Bukan Sekedar Obsesi

Bukan Sekedar Obsesi
Bab 62 : Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Baru beberapa meter ia melajukan mobilnya kembali, ada lagi panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal.


"Siapa lagi ini?" Tanya Zhinta.


Hesron melirik nomor itu, lalu menggedikkan bahu-nya tanda ia juga tidak tahu.


"Coba kau saja yang menjawab." Ucap Hesron karena ia malas untuk menepikan mobilnya lagi.


Zhinta pun menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel Hesron lalu mengaktifkan loudspeaker agar Hesron juga bisa mendengar.


"Halo." Jawab Zhinta.


"Halo selamat malam apa benar ini nomor Pak Hesron?" Tanya orang yang ada diseberang telepon.


Zhinta pun mendekatkan ponsel pada Hesron.


"Iya, ini saya Hesron. Ini siapa?" Tanya Hesron penasaran karena suara laki-laki yang diseberang telepon terdengar sangat serius.


"Saya satpam komplek perumahan Tuan Bratt Wilson, Pak."


"Iya Pak, ada apa?"


"Saya mau memberitahukan kalau sekarang saya sedang mengantar Tuan Bratt menuju rumah sakit. Tadi saya menemukan Tuan Bratt pingsan di ruang tengah rumah-nya."


"Apaaaa!!!!"

__ADS_1


Ciiiiiit.... Spontan Hesron menginjak pedal rem mendadak lalu mengambil ponsel dari tangan Zhinta.


"Kerumah sakit mana Bapak membawa Bratt?"


"Kerumah sakit terdekat Pak." Jawab Pak Satpam.


"Baiklah, saya segera kesana." Balas Hesron.


Panggilan pun berakhir.


Setelah panggilan dengan satpam komplek berakhir, Hesron pun menghubungi Dan, memberitahu Dan tentang keadaan Bratt dan meminta Dan untuk menyusul Bratt lebih dulu ke rumah sakit.


Setelah menghubungi Dan, Hesron pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Apa Tuan Bratt sudah menyadari perasaannya pada Alea dan menyesali perbuatannya?" Tanya Zhinta.


"Entah lah. Kita bisa tahu jawabannya setelah melihat kondisinya. Bisa saja ia sudah sadar dengan perasaannya tapi tidak menyesal dengan perbuatannya, jadi memilih untuk menyangkal perasaannya dengan cara mabuk-mabukkan." Balas Hesron.


"Tapi semoga saja Bratt seperti yang kau katakan. Semakin cepat Bratt menyadari dan menyesal dan mengakui perasaannya pada Alea, semakin cepat juga kita bisa mempublish hubungan kita." Kata Hesron lagi.


Rumah Sakit.


Kini Hesron dan Zhinta sudah sampai dirumah sakit tempat Bratt dirawat.


Mereka berjalan terburu-buru menuju kamar rawat Bratt.

__ADS_1


Ceklek. Hesron membuka pintu kamar itu dengan pelan.


Dan yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya sontak menoleh kearah pintu.


"Bagaimana Bratt?" Tanya Hesron sambil masuk kedalam dan disusul Zhinta dari belakang.


"Tadi sudah sempat sadar, tapi karena pengaruh obat yang diberikan dokter, jadi-nya dia tidur lagi." Jawab Dan.


"Dokter bilang Bratt sakit apa?!"


"Vertigo, karena asam lambung-nya naik. Dan sepertinya Bratt juga stress, karena sewaktu sadar tadi ia meronta ingin mencari Alea. Tapi begitu dia berdiri langsung ambruk, karena vertigo-nya. Jadi dokter menyuntikkan obat penenang pada Bratt agar dia benar-benar istirahat." Jawab Dan panjang lebar.


Hesron pun berjalan mendekati ranjang tempat Bratt berbaring, lalu disusul Zhinta dan Dan dari belakang.


"Son, apa tidak sebaiknya kita langsung beritahu saja keberadaan Alea pada Bratt saat Bratt sadar nanti?" Usul Dan.


Hesron menggelengkan kepalanya.


"Biarkan saja dulu begini! Kalau kita langsung beritahu, dimana perjuangannya! Kalau memang dia ingin Alea kembali padanya, dia harus benar-benar berjuang!" Balas Hesron.


"Kenapa kau tega sekali pada Bratt, aku rasa dia sudah menyesal Son! Aku tidak tega melihat sahabat kita seperti ini!"


"Ini demi kebaikan Bratt, Dan! Lebih baik aku melihat Bratt sakit seperti ini daripada aku harus melihat dia kesepian! Karena tidak selamanya kita bisa ada disamping-nya, suatu saat kita berdua pasti menikah dan fokus untuk keluarga kecil kita. Sedangkan Bratt, siapa yang akan mengurusnya nanti di hari tua-nya? Apa para ja*lang yang dia tiduri yang akan mengurusnya? Makanya aku ingin membuat dia meruntuhkan benteng anti jatuh cinta yang sudah ia bangun, agar dia bisa hidup layaknya manusia, bukan binatang!" Balas Hesron.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2