
"Bukan aku! Tapi aku yakin banyak karyawan kita yang diam-diam menjalin hubungan. Rasanya tidak manusiawi sekali kalau kita melarang mereka berpacaran."
"Aku tidak melarang mereka pacaran atau menikah. Silahkan saja! Tapi ya harus ada salah satu dari mereka yang keluar dari perusahaan."
"Tapi Bratt..."
"Ini demi kualitas kerja Son! Tapi kalau kau yang jatuh cinta dengan salah satu karyawan di perusahaan ku, akan ku pertimbangkan usulan mu!" Pancing Bratt.
Hesron diam. Ingin mengakui pada Bratt kalau ia pernah mempunyai hubungan dengan Zhinta pun percuma, toh setahu Hesron, Zhinta sudah memiliki tunangan, jadi tidak ada gunanya mengakui hubungan yang sudah kandas.
"Ah.. sudah lah!! Terserah kau! Aku mau pulang!" Balas Hesron sambil mematikan rokoknya di asbak.
"Dan kau ingat, besok kau harus masuk ke kantor kalau perlu jam tujuh kau sudah disana untuk menandatangani berkas-berkas yang sudah sangat menumpuk!" Ucap Hesron memberi peringatan pada Bratt sambil mengangkat bokongnya.
"Iya bawel! Sebenarnya disini siapa sih yang bos!!" Balas Bratt menggerutu.
"Semua karyawan mu termasuk aku adalah bos yang sesungguhnya! Karena tanpa kerja keras kami, kau tidak akan bisa membangun perusahaan mu! Paham kau!" Balas Hesron lagi ketus.
Bratt tidak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas. Sedangkan Hesron, dia langsung berjalan menuju pintu tanpa diantar oleh Bratt.
Tiga bulan berlalu.
Sudah hampir dua bulan Alea menyandang status sebagai seorang janda.
__ADS_1
Dan sudah tiga bulan juga Alea tinggal bersama dengan Bratt tanpa status.
Hubungan mereka sudah sangat dalam, bahkan bisa di katakan sudah layak sebagai sepasang suami-istri. Bukan dari segi urusan ranjang saja, melainkan karena Alea juga mengurus semua keperluan Bratt.
Tapi itu hanya saat mereka dirumah, karena kalau sudah di kantor, mereka akan bersikap layaknya atasan dan bawahan.
Meski dari rumah Bratt dan Alea berangkat bersama, tapi Bratt selalu menurunkan Alea tidak sampai di kantor melainkan di halte bus yang ada di dekat kantor.
Tak ada karyawan kantor kecuali Hesron yang tahu hubungan atasan mereka itu dengan Alea.
Selama Alea tinggal bersama dengannya, Bratt tidak lagi pergi ke apartemen. Pulang kerja, Bratt langsung pulang kerumah, layaknya seorang suami yang sangat merindukan istrinya.
Tiga bulan tinggal bersama, tak bisa di pungkiri, Alea sudah memiliki perasaan dengan Bratt. Bratt pun sebenarnya juga sudah merasakan ada benih-benih cinta tumbuh dalam hatinya, tapi ia selalu menyangkal perasaannya itu.
Seperti saat ini, pikirannya sedang melalang buana kemana-mana. Sudah dua hari ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan hatinya saat tak sengaja melihat pesan masuk dari Zayn di ponsel Alea.
Meskipun Bratt tidak melihat isi pesan masuk itu tapi hatinya memanas, ia cemburu. Menyadari kalau hatinya sudah mulai tidak beres, ia pun berusaha menepis rasa cemburu itu. Tapi tidak bisa, pikirannya terus memikirkan hubungannya dengan Alea. Apakah harus segera diakhiri seperti prinsip Bratt dari awal, atau malah Bratt harus menjilat ludahnya sendiri dan mengakui kalau dirinya sudah jatuh cinta pada Alea.
Teeet. Bel istirahat siang berbunyi.
Sepuluh menit setelah bel berbunyi, Bratt masih asyik dengan jalan pikirannya sambil memainkan pena yang ada ditangannya.
Ceklek. Pintu ruang kerja Bratt terbuka.
__ADS_1
"Kau tidak makan siang?" Suara Hesron berhasil membuyarkan lamunan Bratt.
Bratt pun melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Ayo." Ucap Bratt sambil mengangkat bokongnya dari kursi kebesarannya.
Bratt pun berjalan mendekati Hesron dan mereka pun keluar dari ruang kerja Bratt dan berjalan menuju lift.
"Kau kenapa? Kau sakit?" Tanya Hesron saat melihat wajah Bratt yang tak biasa.
"Tidak." Jawab Bratt.
Ting. Pintu lift terbuka. Bratt dan Hesron pun masuk ke dalam lift.
Entah sadar atau tidak Bratt menekan angka tiga pada tombol.
"Kau mau menemui Alea?" Tanya Hesron saat melihat Bratt menekan angka tiga.
"Tidak."
"Lalu kenapa kau menekan angka tiga?"
"Benarkah? Mungkin aku salah pencet."
__ADS_1
Hesron hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sikap Bratt saat ini. Selama delapan tahun berteman dengan Bratt, baru kali ini Hesron melihat Bratt seperti orang linglung.
Bersambung...