
Tubuh Zhinta menggeliat merasakan permainan lidah Hesron pada dua gundukan dagingnya. Jari jemari Hesron juga saat ini sudah mengelus manja pintu rumah Mbak Vera yang masih tertutup segitiga kain.
Tak ingin hanya Zhinta yang mendapat sengatan kenikmatan darinya, Hesron pun berhenti melahap dua gundukan daging dan berhenti mengelus manja pintu rumah Mbak Vera.
"Gantian Istriku, aku ingin kau memberi sengatan padaku." Ucap Hesron lalu membaringkan tubuhnya di sebelah Zhinta.
"Ta-tapi aku gak bisa Suamiku." Balas Zhinta.
"Bisa! Ikuti saja naluri mu." Balas Hesron. Ia pun membuka lilitan handuknya dan membuang handuknya kelantai.
Dan terpampang nyatalah Mas Jaka yang sudah siap mendobrak pintu rumah Mbak Vera.
Melihat penampakan bentuk Mas Jaka yang kekar dan perkasa, Zhinta menelan salivanya kasar.
Karena Zhinta tak kunjung menyapa Mas Jaka dan memberi sengatan di tubuhnya, Hesron langsung menarik tangan Zhinta untuk berkenalan dengan Mas Jaka.
"Seperti ini cara-nya." Ucap Hesron sambil membantu tangan Zhinta memijat lembut Mas Jaka.
Perlahan Hesron melepaskan tangannya dan membiarkan tangan Zhinta memijat lembut Mas Jaka-nya.
"Ssh... Ah..." Des*ah Hesron menikmati pijatan tangan Zhinta.
Mendengar des*han Hesron, Zhinta menoleh dan memandang wajah sayu suaminya.
Melihat wajah sayu suaminya, Zhinta memberanikan diri mendekatkan wajahnya ke wajah Hesron.
"Apa kau suka Suami ku?" Bisik Zhinta di telinga Hesron.
"Sssh.. ah.. sangat suka Istriku." Jawab Hesron.
Hesron pun menarik tengkuk Zhinta lalu melu*mat bibir Zhinta dengan rakus dan Zhinta pun membalas lu*matan bibir Hesron dengan tak kalah ganasnya.
__ADS_1
Merasa hasratnya sudah di ubun-ubun dan minta segera di lepaskan, Hesron pun membalikkan tubuh Zhinta dan kembali menindih tubuh istrinya itu.
Hesron kembali memberi sengatan di tubuh Zhinta mulai dari leher turun ke dua gundukan daging, lalu turun lagi ke perut.
Sambil dirinya memberi sengatan di perut Zhinta, tangan Hesron sambil membuka segitiga kain yang masih menutupi Mbak Vera lalu membuangnya kesembarang arah.
Setelah Mbak Vera sudah dalam keadaan polos, Hesron pun menurunkan sengatannya pada Mbak Vera.
"Ssh...ah.." des*ah Zhinta saat lidah Hesron bermain-main di depan pintu rumah Mbak Vera.
Puas membuat Zhinta menggelinjang dan tak henti-hentinya mendes*ah, Hesron pun berhenti memberi sengatan disana dan kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah Zhinta lalu mencium ganas bibir istrinya itu.
Kurang lebih satu menit mereka berciuman panas, Hesron pun melepaskan tautan bibir mereka.
"Aku sudah tidak tahan. Aku masukin yah." Izin Hesron.
Zhinta menganggukkan kepalanya karena dirinya juga sama dengan Hesron yang juga ingin merasakan lebih dari sekedar sengatan lidah. Mbak Vera sudah tidak sabar di sundul Mas Jaka.
Hesron pun mengarahkan Mas Jaka menuju Mbak Vera.
Mas Jaka tidak langsung mendobrak pintu rumah Mbak Vera, ia mengetuk- ngetuk terlebih dulu pintu yang masih terkunci rapat itu lalu mengambil ancang-ancang untuk mendobrak.
Sampai akhirnya...
"Aaakkkh...." Erang Zhinta dan Hesron bersamaan saat Mas Jaka berhasil masuk kedalam rumah Mbak Vera.
"Sa-kit." Ringis Zhinta.
Mendengar ringisan Zhinta, Hesron merasa bersalah. Ia memeluk terlebih dulu istrinya dan meminta maaf karena sudah mendobrak pintu rumah Mbak Vera dengan kasar.
Dan untuk mengalihkan rasa sakit yang Zhinta rasakan pada Mbak Vera-nya, Hesron kembali memberikan sengatan ditubuh Zhinta.
__ADS_1
Setelah merasakan Zhinta melupakan rasa sakit pada Mbak Vera-nya, Hesron pun berhenti memberi sengatan di tubuh Zhinta.
"Aku mulai yah." Izin Hesron.
Zhinta pun menganggukkan kepalanya.
Dan Hesron pun mulai menggerakkan pinggulnya dengan gerakan pelan dan lembut.
Des*ahan dan racauan kata-kata cinta tak henti-hentinya keluar dari mulut Hesron dan Zhinta saat Hesron menyentak-nyentakkan Mas Jaka di dalam rumah Mbak Vera.
Sepuluh menit kemudian.
"Akh.. Suamiku, stop! Aku merasakan sesuatu ingin keluar dari dalam sana!" Racau Zhinta saat dirinya sudah hampir sampai di puncak kenikmatan.
"Keluarkan lah Istriku dan sebut namaku!" Balas Hesron. Ia pun semakin menyentakkan Mas Jaka di dalam rumah Mbak Vera.
Tak sampai satu menit Zhinta pun mengerang hebat sambil meneriakkan nama Hesron saat dirinya sudah sampai di puncak kenikmatan terlebih dahulu.
Tubuh Zhinta pun melemas, namun Hesron tidak memperdulikan istrinya yang sudah lemas. Hesron tetap saja menyentakkan Mas Jaka di dalam rumah Mbak Vera dengan cepat dan kasar karena dirinya juga hampir sampai di puncak kenikmatan.
Tiga menit kemudian.
"Aaargh....." Akhirnya Hesron sampai juga di puncak kenikmatan.
*
*
*
Bersambung...
__ADS_1