!" Balas Dan.
Mau tak mau Finola pun mengambil penutup mata yang Dan berikan. Setelah Finola memakai penutup mata, Dan kembali memakaikan satu penutup mata lagi.
"Om, kenapa mata Bunda di tutup?" Tanya Fritz dari tempat duduk belakang.
"Kita kan mau kasih surprise buat Bunda, jadi mata Bunda harus ditutup. Kalau mata Bunda di buka, jadi gak surprise lagi dong." Jawab Dan.
"Oh.." dengan polosnya anak balita itu membulatkan mulutnya.
"Fritz duduk yang tenang yah disitu biar Om ganteng bisa konsentrasi bawa mobilnya." Ucap Dan dan hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Fritz.
"Bagaimana mau mengintip kalau penutup mata ku double begini!" Balas Finola.
Dan hanya tersenyum kecil mendengar ocehan Finola. Dan pun menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari area gedung Bratt Creative Digital.
Karena jalanan belum terlalu macet, perjalanan dari perusahaan Bratt ke perusahaan Papa Finola hanya ditempuh dalam waktu setengah jam.
Dan memberhentikan mobilnya di depan lobi, dimana Bratt, Alea dan beberapa karyawan PT. Filima sudah menunggu kedatangan mereka untuk memberi sambutan pada Finola.
"Om, kenapa-"
"Sst...!" Belum selesai Fritz bertanya, Dan sudah memberi kode pada Fritz untuk tidak mengeluarkan suara.
Fritz pun terdiam.
__ADS_1
"Kita sudah sampai?" Tanya Finola karena mobil yang tak lagi bergerak.
"Sudah." Jawab Dan.
"Aku buka yah penutup matanya."
"Jangan dulu! Nanti aku yang buka!"
Dan pun keluar dari dalam mobil. Ia tak langsung membukakan pintu untuk Finola, melainkan ia membuka pintu untuk Fritz dulu, lalu menyuruh Fritz untuk menghampiri Alea.
Setelah Fritz keluar dan berjalan mendekati Alea, barulah Dan membuka pintu untuk Finola.
"Ayo turun." Ucap Dan sambil memegang tangan Finola dan membantu Finola turun dari dalam mobil.
"Sebenarnya kita dimana sih?" Tanya Finola penasaran.
"Nanti kau juga tahu!"
"Fritz mana?"
"Fritz sudah duluan masuk ke dalam bersama pelayan." Jawab Dan.
Untung saja jarak saat ini jarak mereka dengan Alea dan Bratt masih jauh, jadi Bratt tidak mendengar apa yang baru saja Dan katakan pada Finola. Kalau Bratt mendengar sudah di pastikan Bratt akan memukul kepala Dan karena sudah menyamai Alea dengan pelayan.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1