Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 43 : Harus Pulang Kerumah Bratt


__ADS_3

Kini mereka sudah berada dalam unit apartemen Alea.


Mata Alea membulat begitu masuk kedalam apartemen karena ruangan yang sangat berantakan. Botol minuman beralkohol pun berserak dimana-mana.


"Cih.. dia yang salah, dia yang frustasi." Decih Bratt karena tahu pasti Jonas mabuk-mabukkan setelah Alea mengetahui jati dirinya.


"Kenapa bengong disitu? Cepat ambil barang penting mu itu baru kita pergi dari sini!" Perintah Bratt.


Alea pun berjalan memasuki kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, ia langsung berjalan menuju nakas yang ada samping tidurnya untuk mengambil barang penting. Ponsel, itulah barang penting yang Alea maksud. Ponsel itu penting karena ponsel itu berisi video-videonya dengan Jonas. Ia tidak mau Jonas sampai menyalahgunakan video itu, lalu menyebarluaskan seolah Alea sedang bercinta dengan pria lain.


Alea membuka laci nakas, melihat ponsel masih ada disana, Alea menghela nafasnya lega.


"Ponsel? Barang penting yang kau maksud itu ponsel?" Tanya Bratt tiba-tiba.


Sontak Alea menoleh kebelakang dan cepat-cepat memasukkan ponselnya kedalam tas.


"Ponsel ini sangat berharga Tuan, karena di dalamnya ada hal yang sangat privasi." Balas Alea.


"Ya sudah, ayo kita keluar. Aku sudah mual berada di sini." Ucap Bratt.


"Sebentar Tuan, saya ambil beberapa pakaian dulu." Ucap Alea lalu berjalan menuju lemari sedangkan Bratt memilih duduk disofa menunggu Alea menyiapkan barang-barang yang ingin dibawa sambil matanya terus memperhatikan Alea.


Alea berusaha mengambil koper yang ada diatas lemari, melihat Alea kesusahan mengambil koper, Bratt pun berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Alea dan membantu Alea mengambil koper itu.

__ADS_1


"Ini! Kalau butuh bantuan ngomong!" Omel Bratt.


"Makasih Tuan." Hanya kata itu yang Alea bisa ucapkan.


Alea pun membuka lemarinya lalu mengeluarkan satu persatu pakaian kerjanya dan beberapa pakaian rumah.


Sedangkan Bratt yang tidak bisa diam, ia membuka-buka laci meja rias Alea.


Bratt mengernyitkan keningnya saat melihat kota hitam panjang. Karena penasaran, Bratt pun mengambil kotak itu lalu membuka kotaknya.


Mata Bratt membulat saat melihat isinya, sebuah barang duplikat Bang Jagonya.


"Lea, apa ini yang selama ini membantu mu?" Tanya Bratt sambil menunjukkan alat itu.


Mata Alea membulat, cepat-cepat Alea berjalan menghampiri Bratt.


Dan ternyata bukan hanya satu, ada tiga barang duplikat Bang Jago serta satu segitiga berenda yang sudah di pasangi alat juga.


"Apa kau mau membawa itu semua?" Tanya Bratt saat melihat Alea memasukkan alat-alat itu ke dalam koper.


"Ini mahal, jadi harus ku bawa!" Jawab Alea.


Bratt menarik tangan Alea lalu mengeluarkan alat-alat itu dari dalam koper.


"Kau tidak perlu lagi memakai alat ini. Ada aku yang bisa kau manfaatkan. Bukankah lebih enak yang asli?" Ucap Bratt.

__ADS_1


Blush. Wajah Alea memerah.


"Apa kau mau merasakan barang yang aslinya lagi?" Goda Bratt saat melihat wajah Alea memerah.


"Hish.." Alea langsung mendorong tubuh Bratt dan itu membuat Bratt tertawa kecil.


"Cepat lah masukkan barang yang kau butuhkan, kau tidak perlu memasukkan itu! Aku merasa tidak berguna kalau kau membawa alat-alat itu." Perintah Bratt.


Alea pun kembali meneruskan memasukkan pakaiannya kedalam koper.


Setelah pakaian, sepatu dan kosmetik sudah terpacking, mereka pun keluar dari dalam unit apartemen Alea.


"Kau tidak perlu kembali kerumahnya Zhinta. Tinggal lah bersama ku dirumah ku." Ucap Bratt sambil memasukkan koper Alea di bagasi.


"Tidak perlu Tuan, biar saya tinggal dirumah Bu Zhinta saja sementara sampai saya mendapat kontrakan." Tolak Alea halus.


"Saya tidak menerima penolakan! Pokoknya saya akan membawa mu kerumah saya!" Kata Bratt tegas.


"Enak saja kalau kau tinggal di rumah Zhinta! Nanti tanpa sepengetahuan ku, pengacara itu mendatangi mu dirumah Zhinta!" Dumel Bratt dalam hati.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2