
Alea menarik nafasnya dalam-dalam saat dirinya sudah berada dalam lift agar dirinya tidak menangis.
Ting. Pintu lift terbuka.
Dengan langkah panjang Alea keluar dari dalam lift dan berjalan keluar dari gedung apartemen. Ia langsung mencari taksi untuk membawanya ke rumah Bratt.
Taksi pun didapat. Kini Alea sudah berada dalam taksi.
Tangis Alea yang tadi sempat Alea tahan mati-matian saat di apartemen, akhirnya pecah begitu saja saat dirinya di dalam taksi.
Meski dirinya sudah di beritahu Hesron apa yang akan Bratt jawab, tapi tetap saja, hatinya terasa sakit ketika mendengar kata-kata Bratt.
Kriiing.. Kriiing.. Bunyi nada dering di ponsel Alea.
Alea pun mengambil ponsel-nya dari dalam tas dan melihat nama si pemanggil.
Zhinta. Nama yang tertera di layar ponsel Alea. Ia baru ingat kalau tadi sewaktu dirinya ke kantor, ia tak sempat laporan pada Zhinta kalau dirinya sudah kembali ke kantor.
Alea pun menggeser tombol hijau.
"Halo Bu Zhinta." Jawab Alea.
"Dimana kau? Apa kau sudah bicara dengan Bratt?" Bukan Zhinta yang membalas, ternyata Hesron.
Sejak kepergian Alea daru kantor, di ruangannya Hesron terlihat gelisah menunggu kabar dari Alea. Tak sabar sampai Alea mengabarinya, Hesron pun memanggil Zhinta keruangan-nya dan meminta Zhinta untuk menghubungi Alea.
Tapi Zhinta tak mau melakukan apa yang Hesron perintahkan sebelum Hesron memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi pada Bratt dan Alea.
Mau tak mau Hesron pun memberitahu pada Zhinta tentang Bratt dan Alea, bahkan Hesron juga memberitahu tentang rencana konspirasi yang sedang dirinya dan Alea jalankan.
Mendengar cerita Hesron, Zhinta pun mendukung konspirasi yang sedang dijalankan Hesron dan Alea. Bahkan Zhinta mengusulkan pada Hesron untuk membawa Alea pergi keluar kota, agar Bratt tidak mudah menemukan Alea. Dan ide Zhinta itupun di setujui Hesron.
__ADS_1
"Pak Hesron?" Lirih Alea mendengar suara Hesron.
"Seperti yang Pak Hesron duga, Bratt tidak mau berkomitmen dengan saya." Jawab Alea dengan suara bergetar.
"Kau tidak memohon padanya kan untuk menjalani hubungan serius?"
"Tidak Pak, malah tadi saya mengakhiri hubungan ini."
"Bagus. Sekarang kau dimana?"
"Saya sedang dalam perjalanan mau kerumah Bratt, Pak. Saya ingin mengambil barang-barang saya." Ucap Alea.
"Baiklah. Saya dan Zhinta akan menyusul kesana."
"Bu Zhinta?"
"Saya sudah menceritakan pada Zhinta semuanya." Balas Hesron.
"Iya Pak, saya paham." Balas Alea.
Panggilan pun berakhir.
Setelah panggilan berakhir, Alea pun kembali memasukkan ponselnya dalam tas-nya.
*
*
*
Bratt Creative Design.
__ADS_1
Setelah panggilannya dengan Alea berakhir, Hesron mengembalikan ponsel Zhinta pada pemiliknya.
"Ayo kita susul Alea di rumah Bratt." Ajak Hesron.
Mereka pun keluar dari ruang kerja Hesron dan berjalan menuju lift.
Sesampainya di dalam lift, Zhinta menekan angka tiga.
"Aku ambil tas ku dulu." Ucap Zhinta.
"Aku tunggu di depan lobi." Balas Hesron.
Ting. Pintu lift terbuka.
Zhinta keluar dari dalam lift sedangkan Hesron melanjutkan turun.
Setelah mengambil tas dan mengisi absen pulang, Zhinta kembali berjalan menuju lift untuk turun kelantai bawah.
Kini Zhinta sudah berada di lobi.
Melihat mobil Hesron sudah berada di depan lobi, dengan langkah panjang Zhinta berjalan keluar dari lobi dan mendekati mobil Hesron lalu masuk kedalam mobil Hesron.
Setelah Zhinta masuk kedalam mobil, barulah Hesron melajukan mobilnya.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1